
Beberapa bulan berlalu......
Kehidupan rumah tangga reyhan dan juga jessi sudah berubah, rumah tangga mereka sekarang sudah baik-baik saja, bahkan mereka berdua sudah saling menerima dan mengerti satu sama lain, sekarang tidak akan ada lagi yang menggangu pernikahan mereka.
Setelah insiden demi insiden terjadi, akhrinya mereka sekarang dapat hidup dengan damai dan tenang, mereka berhasil menghadapi semuanya , walaupun sedikit ada kendala, tapi karena mereka bersatu semuanya terlihat mudah dan baik-baik saja, seperti sekarng ini keluarga mereka sedang berkumpul untuk makan malam bersama dirumah reyhan, untuk merayakan kehamilan jessi, ya setelah kejadian yang menimpanya sehingga jessi keguguran, kali ini wanita itu kembali dipercayakan dengan kehamilanya ini.
"Ma, apakah aku boleh bertanya? " ucap jessi kepada rena , mereka berdua sekarang sedang berada di dapur, sebenarnya rena melarang menantunya itu untuk membantunya, tapi jessi keras kepala tetap memaksa untuk membantu, yang akhirnya di iyakan saja oleh nya.
"Tanya kan saja, apa yang ingin kau tanyakan nak? " ucap rena sambil mencuci tangan .
"Aku hanya ingin bertanya, setelah kejadian beberapa bulan yang lalu, bagaimana kondisi rania? " ucap jessi hati-hati kepada mertuanya itu, karena jessi sangat penasaran apa yang sebenarnya sudah terjadi, aku sudah beberapa kali bertanya pada reyhan, tapi pria itu sama kali tidak pernah menjawab pertanyaan yang kulontarkan padanya, reyhan selalu mengalihkan pembicaraan jika sudah membahas tentang wanita itu.
"Mengapa kamu bertanya tentang hal itu nak? kamu tidak perlu memikirkan itu, semuanya sekarang sudah baik-baik saja, kamu fokus saja pada bayi didalam kandungan mu, " jawab rena.
"Tapi ma, aku hanya penasaran saja, setiap aku bertanya tentang rania, maka semua orang akan bungkam, seperti sengaja menyembunyikan hal ini dariku, " ucap jessi.
Aku hanya ingin tau, tapi tidak ada satu orang pun yang ingin memberitahu kan hal ini padaku, aku menjadi kesal, entah mengapa setelah mengetahui kehamilan ku ini, aku menjadi wanita yang lebih sensitif, bahkan hal apapun akan membuatmu kesal.
"Jika kamu memang ingin mengetahuinya, tanyakan saja pada reyhan nak, hanya suami mu itu saja yang berhak untuk memberitahukan hal ini, kamu tanyakan saja pelan-pelan padanya, " ucap rena.
"Baiklah ma, " ucap jessi menunduk, wanita itu mengira akan mendapatkan jawaban dari mertuanya, ternyata sama saja dengan yang lain yang tidak memberitahu kan nya padanya, rasanya sekarang wanita itu ingin menangis, tapi tidak mungkin memperlihatkannya di didepan mertua nya. Sudah dikatakan bukan, wanita ini sangat sensitif,bahkan hal seperti ini saja jessi ingin menangis.
Setelah mengatakan hal itu jessi langsung saja pergi ke kamarnya, sesampainya dikamar, jessi langsung merebahkan tubuhnya dikasur dan terisak pelan, ia merasa semua orang sangat jahat padanya, karena merahasiakan tentang wanita itu darinya.
Setelah beberapa saat menangis, jessi mendengar pintu kamar yang dibuka, dan tanpa melihatnya pun jessi tahu bahwa yang datang pasti adlah suaminya reyhan. Saat pintu kembali ditutup jessi bisa merasakan langkah kaki mendekati ranjang, bahkan ada pergerakan disamping ranjang, ada seseorang yang menaiki ranjang.
__ADS_1
"Aku tahu kamu tidak tidur, " ucap reyhan
Mendengar perkataan dari pria itu, jessi tetap saja bungkam, tidak sama sekali merespon apapun, dia tetap seperti posisi yang semula, tidak bergerak sama sekali, "Apa yang ingin kamu ketahui? katakanlah, " ucap reyhan lagi.
Sebelum datang kekamar ini dan menemui istrinya, reyhan tadi sempat berbicara dengan mamanya, itu sebabnya dia menemui istrinya, karena seperti perkataan ibunya tadi wanita hamil sangat sensitif, dan menurutnya mungkin sekarang waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya.
"Apakah saat aku bertanya kamu akan memberitahu kan nya? " tanya jessi setelah sekian lama bungkam, tapi walaupun dia bertanya, dia tetap saja membelakangi pria itu.
"Iya, jadi sekarang katakanlah, tapi sebelum itu lihat aku, tidak sopan rasanya berbicara kepada suami seperti ini, " ucap reyhan.
Mendengar perkataan reyhan, jessi pun membalikan badanya, dan wanita itu juga mendudukan dirinya, terlihat masih ada bekas air mata diujung matanya, melihat hal itu reyhan hanya bisa menghela nafasnya, hanya karena hal yang menurutnya tidak penting, tapi wanita itu justru menangis.
"Mengapa kamu menangis? hmm, " ucap reyhan sambil menghapus jejak air matanya. Setalh beberapa bulan terlewat setelah peristiwa hari itu, sifat reyhan dan perilakunya pada jessi memang sudah mengalami perubahan yang banyak, walaupun reyhan memang akan tetap marah jika istrinya itu sudah kelewatan.
