Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 72 Tanpa judul


__ADS_3

Mendengar penuturan dari anaknya Reyhan membuat rena merasakan kesedihan kembali, bahkan dia juga ikutan melihat kebakaran menantunya itu, sebagai seorang wanita rena dapat mengetahui kesedihan yang dialami oleh menantunya itu, apalagi menantunya belum mengetahui keberadaan dari anak yang dikandungnya.



"Jadi, tadi keyla sudah sempat sadar? tanyanya.



" Sudah ma, tapi mendengar penjelasanku membuatnya kembali pingsan, "jawabnya.



" Mengapa kamu bisa sampai kecolongan seperti ini, mengapa kamu ikut membawa sertakan keyla bersamamu, seharusnya kamu tau Rey bahwa tempat itu pasti sangat berbahaya, "ujar rena.



" Aku tidak tahu jika akan terjadi seperti ini, kami dijebak ma, dan keyla yang memaksa untuk ikut bersamaku, "



"Sudahlah, tidak ada gunanya sekarang kita menyalahkan diri satu sama lain, sebaiknya kita berfikir apa yang akan kita lakukan setelah keyla kembali sadar, bagaimana cara kita membuat dia dapat melewati masa-masa terpuruk nya seperti ini, " ucapnya.



Reyhan setuju dengan apa yang dikatakan oleh mamanya, tapi dia tidak yakin perempuan itu bisa melewati hal ini dengan mudah, karena terbukti dari caranya tadi pertama kali mendengar perkataan nya, tapi setidaknya sekarang Reyhan sudah merasa menjadi lebih lega karena ada keberadaan mamanya disini yang akan membantu istrinya bangkit dari keterpurukan kannya.



"aku setuju dengan perkataan mama, aku yakin jika mama dan papa beserta al ada disini kita pasti dapat mengatasi masalah ini, " ucapnya .



"Tapi ma, aku baru mengingat sesuatu, dimana papa dan juga al, aku sejak tadi tidak melihat mereka, bukankah mama kesini bersama dengan papa dan juga al? " tanyanya.



"Mereka berada di taman tadi, tidak tahu jika sekarang, tadi papa memberikan waktu agar mama bisa bicara dengan kamu tanpa gangusn al sama sekali, " jawabnya.



"Apakah al sudah benar-benar sembuh ma? " tanya Reyhan



"Kamu tenang saja Rey, cucu mama itu sangat kuat, dia bisa cepat sembuh agar bisa bertemu dengan kalian berdua, dia memang sudah mulai mencari kalian terutama keyla, "



"Syukur lah ma, aku sedang mendengar hal itu, sekarang aku hanya akan fokus mencari wanita itu, aku tidak akan bisa tenang jika belum menangkap wanita itu, "


__ADS_1


Sejak kejadian yang dialami oleh Reyhan dan juga jessi, sejak saat itu Reyhan merasakan kebencian yang sangat besar terhadap wanita itu, saat is sudah berhasil menangkspnya dia sudah bertekad akan membalas perbuatan nya dengan kedua tangan nya sendiri.



"Rey, mengapa sampai sekarang kamu belum bisa menemukannya, bukankah kamu memiliki banyak sekali pengawal dan anak buah? " tanya nya.



"Aku juga tidak mengerti ma, bahkan aku sudah mengarahkan semua anak buahku untuk mencarinya tapi sampai sekarang belum juga ditemukan keberadaannya, " jawab nya.



"Apakah wanita itu memiliki pelindung yang kuat? mama yakin ada orang lain dibalik semua ini yang membantunya, tidak mungkin ia tidak ditemukan jika tidak dilindungi oleh orang yang berpengaruh dan juga sebanding dengan kita, " ujar rena.



Mendengar perkataan yang dilontarkan oleh ibunya itu membuat Reyhan terdiam dengan segala pemikirannya yang berkecamuk, mengapa sejak lama dia tidak pernah berfikir demikian, sama sekali tidak pernah terlintas dibenaknya jika ada orang lain dibalik semua yang sudah dilakukan oleh raina.



"Aku belum tau tentang hal itu ma, tapi aku akan segera menyelidiki nya sendiri, aku manjadi curiga seperti nya ada sesuatu yang sudah terjadi tapi tidak kuketahui, " ucap nya.



Seperti nya aku harus turun tangan dalam pencarian wanita itu, anak buah ku yang biasanya mudah untuk mendapatkan sesuatu mendadak tidak dapat menemukan wanita itu, apalagi keberadaan wanita itu yang sebelum nya berada digedung yang sama denganya, dan telah dikelilingi oleh anak buahnya, lalu bagaimana bisa mereka tidak dapat menemukannya, seperti nya ada yang salah dengan hal ini.



