Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 77 pemakaman


__ADS_3

"Apakah kakak ipar tidak nyaman dengan sebutan itu? " tanya albi



Elin hanya mengangukan kepalanya menjawab pertanyaan dari pria yang disampingnya ini, sebenarnya dia sudah merasakan jengah sendari tadi dengan pria ini yang sangat banyak bertanya padanya, rasanya ia sebenarnya malas menjawab nya, tapi karena masih mengingat bahwa albi adalah teman dari suaminya membuatnya menghargai nya.



"Baiklah, aku dapat melihat bahwa kamu itu seperti nya tidak menyukai ku bukan? terlihat dari wajahmu yang seperti nya terlihat terpaksa, bukan begitu? " tanya albi lagi.



"Bukan seperti itu, kamu hanya salah paham, sudah lah kita sudah sampai, " ucap Elin bernafas lega karena akhirnya ia terbebas dari pria yang banyak bicara itu, jadi dia tidak perlu menjawab pertanyaan pria itu lagi.



Albi baru menyadari bahwa mereka ternyata sudah sampai didepan tpu,bahkan sendari tadi pria itu tidak terlalu memperhatikan, jika tidak dikatakan oleh Elin mungkin sampai sekarang ia tetap akan mengendarai mobilnya.



Tanpa mengatakan apapun kepada albi, Elin langsung saja keluar dari mobil dengan memegang bunganya, elin menatap sendu kedalam pemakaman umum tersebut, dia kembali mengingat tentang sahabatnya itu, elin mulai melangkahkan kakinya masuk ketempat itu, walaupun rasanya berat, tetapi dia harus pergi karena dia tidak mempunyai pilihan , jika ingin mengobati rasa rindunya pada sahabat nya , dia harus menziarahi makamnya.



"Tunggu, mengapa kamu meningalkan ku el? "tanya albi dengan nafas ngos-ngosan berlari agar bisa menyusul perempuan itu.



Mendengar nama pangilan yang diberikan oleh pria itu membuat wanita itu menaikan alisnya, apakah pria ini memangilku dengan sebutan el tadi, " kamu memangilku dengan sebutan apa tadi? "tanya elin untuk memastikan apakah dia salah dengar atau tidak.



" El, Aku memutuskan memangilmu el, apakah kau keberatan? bukankakah tadi kamu melarangku memangil kakak ipar, jadi Aku memutuskan memangil itu saja, "ucap albi .


__ADS_1


" Entah mengapa Aku merasakan familiar dengan sebutan itu, tapi itu lebih baik, dari pada yang sebelumnya, "jawab elin yang tidak ingin memusingkan nya lebih jauh.



Sesampainya mereka berdua tepat didepan tempat istirahat sahabatnya itu, elin langsung saja berjongkok disampingnya dan mulai menaburkan bunga yang dibawanya, begitu juga buket bunga kesukaan dari sahabat nya itu , ia memaruhnya diatas nya" Hay, kamu apa kabar? Aku kembali datang kesini, Aku begitu merindukan mu? "ucap elin menatap sendu kedepan.



Sedangkan albi sendari tadi memperhatikan elin, dia dapat melihat kesedihan yang sangat mendalam saat elin menaburkan bunga dan berbicara tadi, albi sedang sibuk dengan pemikirannya yang berkecamuk, karena melihat nama yang ada didepanya , seperti nya "Aku pernah mendengar dan familiar dengan nama sahabat dari el, " batinya.



ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ



Setelah merasa semuanya sudah bisa ditangani oleh seketaris nya , Reyhan langsung saja memutuskan untuk kembali kerumah sakit, tadi dia sudah berjanji untuk pulang lebih cepat, tapi dikarenakan semuanya di luar rencananya, bahkan sampai tengah malam pria itu baru bisa untuk kembali kerumah sakit, diakibatkan harus ke kantor polisi terlebih dahulu, sebenarnya bisa saja Reyhan tidak campur tangan, tapi ia merasa dia harus menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu.



Sebelum kembali kerumah sakit, Reyhan memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, karena merasa tidak nyaman dengan pakaian yang belum diganti sejak pagi, dan juga terasa lengket, walaupun sekarang tengah malam, pria itu tetap pergi kerumah sakit, Reyhan merasa bersalah kepada keluarga nya karena sudah berbohong.




