Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 18 Pembalasan


__ADS_3

Mama rena yang kebetulan ingin kedapur untuk mengambil makanan, menyaksikan bagaimana mama mertua nya itu memarahi menantunya itu, mama rena juga dapat melihat jika cantika merasa senang atas perlakuan mama mertuanya itu kepada menantunya .


Saat melihat mama mertuanya ingin menampar menantunya itu, mama rena langsung menghampiri mereka, dan menghentikan pergerakan tangan mama mertuanya itu yang ingin menampar menantunya.


"Apa yang mama lakukan, mengapa sampai mau menampar keyla seperti itu, "ucap mama rena.


" Lepaskan tanganku, beraninya kau menghentikan apa yang ingin kulakukan, "jawab oma nita, mama rena yang mendengar itu pun melepaskan tangannya dari mama mertuanya itu.


" Mengapa mama begitu membela wanita itu ma, keyla melakukan hal yang benar, ia hanya berniat melindungi suaminya yang ingin direbut wanita lain, apakah itu salah, "ucap mama rena, menatap cantika yang langsung menundukan kepalanya.


" Dia bersikap kurang ajar kepada tamuku, beraninya ia melukai cantika, aku yang membawanya kemari, jadi sudah tugasku menjaganya, "ucap oma nita.


" Aku sudah berapa kali mengatakan kepadamu oma, aku tidak pernah melakukan apa yang dikatakan wanita itu, aku hanya mendorongnya tidak sampai menjambaknya, "ucap jessi yang langsung memeberikan pembenaran yang sebenarnya.


"mama dengar sendiri bukan, tidak mungkin keyla mencelakai orang lain, apalagi bersikap kurang ajar, ia melakukan itu pasti atas dasar melindungi dirinya, " ucap mama rena lagi.


"Terserah apa yang kau katakan, Tapi yang pasti aku tidak akan pernah Terima jika ada yang ingin berlaku kasar kepada cantika, aku yang membawanya kesini untuk menjagaku, jadi kau harus menghormati nya, " ucap oma nita sambil berlalu dari ruangan itu, rasanya kepalanya pusing, faktor usia nya yang sudah tua, iya gampang kecapean, kalau marah saja pasti ia akan merasa pusing.


Cantika yang melihat oma pergi pun ikut menyusulnya, sesampainya dikamar cantika membantu oma nita, berbaring dikasur, setelah merasa oma nita nyaman, cantika memberikan vitamin yang biasa akan dikonsumsi oleh oma nita, saat ia merasa seperti sekarang ini.


"Oma, biarkan aku memijat kepala oma, aku tau sekarang pasti kepala oma pusing, biar aku siapkan minyak dulu, " ucap cantika mengambil minyak dilaci, dan menuangkan nya sedikit di tempat yang sudah disiapkan ya.


Oma nita yang melihat perlakuan dari cantika tersanjung, ia menyukai wanita ini, karena cuma cantika lah yang menurutnya yang selalu bersamanya, dan menjaganya, ia begitu perhatian kepadanya, terbukti seperti sekarang ini, ia bahkan mau repot-repot menjaganya.


Cantika pun mulai memijat kepala oma nita, dengan lembut, sebenarnya ia sudah sangan malas harus bersandiwara seperti ini didepan oma nita, tetapi ia harus melakukan ini supaya rencananya berhasil, dengan berpura-pura perhatian, ia yakin oma nita pasti merasa hanya dirinya lah yang berada bersamanya, saat ia sedang membutuhkan seperti sekarang ini.


Oma nita sudah gelap mata, sehingga ia tidak mengetahui rencana yang sebenarnya akan dilakukan oleh cantika.


"Oma, apakah sudah mendingan, " tanya cantika, wanita itu yang tidak mendapatkan jawaban pun lantas melihat ternyata oma nita sudah tidur pulas.


Ia pun memutuskan pergi dari situ, setelah memperbaiki posisi tidur dari oma nita.


******


Ditempat lain, raka menghentikan mobilnya tepat didepan restoran cepat saji, ia ingin mengisi perutnya dahulu sebelum mengantarkan elin ke apartemen.


