Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 11 kekhawatiran


__ADS_3

Mama rena bersama dengan yang lain,mereka telah tiba di bandara, tetapi mereka tidak menemukan anak dan menantunya, mama rena pulang bersama dengan ibu mertuanya, omanya Reyhan, juga mereka membawa seorang wanita yang katanya akan menjaga mamanya itu.


Oma nita memang kurang menyukai keyla, ia akan selalu mencari kesalahan dari menantunya itu, entah apa yang membuat mama mertuanya itu membenci keyla, ia juga membawa wanita yang bernama cantika , ini pasti ada maksud lain yang direncanakan ibu mertuanya itu.


Tadinya mereka memang mengurus pekerjaan, tetapi mereka singgah menjenguk ibu mertuanya itu, yang berakhir ia ingin ikut dengan mereka, dan tinggal beberapa hari dengan mereka.


"Dimana cucu ku Reyhan, bukankah kau sudah menyuruhnya menjemput? kenapa ia tidak ada" Tanya oma nita sambil memperhatikan sekitarnya tidak menemukan cucunya itu.


"Aku mendapatkan kabar dari orang kepercayaan ku, bahwa sebelum mereka kesini tadi mereka diserang oleh musuh, karena Reyhan yang tidak membawa boyband untuk mengawalnya, jadi sekarang mereka bersembunyi di hutan, " Ucap alfian mencoba menjelaskan kepada ibunya itu


mama rena yang mendengar itu kawatir, ia tidak bisa tenang memikirkan anak dan menantunya itu.


"Pa, apakah Rey dan keyla baik-baik saja, bagaimana keadaan mereka pa, " tanya mama rena dengan nada yang sangat cemas.


"Tenanglah ma, papa sudah menemukan mobil mereka, mereka melalui jalan pintas, jadi disana sepi jadi kemukinan tidak akan ada yang menolong mereka, jadi mereka bersembunyi di hutan, orang kepercayaan papa hanya menemukan mobilnya saja, " Ucap alfian mencoba menenangkan istrinya itu.


"Pasti karena wanita itu ikut, sudah kubilang rena biarkan Reyhan saja yang menjemput, ngapain perempuan itu harus ikut juga, " ucap oma nita yang menunjukan rasa ketidaksukaan nya disetiap kalimat yang diucapkan nya.


"Sudahlah ma, sebaiknya kita pulang saja, aku sudah menyuruh supir menjemput kita, dan ia sudah sampai, ayo kita pulang, al pasti menunggu, " ucap alfian menengahi atau yang ada ibunya itu akan terus memojokan keyla.


"Sudahlah ayo, ngak ada gunanya bicara , kalian kan sangat menyayangi menantu kalian itu, " ucap oma nita berjalan menggandeng lengan cantika dan berlalu pergi ke mobil.


"Pa, apakah Rey dan key akan baik -baik saja, " tanya mama rena memastikan lagi.


"Tenanglah ma, aku sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari mereka, jadi tidak perlu kwatir, mereka pasti baik-baik saja, " ucap alfian meyakinkan.


Mereka pun menyusul memasuki mobil, alfian bersama supir membawa barang mereka kebelakang, sedangkan mama rena memasuki mobil.


*****


Deg


Jessi binggung harus mengatakan apa kepada Reyhan, apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya, tapi apakah pria ini akan mempercayainya, atau malah akan mengira ia berbohong.


Ditengah jessi yang binggung memikirkan jawabanya, mereka terkejut dengan langkah yang terdengar mendekat, apakah orang-orang tdi mau kesini pikir mereka.


"Rey, apakah orang itu masih mengejar kita, bagaimana ini" ucap jessi yang kembali dilanda kepanikan.

__ADS_1


"Aku tidak tau, yang pasti langkah itu semakin mendekat" jawab Reyhan yang bisa mendengar langkah semakin mendekat ke gubuk tempat mereka ini.


"Bos, apakah kau yakin mereka berada disekitar sini, " ujar salah satu dari mereka bertanya kepada pemimpin mereka.


"Aku yakin mereka berada disini, bukankah tadi mereka memasuki daerah hutan ini" jawab pemimpin mereka.


"Baiklah terus cari mereka, kita harus menghabisi laki-laki itu, dan menculik istrinya, itu perintah dari tuan, " kata pemimpin mereka itu.


Saat seseorang melihat gubuk itu, ia berteriak dan mengatakan kepada temanya yang lain, mereka yakin orang yang mereka cari ada didalam gubuk ini.


Reyhan dan jessi sudah keluar dari gubuk itu, setelah mendengar langkah semakin mendekat, Reyhan yakin mereka itu adalah orang yang sama yang menbgincar mereka, sebelum orang itu melihat gubuk Rey sudah membawa istrinya itu pergi dari situ, mereka terus berlari sampai akhirnya jessi merasa kelelahan dan berhenti.