Saat sudah duduk dan mengegam tangan jessi, Reyhan terkejut karena tiba-tiba saja kedua mata perempuan itu terbuka lebar, bahkan bukan seperti orang yang baru bangun tidur, kedua matanya sangat cerah, membuat Reyhan binggung, apakah tadi wanita ini berpura-pura tidur, tapi mengapa?.



"Apakah kamu terkejut melihatku bangun? " tanya jessi dengan suara pelan, karena wanita itu tadi memperhatikan bahwa kedua mertuanya dan anaknya sedang tidur diruangan yang sama denganya, hanya tirai saja pembatas yang sengaja dibuat.



"Sedikit, apakah sejak tadi kamu tidak tidur? atau terbangun karena kedatanganku? " tanah Reyhan balik.

__ADS_1



Mendengar perkataan dari Reyhan membuat jessi heran, tidak biasanya pria ini secerewet ini, tidak seperti biasanya, "tidak, Aku tadi memang tidur, tapi sebelum kamu masik tadi aku memang sudah terbangun beberapa menit sebelumnya, aku berpura-pura tidur karena aku mengira tadi ada orang jahat yang datang, apalagi ini sudah tengah malam, " ucapku dengan sedikit menekankan kata tengah malam padanya, aku sebenarnya kesal padanya, tadi dia sudah berjanji untuk pulang secepatnya, tapi yang terjadi tidak seperti itu.



Reyhan tahu bahwa wanita didepan nya ini sedang menyindir nya, pria itu tidak bisa membantah perkataanya, karena memng begitulah kenyataannya yang terjadi.


"Maaf kan aku, aku telah berbohong kepada kalian, " ucap Reyhan.


"Tidak perlu meminta maaf padaku, kamu harus meminta maaf pada al, karna sejak tadi anak itu terus saja mencari keberadaan mu, bahkan tadi dia sempat menangis, untuk saja ada mama dan papa disini jika tidak aku tidak tahu apa yang akan terjadi, " ucap jessi lagi.



"Baikalah, besok pagi aku akan membujuk anak itu, " jawab nya .



Setelah perkataanya itu, keheningan kembali terjadi pada mereka berdua, sebenarnya jessi ingin sekali mendengarkan cerita dari pr


ria itu, tentang wanita yang bernama rania, dan juga pekerjaan apa yang tadi yang dikerjakan oleh pria itu sampai meninggalkan nya bersama kedua orang tuanya, tapi melihat Reyhan yang sendari tadi hanya bungkam saja membuat jessi gatal untuk bertanya kepadanya, tapi dikarenakan egonya yang tinggi membuatnya tidak bertanya.


Reyhan sejak tadi dapat mengartikan tatapan yang diberikan oleh wanita itu padanya, tapi menurut nya bukan sekarang waktu yang cocok untuk menceritakan kejadian yang sudah terjadi, walaupun sebenarnya dia juga ingin memberitahu kannya.



"Apakah kau tidak ingin memberitahukan sesuatu? mengapa kamu terlambat pulang? apakah sesuatu sudah terjadi? " tanya jessi, wanita itu tidak bisa lagi menahan untuk tidak bertanya, karena jujur dia sangat penasaran, tingkat keponya yang memang besar terhadap sesuatu.



"Tidak ada, " jawab Reyhan, yang membuat wanita itu kesal."apa itu tadi dia hanya menjawab tidak saja, padahal aku memiliki keyakinan yang pasti bahwa telah terjadi sesuatu, tapi sepertinya dia tidak ingin memberitahu, baiklah aku akan mencari tahunya sendiri, "batin jessi menatap tajam kearah pria itu, yang hanya mendapatkan tatapan datar dari Reyhan, pria itu benar-benar membuatnya kesal sekali.



" Mengapa kamu menatapku dengan tatapan yang seperti itu? "tanya Reyhan, yang sebenarnya menahan senyumnya, sendari tadi bibirnya berkedut untuk tersenyum,melihat ekspresi dari wanita itu, bahkan saat menatap tajam dirinya saja, jessi terlihat mengemaskan, bukannya terlihat menakutkan.

__ADS_1



"Apa? aku tidak merasa menatapmu, " jawab jessi seadanya dan bersiap untuk tidur dengan menarik selimut nya, karena percuma bicara dengan pria itu, tidak akan mendapatkan apapun juga, yang ada dia menjadi bad mood dibuat olehnya.


__ADS_2