
Sebelum pulang kerumah, jessi memutuskan untuk mempir sebentar kekantor Reyhan terlebih dahulu, wanita itu malas untuk pulang kerumah dan bertemu dengan wanita licik itu, jadi ia memutuskan kekantor Reyhan saja untuk menanyakan, tentang kantor ibu tirinya itu, walaupun ia tidak mengerti tentang urusan kantor, tapi jessi ingin menanyakan apakah perusahaan dari ibu tirinya itu ada mengajukan kerja sama kepada kantor Reyhan atau tidak.
Sesampainya dikantor, jessi langsung menemui Reyhan diruangannya,kebetulan pria itu berada didalam, kata seketatis dari Reyhan yang ia temui di bawah tadi. Jessi mengetuk pintu, setelah diberi ijin masuk, wanita itu pun masuk kedalam, sesampainya didalam jessi melihat Reyhan sedang fokus pada berkas-berkasnya, sampai jessi berdehem baru pria itu melihatnya, tetapi setelah melihatnya sebentar Reyhan langsung kembali fokus, jessi pun memutuskan menunggu disofa saja.
Saat jessi ingin duduk disofa yang ada diruangan itu, pria itu pun mengeluarkan suara"Apa yang kau lakukan pada raina hari ini, "ucap Reyhan, tanpa melihat kearahnya.
Jessi yang mendengar perkataan dari pria itu heran, bagaimana bisa pria itu tau" Dari mana kau mengetahuinya, "jawab jessi.
" Apakah penting dari mana aku mengetahuinya? "tanya Reyhan, " ia itu penting, tidak mungkin kau tau tanpa ada yang memberitahukan padamu bukan, "ucap jessi.
Reyhan yang mendengar itu pun menutup berkas-berkasnya, dan mendekati sofa, pria itu terlihat menghela nafasnya sebentar "Aku mengetahuinya dari raina, dia menelfon tadi, katanya kau tidak menyukai keberadaannya dirumah itu, " ucap Reyhan.
Sekarang jessi mengerti, ternyata selain wanita itu ingin mencari muka didepan mertuanya, wanita itu pun juga memberitahu kan ya kepada reyhan"Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku tidak menyukainya dirumah itu, aku hanya merasa dia itu bukan wanita yang baik, "kata jessi.
" Dari mana kau tahu dia baik atau bukan? kau hanya perlu memperlakukannya dengan baik selama dia tinggal dirumah itu, kau tidak pantas mengatakan hal buruk padanya"ucap Reyhan.
" kau tidak bisa memaksa ku untuk bersikap baik kepadanya, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat, dia memang memiliki tujuan yang jahat,di tidak seperti wanita baik-baik,"jawab jessi.
" Kau tidak berhak mengatakan hal seperti itu, kau tau, kembaranya lah yang telah menyelamatkan mu, jadi seharusnya kau harus bisa membalas nya, melalui raina, "kata Reyhan.
" Aku tidak pernah menyuruh kekasihmu raisa menyelamatkanku, untuk apa aku berbuat baik kepada kembarannya itu, apakah kau masih mencintai kekasihmu itu, aku tau, karena wajah mereka sangat mirip, itu sebabnya kau mengijinkan ia untuk tinggal bersama dengan kita bukan, "ucap jessi.
__ADS_1
" Tutup mulut mu, jangan kau sebutkan nama kekasihku dengan mulut kotormu itu, kau tau aku sudah mencoba bersikap baik kepadamu, tapi sepertinya kau tidak bisa dibilang dengan baik, apakah aku harus berbuat kasar? ,dan soal aku mengapa mengijikankannya untuk tinggal dirumah itu, tidak ada urusannya denganmu, "kata Reyhan.
" Kau tau jika aku bisa memilih, sebaiknya kau saja yang ditabrak waktu itu, aku sangat menyayangkan kebaikan dari raisa , yang malah menyelamatkan mu, tanpa memperdulikan nyawanya sendiri, "kata Reyhan
" Apa maksud dari perkataan mu itu, aku pun lebih memilih tidak diselamatkan, dari pada harus hidup bersama pria sepertimu, aku menyesal pernah mencintai pria yang seperti mu, "jawab jessi yang membuat kemarahan dari Reyhan mendidih.