Elin yang melihat pria itu menghentikan mobilnya pun menoleh kepada pria itu, raka hanya keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil elin, supaya wanita itu keluar.


"Kenapa kita berhenti disini, bukanya kamu mengatakan kita akan pergi ke apartemen, " tanya elin binggung.

__ADS_1


"Kita makan dulu, aku sudah sangat lapar tadi aku tidak sempat makan siang, " ucap raka


"Tapi aku tidak lapar, kamu saja aku akan menunggu dimobil, " jawab elin lagi.


"Tidak kau akan menemaniku, " ucap raka yang langsung menari tangan wanita itu, elin hanya pasrah mengikuti langkah pria itu.


Raka memesan makanan dua porsi, karena ia tahu pasti wanita yang bersamanya ini berbohong, pasti tadi elin belum makan juga, maka dari itu ia memesan makanan untuk wanita itu juga.


Setelah makanan datang, reyhan meletakan makanannya itu tepat didepan elin, wanita itu yang sedang fokus bermain hp pun melihat.


"Mengapa kau memesan kan untuk ku juga? " tanya Elin heran, seingatnya tadi ia sudah mengatakan kepada pria itu bahwa ia sedang tidak lapar.


"Makanlah, aku tau kau pasti lapar, aku sudah memesan ya, jika aku menghabiskan nya sendiri, aku tidak yakin akan habis, " jawab raka yang memakan makanannya, ia bisa melihat bahwa elin kesal kepadanya, tetapi wanita itu tetap memakan makanannya.


mereka makan dalam keadaan hening, tidak ada yang memulai pembicaraan.


****


Sementara itu, jessi menjelaskan kepada mama mertuanya itu, bahwa semuanya tidaklah benar.


"Ma,aku bersumpah sama sekali tidak menjabak wanita itu, aku memang mendorongnya tetapi hanya memar, tidak terluka sama sekali, wanita itu begitu picik ia menambahkan cerita, yang sebenarnya tidak pernah terjadi, " ucap jessi melihat mama rena.


"Coba, key cerita kepada mama, apa yang terjadi dikantor, " ucap mama rena.


Jessi menceritakan semuanya, tanpa ada yang terlewatkan, ia mengatakan yang sejujurnya kepada mama rena, Setelah mendengar cerita dari menantunya itu, mama rena bisa menyimpulkan, bahwa wanita itu memang sengaja melakukan ini.


"mama tau, kau pasti tidak bersalah sayang, tenang lah kita akan mebongkar sifat asli dari wanita itu, biar oma mengetahui bagaimana wanita itu sebenarnya,ia hanya memanfaatkan oma saja, " ucap mama rena.


Jessi yang mendengar itu hanya tersenyum, setelah itu ia berpamitan akan membersihkan diri kepada mama rena, karena sebentar lagi sudah waktunya makan malam.


Mama rena menatap menantunya itu, sampai ia memasuki kamarnya, ia kasihan karena apa yang dialami olehnya dulu, juga dialami oleh menantunya itu, bedanya dulu ada suaminya yang begitu mencintainya, sedangkan menantunya itu tidak.


*****


matahari pun sudah tengelam digantikan oleh bulan dan bintang, awan pun sudah gelap, sekarang sudah tiba waktunya makan malam


Mereka semua tanpa terkecuali berkumpul makan malam dimeja makan, mereka semua makan dengan tenang, jessi pun sesekali menyuapkan makanan kepada al, walaupun sudah ada pengasuh yang menyuapinya, jessi dari tadi juga memperhatikan cantika.


Jessi sudah merencanakan pembalasan yang sebenarnya tidak setimpal, dengan perlakuan wanita itu kepadanya , atas perbuatan yang dilakukan oleh wanita itu kepadanya hari ini, ia menunggu reaksi dari wanita itu, karena saat pelayan menyiapkan makan malam dan meletakan nya dimeja makan, setelah pelayan pergi, jessi sengaja memasukan sesuatu ke minuman yang biasa wanita itu minum,saat ia melihat tidak ada orang disitu, setiap makan ia akan menyuruh pelayanan membuatkan ia jus, supaya badanya tetap ideal, ia tidak mau terlihat gendut.

