
Setelah beberapa hari kejadian itu terjadi, jessi melakukan hari-harinya kembali dengan tenang, tidak ada ganguan apapun, oma nita dan cantika, tampak tidak membuat masalah, tidak tau jika kedepannya bagaimana, saat ini semua orang sedang berkumpul diruang keluarga, oma nita ingin menyampaikan sesuatu katanya.
"Aku ingin mengatakan, bahwa aku akan pergi kembali kerumahku, yang berada di Amerika, aku merasa sudah cukup disini, hari ini juga akan kembali, " ucap oma nita memulai pembicaraan nya, wanita itu dapat melihat semua diam saja tanpa merespon ucapanya.
"Kenapa mendadak oma, apakah oma ada masalah, atau kurang nyaman berada disini, " ucap jessi
"Tidak mendadak, aku sudah membicarakan ini dengan reyhan, dia yang menyiapkan semua keperluan ku, aku tinggal berangkat saja hari ini, satu jam lagi aku akan berangkat, " ucap oma nita, wanita itu sebenarnya menginginkan anaknya alfian menghentikan nya, tapi sepertinya pria itu terlalu kecewa kepadanya, sampai ia diam saja.
"Baiklah jika itu keputusan mama, Hati-hati dijalan, kabari apapun yang mama butuhkan, aku tidak bisa mengantar mama, " ucap alfian, sebenarnya ia ingin mengantarkan mama nya itu, tapi pria itu memang memiliki urusan mendadak.
"Apakah kau sudah tidak meyayangi wanita tua ini, kau masih marah padaku?, pekerjaan mu lebih penting dari pada ibumu sendiri, " ucap oma nita sambil melihat alfian dengan tatapan sendunya, wanita itu merasa kedekatan nya dengan anaknya itu tidak seperti dulu lagi, seperti ada tembok yang sengaja dibangun anaknya itu.
"Tidak, aku tidak mungkin marah , mama penting menurutku, tapi aku memang tidak bisa mengantar, " ucap alfian
"Tidak papa oma, reyhan yang akan mengantar oma, tidak papa kan? " ucap reyhan
"Baiklah ayo kita pergi, " ucap oma nita, barang-barang nya dengan cantika sudah disiapkan sebelumnya mereka tinggal pergi saja.
"Aku pergi dulu, maaf jika selama aku disini aku banyak membuat masalah, " ucap oma nita
" Tidak ma, kami semua sudah memaafkan mama, jika ingin berkunjung datanglah, kami membuka pintu lebar untuk menerima kunjungan mama, baik-baik disana jaga kesehatan mama, "ucap mama rena sambil memeluk mama mertuanya itu, wanita tau, sebenarnya oma nita tidak lah jahat, tapi karena seseorang mempengaruhi dirinya, dia menjadi wanita yang gampang terhasut,sehingga gelap mata.
Alfian melakukan hal sama ia memeluk mamanya, dan menyalim nya, kemudian mereka mengantar sampai pintu , saat mobil itu berlalu alfian pun pergi juga dengan mobilnya yang lain, " ma, papa berangkat dulu, "ucap alfian mengecup kening istrinya, dan mama rena balik menyalim punggung tangan suaminya.
Jessi pun memutuskan pergi kerumah sakit, wanita itu sudah menitipkan anaknya kepada mertuanya itu, ia berniat ingin mencari tahu tentang sahabatnya elin juga, sebelum itu dia memutuskan kerumah sakit untuk melihat keadaan ayahnya, setelah kejadian yang menimpanya, ia melupakan kondisi ayahnya itu.
__ADS_1
Sesampainya dirumah sakit, jessi memutuskan mencari tubuhnya terlebih dahulu, sebelum menemui ayahnya, wanita itu berjalan ke administrasi, " Permisi, mbak saya bisa menanyakan pasien atas nama jessi putri? "ucap jessi .
