
"Nanti saja bertanya tanya, sekarang bantu aku untuk menariknya, aku sudah tidak kuat, dia bisa jatuh kapan saja, cepatlah, "ujar jessi setelah melihat keberadaan Reyhan disitu, bersama dengan al yang digendong nya. " Letakan saja al disitu, "
pria itu pun menarik tangan raina, membantu jessi, setelah Reyhan membantu, wanita itu dengan cepat tertarik keatas kembali, jessi terduduk dengan nafas yang memburu, sedangkan pria itu mengambil al terlebih dahulu, baru mendekati kedua wanita itu.
"Bagaimana ini bisa terjadi? "
"Tanya kan saja padanya, aku tadi sudah mengatakan untuk tidak berdiri di tepi itu, tapi sepertinya dia sama sekali tidak mendengarkanku, dan akhirnya terpeleset dan jatuh, " ucap jessi memperhatikan kondisi raina, sepertinya saat terjatuh tadi dia mendapatkan memar dan luka,tetapi tidak parah.
"Maafkan aku, aku tadinya ingin berbalik dan menjauh dari tepi itu, tapi aku tidak tau kalau akan terpeleset dan terjatuh, " jawabnya sambil menunduk, menahan sakit diseluruh tubuhnya, rasanya ia tidak bisa membayangkan jika dia jatuh tadi.
"Huf, apakah kau bisa berjalan? sebaiknya kita pulang saja, tidak mungkin kita tetap berkeliling dengan kondisi berantakan seperti ini, " ujar jessi lagi, perempuan itu berdiri dan membersihkan pakaian nya, dia sedikit meringis merasakan bahwa sikunya sedikit terluka, tidak terlalu parah, tapi nyeri.
Raina berusaha berdiri, tetapi dia terjatuh lagi, sepertinya dia tidak sanggup untuk kembali kevilla dengan kondisi seperti ini"Rey, bantulah raina untuk kembali kevilla, dia tidak mungkin bisa berjalan dengan kondisi nya seperti itu,kita harus segera memeberikan pengobatan padanya, takutnya ada luka dalam, "ujarnya, tapi pria itu tanpak tak bergeming sama sekali , dia tetap pada tempatnya, tanpa mau menjawab dan melakukan apa yang kukatakan.
" Apakah kamu tidak mendengarkan perkataanku barusan? "ucapnya lagi.
" Aku mendengarnya, menurutku kita hubungi saja supir atau mama,untuk menjemputnya, "jawab reyhan
"Apa yang kamu katakan Rey, itu akan memakan waktu, sebaiknya kamu saja yang membantunya, biar aku yang membawa al, kasihan raina Rey, dia pasti merasakan sakit, " ucapnya.
"Baiklah terserah katamu, " ucapnya sambil mendekati raina kemudian menyodorkan punggungnya dan berjongkok didepan wanita itu, dia akan mengendong wanita itu dibelakang saja.
__ADS_1
Jessi berjalan sambil mengendong al dibelakang pria itu, sebenarnya aku merasakan nyeri saat mengendong al, tapi aku tidak mungkin juga membiarkannya jalan, perjalanan nya cukup jauh juga, takutnya anak itu kelelahan.
Sesampainya didepan villa, ibu mertuanya sudah menunngu didepan pintu, saat mereka mulai memasuki villa, ibu mertuanya itu sudah menatap mereka dengan keheranan, sesampainya didepan pintu, Reyhan menurunkan raina tepat di kursi samping mamanya itu.
"Ada apa ini rey,mengapa kalian pulang sudah dalam keadaan nya berantakan, dan ini ada apa dengan raina, mengapa dia kamu gendong, dan luka-luka ini? " ucap rena.
"Ma, sebaiknya mama bantu raina dulu masuk kedalam, kita obati dulu lukanya baru kita akan membicarakannya, dan menjelaskannya, " ucap jessi membalas perkataan nya, dia memberikan al pada Reyhan, karena anak itu tertidur, jessi juga merasakan semakin sakit pada siku tanganya, walaupun hanya luka goresan tapi itu sedikit dalam.
