
Karena reyhan sudah mendapatkan lokasi tempat pertemuan yang dikirim oleh rania.sekarang juga reyhan bergegas untuk pergi ke tempat yang dimaksudnya, karena tidak memiliki banyak waktu lagi, reyhan harus segera mendapatkan penawar dari wanita itu, para anak buahnya belum juga memberikan kabar padanya, yang artinya mereka belum menemukan penawar itu, jadi reyhan merasa harus bertemu dengan wanita itu.
"Rey, apakah tidak sebaiknya kamu memikirkan ini dulu? atau kamu bawa saja beberapa anak buah untuk berjaga-jaga, papa tidak percaya dengan wanita itu nak, " ujar alfian, pria itu mengetahuinya dari orang suruhanya yang diperintahkan untuk mengawasi anaknya itu, dan sekarang alfian merasa cemas dengan reyhan, bagaimana jika anaknya tidak bisa mengatasi masalah ini sendirian.
"Pa, aku tidak ingin mengambil resiko, wanita itu mengatakan aku tidak boleh membawa siapapun, aku harus datang seorang diri jika ingin mendapatkan penawar itu, keyla sangat membutuhkan penawar itu pa, " jawabnya .
"Baiklah, tapi papa berharap kamu berhati-hati nak, jika memang kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa langsung mengabari papa, ingat nak, jangan gegabah saat kamu sedang marah, " ucap alfian mengingatkan putranya itu, alfian mengetahui jika anaknya itu tidak akan berfikir melakukan sesuatu jika sedang dalam kemarahan.
"Aku akan mengingat perkataan papa, aku harus pergi sekarang, " ucap nya langsung pergi dari situ, meningalkan alfian yang menatap punggung anaknya itu sampai menghilang dibalik pintu.
Aku akan berdoa, semoga reyhan bisa mendapatkan penawar itu, dan pulang dengan selamat, anak itu sudah banyak berubah sekarang dia sudah sangat peduli terhadap istrinya, semoga rumah tangga mereka kedepanya semakin baik, dan tidak ada lagi yang akan menggangu.
Sementara di sebuah gudang tua seorang wanita sedang tersenyum smirk melihat perempuan yang berada didepanya ini, "Kau terlihat sama persis denganya, aku yakin kali ini semua rencana yang sudah kubuat akan berhasil, " ucapnya, perempuan itu adalah rania, ya wanita itu memember masih hidup, dia bekerja sama dengan sarah begitu juga dengan anaknya .
"Apa kau yakin dia tidak akan menyadari bahwa ini semua adalah palsu? " tanya wanita itu yang sendiri tadi ditatap oleh rania, dia tidak yakin dengan penampilan nya sekarang yang dibuat oleh wanita itu.
"Aku sangat yakin dia tidak akan mencurigaimu, kau sangat-sangat mirip dengan wanita itu, kau tidak perlu memikirkan hal lainya, sekarang fokusmu hanya menjalankan peran dan semua yang sudah kukatakan padamu, apa yang harus kau lakukan, " jawab rania.
Silvi yang merupakan adik tiri dari jessi hanya bisa menuruti saja apa yang dikatakan oleh rania, karena sebenarnya wanita itu sangat menyukai penampilannya yang sekarang, bisa dibilang wanita itu terlihat menjadi semakin cantik dengan operasi wajah yang dilakukan oleh wanita itu kepadanya, bahkan semuanya sudah berubah.
"Jadi seperti ini rencana yang kau buat dengan pria bertopeng itu, sebenarnya aku masih belum mengerti rencana yang kalian buat ini, " ucap sarah yang sendri tadi memperhatikan mereka berdua.
"Kau tidak perlu pusing-pusing memikirkan apapun, sekarang fokus saja dalam peranmu,kau juga dibutuhkan dalam rencana ini, " ucap rania.
Sarah dan anaknya sudah diubah oleh rania, mereka berdua sudah melakukan operasi dengan dokter yang terbaik yang didatangkan dari luar, rania dengan pria yang bekerja sama denganya itu bahkan sudah mengeluarkan biaya yang bisa dikatakan tidak sedikit untuk rencana yang dibuat oleh mereka kali ini, jadi bisa dipastikan mereka tidak ingin terjadi kegagalan dalam rencana kali ini.
"Sepertinya reyhan sudah datang, kalian harus mepersiapkan diri kalian, jangan sampai ada kesalahan, " ucap rania bersiap untuk menyambut kedatangan reyhan didepan, dia sendiri tadi sudah menunggu kedatangan pria itu.
Sesampainya reyhan di tempat yang sudah dikirimkan oleh rania kepadanya, reyhan langsung saja bergegas keluar dari mobilnya dan masuk kedalam tempat itu, reyhan tidak ingin membuang banyak waktu lagi, saat aku mulai memasuki gudang tersebut, aku sedikit heran karena tidak ada penjagaan ketat atau apapun didepan tempat tersebut.
"Ada apa kakak ipar? apakah kau merasa heran karena tidak adanya anak buah yang berjaga ditempat ini? " tanya rania begitu keluar dan melihat reyhan seperti keterangan melihat gudang tua tersebut yang sepi.
