Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 70 kembali pingsan


__ADS_3

Sesuai dengan perkataan yang dikatakan oleh albi setelah pria itu makan malam bersama pasangan pengantin baru itu, laki-laki itu kembali ke rumah nya, karena sejak tadi merasa tidak enak akibat dirinya yang memuji masakan istri sahabat nya itu, bahkan sejak makan malam dimulai wajah pria itu terlihat masam, sebenarnya ia masih ingin terus mengoda nya dan mengerjainya, tapi pria itu mendapatkan telfon mendesak membuatnya harus pergi dengan segera.


"Kakak ipar Terima kasih atas jamuan makan malamnya, kapan-kapan aku akan mampir kesini," ujarnya sebelum keluar dari apartemen.


"Tidak, ini yang terakhir kali kau memakan masakan yang dibuatkan oleh istriku, lain kali tidak boleh, aku tidak mengijinkan, sudahlah pergi sana, " bukan elin yang menjawab melainkan Raka lah yang menjawab perkataannya.


"Mengapa kau malah keberatan, bahkan kaka ipar seperti nya tidak masalah, bukan begitu kaka ipar? " tanyanya sambil menaik turunkan alisnya bahkan sampai mengedipkan matanya.


"Apa-apan kau ini, mengapa kau seperti itu kepada istriku, dasar pembinor pergi, " ucapnya langsung saja mendorong tubuh pria itu dan menutup pintu nya.


Melihat apa yang dilakukan oleh suaminya membuat elin melototkan matanya,"Apa yang kamu lakukan, tidak baik seperti itu padanya, bagaimna pun dia itu adalah temanmu, "ucap elin berkacak pinggang.


" Terserah, mengapa kamu harus memikirkannya, jangan terlalu peduli padanya, kamu tau dia itu kelihatan nya tertarik padamu, pokoknya aku tidak ingin kami dekat-dekat dengannya, "ucapnya langsung saja pergi dari situ, masuk kekamar dengan membanting pintu.


" Dasar pria aneh, sama sahabat sendiri seperti itu, lagian aku kan sudah menikah dengannya apa lagi yang dikhawatirkan nya? "ucap elin dengan tingkah pria itu yang cemburuan.


" Kamu tidak usah menjelekkan aku, aku mendengar nya, "teriak Raka dari dalam kamar, m3mbuat elin memutar matanya malas mendengarnya.


Tanpa menjawab aku pun kembali kemeja makan dan membereskan nya, tadi memang aku tidak sempat untuk melakukannya, saat aku sudah selesai menaruhnya diwastafel, aku pun langsung saja mencucinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Tidak perlu bertele-tele, sekarang katakan saja apa yang sebenarnya sudah terjadi, mengapa kamu seperti nya terlihat ragu untuk mengatakan nya? "ucap jessi.



" Sebenarnya saat kamu terkena tusukan waktu itu, kamu sedang mengandung, dan usia kandungannya sekitar tiga minggu, masih sangat tentang itu mengakibatkan janinnya tidak dapat diselamatkan, "jelasnya panjang lebar.



" Apa!! "ujar ku, aku menyentuh perutku, yang memang akan terasa sakit jika aku kebanyakan bergerak, aku tidak menyangka bahwa aku saat itu sedang mengandung, tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ada kehidupan didalam perutku.



" Apakah kamu memang tidak mengetahui tentang keberadaan janin itu? "tanya Reyhan yang hanya mendapatkan respon tatapan dari wanita itu, tapi dari tatapannya Reyhan dapat melihat kekecewaan, sekaligus kesedihan dari matannya itu.



" Apakah kamu berfikir aku mengetahui nya iya? apakah kamu berfikir aku adalah orang yang sejahat itu membahayakan anaknya sendiri, "ucapnya pelan yang masih bisa di tangkap pendengaran Reyhan, karena wanita itu dan Reyhan posisi nya dekat.

__ADS_1



" Tidak,aku tidak berfikir seperti itu, aku hanya bertanya saja padamu, mengapa kamu malah bersikap seperti itu? "ucapnya.



" Tapi perkataanmu itu seolah-olah kamu sedang menyalahkanku, jadi, apakah anak perempuan yang ada dimimpi ku itu adalah? "ucap nya dengan tatapan lurus kedepan, bahwa air mata nya sudah menetes.



" Aku tidak tahu, dokter belum bisa mengetahui apakah anak itu perempuan atau laki-laki, tapi kemungkinan yang ada dimimpi kamu itu adalah anak kita, "jawab Reyhan.



