Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 82 Bertemu kembali.


__ADS_3

Karena jessi merasa tidak bisa berlama-lama lagi didalam ruangan ini seorang diri, wanita itu pun memutuskan untuk keluar dari tempat rawatnya ini, dia ingin keluar mencari udara segar, disini tidak ada siapapun bahkan suaminya saja yang seharusnya menemaninya entah pergi kemana, jadi aku akan keluar saja tidak akan ada yang mengetahuinya, aku akan keluar sebentar saja.



Aku mulai turun dari brankar, dan memegang tiang infus ku, untuk dibawa keluar kamar, aku pun berjalan perlahan keluar, dan ketika sudah diluar aku merasa lebih segar lagi, setelah sekian lama akhirnya aku bisa keluar dari ruang rawat dan menghirup udara bebas seperti ini,aku memutuskan untuk mengunjungi taman rumah sakit saja, seperti nya itu tidak terlalu buruk.



Ditengah perjalanan aku tidak sengaja melihat postur tubuh seseorang yang mirip dengan seseorang yang kukenal, karna ingin memastikan sendiri akhrinya aku pun mengikuti wanita itu, ternyata orang itu pergi ke ruang ICU, saat orang itu membalikan badanya, jessi baru bisa melihat bahwa ternyata orang itu adalah ibu tirinya sarah, setelah sekian lama wanita itu baru bertemu lagi dengan ibu tirinya itu, tapi mengapa wanita itu berada disini, apakah ayahnya belum sembuh, jessi belum mengetahui kabar dari ayahnya sama sekali setelah waktu itu.



"Bagaimana kondisi pria itu, mengapa samapai sekarang dia belum juga sadar, aku sudah bosan melihatnya terus-terusan seperti ini, mengapa dia belum juga membaik, " ucap nya kepada dokter yang baru saja keluar dari ruang rawat reno, dokter baru saja mengecek kondisinya, tapi wanita itu sudah marah-marah seperti itu.



"Aku tidak tahu sampai kapan hal ini akan terjadi bu, kita hanya perlu bersabar untuk menunggu, dan anda itu bukankah istri dari pak reno, mengapa nda baru saja datang menjenguknya, bahkan langsung marah seperti ini, " ucap Raka,dokter yang Memeriksa Reno adalah raka, sebenarnya ini bukanlah tugasnya, tapi dikarenakan rekanya meminta tolong padanya dia pun melakukan nya, walaupun tadi saat bagun tidur dia sempat muntah dan lemas.



"Itu bukanlah urusan anda dokter, sekarang fokus saja untuk penyembuhan pria itu, aku hanya ingin pria itu segera sadar, dan menaangani permasalahan yang terjadi diperusahaan dia hanya bisa menyusahkan saja, " ucap sarah langsung saja pergi dari situ, tujuannya sebenarnya kerumah sakit bukan untuk menjenguk suaminya itu, dia hanya berbasa-basi saja untuk menanyakan perkembangan kesehatan suaminya itu.



Setelah wanita itu pergi dari situ, Sarah langsung saja mencari kaar ganti untuk para perawat, tujuan nya datang ke rumah sakit ini ialah menemui istri dari reyhan, setelah mengetahui bahwa wanita itu berada dirumah sakit yang sama dengan suaminya, Sarah langsung saja memutuskan untuk kerumah sakit ini.



"Sekarang aku harus pergi menemui wanita itu, aku akan memberikan penawaran padanya, jika is menyetujui nya maka aku akan mendapat keuntungan besar, " monolog Sarah.

__ADS_1


...----------------...


