Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 46


__ADS_3

Karena terlalu khawatir dan mencemaskan raina, mereka hanya fokus pada wanita itu saja, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk tidak ikut pulang bersama mereka, sebenarnya tadi aku ingin pulang bersama mereka, tapi saat aku ingin masuk kedalam mobil, pintunya sudah ditutup oleh Reyhan, aku tidak tahu dia sengaja, atau mungkin tidak sadar jika aku belum masuk, aku membiarkan mobil itu pergi begitu saja, aku tidak mau sekedar berteriak memanggil, ataupun mengejar mereka, aku pun duduk di kursi bawah pohon,aku memutuskan untuk disini dulu.


"Hai, boleh aku duduk disini, " ujar seseorang yang tiba-tiba sudah duduk disamping ku, aku menoleh, setelah melihat siapa itu, aku kembali menatap lurus kedepan, tanpa mau menganggap keberadaan orang itu. "Mengapa kamu duduk sendirian disini? dimana yang lain, " ucap bara, pria yang duduk disamping jessi.


"Mereka sudah pulang, " jawabku singkat, tanpa melihat kearahnya.


"ini pasti ada hubunganya dengan wanita itu, dia pasti merencanakan sesuatu, dia tidak mau mendengarkan kataku, "


"Apa maksudmu? " tanya jessi yang belum paham dengan kalimat yang diucapkan oleh lelaki itu.


"Aku sudah mengatakannya, raina itu bukanlah orang yang baik, dia memiliki niat jahat,yang kau lihat baik belum tentu seperti itu" ucapnya


"Aku tidak tahu harus percaya padamu atau tidak, karena perkataan wanita itu berbeda denganmu, kalian saling menuduh satu sama lainnya, " ucap jessi


"Dia pasti sudah membalikan fakta mengatakan pada Reyhan, dan pasti pria itu menyuruhmu untuk menjauh dan tidak percaya padaku, "ujar bara


"Aku juga ingin bertanya padamu, atas dasar apa kau mengatakan hal ini padaku, bukankah kau itu bekerja sama dengannya? " ucapku yang membuat pria itu terkejut.


"Aku hanya tidak ingin ada korban atas keegoisan yang dimiliki oleh wanita itu, dia terlalu berambisi, sampai tidak bisa membedakan mana perbuatan yang baik, dan buruk, kau tau,aku sangat yakin kau tidak akan mempercayai ku karena aku merupakan musuh dari suamimu itu bukan? kau pasti menggangap aku itu memiliki niat jahat, seperti yang dikatakan suamimu padamu, " ucapnya


"Dari mana kau mengetahuinya? "tanya jessi


"Aku dulu berteman dengan nya, bagaimana mungkin aku tidak mengetahui bagaimana kelakuan dan sifat nya yang tidak akan pernah berubah, kami bermusuhan juga karena kesalahan pahaman saja, dan itu kau tau siapa yang membuatnya, raina, ya wanita itu yang membuat percikan api diantara kami, awalnya aku tidak menyadarinya, tapi setelah kami bermusuhan baru aku menyadari bahwa wanita itu tidak seperti kelihatanya yang baik dan polos, " ucapnya

__ADS_1


"Bagaimana mungkin, raina melakukan itu? " tanya jessi yang sedikit binggung mendengar cerita pria itu.


"Aku tidak tahu, tapi yang pasti wanita itu memiliki obsesi yang sangat gila, dia tidak menginginkan orang lain bahagia walaupun itu saudara kembarnya sendiri, " ujar bara kembali mengingat masa lalu .


"Dulu saat masa kuliahqku dan bara adalah sahabat,dan bara bertemu dengan raisa mereka saling jatuh cinta, aku tidak tahu jelas kapan, dan dimana mereka jadian, tapi yang kutahu Reyhan sangat mencintai raisa, karena kelembutan dan ketulusan wanita itu,sebenarnya aku juga menyukai raisa, tapi aku mengiklaskan wanita itu bersama Reyhan, suatu hari raina dan teman-temanya,melihat raisa dan Reyhan sedang makan berdua di kantin, sebenarnya kami bertiga tapi pada saat itu aku sedang ketoilet, awalnya raina biasa saja, tapi karena teman-temanya mempengaruhinya, mengatakan bahwa raisa sangat beruntung bisa pacaran dengan Reyhan membuat dia sangat murka, dia tidak menyukai kembarannya itu bahagia."


