
Sesaat setelah reyhan mengatakan seperti itu, keheningan terjadi beberapa saat. "Apa kau tau, aku sebenarnya tidak memiliki lagi semangat hidup, semua orang telah pergi, aku hanya seorang diri,aku masih bertahan hanya karena ibuku, yang sempat memberikan aku amanat terakhir, untuk tetap semangat hidup, dan mencari seseorang, " kata raina
"Lalu mengapa kau baru datang, mengapa tidak dari lama? " tanya reyhan yang sedikit binggung.
"Aku selama ini menyiapkan diriku, dulu aku merasa masih belum bisa menghadapi semua nya, tapi sekarang aku sudah berubah, menjadi lebih baik lagi, aku harus bangkit, itu sebabnya aku menginjakan kaki ku kembali disini, " kata raina.
"Lalu apa yang kau inginkan, dengan menghentikan jalanku? " tanya reyhan.
"Aku hanya ingin kau membantuku? " kata raina, wanita itu sudah merencanakan ini sejak lama, dan dia merasa beruntung, karena bertemu dengan reyhan ditempat ini.
"Apa yang bisa kulakukan? " tanya reyhan lagi.
"aku tidak mempunyai siapapun ditempat ini, jadi bisakah kau membiarkan aku tinggal dirumahmu sementara waktu, sampai aku bisa beradaptasi dengan tempat ini, apakah kau mengijinkan, setidaknya untuk membalas perbuatan yang kau lakukan pada kembaran ku raida, walaupun sebenarnya tidak sebanding dengan perbuatan yang kau lakukan, " kata raina, dia memutuskan untuk tinggal dirumah itu untuk bisa menjalankan rencananya, raina memang kembali ke tempat dimana kembarannya itu meninggal, untuk membalaskan dendam atas kematian kembarannya itu, selain itu juga dia ingin mencari seseorang.
"Tidak, bagaimana mungkin kau tinggal dirumahku, sebaiknya tinggal lah dihotel, " ucap reyhan ingin pergi dari situ, tapi setelah mendengar kalimat yang diucapkan raina, pria itu menguringksn niatnya.
"Aku tidak mau tinggal dihotel, aku hanya ingin tinggal dirumahmu, untuk sementara, mengapa kau tidak mau, anggap saja ini adalah bentuk penebus dosamu, aku ini adalah adik dari almarhum kekasihmu, jadi apa salah nya kau menjaga ku, anggap aku adikmu juga, " kata raina memasang wajah memohon kepada reyhan, agar pria itu mengijinkannya untuk tinggal di rumahnya.
Reyhan bimbang, disatu sisi dia kasihan kepada wanita didepannya ini, tapi dia juga tidak mungkin mengijinkan raina tinggal di rumahnya, apalagi pria itu saat ini tidak tinggal di rumahnya, tapi tinggal dirumah orangtuanya, dan wajah wanita ini sangat mirip dengan kekasihnya raisa, dia takut akan timbul masalah, setelah berkecamuk dengan fikirannya, akhirnya reyhan mengambil keputusan nya, pria itu akan membiarkan wanita itu ikut dan tinggal dirumahnya.
"Baiklah, tapi hanya sementara, " ucap reyhan mulai melangkah keluar dari bandara memasuki mobilnya, diikuti oleh raina dibelakang nya mendorong kopernya, pria itu sama sekali tidak berniat membantu, padahal raina sedikit kesusahan.
__ADS_1
*****
"Apa yang kau katakan Rey, siapa wanita ini, mengapa kau membawanya pulang kerumah ini, mama seperti tidak familiar melihat wajahnya, " kata mama rena, yang sedikit terkejut dengan perkataan dari anak nya itu, dan wanita itu juga dari tadi mencoba mengingat siapa wanita yang berada didepanya ini.
"Saya adalah kembaran dari raisa tante, mantan kekasih dari reyhan, saya adiknya, baru datang dari luar kota, dan memutuskan untuk menetap disini, " kata raina menjawab dengan ramah, itu memang rencana dari wanita itu, dia ingin mengambil hati wanita paruh baya didepannya ini.
"jadi, kamu adalah kembaran dari raisa, antas saja wajah kamu agak familiar tante lihat, selama ini kamu diluar kota, lalu dimana kedua orang tua mu nak, " tanya mama rena, wanita itu merasa perempuan ini baik dan tulus, jadi mama rena menyambutnya baik.