Mendengar perkataan dari Reyhan membuatku semakin terisak, rasanya aku sudah gagal menjaga dan melindungi anak yang bahkan aku sendiri sama sekali tidak mengetahui keberadaan nya, bahkan anak itu harus meninggalkan dirinya, " Aku sudah gagal, ibu macam apa aku ini yang bahkan tidak mengetahui keberadaan janin yang ada diperlakukan sendiri, "ucapku menutup wajahku dengan kedua tanganku.



Melihat jessi yang seperti itu membuat Reyhan merasakan sakit , entah mengapa dadanya nyetrika melihat istrinya itu menangis, secara perlahan aku pun membawa wanita itu masuk kedalam pelukanku, " Ini semua bukan salah kamu, ini semua sudah takdir, "ucap Reyhan, yang ikut merasa bersalah, jika saja wanita ini tidak menyelamatkan nya, pasti semua ini tidak akan terjadi.




"Tenang lah, jangan seperti ini, lukamu belum sembuh, jika kamu seperti ini jahitan yang diperutmu akan kembali terbuka, sekarang berhenti lah menangis dan menyalahkan dirimu, " ucap Reyhan.



"Bagaimana aku bisa tenang ha? kamu mengatakan hal seperti itu karena bukan kamu yang mengalaminya, aku tidak akan bisa merasa tenang anakku sudah meninggalkanku, hiks hiks, " teriaknya setelah melepaskan pelukannya dan mendorong pria itu menjauh darinya, bahkan hampir saja Reyhan terjatuh jika ia tidak bisa menyeimbangkan badannya.



Setelah teriak dan banyak bergerak membuat perutku semakin sakit saja, bahkan kepalaku sudah pening dan mataku sudah kabur, dan mendengar teriakan Reyhan setelah itu tidak ada lagi yang kulihat, karena kegelapan mengusai ku.



Setelah perempuan itu berteriak tadi, aku bisa melihat bahwa wanita itu memegangi perutnya, perlahan aku mendekatkan diri padanya sebelum terjatuh dari ranjangnys aku sudah menenangkap tubuhnya terlebih dahulu, jika tidak pasti akan terjatuh dan menyetujui dinginya lantai.


__ADS_1


Tanpa membuang waktu aku langsung saja memangil dokter untuk memeriksa keadaannya "Apa yang terjadi padanya dokter? " tanyaku setelah dokter selesai memeriksa.


. "Apakah tadi ibu ini sempat sadar? " tanyanya


"Ia, dia tadi sempat sadarkan diri, tapi dia kembali pingsan setelah mengetahui kebenaran jika dia sudah kehilangan bayinya," ucapnya



"Seperti nya ibu ini mengalami syok dan stres, apalagi jahitan yang kembali terbuka, ini tidak baik bagi kesehatan nya, bapak harus bisa menghiburnya saat sadar nanti, jangan biarkan ia memikirkan hal yang membuatnya menjadi trees, itu akan menghambat kesembuhannya, " ujar dokter.



"Tapi dokter, istriku juga belum mengetahui keberadaan janin yang ada didalam perutnya itu, itulah yang membuatnya sangat terpukul, dan menyalahkan dirinya sendiri, " jawab nya.



"Itu yang membuat fikiran nya terganggu dan stres, jika ibu sudah sadar nanti bapak harus bisa memastikan jika ia tidak boleh kebanyakan berfikir atau sampai menyalahkan dirinya sendiri karena itu memperburuk kesehatan ya, " ucapnya, setelah selesai melakukan suntikan dokter pun pamit pergi beserta dengan suster.



"Terima kasih, " ucap Reyhan sebelum dokter itu keluar dari ruangan, kalimatnya hanya dijawab anggukan oleh dokter tersebut.



"Aku tidak mengerti bagaimana caranya aku harus menghiburmu, saat seperti ini keberadaan mama yang sangat dibutuhkan oleh wanita ini, tapi aku tidak mungkin memberitahu kan mam , " ucapn Reyhan.



Disaat kebimbangan dan Kebingungan nya, ada pesan masuk kedalam ponsel nya, dan hal itu dapat membuat nya melotot matanya, bagaimana bisa? bahkan aku sendiri sudah berusaha semaksimal mungkin agar hal itu tidak terjadi, tapi sekarang, apa yang harus kulakukan.



Bersambung.....



Selamat membaca teman-teman, jangan lupa like, vote, subscribe, dan tinggalkan jejak kalian, seperti komentar, Terima kasih....


__ADS_1


author minta maaf ya jika ada kesalahan dalam dipenulisan.....


__ADS_2