"Mama hanya ingin mengatakan padamu, jika kamu tidak boleh sembarangan mempercayai orang lain, kita sudah pernah tertipu sekali jangan sampai kita kembali tertipu untuk kedua kalinya, sekarang kita harus bisa lebih waspada dan berhati-hati, " ucap rena mengingatkan.




Setelah pembicaraan itu keheningan terjadi dalam ruangan itu, Reyhan yang sedang duduk disofa memainkan handphone nya, sedangkan rena duduk disamping brankar menantunya itu, disini terus saja memastikan keadaan menantunya , bahkan sejak tadi mengengam tangan nya, rena sangat menyayangi menantunya seperti putri nya sendiri, jadi melihat nya seperti I I membuatnya imut merasakan sakit.



Tidak lama kemudian pintu terbuka dan masuklah papanya beserta dengan anaknya al, ketika sudah masuk kedalam ruangan al langsung memberontak dari gendongan opanya dan meminta digendong oleh Reyhan, yang langsung saja dissmbut oleh pria itu, karena mau bagaimanapun mereka sudah beberapa hati tidak bertemu, ada kerinduan dihatinya untuk putrannya itu, dan Reyhan pun kembali teringat kepada anaknya yang sudah meninggalkan nya, jika seandainya anak itu masih bisa selamat, pasti al akan memiliki adik.



"Rey, mengapa kamu tidak menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh al? " ucap rena menyadarkan Reyhan dari lamunan dan pemikirannya yang membuat nya tidak fokus bahkan tidak mendengar apa yang dikatakan oleh anaknya.



"Maafkan papa al, tadi papa sedamg tidak fokus mendengar kan kamu, " ucapnya menatap anaknya itu yang dibalas anak itu dengan membuang mukanya.



"Apakah papa dan mama tidak merindukan al? " tanyanya

__ADS_1



"Tidak, papa dan mama sangat merindukan al, mengapa berfikir seperti itu hm, " ucapnya menarik pelan hidung anaknya.



"Buktinya papa tidak menjawab pertanyaan al, dan papa bahkan tidak mencium seperti biasanya, " jawabnya.



"Papakan tadi sudah meminta maaf pada al, sekarang papa akan menjawab nya, memangnya tadi ala menanyakan apa? " tanyanya



"Baiklah kali ini al akan memafkan papa, karena tadi opa sudah memberitahu kan pada al kalau papa sdsmg banyak fikiran, " ucapnya dengan ekspresi yang dibuat-buat seperti sedang berfikir membuatnya tambah mengemaskan saja.



"Sekarang katakan apa yang anak papa ini tadi tanyakan? "



"Al tadi bertanya, mama sakit apa pa? mengapa mama tidur terus tidak memeluk al? " ucapnya.



Pertanyaan yang diberikan oleh anaknya itu berhasil membuat Reyhan merasakan binggung, entah jawaban apa yang akan dijawabnya untuk pertanyaan anaknya, karena merasa tidak bisa menjawab Reyhan pun melihat kearah kedua orang tuanya yang posisi nya tidak terlalu jauh dengannya.



"Al, bukankah tadi opa sudah megatakan jika mama kamu itu sedang istirahat, karena terlalu kelelahan makanya mama tidur, sebentar lagi mama kamu pasti akan sadar kamu hanya perlu berdoa agar mama kembali pulih, " jawab alfian



Mendengar jawaban yang dikatakan oleh papanya membuat Reyhan akhirnya bisa menghela nafasnya lega, "Benar apa yang dikatakan oleh opa sayang, setelah mama bangun nanti, al harus bisa menjaga maak agar kembali cepat pulih supaya bisa bersama kita lagi," kata Reyhan kenambahi kalimat yang dikatakan oleh ayahnya.



Rena yang melihat interaksi anatara anak dan juga cucunya rasanya ingin sekali menangis, wanita itu sedih melihat nya, apalagi setelah mengetahui jika dia sudah kehilangan calon cucunya yang kedua.



"Ma, mengapa kamu sedih seperti itu? " tanya alfian yang melihat jika mata istrinya itu sudah berkaca-kaca.



"Aku hanya mengingat tentang cucu kita yang sudah meninggal kan kita untuk selama -lamanya, " jawab rena yang sudah meneteskan air matanya, rasanya wanita itu tidak biss membendungnya lagi.



Mendengar perkataan dari istrinya membuat alfian menghela nafasnya, pria itu memang sudah mengetahui tentang kondisi menantunya , jadi mendengar perkataan istrinya itu membuatnya ikut merasa sedih. "Ma sudahlah ini sudah takdir nya, sekarang sebaiknya kita fokus menguatkan anak dan menantu kita, " ucapnya membawa istrinya kedalam pelukannya.

__ADS_1



Bersambung......


__ADS_2