__ADS_1


Saat selesai makan malam, oma menyuruh semua orang untuk berkumpul diruang tengan, katanya ia ingin menyampaikan hal penting, yang jessi ketahuilah pasti tentang masalah tadi siang fikirnya.


Saat semua orang sedang berkumpul, oma akan memulai pembicaraannya, tapi belum sempat ia bicara, suara tidak sedap terdengar, dan itu berasal dari cantika, semua orang menatapnya dengan ekspresi berbeda-beda, oma yang melihatnya pun melotot kan matanya,mama rena hanya menatap tidak percaya,atas ketidak sopanan wanita itu, alfian dan reyhan hanya bersikap acuh, sedangkan jessi menahan tawanya.


"Maaf permisi, sepertinya perutku mulas, aku akan ke toilet sebentar, " ucap cantika yang merasa malu sebenarnya, semua orang menatapnya.


Cantika lari terbirit-birit, ia sudah tidak tahan, ia tidak tahu mengapa tiba-tiba perutnya seperti ini.


"Mengapa dengan wanita itu, apakah ia salah makan," ucap mama rena pelan,tapi ia tidak sengaja melihat bahwa menantunya itu tersenyum, sambil menahan tawanya, sekarang ia tahu mengapa cantika seperti itu, ini pasti ulah dari menantunya itu fikirnya.


"Apa yang ingin oma bicarakan, Katakanlah oma, aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan kantorku yang kubawa pulang tadi, " ucap reyhan


Oma nita yang mendengar itu pun, ingin mulai berbicara, tetapi terhenti saat melihat cantika kembali .


"Maaf sepertinya perutku tadi bermasalah," ucap cantika yang sudah kembali dari toilet, ia duduk kembali, tapi baru sebentar ia duduk, ia kembali mengeluarkan bau tidak sedap yang langsung membuat alfian marah.


Cantika pun merasakan tidak enak kepada semuanya, tanpa mengatakan apapun ia pergi kekamar mandi.


" Sepertinya wanita yang mama bawa, tidak memiliki sopan santun, besok saja mama mengatakan hal yang ingin mama katakan, wanita itu sepertinya kurang sehat, "ucap alfian yang berdiri dan pergi dari situ, ia memasuki kamarnya.


Mama rena pun mengikuti suaminya itu, begitu juga dengan reyhan yang ikut pergi, ia memutuskan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.


Tinggallah jessi bersama oma disitu, oma hanya melihat sekilas kearah jessi, dan memutuskan kembali ke kamarnya.


Cantika kembali, ia terkejut melihat tidak ada lagi siapapun diruang tengah, hanya tersisa jessi saja, bahkan oma pun sudah pergi fikirnya.


" Apakah kau mencari mereka semua, mereka sudah pergi, "ucap jessi menghampiri cantika.


Cantika yang mendengarnya pun kecewa, ia sudah tidak sabar menyaksikan oma nita yang akan memojokan jessi, saat ia sibuk dengan fikiranya itu, cantika kembali mengeluarkan bau yang tidak sedap.


" Kau begitu jorok ternyata, bagaimana apakah kau begitu menikmatinya, bolak balik kekamar mandi, bahkan sampai buang bau yang tidak sedap didepan semua orang, apakah kau tidak merasa malu, "ucap jessi sambil menutup hidungnya menghindari mencium bau yang kurang menyenangkan itu.


Cantika yang mendengarnya pun terkejut, ia sudah menduga bahwa pasti ada seseorang yang sengaja mengerjai nya, dugaan nya benar, tadi ia merasakan baik-baik saja, tapi sekarang ia malah merasakan mulas.


" Jadi kau yang melakukan ini, awas saja kau, aku akan mengatakan ini kepada oma, , "ucap cantika yang kembali berlari untuk memasuki kamar mandi, ia sudah tidak bisa menahanya lagi.


Jessi hanya tertawa melihat wanita itu berhasil ia kerjain, emang enak fikirnya, "kau salah mencari lawan " Batinya yang memutuskan masuk ke kamarnya.


.

__ADS_1


__ADS_2