
"Diamlah bi, apa yang kau kerjakan selama ini ha? mengapa bisa ada air disini? kau memang bekerja tidak becus"Ucap raina,yang meluapkan amarahnya, tanpa melihat orang yang berada disekitarnya, raina sudah tidak bisa lagi menyembunyikan sifat aslinya, seperti yang dilakukannya selama ini, sedangkan mama rena melihatnya terkejut, wanita itu tidak mengira raina akan berkata seperti itu kepada kepala pelayan.
" Mengapa kamu mengatakan seperti itu nak? kenapa jadi menyalahkan pelayan? "ucap rena, yang mencoba mencari tahu apa maksud wanita itu mengatakan hal seperti itu.
" Tante, apa yang kukatakan benar, mengapa tante memperkerjakan para pelayan yang tidak berguna seperti ini, dia juga sudah meracuni al, mengapa tante tidak memecatnya saja, "ucapnya mengebu-gebu tanpa memikirkan apa yang telah diucapkanya membuat orang yang berada disitu terkejut.
Jessi keluar dari kamar karena mendengar suara berisik dari luar, sambil mengeringkan kepalanya dengan handuk. " Apa yang kau katakan? "tanya Reyhan.
" Apa yang kukatakan? kamu masih bertanya, aku seperti ini karena ulah semua pekerja yang berada disini, tidak becus dalam melakukan tugasnya, "ucapnya, tapi setelah mengucapkan hal itu, dia langsung menutup mulutnya, dan mendongak keatas melihat semua pasang mata yang melihatnya dengan ekspresi yang berbeda-beda, dia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa mengontrol emosinya, sehingga keceplosan berkata kasar seperti ini.
"maaf kan aku, aku tadi hanya sedang emosi, aku tidak bermaksud berkata seperti itu, " ucap raina mulai berusaha berdiri, walaupun masih sedikit sakit, wanita itu memang sendari tadi masih belum berdiri dia masih terduduk.
"Aku hanya ingin bertanya padamu, darimana kau mengetahui semua yang kau katakan tadi? " ucap Reyhan
"Hm,apa, memang nya apa yang aku katakan? "ucap raiana yang sudah berdiri dengan baik, dan mulai merasa kwatir sekarang.
" Raina, dari mana kau mengetahui tentang racun itu, kau bukankah tidak berada disitu, dan hanya kami yang mengetahui nya, jadi mengapa kau tahu? "ucap jessi, yang memang mendengar tadi, dia ingin semua orang tahu bahwa wanita ini tidak seperti yang difikirkan semua orang.
" A-ku, aku mengetahuinya, karena kemarin tidak sengaja mendengarnya dari para pelayan saat mereka sedang membicarakanya, "ucap nya
__ADS_1
gugup menjawab pertanyaan dari jessi, karena ulahnya sendiri dia sekarang jadi dicurigai oleh semua orang.
" Sudahlah, sekarang kamu obati lukamu itu, dan tante tidak suka dengan perkataanmu itu yang berkata kasar kepada pelayan, bagaimanapun mereka sudah beekeja dengan keras selama ini, mereka sudah mengabdi pada keluarga ini selama bertahun-tahun, jadi jangan pernah mengatakan hal itu apalagi kepada kepala pelayan, dia sudah tua, tidak sepantasnya mendapatkan perkataan kasar seperti itu, "ucap mama rena, membuat raina menundukan kepalanya mendengar semua perkataan dari rena .
" Maaf ma, aku hanya emosi tadi, "ucapnya tapi sama sekali tidak ada penyesalan di wajahnya, saat mengatakan hal itu, malah dia menatap kepala pelayan dengan tatapan benci, dan jessi sendari tadi memperhatikan hal itu, bagaimana wanita itu sebenarnya tidak menyukai perkataan yang diucapkan oleh mertuanya itu.
Rena pergi dari situ, diikuti oleh raina kembali ke kamar yang, dan jessi juga Reyhan masuk kembali kekamar, sedangkan kepala pelayan membersihkan air yang berada di depan pintu.