"Dia yang sebelumnya memang mengetahui bahwa aku menyukai raisa, mencoba mempengaruhi ku, dia menghasutku untuk menghancurkan hubungan Reyhan dan juga raisa, awalnya aku tidak mau, karena aku berfikir aku hanya sebatas mengagumi raisa tidak lebih, tapi setelah melihat kemiripan antara raina, dengan raisa, membuatku gelap mata, aku jatuh cinta pada raina, hanya karena rupanya sama, kau mungkin mengatakan ini tidak masuk akal, tapi aku memang mengalami itu semua, dan wanita itu mengetahui bahwa aku jatuh cinta padannya, dia memanfaatkan itu, dan mengatakan akan membalas cintaku, setelah aku menghancurkan hubungan Reyhan dan raisa, awalnya aku menolak dengan tegas, tapi setelah dia mengatakan mereka memang harus dipisahkan,alasannya karena raisa sudah dijodohkan, dan dia tidak ingin Reyhan terluka, aku menerimanya, karena aku berfikir, jika Reyhan mengetahui itu maka dia akan sakit hati, aku disitu sangat bodoh termakan omonganya, "


"Tapi waktu raisa datang ke kota ini, dia bukanya masih menjadi kekasih dari Reyhan, jadi kau tidak berhasil memisahkan mereka berdua? " tanya jessi


"Aku berhasil menciptakan kesalah pahaman antara mereka berdua, dan aku tidak menyangka kesalah pahaman itu membuat Reyhan memutuskan kembali ke kota ini, disitu memang mereka belum memutuskan hubungnya sama sekali, " ujar bara


"Lalu mengapa raisa tidak pernah menyusul Reyhan, pria itu juga tidak mengatakan kepada mamanya jika dia sudah memiliki kekasih, jika ditanya dia hanya diam saja, " ucapnya


"Saat itu aku merasakan perasaan bersalah, karena ulahku, aku kehilangan sahabat ku Reyhan, aku juga melihat jika raisa sangat terpukul dengan kepergian Reyhan yang mendadak, tanpa berpamitan terlebih dahulu, aku pun mengatakan padanya jika apa yang sebenarnya terjadi adalah rencana yang kubuat dengan raina, " ucapnya


"Kejadian itu memang sudah takdir, tapi sebenarnya aku sangat menyayangkan semua itu terjadi, apalagi itu juga ada campur tangan dari raina, kembaranya sendiri,"


"Mengapa kau mengatakan itu, bagaimana bisa ada campur tangan raina saat itu? " tanya jessi yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya.


*****


Sementara pasangan suami istri yang baru saja mengucapkan janji suci itu, memasuki hotel tempat mereka istirahat untuk malam ini.

__ADS_1


"Apakah memang aku tidak pantas bersamamu? " tanya elin sesampainya mereka berdua didalam kamar yang sudah dihias sedemikian rupa itu.


"Apa maksudmu? kamu tidak perlu mendengarkan perkataan yang diucapkan oleh tante adel, tenang lah aku yakin nanti dia pasti akan menerimamu, kamu harus bersabar, kamu pantas untuk ku, " ucapnya


"Tap..., " ucapan nya terpotong dengan Raka menutup mulutnya dengan jari telunjuknya, "tidak usah mendengar perkataan tante adel, sekarang adalah malam pertama kita, jadi jangan memikirkan apapun fokus pada kita saja, " ucapnya.


"Kau selain seorang dokter, ternyata kau juga adalah pria yang mesum, otakmu langsung saja kesitu, padahal aku sedang pusing sekarang, " ucap elin sebal.


"Apa maksudmu sayang, aku hanya seperti ini pada istriku saja, lagian ini kan adalah malam pertama kita, walaupun aku sudah pernah melakukan nya yang pertama,tapi kita harus membuat malam ini terkesan, " ucapnya


"kamu memangilku apa tadi, " ucap elin menanyakan, dirinya takut salah mendengar.


"Yang mana? " ucap Raka pura-pura tidak mengerti, "Kau tau apa maksudku, tidak usah berpura-pura , " ucap elin yang kesal dengan pria itu yang lagi -lagi mengodanya.


"kamu terlihat sangat mengemaskan, jika sedang kesal seperti itu, aku jadi ingin memakanmu, " ucapnya dengan tertawa melihat wajah wanita itu, "Tidak usah mengalihkan pembicaraan, jawab saja pertanyaanku tadi, "


"Baiklah, aku tadi memangil kamu sayang, emang nya kenapa kamu menanyakan hal itu? " ucapnya


Saat pria itu mengatakan hal itu, pipi dari elin langsung memerah, dia tersipu malu, "mengapa muka kamu tiba-tiba memerah seperti itu, apakah kamu sedang sakit, " ujar Raka melihat perubahan diwajah istrinya itu.


"Diamlah, ini semua karena kamu, " ucap elin yang membuat Raka mengerti, mengapa wanita itu tiba-tiba memerah, "apakah kamu salting? " ucapnya tertawa dia sangat lucu melihat istrinya itu, "Diam, jangan tertawa, " ujar elin.


"Mengapa kamu begitu lucu, " ujar Raka yang tidak mendengarkan perkataan wanita itu, "jika kamu tidak berhenti tertawa, maka malam ini kamu tidur disofa, " ancam elin yang berhasil membuat pria itu terdiam, raut wajahnya langsung berubah cepat "sayang, apa maksud mu, ini adalah malam pertama kita, dan kau tega menyuruhku tidur disofa, " ucapnya memelas.

__ADS_1


Aku mengabaikannya dan naik ketempat tidur, menutupi seluruh tubuhku dengan selimut, aku mengabaikan pria itu, yang terus memohon, siapa suruh tadi menertawakannya.


Bersambung......


__ADS_2