Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 6 fitting


__ADS_3

cahaya matahari masuk kedalam kamar dan tepat mengenai wajah jessi, karna reyhan membuka goren sehingga cahayanya mengenai wajah jessi, membuat wanita itu terbangun, dan mengucek matanya memperhatikan reyhan yang sedang melihat kearahnya.


"kau sudah bangun, apakah tidurmu begitu nyenyak, sampai-sampai kau terbangun terlambat, albian saja sudah bangun dan mandi," ujar reyhan.


"Terserah ini masih pagi, aku malas untuk berdebat, " jawab jessi bersiap untuk pergi ke kamarnya untuk membersihkan diri


"Tunggu, aku hanya ingin mengatakan bahwa nanti malam akan ada perusahaan, papa tidak bisa hadir, jadi kita yang akan mewakili, " ucap reyhan


"Apakah harus pergi, maksudku bukankah kau tidak pernah mau membawa ku ikut ke pesta bersama mu, kenapa sekarang kau berubah, aneh, " ujar jessi.


"Aku sebenarnya tidak ingin pergi, tapi mama memaksaku, " jawab reyhan.


"Kau sudah berubah, biasanya kau tidak mau menjelaskan jika aku bertanya, kenapa sekarang kau mau repot-repot, " ujar jessi memegang dagu sembari pura-pura berfikir.


reyhan yang mendengarnya pun juga binggung, dengan dirinya sendiri, reyhan pun tanpa menjawab pertanyaan istrinya itu keluar dari kamar , reyhan langsung pergi kekantor tanpa sarapan, tetapi ia menyempatkan dirinya untuk melihat anaknya albian.


jessi keluar dari kamar, ia menuju meja makan, dan hanya menemukan albian, bersama dengan pengasuh nya yang sedang menyuapi anak itu, ia tidak menemukan suaminya yang aneh itu.


"mbak, dimana reyhan? " tanya jessi sambil mulai mengambil sarapan ya.


"Tuan sudah pergi tanpa sarapan nona, tapi tadi ia sempat melihat albian baru berangkat, " jawab pengasuh.


"ohh, baiklah" ujar jessi


"Al, kamu sudah mandi sayang? " tanya jessi sambil mencium pipi anaknya itu yang begitu mengemaskan, dengan mulut penuh dengan makanan.


"Sudah Buu, al udah wangi, ibu cium-cium al geli " ujar al sambil merasa geli saat ibunya terus memberikan ciuman bertubi-tubi kepada anaknya .


"mbak nanti saya mau keluar sebentar, tolong jaga al ya," ujar jessi yang sudah menyelesaikan sarapan ya.


"Ngak mau bu, aku mau ikut ibu, boleh ya, " sambil menujukan tatapan yang mengemaskan nya.


"Ngak boleh sayang, ibu hanya bentar kok, janji, " ujar jessi kepada anaknya al, sambil mengelus rambut anaknya itu.


"Baiklah bu, tapi janji tidak akan lama kan? " ucap al


"Ia al ibu janji, nanti ibu akan membeli cake kesukaan al, kamu mau kan, "ujar jessi.

__ADS_1


Ia sudah menyusun rencana bahwa ia akan pergi kerumah sakit, untuk mencari sahabatnya itu dan memastikan sesuatu, hari ini tidak boleh gagal, selagi tidak ada orang dirumah ia bisa pergi.


Setelah memastikan anaknya sedang bermain bersama pengasuh, jessi pun pergi kekamar untuk bersiap, ia tidak mau mwmbuang waktu lagi, setelah ia bersiap , jessi pun kekamar albian , sekedar melihatnya saja.


setelah melihat anaknya, ia pun bersiap untuk keluar rumah, belum sampai ia keluar rumah, asisten rumah tangga, memanggilnya.


" Nona, tadi nonya besar menelfon dan menyuruh anda untuk kebutik langganan nya, yang biasa untuk melihat, pakaian yang akan anda gunakan untuk nanti malam, "ujar kepala pelayan


" Kenapa mama tidak menelfon ku, malah menelpin bibi, "tanya jessi heran.


" Kata nyonya HP anda sudah dihubungi beliau, tetapi tidak diangkat, "jawabnya.


Jessi pun mengecek hpnya, dan ternyata yang dikatakan kepala pelayan benar, hpnya ia silent, sehingga ia tidak tau, jessi merasa bersalah kepada ibu mertuanya itu, setelah ini ia akan menelfon dan meminta maaf.