"Aku tidak menangis, ini hanya kelilipan tadi, " ucap nya berbohong.
"Aku hanya ingin mengetahui, bagaimana kondisi rania setelah kejadian itu, kalian semua tidak ingin memberitahu kan nya seolah-olah aku tidak boleh mengetahui apapun tentang hal itu, " ucap jessi menunduk, wanita itu takut dimarahi oleh reyhan, karena kembali bertanya tentang hal ini, terakhir kali jessi bertanya pria ini marah, dan pergi meninggalkan nya begitu saja.
Sebelum menjawab pertanyaan dari jessi, reyhan menghela nafasnya, seperti nya istrinya ini ingin sekali mengetahuinya. "Sebenarnya wanita itu sudah tiada, dia terkena tembakan, " ucap reyhan
"Apakah kamu tahu mengapa aku tidak ingin membicarakan hal apapun tentang wanita itu? bahkan aku melarang orang lain untuk memberitahu kan nya pada mu? bahkan aku juga yang melarang kedua orang tuaku, " ucapnya lagi.
"Mengapa kamu melakukan hal itu? apakah aku tidak penting menurut mu, sehingga kamu tidak ingin memberitahu kan nya padaku? " potong jessi menyela ucapan pria itu, saat reyhan ingin berbicara lagi.
"Bukan seperti itu, mengapa kamu jadi berfikiran seperti itu? tanya reyhan sambil menarik pelan hidung istrinya.
__ADS_1
" Aww, mengapa kamu menariknya, sakit tau, "ucap jessi mengelus-elus hidungnya.
" Sebenarnya alasan nya adalah karena aku tidak ingin mengingat kembali, bahwa orang yang selama ini yang ingin menghancurkanku adalah orang kepercayaan ku sendiri, yaitu Arya, itu yang membuatku marah saat kau membahasnya, dan aku mengingat tentang penghinatan yang dilakukan nya, "ucap reyhan raut wajahnya sudah berubah marah, bahkan pria itu sudah mengepalkan kedua tanganya.
" Apa! bagaimana mungkin? "ucap jessi tidak percaya, karena jessi mengetahui bahwa laki-laki itu adalah orang yang paling dipercaya oleh reyhan, mengapa dia melakukan hal ini dan berniat menghancurkan reyhan.
" Aku juga sebenarnya tidak mempercayai hal ini, tapi memengaruhi itulah kenyataan nya, jadi saat kamu membahasnya, aku akan langsung marah, karena tidak ingin melampiaskan nya padamu, aku memilih untuk pergi saja, "jawab reyhan.
" Tapi itu semua hanyalah masa lalu, aku tidak ingin kita membahasnya atau membicarakan nya lagi, semuanya sudah berlalu, jadi sekarang fokus saja pada masa depan, yang dibelakang hari tidak perlu untuk diingat kembali , mengerti?"ucap reyhan membelai wajah wanita itu.
"Maaf kan aku aku tidak mengetahui nya, aku hanya penasaran saja, mengapa tidak ada yang memberitahu ku, itu sja, aku tidak tahu bahwa hal itu membuatmu terluka, maaf kan aku, " ucapnya, wanita itu terlihat sangat menyesal.
Melihat jika istrinya itu merasa bersalah, reyhan langsung sja membawanya kedalam pelukanya, "kamu tidak bersalah, kamu tidak mengetahui nya, wajar jika kamu ingin tahu, maafkan aku juga yang masih sering matahari padamu, " ucap reyhan.
Jessi hanya mengangukan kepalanya didalam dekapan pria itu, reyhan mengecup rambut istrinya , sekarang reyhan merasa lega karena sudah memberitahu nya pada istrinya, setalh ini jessi tidak akan menanyakan hal itu lagi padanya. sekarang semuanya akan baik-baik sja, dan hubungan mereka juga membaik, apalagi sebentar lagi mereka akan memiliki anak kedua.
Jessi berdoa agar hidupnya selalu di penuhi orang-orang yang baik, jessi juga berharap tidak akan ada lagi yang ingin merusak kebahagiaan mereka, ataupun keluarga mereka.
Setelah melewati banyak rintangan, dari jessi yang sebenarnya adalah seorang wanita yang memiliki kehidupan yang tidak baik, mengalami transmigrasi ketubuh seorang istri yang kehidupannya juga tidak mendapat cinta dari suaminya, jessi mengira hidup nya akan semakin hancur, tapi ternyata sekarang semuanya sudah baik-baik sja, bahkan jessi merasa sangat bahagia, dicintai dan memiliki suami seperti reyhan, begitu juga mertua seperti orangtua reyhan dan juga anak yang begitu mengemaskan seperti al.
Tamat......
author akan membuat kelanjutan tentang al yang beranjak dewasa, jika kalian ingin author menuliskannya, jangan lupa kasih komentar, saran, apakah author buat kelanjutan nya atau tidak, Terima kasih......
Mohon maaf jika cerita ini tamat, dan tidak sesuai dengan yang kalian harapkan, author akan membuat squel kelanjutan tentang kehidupan al, jadi jangan bosan dukung author terus ya, jangan lupa like, subscribe, dan tinggalkan jenjak komentar kalian, author butuh dukungan kalian.
__ADS_1
Terima kasih.......