" Maaf mbak, atas nama yang diucapkan oleh mbak tadi sudah meninggal dunia, sebulan yang lalu, "
Jessi seketika terkejut, bagaimana mungkin, apakah kecelakaan itu separah itu, dan apakah ia juga akan selamanya berada di tubuh wanita ini, "mbak boleh saya tau siapa yang menguris biaya rumah sakit, beserta pemakaman dari wanita itu, " ucap jessi lagi.
" Sahabatnya yang bernama elin mbak, setau saya hanya wanita itu yang berada disini menjaga wanita itu, tidak ada keluarga yang lain, bahkan yang menjenguk pun tidak ada, "
"Apakah mbak tau dimana letak pemakamannya? " tanya jessi
"Tunggu sebentar mbak, ini alamat tempat pemakaman yang mbak minta, " ucap nya sambil menyerahkan secarik kertas alamat pemakaman umum yang tidak jauh dari rumah sakit ini.
"Kalau begitu Terima kasih mbak, atas informasinya, saya permisi" ujar jessi berlalu dan pergi dari situ, wanita itu masih belum menyangka dengan kenyataan yang barusan didengarnya, saat terus melangkah tanpa arah, jessi sampai ditaman rumah sakit, wanita itu duduk di bangku taman, dengan fikiran yang berkecamuk, saat dia sibuk dengan pemikirannya, dia melihat suster sedang berjalan dengan membicarakan tentang ayahnya, dia pun mendekati mereka, untuk menemukan informasi yang jelas.
"Maaf , suster saya tadi tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian, apakah kalian membicarakan tentang bapak Reno yang berada di ruangan 12 " ucap jessi menanyakan kepada kedua suster itu.
Jessi yang mendengar pengakuan dari suster itu sebenarnya tidak terkejut, tapi dia hanya tidak menyangka bahwa ibu tirinya itu akan berperilaku seburuk itu, dia sama sekali tidak mempedulikan ayahnya itu, padahal ayahnya telah banyak berkorban demi wanita itu.
"Mbak saya yang akan membayar semua biayanya,dimana dokter yng sedang menangani nya mbk? " tanya jessi
"Kebetulan dokter sedang berada di ruangan rawat pasien mbak, pergilah kesana, dan beritahu dokter, bahwa anda lah yang akan mengurus semua biayanya, " ucap suster.
"Baikkanlah kalau begitu, Terima kasih atas informasinya, " ucap jessi berjalan tergesa gesa untuk segera sampai di ruangan ayahnya itu, sebelum dokter melepas semua alat perawatan yang dipakai oleh ayahnya.
Saat sampai di ruangan ayahnya, ia membuka pintu dengan membanting nya, hingga terdengar suara nyaring, semua orang yang melihat kedatangannya terkejut, jessi bersyukur ternyata dia belum terlambat.
__ADS_1
"Dokter, jangan lepaskan alat bantu yang ada ditubuh ayah saya, tetap jalani perawatan nya sampai sembuh, saya yang akan membayar biayanya, sampai sembuh, " ucap jessi
"Sebelumnya saya ingin bertanya, apakah anda itu keluarga dari pasien? " tanya dokter.
"Saya adalah anaknya dok, jadi mulai sekarang saya yang akan menanggung semua biaya nya, selama menjalani perawatan, " ucap jessi.
"Baiklah, suster pasang kembali yang sudah sempat terlepas, nona sebaiknya anda mengurus semua biaya ditempat administrasi, " ujar dokter itu pergi dari ruangan itu diikuti suster .
Saat ini hanya jessi yang berada diruangan itu, bersama dengan ayahnya, wanita itu duduk disamping brankar ayahnya, Dia melihat wajah ayahnya itu, ia mengengam tangan ayahnya, wanita itu cukup prihatin melihatnya.
*****
Sementara reyhan masih berada di bandara, pria itu baru saja mengantarkan oma nita, saat ingin pergi dari tempat itu, seorang wanita tidak sengaja menabraknya.
"Maaf aku tidak sengaja" ujar wanita itu, setelah membereskan barang-barang nya, ia pun mendongka kan kepalanya melihat kearah reyhan, yang membuat tubuh pria itu seketika terkejut.
__ADS_1
Bersambung......