"Saya sekarang sebatang kara tante, mama dan papatelah meninggal ikut menyusul kembaran saya raisa tante, "jawab raina dengan menundukan kepalanya, dan cairan bening keluar dari sudut matanya, dia sudah mengatakan, kalau menyangkut tentang keluarganya wanita itu terkadang terlihat lemah.
mama rena yang melihat itu pun duduk disamping raina, dan memuluk wanita itu sambil mengelus punggungnya, " tante turut prihatin sayang, lalu kamu selama ini berada dimana nak?"mama rena memiliki hati yang sangat baik, sampai ia tidak bisa membedakan mana yang tulus, dan mana yang hanya ingin mengambil simpati saja, wanita itu tidak tahu apa yang akan terjadi kedepanya kepada keluarganya.
. "Dia tidak memiliki siapapun disini yang dikenalnya ma, jadi aku memutuskan dia akan tinggal disini sementara, sampai ia bisa beradaptasi dengan lingkungan disini, " kata reyhan yang sebenarnya masih kurang yakin, karena pria itu merasa wanita yang mirip dengan kekasihnya itu memiliki niat buruk, tapi is mencoba untuk berfikir positif.
"Apakah tante bisa bertanya? " tanya mama rena, "silahkan tente, selagi saya bisa menjawabnya, saya pasti akan menjawabnya, " kata raina lagi.
"Bagaimana kedua orang tuamu bisa meninggal nak? " tanya mama rena.
raina melihat sebentar kearah wanita itu, dia fikir akan ada pertanyaan yang lain, ternyata pertanyaannya tidak seperti yang difikirkannya.
"Ayahku meninggal karena terkena serangan jantung, mama meninggal karena penyakitnya, tante, " kata raina yang menutupi kejadian yang sebenarnya, Reyhan yang mendengar itu pun heran, mengapa perkataan wanita itu beda dengan yang dikatakan nya tadi padanya.
__ADS_1
*****
Sementara itu, pertemuan anatara keluarga Raka, tidak bisa lagi dihindari oleh elin, ia sudah tidak bisa melakukan apapun, karena Raka sudah mengaturkan semuanya, dia merasa gugup, takut, dan gelisah sekaligus, sebenarnya dia belum yakin untuk bertemu dengan orangtua dari Raka, tapi semuanya sudah didepan mata, tidak bisa lagi lari.
Mereka sudah sampai didepan rumah kediaman Raka, ia semakin merasa gugup dan takut sekaligus, dia menghentikan langkah Raka, dan mencekram kuat lengan pria itu.
"Bisakah kita tidak menemui orangtua mu sekarang, aku takut bertemu mereka, kita pulang saja ya , aku mohon, " kata elin menunjukan wajah memelas dan memohonya, tapi pria itu sama sekali tidak mendengarkannya, ia tetap menarik elin masuk kedalam rumahnya.
Saat sampai diruang tengah, elin bisa melihat sepasang suami istri sedang menonton film di TV. melihat keharmonisan dari kedua orang tua itu membuat elin semakin gugup saja.
"Ma, pa, Raka pulang, " ucap Raka sambil menghampiri kedua orangtuanya, dan menyalimnya, elin yang melihat itu pun mengikuti hal yang sama yang dilakukan oleh Raka, mentalim orangtua itu.
"siapa wanita cantik ini Raka, selama ini kau tidak pernah dekat dengan wanita, tapi sekarang malah membawa seorang wanita kerumah, " ucap mama Raka yang bernama amel.
Raka yang mendengar perkataan dari mamanya itu hanya memutar bola matanya , ia sudah menduga respon yang akan diberikan oleh mamanya yang sedikit bawel ini.
"Ini adalah calon istriku, kalian harus merestuinya,kalian harus menerima, semua kekurangannya, " ucap Raka dengan santai sambil mendudukan dirinya, dan memakan cemilan yang ada dimena kecil depanya.
"Apa yang kau katakan, tiba-tiba datang membawa seorang wanita, dan mengenalkannya sebagai calon istri, " kata papa Raka yang bernama andrian.
"Sini nak duduk lah, tidak usah canggung seperti itu, anggap saja kami adalah orang tuamu, " ucap amel sambil menyuruh duduk elin disampingnya.
__ADS_1
"Jadi bisa kau jelaskan bagaimana cerita nya, " ucap andrian, yang tau pasti terjadi sesuatu dengan putranya itu.
Bersambung.....