Sambil mengobati raina mama rena bertanya kejadian yang terjadi sebenarnya, "Key, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? " ucap rena s
Setelah mendengar penjelasan dari jessi, mama rena hanya menghebuskan nafasnya, belum ada respon yang diberikan oleh wanita itu, "Raina lain kali kamu harus berhati-hati lah nak, bagaimana jika kamu tadi terjatuh, untung ini tidak terlalu parah, tapi nak apa kau yakin tidak perlu dipanggilkan dokter, takutnya nanti ada luka dalam yang serius? " ucap rena
"Tidak tante, tidak perlu memangil dokter, aku yakin sebentar lagi ini juga akan sembuh setelah meminum obat, dan mengoleskan salep, " jawabnya.
"Tidak ma aku baik-baik saja, aku akan kekamar ma, membersihkan diri, " ujarnya pamit meninggalkan dia wanita itu.
Sesampainya dikamar, jessi tidak melihat keberadaan dari pria itu, ia hanya melihat al yang tidur tetapi baju anak itu sudah diganti, mungkin Reyhan yang mengantinya.sesudah siap membersihkan diri keluar dari kamar mandi, jessi terkejut saat seseorang menariknya, dan mendudukkan nya disofa yang berada dikamar itu, "Apa yang kau lakukan, mengapa kau menarikku? "ujarnya dengan suara pelan, karena al sedang tidur dikamar itu, dia takut membangunkan anak itu.
" Diamlah, kau kira kau itu kuat, "ucapnya sambil mengambil kotak obat dan mulai mengobati siku nya yang terluka tadi, " ini hanya luka kecil, nanti juga akan sembuh jika dioles salep, kamu tidak perlu cemas, "jawabnya.
" Hanya luka kecil, tapi kau meringis saat aku mengobatinya, luka kecil pun jika tidak diobati tidak akan sembuh, "
__ADS_1
"Kamu terlalu berlebihan, aku juga pasti akan mengobati nya, tapi nanti, "
Setelah Reyhan siap mengobati dan menyimpan kembali kotak obatnya, pria itu kembali duduk disamping jessi mengotak atik ponselnya, "Hem, Rey, " ucap jessi, yang hanya dibalas deheman oleh pria itu, "Apakah kita bisa pergi sekarang kepantai, aku ingin melihat sunset, " ucapnya terlihat ragu sebenarnya mengatakan hal itu, tapi ia sangat ingin melihatnya sekarang.
"Besok saja, kita akan seminggu disini, masih ada waktu, " jawabnya, membuat wanita itu menekuk wajahnya kecewa, dia sudah mengharapkan untuk bisa melihat sunset dipantai yang berada disini, dan dia sangat ingin melihatnya sekarang.
"Ayolah Rey, aku ingin melihat nya hari ini, kita harus pergi sebelum terlambat, "
Menghembuskan nafasnya"Kau itu masih terluka, kau juga harus istirahat, sebaiknya istirahat lah bersama al ditempat tidur, "jawabnya
" Tidak aku ingin melihatnya hari ini titik, "ucapnya tidak sengaja mengeraskan suaranya, membuat al terusik, tapi anak itu kembali terlelap, " Rey, ayolah, ya, ya"ucap jessi mengatupkan kedua tanganya, sambil memohon kepada Reyhan.
"Atau begini saja, kamu dirumah saja, aku akan pergi sendirian, jika kamu tidak mau, " ujarnya lagi
"Apa yang kau katakan, kau bahkan tidak tau jalan disini, bagaimana jika kau diganggu orang jahat, atau kesasar? " jawabnya lagi, "Aku akan menayakan mama dimana tempatnya, dan aku tidak mungkin kesasar, " ujar jessi lagi.
Reyhan menghembuskan nafasnya kasar"Baiklah ayo kita pergi, tapi hanya sebentar, setelah melihat sunset, kita akan kembali kevilla, "ujarnya
" Terima kasih, aku akan menyuruh mama menjaga al, sebentar saja tidak masalah, "ucapnya keluar dari kamar.
mereka berdua akhirnya sampai dipantai, dan ternyata tidak banyak orang disini, sunset masih sebentar lagi, jessi pun berdiri ditepian pantai, sambil membiarkan ombak membasahi kakinya , Reyhan hanya memperhatikannya sambil duduk di kursi, pria itu seperti katanya tadi enggan sebenarnya untuk pergi.
__ADS_1
Tiba-tiba jessi terkejut ada seseorang yang mencipratkan air kepadanya dari samping, dia pun menoleh kesamping untuk melihat siapa pelakunya, tapi setelah menoleh, dia terkejut melihat siapa yang dilihatnya, orang yang selama ini ingin dihindari, dan tidak ingin berurusan dengannya, karena akan menimbulkan kesalahpahaman.
Bersambung......