" Baiklah bi, tapi apakah harus sekarang?"tanya jessi lagi


"Ia nona benar, tuan reyhan sudah menunggu disana, ia langsung pergi kebutik, karena tadi ada metting dekat situ, " jawab kepala pelayan.


Jessi binggung, ia sebenarnya sudah tidak sabar pergi kerumah sakit, tapi jika ia tidak kebutik ia akan kena masalah besar, reyhan pasti marah, apalgi ini juga mama rena yang menyuruh, kalau bukan permintaan mama rena reyhan pasti tidak akan mau.


"Baiklah bi, aku pergi dulu ya, " ujar jessi


Jessi sebenarnya malas, memakai supir ia ingin naik taksi saja, supaya nanti setelah dari butik, ia akan pergi kerumah sakit, tapi sepertinya tidak akan bisa, mana mungkin ia kerumah sakit pakai supir mama nya itu, yang ada malah semakin sulit.


jessi masuk kedalam mobil, perjalanan kali ini sedikit jauh, setelah menempuh perjalanan, akhirnya jessi sampai kedepan butik itu, ia bisa melihat mobil suaminya itu sudah terparkir, ia keluar dari mobil dan masuk kedalam butik.


Sesampainya didalam ia bisa melihat suaminya duduk disofa memainkan hpnya, melihat kedatangan jessi reyhan langsung menyimpan hpnya, dan menatap perempuan itu dengan tatapan tajamnya.


"kamu sudah datang key, semakin cantik saja, " ujar pemilik butik yang bernama ghea yang merupakan tante dari reyhan.


Reyhan yang ingin memarahi istrinya itu mengurungkan niatnya, karna tantenya itu berada disitu.


"Ia, tante juga semakin cantik, " jawab keyla.


"Tante bisakah langsung saja, aku ada banyak urusan, " ujar reyhan.


"Baiklah, key suamimu itu tidak berubah ya," bisik tante ghea kepada keyla.

__ADS_1


keyla hanya menangapinya dengan tersenyum, tidak mau membalas, karna kalauia membalas akan semakin panjang ceritanya.


mereka disuruh untuk memilih pakainya, karena ada dua yang warnanya sama, tetapi dengan model yang berbeda.


"Ini adalah pilihan rena, katanya kalian disuruh memilih, diantara yang dua ini, " ujar ghea sambil memperlihatkan keduanya.


reyhan binggung dengan mamanya itu, untuk apa ia menyuruh kalau ujung-ujungnya mamanya lah yang menentukan pilihanya.


"Yang ini saja tante, ini terlihat bagus dan cantik, juga terlihat elegan, " ujar jessi sambil megang umi gaun yang sangat indah didepanya ini, walaupun bagian depanya sedikit terbuka dibagian depanya.


Reyhan memperhatikan gaun yang dipilih oleh jessi, ia melotot kan matanya, walau pun ia membenci waniita itu, tapi ia merasa tidak suka melihat jessi memakai pakaian yang terbuka.


"Pilihan mu tidak pernah salah, ini memang pilihan yang bagus benarkah rey, " ujar ghea sambil melihat respon Reyhan.


"Terserah, " ujar Reyhan yang tidak ingin memberitahukan bahwa ia sebenarnya tidak menyukainya, tetapi jika ia mengatakan nya ia pasti akan digoda oleh tantenya itu, ia lebih menentukan gengsi nya.


"Aku mau langsung pergi kekantor, sudah selesai kan,? tanya Reyhan.


" Tapi kalian kan belum mencobanya, coba dulu ya, baru pulang ia kan key, "ujar tante ghea


.


" Tidak perlu tante, ini sudah cukup, aku permisi, "ujar Reyhan pergi dari situ, dan kembali kekantor nya.


" Dasar anak itu tidak pernah berubah, apa salahnya dicoba dulu, tante ingin melihatnya, sudah punya anak tapi tidak pernah berubah, "ujar tante ghea dengan kesal melihat kelakuan dari Reyhan.


" Tante kan dah tau gimana sifatnya, memang begitu meyebalkan,"jawab keyla.


"kalau begitu aku pergi dulu tante, aku sudah janji kepada al, aku akan membeliksn cake kesukaan nya," ujar jessi


"Baiklah nak, nanti tante akan menyuruh karyawan untuk mengantar pakaian nya, kerumah kalian," ujar tante ghea.


"Baiklah tante, aku pulang dulu, " ujar jessi sambil menyalim tante ghea, dan keluar dari butik, kemudian memasuki mobil.


"pak nanti mampir ke toko cake kesukaan al, " ucap jessi kepada supir.


"Baiklah nona, " jawab nya sambil menyalakan mesin dan mobil melaju dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2