Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 24


__ADS_3

Jessi tidak ingin masuk kesana, tetapi penjaga bar tersebut memanggilnya.


"Nona, apakah anda yang bernama jessi, anda sudah ditunggu didalam, silahkan masuk, " ucap penjaga itu, setelah melihat gambar yang ada dihp nya dengan perempuan itu mirip.


Jessi terlihat sangat ragu, Wanita itu tidak pernah memasuki tempat seperti ini, dia terus berfikir untuk masuk atau tidak, sampai penjaga kembali menegurnya.


"Nona, sebaiknya anda segera masuk, seseorang sedang menunggu anda didalam, " ucap penjaga itu lagi.


Wanita itu akhirnya masuk, walau masih terlihat ragu, saat ia mulai memasuki tempat itu, dia bisa langsung mencium bau alkohol yang sangat menyengat, dan para wanita yang memakai pakaian yang terbuka, sedang merayu para lelaki belang disana, ia tidak tau dimana reyhan berada, apakah memang pria itu sering ketempat seperti ini, fikirnya.


Saat jessi sedang mencari keberadaan reyhan, wanita itu tidak sengaja ditabrak oleh seorang pria, sepertinya orang yang menabraknya sudah mabuk, karena ia bisa mencium bau yang sangat menyengat dari pria itu, dan juga jalan pria itu yang sempoyongan.


"Nona, kau terlihat cantik, mau kah kamu menemaniku malam ini, " ucap pria itu sambil mencolek dagu jessi, yang langsung ditepis oleh wanita itu.


"Anda jangan bersikap kurang ajar, saya bukan wanita yang anda maksud, cari saja yang lain, " ujar jessi sambil pergi dari situ, ia takut lama-lama berada di tempat ini, wanita itu pergi menjauh dari pria yang menabraknya tadi, wanita itu memilih berada dipojokan, dia melihat sekelilingnya, mencari keberadaan reyhan, tapi nihil ia sama sekali tidak menemukan pria itu.


Wanita itu pun mengambil hpnya, ia mencoba menghubungi nomor yang tadi mengirimkan nya pesan, tetapi nomornya tidak aktif, dia pun kembali mencari ke sekelilingnya, siapa tau ia bisa menemukan keberadaan pria itu fikirnya, Saat wanita itu memperhatikan sekelilingnya, tatapan wanita itu tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita, dirinya merasa mengenali wanita itu, saat wanita itu semakin mendekat, ia terkejut bukan main, ternyata wanita itu adalah sahabatnya, elin, setau jessi elin tidak bekerja di tempat seperti ini, apalagi melihat saat wanita itu mengantarkan minuman, maka para pria yang disitu akan mengoda sahabatnya itu.


Saat seseorang ingin menyentuh elin, maka wanita itu akan menepis nya, jessi bisa melihat bahwa sahabatnya itu tidak nyaman, wanita itu tidak tahu mengapa sahabat nya itu bisa bekerja disini, apakah wanita itu banyak mengalami kesulitan, selama ia tidak berada disamping sahabatnya itu.


Saat jessi ingin mendatangi elin, seorang pria tiba-tiba saja menariknya kedalam pelukannya,wanita itu shock, dia memberontak melepaskan diri dari pria itu, tetapi tenaganya tidak sebanding dengan pria itu, setelah bersusah payah akhirnya jessi berhasil lepas dari pria itu, tapi anehnya, saat pelukan itu terlepas, pria itu langsung pergi begitu saja, itu membuat jessi heran, tapi ia tidak terlalu memikirkannya, mungkin pria itu mabuk fikirnya, saat jessi melihat ketempat elin tadi, wanita itu sudah tidak berada disana lagi.


wanita itu memutuskan mencari elin, tetapi saat sedang mencari, ponselnya berdering, dan tertera nama mama rena disitu, jessi pun memutuskan mengangkat teleponya,ia sedikit menjauh dari tempat yang tidak terlalu berisik.



"Halo ma, " ucap jessi



"Pulang sekarang juga , " ucap seseorang disebrang sana dengan tegas, jessi binggung yang menelfon mama rena, tapi yang berbicara tadi adalah Reyhan.


__ADS_1


Jessi pun bergegas, wanita itu keluar dari tempat itu, dan memasuki mobilnya, saat sedang diperjalan ia masih memikirkan sahabatnya elin, mengapa wanita itu bisa bekerja di tempat seperti itu. Saat sampai dirumah, waita itu masuk kedalam rumah, dia terkejut menemukan semua orang sedang berkumpul diruang keluarga, menyadari keberadaan jessi , wanita bisa melihat tatapan.berbeda-beda oleh semua orang, tapi tatapan jessi bertemu dengan Reyhan yang menatapnya nyalang, seperti ingin memakan dirinya hidup-hidup.



"Key dari mana saja nak, kenapa pergi makam-malam begini? ucap mama rena.