Reyhan sudah kembali kerumah sakit, saat dia membuka kamar inap istrinya dia terkejut bukan main, tidak mendapati siapapun di dalam ruangan tersebut, dia menjadi panik dan cemas, "kemana wanita itu pergi, bukankah tadi dia masih berada disini ketika aku pergi meninggalkan nya, " monolog Reyhan



Reyhan langsung saja menelfon anak buahnya yang berjaga disekitar rumah sakit, setelah memastikan jika istrinya itu tidak keluar dari rumah sakit dia sudah bisa sedikit bernafas lega, walaupun tidak sepenuhnya,karena dia belum bisa memastikan bagaimana kondisi istrinya itu, "Aku akan mencarinya sekitar rumah sakit ini, wanita itu pasti berada disekitar sini jika dia tidak ada keluar dari rumah sakit ini, "



Reyhan keluar dari kamar inap tempat istrinya itu, dan mulai menelusuri lorong demi lorong rumah sakit, dia merasa sangat cemas karena belum juga mengetahui keberadaan istrinya itu, bahkan anak buahnya saja belum juga menemukan keberadaan dari nona muda mereka, Reyhan jadi binggung , "apa seseorang telah menculi wanita itu? " monolognya, rasanya pria itu sudah sangat lelah sendari tadi berkeliling lorong demi lorong rumah sakit tapi belum juga menemukan perempuan itu.



Saat akan mengabari jika istrinya itu sudah hilang kepada ayahnya, Reyhan melihat istrinya itu keluar dari ruang ICU dengan mendorong tiang infusnya, tanpa menunggu lebih lama lagi, Reyhan langsung saja berlari kearah istrinya itu, dia sangat senang akhirnya menemukan wanita itu.




Sementara jessi, tubuh wanita itu menegang, tiba-tiba saja dia mendapatkan pelukan dari Reyhan membuatnya merasa perasaan yang tidak bisa dijabarkan.Reyhan yang menyadari dia sudah memelyk wanita itu langsung saja melepaskan pelukanya, Reyhan mencoba menutupi rasa malunya dengan memperlihatkan wajah datarnya, pria itu sangat pandai menyembunyikan ekspresi nya.



"Mengapa kau keluar dari ruangan itu, ada siapa disitu? tanya Reyhan penasaran.



" Eh,tidak, apa yang kau katakan, "ucap jessi yang baru sadar dari keterkejutan nya akibat tingkah dari pria itu tadi, bahkan jessi tidaknya mendengar apa yang sudah dikatakan olehnya.

__ADS_1



" mengapa kamu menjawab nya dengan seperti itu? apakah ada sesuatu? "ucap Reyhan menatap penuh selidik kearah jessi, wanita itu sangat aneh menurut nya, paakh ini penyebab dari dia yang sudah memeluk nya tadi, tidak mungkin karena itu bukan fikirnya.



" Tidak, aku hanya kasian dengan orang yang dirawat diruangan itu, tidak ada yang menjaga ataupun merawatnyaa, jadi aku hanya sekedar melihatnya saja, lalu kamu mengapa tadi seperti orang yang sangat mencemaskan sesuatu seperti itu? "tanya jessi .



" Bagaimana aku tidak seperti ini, jika kau saja tidak da diruangan mu saat aku kembali, aku merasa panik tadi, "jawab Reyhan.



" Semua ini adalah kesalahan dari mu, mengapa kamu meninggalkan aku sendirian ditempat itu, aku merasa bosan jadi aku memutuskan untuk ke layar saja untuk sekedar menghirup udara segar, kamu tadi sudah berjanji untuk pergi sebentar saja, tapi kamu ternyata sangat lama sekali,"ucap jessi, wanita itu kembali merasa kesal mengingat perbuatan dari pria tersebut.



Reyhan hanya bisa menarik nafas dan menghembuskan nya mendengar pembelaan yang dilakukan oleh wanita itu, bukanya meminta maaf dia maslah melemparkan kesalahnya padaku yang sama sekali tidak tau bahwa akan ada masalah seperti ini.



"Aku memang bersalah, tapi tidak seharusnya kamu berkeliaran seperti ini, apalagi kau itu sedang sakit, seharusnya kau itu istirahat yang banyak agar kondisi mu menjadi lebih baik, " ucap Reyhan



"Aku sudah baik-baik saja, tadi dokter sudah memeriksa kondisiku, dan mengatakan bahwa aku sudah membaik, bahkan aku sudah bisa pulang jika kamu tidak memaksa ku untuk tetap berasal disini, " jawab jessi pergi memegang tiang infusnya meninggalkan Reyhan yang terpelongo mendengar perkataan dari wanita itu, dia bahkan tidak bisa melakukan apapun juga


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2