"Tidak perlu berbasa-basi, sekarang serahkan penawar itu kepadaku!" ucap reyhan the te point langsung.
__ADS_1
"Eits, seperti nya kau tidak ingin istrimu itu matinya, ops, " ucap rania menutup mulutnya pura-pura seperti orang yang tidak sengaja berbicara seperti itu, padahal dia memengaruhi sengaja memancibg pria dihadapanya ini.
Reyhan mengepalkan kedua tangan nya mendengar perkataan yang diucapkan oleh wanita itu, dia tidak boleh emosi sekarang, karena bagaimanapun reyhan membutuhkan wanita ini untuk mendapatkan penawar itu, "sekarang kukatakan berikan penawar itu! " ucap reyhan lagi mengulangi perkataannya.
"Baiklah, sebaiknya kita masuk terlebih dahulu, aku ingin menunjukan sesuatu padamu, " ucapnya,rania fikir sudah cukup untuk bermain-main dengan pria itu, sekarang saatnya dia menjalankan rencana nya.
Tanpa berfikir panjang atau pun merasa curiga, reyhan langsung saja mengikuti pria itu masuk kedalam, sesampainya idalam gudang itu, reyhan tidak menemukan siapapun, kecuali sekrang wanita yang duduk terikat di kursi , wajahnya tidak dapat dilihat olehnya akibat ditutupi oleh rambut, dari kejauhan saat reyhan melihatnya, pria itu merasa familiar dengan bentuk tubuhnya, tapi reyhan langsung menepis pemikiran nya, karena hanya ingin fokus pada tujuan sebenarnya dia ketempat ini.
"Dimana penawar itu? apakah kau mencoba untuk menipuku? " tanya reyhan pada rania, karna sudah merasa wanita itu banyak membuang waktunya sejauh ini,dia tidak boleh terlalu lama memberikan penawar itu kepada istrinya, karena akan berakibat fatal.
"Dari tadi kau hanya membahas tentang penawar saja, kau pasti mendapatkan penawar itu, aku tidak pernah membohongi mu, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu terlebih dahulu, sebelum menyerahkan penawar racun itu, " ucap rania.
Rania tidak mengidahkan perkataan reyhan dia maju mendekati wanita yang terikat itu dan mulai menyibak rambut wanita itu yang tergetai yang menutupi wajahnya, dan saat wajahnya sudah dapat dilihat, raut wajah dari reyhan langsung saja berubah , rania yang melihat itu pun tersenyum smirk.
"Apa maksud dari semua ini? " ucap reyhan yang sadar akan lamunan nya, melihat wajah dari wanita yang terikat itu.
"Apakah kau tidak bisa melihat siapa wanita ini? apakah kau sudah tidak dapat mengenalinya lagi? atau kau sudah lupa? " tanya rania .
__ADS_1
"Semua itu tidak penting, aku hanya membutuhkan penawar itu untuk saat ini, " ucap reyhan.
Mendengar perkataan dari pria itu membuat rania binggung, mengapa respon dari pria itu tidak sesuai dengan yang seharusnya ia bayangkan, mengapa menjadi seperti ini, fikirnya, "apakah kau memang benar-benar sudah melupakan kembaranku ini, tidak kusangka kau ternyata pria yang seperti itu, ternyata perkataan mu selama ini kepadanya hanyalah kebohongan, " ucap rania.
"Aku sudah mengatakan padamu berulang kali, tapi kau seolah-olah menguji kesabaranku, jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar padamu" ucap reyhan yang sudahn tidak dapat lagi mengendalikan kemarahannya, sendiri tadi mencoba bersabar, tapi wanita itu terus saja mengujinya.
"Apa ini, kau bahkan tidak kasian melihat kondisinya yang seperti ini, mengapa kau malah berkata bahwa aku menguji kesabaran mu?" ujar rania.
"Berikan saja aku penawar itu,katakan dimana kau menyimpanya, " ucap reyhan
"Kurasa kau tetap tidak akan memberikannya padaku,apa kau tau aku bukanlah pria bodoh, yang bisa kau tipu atau kelabui, " ucap reyhan mendekati rania, membuat wanita itu memundurkan langkahnya, sekarang dia sangat takut kepada reyhan karena pria itu terlihat marah, terbukti dari wajahnya yang memerah dan rahangnya yang mengetat.
"Apa yang kau katakan, menjauh dari ku, "ucap rania terlihat ketakutan.
" Mengapa kau menjadi mundur, bukan kah kau yang mengajak ku untuk bermain-main, kau yang memulai nya, jadi aku harus mengakhirinya bukan? "ucap reyhan.
Tanpa apa-apa dan tidak diketahui oleh rania, reyhan mengambil penawar itu yang diletakkan nya tepat didekat wanita itu, dia hanya mengalihkan perhatian dari wanita itu, ahmad mendapatkan penawar racun itu.
" Aku sudah mendapatkan apa yang kumau, sekarang kau bebas, nikmati saja detik-detik terakhir mu dengan baik, "ucap reyhan berbisik pada rania dan langsung pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Bersambung.....