"Hatcim, " bersin jessi sambil mengosok hidungnya yang gatal, "itulah sudah kukatakan tadi kau seharusnya tidak bermain hujan tadi, kau itu gampang sakit jika terkena hujan, " ucap Reyhan mengomel, menarik jessi kesofa dan mendudukannya,mengambil obat dan minum dinakas, kemudian menyodorkan nya pada jessi, yang diterima oleh jessi, "Mengapa kamu akhir-akhir ini sering sekali mengomel kepada, kamu sepertinya banyak berubah, " ucap jessi langsung meneguk minumannya samarinda habis.
"Mengapa al belum bangun juga? " ucap jessi merasa heran, tidak biasanya anak itu terlambat bangun, padahal semalam anak itu cepat sekali tidurnya. "Aku juga tidak tahu," jawab Reyhan.
"Tidak, mungkin dia kecapekan saja, nanti saja, " ucap Reyhan.
"Mana bisa seperti itu, al sama sekali belum makan dari semalam , bagaimana jika dia sakit,aku akan membangunkannya saja, aku tidak mau al sampai sakit, karena tidak makan dengan teratur, " ucap jessi beranjak dari situ mulai menaiki ranjang, "al bangun al, ucapnya menepuk pelan pipi al, tapi anak itu sama sekali tidak merespon, ataupun merasa terganggu dengan apa yang sudah dilakukannya, seketika jessi panik dibuatnya.
" Reyhan, al sama sekali tidak merespon, apa yang terjadi denganya, coba kamu periksa, "ucap jessi sambil matanya sudah berkaca-kaca, terlihat wanita itu sebentar lagi akan mengeluarkan air matanya.
" Biar aku coba bangunkan, "ucap Reyhan mendekati ranjang sisi sebelah jessi, dan mulai membangun kan anak itu, tapi sama dengan jessi al juga tidak menunjukan tanda akan bangun, saat Reyhan mencoba membangunkannya, pria itu jadi panik" Apa yang terjadi, mengapa al seperti ini rey, "ucap jessi .
__ADS_1
" Ayo bersiap, kita akan membawa al kerumah sakit, "ucap al mengendong anaknya itu,setelah semua siap mereka berdua, dengan al digendongan Reyhan terburu-buru turun, saat melewati meja makan, papa alfian dan mama rena, melihat heran dengan kedua pasutri itu"Apa yang terjadi? mengapa kalian seperti panik gitu? " tanya rena meningalkan makanannya dan menghampiri anaknya itu.
"ini ma, al, dia tidak mau bangun, padahal tadi kami sudah berusaha membangunkannya, tapi dia sama sekali tidak merespon, kami akan membawanya ke rumah sakit, " ucap jessi
"Kami pamit dulu ma, pa, " ucap Reyhan pergi duluan, "key, nanti kalau kalian sudah sampai kabari kami, kirim lokasi rumah sakitnya, kami akan menyusul, "ucap rena, terlihat dari raut wajahnya wanita itu terlihat sangat kwatir.
" Baiklah ma, nanti akan aku kabari, kami pergi dulu, "ucapnya pergi menyusul Reyhan yang sudah pergi duluan.
******
" Apa yang terjadi sebenarnya?mengapa kita tidak jadi kerumah sakit? mengapa jadi kerumah mama amel? tanya elin
pagi tadi ketika elin bangun tidur, Raka suami nya itu mengatakan bahwa dia akan ikut kerumah sakit, menemani pria itu bekerja, supaya elin tidak bosan, padahal wanita itu sudah menolak, tapi pria itu sama sekali tidak mendengarkan penolakan yang dilakukannya, ditengah perjalanan tadi, ada yang menelfon Raka, setelah itu pria itu jadi berubah, lebih banyak diam, yang sendari tadi paling tidak bisa jika tidak berbicara kepadanya, sekarang terlihat dingin dan datar, jadi elin tidak berani menanyakan apapun.
"Kita akan kerumah mama dulu, " jawabnya seadanya.
"Bisa kah kau mengatakan, apa yang sebenarnya terjadi, aku ingin tahu, " ucap elin.
"Nanti kau akan tahu sendiri, jadi sekarang kau hanya perlu duduk saja, aku tidak ingin melampiasakan kemarahku padamu, jadi ada baiknya kau diam saja, " ucap Raka dengan penuh ketegasan, elin sempat sedikit tidak percaya bahwa pria itu mengatakan hal seperti itu, dia selalu bicara lembut pada elin, sekarang dia berubah, sebenarnya apa yang sedang terjadi, fikirnya.
__ADS_1
Bersambung.......