
Pengumuman....
Maaf ya teman-teman , author baru bisa up sekarang, semoga tetap betah membaca kelanjutan ceritanya, karena akan ada kejutan yang menarik yang akan author tulis dibantu selanjutnya, jangan lupa like, subscribe, tinggalkan komentar, follow author juga ya, Terima kasih....
Selamat membaca.....
Sementara dibelahan kota lainnya seorang wanita paruh baya sedang memikirkan menantunya dan juga anaknya dengan cemas, Ada apa ini, mengapa perasaanku tiba-tiba tidak enak seperti ini, apa yang terjadi dengan mereka, "ujarnya, sendari tadi wanita merasakan perasaan yang tidak tenang, seperti sedang terjadi hal buruk kepada anak dan menantunya.
Karena ingin memastikan menantu dan anaknya itu baik-baik saja rena pun memutuskan memberitahukan suaminya saja, kebetulan suaminya sedang berada dikamar tempat al dirawat, wanita itu pun mendatangi suaminya, " Pa, bisa papa telfon Reyhan? "ucap nya
Melihat istrinya yang masuk secara tiba-tiba, dan melihat raut wajah nya yang terlihat khwatir membuat alfian binggung,istrinya itu tadi baik-baik saja, lalu mengapa tiba-tiba menjadi seperti ini? " Ada apa ma? mengapa tiba-tiba menyuruh papa menelfon rey? "ujarnya memperbaiki selimut cucunya dan menghampiri istrinya yang sudah duduk disofa kamar tersebut.
" Aku tidak tahu pa, tadi tiba-tiba saja perasaanku tidak enak mengingat mereka, cepatlah papa telfon mereka, , "ujarnya langsung saja mengutarakan apa yang sedang dirasakannya.
" Ma, aku yakin Reyhan dan menantu kita akan baik-baik saja, aku tadi baru saja berbicara dengan Reyhan dan dia mengatakan semuanya aman tidak ada yang perlu dikhawatirkan, "jawabnya berbohong, sebenarnya dia pun sudah merasakan binggung dengan anaknya itu tidak biasanya tidak menjawab telfon nya, bahkan seketarisnya juga tidak bisa untuk dihubungi.
" Pa, apa papa yakin, tidak bisakan mama mendengar suara dari mereka berdua agar mama merasa tenang, "ujarnya yang masih memaksa suaminya untuk menelfon anaknya itu.
" Ma, tadi Reyhan mengatakan dia ada rapat penting, sementara jessi sedang berada diluar, dia lupa membawa hpnya, jadi nanti jika mereka sudah tidak sibuk, papa akan menelfon mereka dan akan berbicara pada mama, kamu itu harus tenang, semua pasti baik-baik saja, " ujarnya membawa istrinya itu kepelukannya untuk menenangkannya, seperti nya aku harus melakukan sesuatu, aku harus mencari tahu apa yng terjadi sebenarnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"apa yang kau lakukan? mengapa kau malah menarikku kesini, aku ingin membantu kakak ipar memasak, " ujarnya melepaskan tangan Raka dari bajunya.
"Mengapa kau malah mengiyakan ajakan istriku, seharusnya kau pulang saja, kau itu menganggu kesenangan orang saja, " jawabnya kesal sebenarnya dia tidak menyukai jika ada orang yang mencicipi masakan istrinya selain dirinya dan kedua orangtuanya saja.
__ADS_1
"Hei dokter Raka, hayolah mengapa kau malah bersikap seperti ini, aku hanya ingin mencicipinya saja, lagian istrimu saja tidak keberatan mengapa jadi kamu yang sewot, " ujarnya santai.
"Diamlah, kau memang tamu yang tidak diundang, sebaiknya kau pergi saja dari sini, " ujarnya mendorong tubuh pria itu.
"Apa yang kamu lakukan? " tanya elin yang melihat suaminya mendorong temanya itu, tadinya ia menemui mereka ingin menanyakan makanan apa yang mereka inginkan untuk dimasak, jadi dia pun menemuinya.
"Kakak ipar, tolonglah, pria ini ingin mengusirku, dia mengatakan aku tidak boleh mencicipi masakanmu, dia memarahiku, " ujarnya dengan nada yang terlihat menjijikan bagi Raka, pria itu tau saja caranya mengambil simpati dari istri yang itu agar mendapatkan pembelaan.
"Mengapa kamu bersikap seperti itu, biarkan dia disini, aku yang akan memasak makan malam dan tidak keberatan dengan hal itu, lalu mengapa kamu yang menjadi keberatan, " ujar elin
"Terserah,kau akan makan malam disini, tapi dengan satu syarat kau harus pulang setelah makan malam, " ujarnya lansung pergi kedalam kamar dengan perasaan dongkol akibat istrinya yang membela sahabat nya itu.
