
Setelah keluar dari tempat rawat inap istrinya Reyhan mencari tempat yang sunyi dan jarang didatangi orang, karena menurutnya ini adalah panggilan yang penting dan dia tidak ingin sembarang orang mendengarnya, jadi Reyhan mencari tempat yang memang aman.
📞"Katakan apa yang sudah berhasil kau dapatkan? "ucap Reyhan setelah mengangkat telepon nya.
📞" Kami sudah mendapatkan lokasi keberadaan wanita itu tuan, sekarang apa yang harus kamu lakukan tuan? "tanya seketarisnya Arya.
📞" Sekarang siapakan pengawal yang dengan kekuatan terlatih, kita harus bisa menangkap nya sekarang, aku tidak ingin menunda waktu lagi, "ucap Reyhan.
📞" Baik tuan, berapa banyak pengawal yang akan kita bawa tuan? "Tanya nya
📞" kau pasti sudah tau berapa yang diperlukan, tapi kita harus berhati-hati kali ini, jangan sampai kita lengah, "ucap Reyhan
📞"Baik tuan, wya akan melakukan sesuai dengan perintah tuan, "
📞"Ingat, aku tidak ingin kali ini kita gagal menangkap nya, aku akan segera berangkat sekarang, "
📞"Saya akan memastikan tuan, kali ini saya akan melakukan segala cara agar tidak mengecewakan tuan, "
📞"Tapi tuan? apakah tuan yakin akan melakukan hal ini sekarang juga, bukankah nyonya sedang sakit? "ucapnya lagi.
📞" Kita harus melakukan hal ini dengan segera, aku tidak ingin dia kembali melarikan diri, masalah istriku kau tidak perlu memikirkan nya, sekarang kau harus fokus untuk menangkap wanita itu, "ucap Reyhan , pria itu langsung saja mematikan telepon nya ketika sudah mendengar jawaban dari seketarisnya .
Setelah percakapan itu selesai, Reyhan langsung saja kembali keruangan rawat istrinya pria itu harus berpamitan terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya, sekaligus menitipkan anak dan istrinya, dia tidak mungkin pergi tanpa mengabari kedua orang tuanya, Reyhan tidak ingin mengecewakan mamanya lagi.
Begitu masuk kedalam ruangan inap istrinya, Reyhan melihat hal yang membuatnya tersenyum tipis, pemandangan didepannya entah mengapa membuatnya ikut bahagia, istrinya sedang tertawa walaupun terlihat bahwa masih ada kesedihan didalam matanya, tapi setidaknya dia sudah mulai tertawa,Reyhan jadi tidak ingin menggangu mereka, tapi dia juga harus segera pergi, karena tidak mempunyai pilihan lagi, dia pun segera masuk kedalam.
" Hm, " Reyhan berdehem yang membuat orang yang berada di ruangan itu melihat kearahnya dan memberhentikan tawanya.
"Mengapa kalian melihat ku seperti itu? apakah aku sudah menggangu kalian? " tanya Reyhan yang merasakan aneh dengan tatapan yang diberikan mamanya, dia tidak mengerti.
__ADS_1
"Mengapa kamu datang, menggangu saja, " ucap rena, tadinya dia sudah sangat bahagia melihat menantunya itu akhirnya tertawa akibat perbuatan dari cucunya, tapi anaknya sendiri malah mengacaukan nya.
"Ma, sudahlah jangan seperti itu padanya, ada apa rey?apakah ada sesuatu yang penting? " ucap alfian yang melihat kearah anaknya itu.
"Begini pa, ma, aku ingin menyelesaikan sesuatu yang penting diluar, jadi aku menitipkan keyla begitu juga dengan al, jika semua sudah selesai aku akan secepatnya pulang, " ucap reyhan langsung saja mengutarakan apa yang ingin dikatakan olehnya.
"Pasti tentang pekerjaan, apakah itu lebih penting dari istri dan anakmu rey? apakah tidak bisa ditunda terlebih dahulu? " ucap rena yang merasa kesal mendengar perkataan dari anaknya itu yang masih menyempatkan mengerjakan pekerjaan diwaktu istrinya tengah dirawat seperti ini
"Ma, sudahlah, jika ini tidak penting Reyhan juga tidak akan pergi meninggalkan anak dan istri nya ma,ini pasti sesuatu yang memang benar-benar penting, " ucap alfian yang mengerti bahwa anaknya pasti sudah mengetahui tempat wanita itu yang sudah melukai istrinya itu.