" Dari mana lagi wanita itu, pasti dia habis bertemu dengan selingkuhanya, dasar wanita tidak tahu diri, disaat semua orang tidak ada dirumah dia malah asik keluyuran,malam-malam begini malah pergi dari rumah, tanpa pamitan kepada siapapun, "ucap oma nita



" Dari mana saja kau? ucap Reyhan



"Bukankah kamu tau aku dari mana, kamu meminta ku mengantarkan berkas yang sedang kau butuhkan, kamu mengirim pesan seperti itu kepadaku " ucap jessi, wanita itu masih binggung dengan situasi yang terjadi, ia belum mengerti, pria itu kelihatan marah, padahal dia yang mengirimkan pesan kepadanya, kenapa disini seakan-akan ia melakukan kesalahan.




" Maling mana ada yang mau ngaku, mengaku saja, kau tadi bertemu kekasihmu bukan? sampai pelukan segala, dasar murahan, "ucap cantika



" Kau sebaiknya diam saja, kau tidak perlu ikut campur disini, kau hanyalah orang asing, ini adalah masalah keluarga, "ucap mama rena yang langsung membuat cantika terdiam, ia mengepalkan tangannya, wanita itu bersumpah dalam hatinya, bahwa ia akan membalas perbuatan wanita itu nanti.



" Apa yang kau katakan, aku tidak mengerti ,tadi saat aku sedang tidur


, ada yang menelfonku,saat aku melihat nomor tidak dikenal menelfon ku, aku mengabaikan nya, tetapi sesaat setelah itu, aku menerima pesan dari nomor itu, saat aku menelfon nya lagi tidak diangkat, dia malah mengirimkan pesan padaku, katanya aku diminta mengantarkan berkas yang berada dimeja kerja, map biru, untuk diantarkan ke bar xxx, dan pengiriman pesan itu adalah Reyhan"ucap jessi menjelaskan.

__ADS_1


"Kau sangat pintar membuat cerita, karangan mu begitu bagus, bagaimana mungkin Reyhan bekerja di sebuah bar, dan jika kau memang ingin kesana untuk mengantarkan berkas, lalu mengapa kau berpelukan dengan seorang pria?" ucap oma nita.



"Aku tidak mengarang cerita, Reyhan memang mengirimkan aku pesan, aku tidak merasa berpelukan dengan seorang pria, " ucap jessi, ia tidak merasa apa yang dikatakan oleh oma nita kepadanya itu benar, karena memang seorang pria yang tiba-tiba memeluknya.



"Apa yang dikatakan oma nita benar, aku tidak ada mengirim pesan padamu, ataupun menyuruhmu untuk mengantar berkas yang kau maksud, aku memang pergi keluar, tapi aku hanya bertemu dengan seketarisku Arya, lagian mana pernah aku melakukan pekerjaanku di tempat seperti itu, " ucap reyhan.



Jessi yang mendengar perkataan dari reyhan binggung, jika reyhan tidak pernah mengirinkan pesan kepadanya, lalu siapa yang mengirimnya, wanita itu binggung, ditengah ke binggungannya, dia melihat cantika yang tersejum mengejek kepadanya, sekarang ia mengerti, wanita itu pasti sengaja menjebaknya, jadi ini maksud dari ancaman yang wanita itu bilang tempo hari.



"Aku tidak berbohong, aku memang mendapatkan pesan dari seseorang, yang mengatakan bahwa itu adalah reyhan, aku memiliki buktinya, " ucap jessi mengotak katik hpnya, tetapi dia sama sekali tidak menemukan lagi pesan yang diterimanya beberapa jam lalu, wanita itu langsung merasa cemas, mengapa pesan itu bisa menghilang fikirnya.



"Mana, tunjukan kepada kami, mana bukti yang kau katakan, kenapa kau merasa cemas,apakah kau tidak memiliki buktinya, atau kau hanya sedang berpura-pura saja, " ucap oma nita.



"Key, mama ingin tidak mempercayai semua i ni, tetapi kami memiliki bukti bahwa kau sedang berpelukan dengan seorang pria, " ucap mama rena sambil memperlihatkan gambar yang ada dihp nya kepada wanita itu.



"Tapi ma, itu tidak benar, aku dijebak ma, aku tidak berpelukan dengan pria itu, dia t yang memeluk ku duluan , aku bahkan mencoba melepaskannya, pria itu sedang mabuk ma, ia tidak sadar, " ucap jessi, Wanita itu bisa melihat kekecewaan dimata mama rena, walaupun baru sebentar mengenal mama rena, tapi jessi merasa nyaman, dan merasakan kembali kasih sayang seorang ibu, dengan perlakuan mama rena kepada nya, melihat wanita itu menatapnya penuh kekecewaan, membuatnya sedih.



"Kau memang wanita tidak tau diri, sudah kubilang dari awal, kalau kau itu wanita yang tidak baik, beraninya pergi ke bar, dan berpelukan dengan seorang pria, " ucap oma nita. Saat jessi ingin membalas ucapan dari oma nita, seseorang menamparnya.

__ADS_1



Bersambung.....


__ADS_2