"Perkataanya tidak usah dimasukkan kedalam hati, oiya aku tadi ingin menanyakan kamu ingin dimasakan apa? " tanya elin
"Aku tau kakak ipar , dia itu memang pria yang sangat sensitif, aku itu pemakan segala jenis makanan, aku tidak pemilihan jika soal makanan, apapun yang akan kakak ipar masak pasti akan kumakan semuanya, " jawabnya
...****************...
Setelah menungu cukup lama akhirnya dokter keluar dari ruangan rawat istrinya, Reyhan langsung saja berdiri dari duduknya dan menanyakan tentang kondisi istrinya itu, "Bagaimana kondisi istri saya dokter? " tanya nya.
"Kondisi istri bapak untuk sekarang koma , beliau terlalu banyak mengeluarkan darah, dan dengan berat hati saya menyampaikan bahwa kandungan istri bapak tidak bisa saya selamatkan, " jawabnya.
Aku yang mendengarnya terkejut, bagaimana mungkin dan apa tadi yang dikatakan oleh dokter itu, jadi saat itu wanita itu sedang mengandung, mengapa dia tidak pernah mengatakannya, apa perempuan itu juga tidak mengetahui nya"dokter apakah benar jika istri saya sedang mengandung ? "tanyanya yang ingin memastikannya sekali lagi.
" Apakah bapak tidak mengetahui hal ini, istri bapak sedang mengandung , dan isinya masih dia minggu, usia yang sangat tentang dan masih lemah, yang mengakibatkan janin itu tidak dapat diselamatkan, "jelas dokter tersebut.
__ADS_1
" Jadi kapan istriku akan sadar? "tanyanya.
" jika itu belum bisa dipastikan, karena luka tusukan dan kehilangan banyak darah membuatnya semakin drop, sekarang kita hanya bisa berdoa saja, karena ini semua tergantung alam bawah sadarnya, "jawabnya sebelum berpamitan, karena memiliki pasien yang lainya.
" Ah sial,ini semua akibat dari wanita itu, dia sudah membuatku kehilangan anakku, aku tidak akan pernah mengampuninya, "ujarnya mengepalkan kedua tangannya.
Tidak ingin membuang waktu lagi Reyhan pun masuk kedalam ruang rawat istrinya , jika ingin menjenguk nya pria itu diharuskan memakai pakaian yang dikhususkan untuk dipakai olehnya.
Sesaat setelah memasuki ruangan istrinya itu entah kenapa tiba-tiba saja membuat dada pria itu merasakan sakit, melihat kondisi istrinya yang terbaring lemah diranjang rumah sakit membuatnya ikut merasakan nya. " Sebenarnya apa yang terjadi denganku akhir-akhir ini, mengapa aku seperti merasakan apa yang dirasakan oleh wanita ini, "monolog nya sendiri setalah duduk disamping brankar istrinya.
" Itu membuktikan jika tuan sudah memiliki rasa pada nyonya,"Jawab seseorang dibelakang nya, pria itu langsung saja menoleh dan melihat ternyata seketarisnya Arya lah yang berbicara.
Seakan mengerti akan tatapan dari bosnya itu langsung saja Arya membenahi perkataan yang dikatakannya"Maaf tuan, saya lancang menjawab anda, tapi menurut saya apa yang sudah anda katakan tadi itu, menandakan jika perasaan itu mulai tumbuh pada diri anda, "ujarnya yang hanya dijawab oleh diamnya Reyhan.
" Itu tidak penting, sekarang katakan padaku apakah kalian berhasil menangkap wanita itu, "ujarnya.
" Maaf tuan, tapi kami sudah mengelilingi semua tempat itu, tapi kami sama sekali tidak menemukan wanita itu dimanapun, "jawabnya dengan menunduk karena mendengar perkataannya membuat Reyhan terlihat marah, terbukti dari muka pria itu yang memerah menahan amarahnya.
" Aku tidak ingin mendengar apapun, segera temukan wanita itu, aku tidak akan memberikan yang hidup dengan tenang, dia sudah membuat aku kehilangan calon anakku yang bahkan masih sangan kecil, "ujar Reyhan
" Baik tuan, tapi apakh maksud tuan nyonya mengalami keguguran? "tanyanya yang tidak sama sekali dibalas oleh pria itu, karena melihat jika perkataannya membuat bosnya itu merasakan semakin marah membuat priia itu langsung saja bepemitan kepada tuanya sebelum dia terkena amarahnya.
" Maaf tuan, saya akan segera menemukan wanita itu, "ujarnya pamit undur diri keluar dari ruangan itu.
Sementara Arya keluar ruangan, Reyhan kembali duduk disamping brankar dan mencoba merendam emosi nya yang ingin sekali rasanya untuk diluapkannya.
__ADS_1
Bersambung.........