"Mau sampai kapan kita akan berlari aku sangat lelah, kurasa mereka sudah tidak mengejar", ujar keyla melihat mereka sepertinya sudah sangat jauh dari gubuk itu.


" Baiklah kita istirahat disini saja, hari sudah hampir gelap, aku akan mencari kayu bakar, untuk memasang api, "ucap Reyhan yang hendak pergi.


" Jangan Lama-lama, dan kalau bisa bawalah beberapa buah yang kau temukan disini, aku sangat lapar"ucap jessi dengan nada memelasnya.


Reyhan tidak menjawab, ia pergi begitu saja, jessi yang melihat itu mendengus, ia heran kok bisa keyla tahan menghadapi sifat pria itu yang menurutnya sangat arogan.


Setelah merasa cukup dengan kayu bakar yang dikumpulkan Reyhan memutuskan untuk kembali, Reyhan menemukan pohon ubi dan memutuskan untuk mengambilnya saja, untuk dibakar, dan mengajalperut mereka.


"Rey, mama dan yang lain pasti khawatir dengan kita, apalagi al kita sudah berjanji akan cepat bukan, " ucap jessi yang baru mengingat ibu mertuanya itu


"Mereka pasti sudah tau, mobil itu pasti sudah ditemukan papa, mereka pasti menyuruh orang untuk mencari kita, " ucap Reyhan


Reyhan sudah yakin pasti ayahnya akan segera menemukan mereka, karena jam yang digunakan olehnya ini sudah dipasang alat pelacak, tapi ia merasa aneh, kenapa ayahnya itu lama sekali menemukan keberadaan mereka, apakah hutan ini tidak memiliki sinyal fikirnya.


"Rey itu lengan mu kenapa luka, sudah kering juga apakah tadi terkena saat kau berkelahi," tanya jessi penasaran melihat luka goresan yang berada dilengan Reyhan yang cukup besar


"Tadi terkena salah satu dari mereka, tapi ini hanya luka kecil, jadi kau tidak perlu kwatir, " ucap Reyhan sembari mengeluarkan ubi yang telah matang dari api.


"siapa juga yang mengkhawatirkan mu, aku hanya bertanya saja tadi, " jawab jessi


"Kau kenapa semakin lama kulihat, kau semakin berubah, apa ini salah satu rencanamu iya, " tanya Rey dengan penuh selidik menatap jessi.


"Apakah kau percaya dengan transmigrasi, yang raganya bisa berpindah ketubuh orang lain, " Ucap jessi menanyakan itu terlebih dahulu kepada Reyhan.

__ADS_1


"Aku tidak percaya, mana mungkin ada orang yang seperti itu, apakah kau mau bilang kau mengalaminya, " ujar Reyhan, jessi yang melihatnya penuh dengan kebingungan.


"Huft, aku tau kau pasti tidak akan percaya, tapi itulah kenyataan nya, ragaku masuk kedalam tubuh istrimu, saat aku mengalami kecelakaan waktu itu, " ujar jessi memperhatikan wajah Reyhan


Reyhan yang mendengar itu tertawa, apa-apaan wanita ini, ia mengarang cerita agar aku bisa mempeecayainya, apakah ia memiliki rencana.


"Kau ada -ada saja, jaman sekarang mana ada yang namanya seperti itu, kau sangat pandai mengarang cerita ternyata, untuk apa kau melakukannya, apakah kau ingin merencanakan sesuatu, " ucap Reyhan lagi


"Terserah kau mau percaya atau tidak, tapi yang pasti aku bukan keyla, namaku jessi putri salim, ragaku yang berada ditubuh istrimu keyla ini, " ujar jessi sambil memakan ubinya yang sudah dingin.


****


Sementara raka terus memperhatikan elin yang duduk disampingnya itu, elin yang diperhatikan seperti itu pun menjadi salah tingkah.



"Raka, kenapa kau memperhatikan ku seperti itu, apakah ada yang salah denganku? " tanya elin memastikan



"Tidak, kau terlihat sangat cantik jika sedang tersenyum, " jawab raka yang membuat pipi elin merona



"apakah kamu mengatakan seperti ini kepada semua wanita, " tanya elin yang



"Tidak, bahkan aku tidak pernah berdekatan dengan wanita, yang kuajak kesini saja baru kamu, tidak pernah ada yang lain" ucap raka



"Aku tidak tau mengapa, rasanya berbeda saat melihatmu, kau tidak seperti wanita yang diluar sana, " jawab raka lagi



"Bisakah kamu tidak memperhatikan ku seperti itu, " ujar elin lagi.

__ADS_1



Bersambung......


__ADS_2