" jangan pernah kau bicara seperti itu, kau harusnya bersyukur masih bisa hidup, kau tidak usah belagu jadi orang,kau berutang nyawa pada raisa, jadi kau harus membalas itu semua,jangan pernah kau mengatakan menyesal, karena itu tidak cocok untukmu"ucap Reyhan mencekram dagu jessi, yang membuat wanita itu meringis, setalah sekian lama, wanita itu kembali mendapatkan kekasaran dari pria itu.
Jessi menghempaskan tangan Reyhan yang berada didagunya, ia menatap pria itu dengan tajam, "kau memang pria yang sangat kasar ternyata, mengapa kau melakukan seperti ini, apakah ini karena wanita yang bernama raina,kau membela wanita yang salah, kau akan menyesal setelah mengetahui bagaimana wanita itu sebenarnya, aku berdoa, kau akan menyesal seumur hidupmu, karena melakukan ini padaku, " ucap jessi pergi dari ruangan itu, didepan pintu ia berpapasan dengan Arya, tapi ia mengabaikan nya, dan membanting pintu itu.
Reyhan yang mendengar perkataan dari jessi menjambak rambutnya frustasi , dan berteriak, pria itu tidak berniat berlaku kasar lagi kepada nya, tapi wanita itu selalu saja bisa memancing emosinya.
"Kau siapkan segalanya, aku akan menyusul lima menit lagi, aku harus menenangkan diriku terlebih dahulu, " jawab Reyhan.
Setelah Reyhan sendirian di ruangannya ia memijat pelipisnya, rasanya sangat pusing memikirkan semua masalah yang ada, setelah merasa tenang, pria itu pun memutuskan memasuki ruangan meeting.
*****
Hari ini elin akan pergi kerumah orangtua dari Raka, sesuai janjinya, wanita itu pergi dengan supir yang dikirim oleh mama amel, Raka tidak bisa mengantarkan elin, karena pria itu tiba-tiba mendapatkan operasi secara mendadak, ia tidak bisa mengelak, atau menyuruh dokter lain mengantikanya, karena itu merupakan tugasnya.
Sesampainya dikediaman orang tua Raka, elin langsung disambut oleh mama amel, di depan pintu rumah nya, "Kamu sudah sampai nak,ayo masuk, " ucap mama amel.
__ADS_1
"Apakah, kau merasa tidak nyaman dengan mama, kenapa kamu bersikap canggung seperti itu nak? tidak usah begitu, anggap mama itu ibu kamu juga, " ucap mama amel.
"Tidak ma, aku nyaman, berada di dekat mama, aku seperti merasakan kasih sayang seorang ibu yang sudah lama tidak kurasakan, " ucap elin , yang berkata dengan sejujurnya,
"Kalau begitu mulai hati ini mama akan menyayangimu, seperti anak mama sendiri, mama sudah lama ingin memiliki anak perempuan, " ucap mama amel.
Elin yang mendengar perkataan dari mama amel pun, mencoba mengalihkan pembicaraan nya, "ma, apakah papa andrian tidak berada dirumah? " kata elin
"Tidak sayang, hari ini khusus untuk kita berdua saja, yang berada dirumah ini, dengan beberapa pelayan, mama ingin memasak cake kesukaan Raka, dan papanya denganmu, apakah kau mau membantu mama, " ucap amel kepada kekasih anaknya itu.
"Tentu saja amel mau ma, dulu elin dan sahabat elin sangat suka membuat kue, bahkan kue buatan jessi sangat enak, tapi sekarang dia meninggalkan elin sendiri, " ucap elin sedih teringat akan sahabat nya itu lagi.
"Jangan sedih, apakah sahabat kamu itu namanya jessi?namanya bagus, pasti orang nya cantik kan, " ucap amel mencoba mencairkan suasana agar elin tidak sedih.
"Ia ma, dia orangnya sangat baik, dan ceria, karena kebaikan dan kelembutannya, ia ditindas oleh mama dan adik tirinya, bahkan sampai ia sudah tiada pun hanya elin yang menemaninya,dia memiliki ayah kandung,tapi bahkan sama sekali tidak peduli padanya, " ucap elin.
"Apakah semeyedihkan itu nak, " tanya amel, "iya ma, aku sangat kasihan kepada sahabat itu, tapi sekarang jessi sudah tenang , kembali bertemu dengan mamanya disurga, ia tidak merasakan penderitaan lagi, " ucap elin.
"Yasudah tidak perlu dibahas lagi, sekarang ayo kita kedapur, dan mulai membuat kue, " ucap mama emel .
Bersambung.........
__ADS_1