"Papa terus saja membela anak itu, sudahlah terserah apa yang ingin kamu lakukan, mama pasti bisa menjaga menantu mama dan cucu mama ini, " ucapnya
"Pergilah rey, aku sudah merasa baikan, tidak perlu mencemaskan ku, urus saja pekerjaanmu,aku tidak masalah akan hal itu, " ucap jessi angkat bicara.
"Baiklah jika begitu, aku akan segera kembali, setelah semuanya selesai aku berjanji, " ucapnya mendekatkan dirinya pada jessi dan juga al, sebelum pergi dia menyempatkan dirinya mencium kening jessi begitu juga dengan anaknya al.
"Hati-hati ya rey, jika kamu butuh bantuan segera hubungi papa, anak buah papa akan segera datang membantumu," ucap alfian kedapa anaknya yang yang hanya dibalas angukan dari pria itu.
Setelah kepergian dari pria itu, jessi berfikiran akan kemana perginya Reyhan, karena jika dilihat wajahnya terlihat seperti sedang manahan amarah, walaupun pria itu tetap memasang wajah datarnya, setelah tinggal dengan nya jessi bisa mengetahui bahwa Reyhan paling baik dalam menyembunyikan apapun itu, dia akan terlihat biasa seperti biasa dengan wajah datarnya.
"Pa, apakah papa tau akan kemana reyhan? mengapa papa mengatakan seperti itu? apakah ada sesuatu?" tanya rena penuh selidik kepada suaminya.
"Seperti nya, tapi ini masih dugaanku saja, Reyhan bahkan tidak memberitahu kan apapun padaku, " ucap alfian, pria itu memang tidak mengetahui apapun dia hanya menduga saja, dan soal perkataan nya itu pun, alfian mengatakannya karena merasa anaknya itu akan dalam masalah.
"Apa papa menduga bahwa Reyhan sudah menemukan keberadaan dari wanita itu pa? " ucap jessi yang berbicara bukan rena.
"Apakah yang dikatakan oleh menantu kita itu benar? " tanya rena lagi.
Alfian hanya mengangukan kepalanya mendengar perkataan kedua wanita itu, karena seperti nya percuma juga dia menutupinya, mereka berdua pasti akan mengetahui hal itu juga.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah kepergian Raka kerumah sakit, elin langsung saja melakukan perkerjaan rumahnya, hari ini wanita itu berencana ingin mendatangi makam sahabat nya, rasanya ia sudah sangat merindukannya, dari pada di apartemen dia sendirian, lebih baik ia keluar saja untuk merilekskan pemikiran nya.
Setelah semua pekerjaan nya selesai wanita itu langsung saja membersihkan dirinya , hanya membutuhkan beberapa menit saja elin sudah siap untuk pergi, wanita itu memang tidak menyukai berpenampilan mencolok, apalgi jika hanya untuk keluar rumah saja, bahkan untuk berpergian dengan Raka saja wanita itu hanya memakai liptint agar bibir nya tidak pucat, dan juga bedak yang tidak terlalu tebal saja, elin memang tidak menyukai terlalu berlebihan berdandan.
Saat sudah didalam taksi, ponsel wanita itu berdering, yang ternyata ada pangilan masuk dari suaminya Raka, sebenarnya elin lupa mengabari wanita itu jika ia akan pergi keluar, sekarang pasti pria itu akan banyak bertanya padanya.
Elin berfikir seperti nya tidak usah mengabari Raka jika ia keluar, karena wanita itu memang hanya akan pergi sebentar saja, nanti pasti tidak akan diketahui oleh pria itu, karena dia juga akan pulang sebelum pria itu pulang dari rumah sakit, jadi elin tidak mengangkat telepon nya dan hanya mengirimkan pesan saja, dia malas untuk mendengarkan ocehan pria itu.
"Nona, kita sudah sampai, " ucap supir taksi.
"O, iya Pak, maaf aku tidak menyadari nya, aku akan keluar membeli bunga, bapak menunggu sebentar disini tidak masalah bukan? " ucap elin, tadi memang wanita itu mengatakan kepada supir taksi itu bahwa ia akan mampir untuk membeli bunga kesukaan sahabat nya itu terlebih dahulu seblum pergi ke tpu.
"Tidak masalah nona, saya akan menunggu, " ucapnya yang dianguki oleh elin, perempuan itu pun langsung saja keluar dari mobil memasuki toko bunga.
Ketika hendak membuka pintu, pintu itu sudah lebih dahulu dibuka oleh seseorang yang sangat disayangkan wanita itu harus bertemu dengannya sekarang, "Hay,kita bertemu lagi disini, seperti nya kita berjodoh, " ucapnya melambaikan tanganya dengan cengiran nya.
__ADS_1
Bersambung......