Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 8 insiden


__ADS_3

jessi heran melihat penampilan Reyhan, ia keluar dari pesta dengan pakaian yang berantakan, padahal tadi pakaian yang ia gunakan tidak seperti itu.


"Ayo pulang, " ujar Reyhan yang pergi mendahului jessi sambil mengendong al yang ketiduran.


Sesampainya dimobil jessi melihat gelagat aneh dari Reyhan, ia seperti terlihat gelisah, tetapi dia tetap melajukan mobil dengan kecepatan sedang,ditengah perjalanan pun jessi masih melihat Reyhan terlihat gelisah, ia seperti orang yang kepanasan, padahal ada mobil ada ac nya.


Jessi binggung apa sebenarnya yang terjadi didalam pesta, saat pria ini pamitan kepada tuan Wijaya, sampe Reyhan terlihat aneh seperti ini.


"Kau sebenarnya kenapa, berhentilah biar aku saja yang menyetir, seperti nya kamu tidak baik-baik saja, nanti takutnya kamu nabrak, " ujar jessi pada Reyhan yang sama sekali tidak direspon oleh pria itu, dia hanya melirik tanpa mau menjawab pertanyaan jessi.


"Kau, Terserah tapi tolong kau harus membawa mobil hati-hati ada al dibelakang, jangan sampai ia terbangun.


Semakin lama Reyhan semakin gelisah, Dan beberapa saat kemudian pun, mereka sampai dirumah, Reyhan langsung pergi begitu saja, masuk kedalam rumah dengan berlari, jessi pun mengedong al, ia membawa al masuk ke kamarnya, setelah memastikan anak itu tidur dengan nyaman, jessi pun kembali ke kamarnya, karena ia sangat lelah, ia ingin segera membaringkan tubuhnya.


Sesampainya jessi di kamar, ia tidak menemukan Reyhan dimanapun, bahkan di kamar mandi pun tidak ada, jessi tidak terlalu memperdulikan nya, ia pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah ia siap untuk membaringkan dirinya ditempat tidur, Reyhan datang, dengan penampilan yang sangat berantakan, kemeja yang kancingnya dibuka semua, rambut acak-acakan, bahkan ia terlihat seperti orang yang kepanasan.


Jessi mencoba mengabaikan, dan membaringkan diri ditempat tidur, ia bisa mendengar Reyhan masuk kekamar mandi dan menutup pintu dengan kencang.


Saat jessi sudah hampir terlelap, Reyhan tiba-tiba membangunkannya, Reyhan hanya memakai handuk saja, d3ngan bertelanjang dada.


"Tolong bantu aku, " ujar Reyhan dengan mata yang sayu dan seperti orang yang terlihat menahan sesuatu, padahan ia baru mandi, seharusnya lebih baik, tetapi tidak ia malah kelihatan lebih buruk lagi, terus meracau.


"Kau, ada apa denganmu apakah ada yang salah, atau kau sedang mabuk , kenapa kau terlihat seperti orang aneh, " ujar jessi yang belum mengerti dengan keadaan Reyhan.


"Aku tidak punya waktu untuk menjelaskan, yang paling peting aku sudah tidak bisa menahanya." ucap Reyhan lagi


Jessi memperhatikan lagi gelagat dari Reyhan, ia teringat dulu pernah juga melihat keadaan yang seperti ini.

__ADS_1


"Apakah seseorang memberikan mu obat perangsang, makanya kau terlihat aneh seperti ini, ia apakah dugaan ku benar, bahwa kau tadi hanya membuat alasan saja untuk berpamitan, yang sebenarnya sebenarnya kau ingin menjumpai rival mu bukan, " ucap jessi lagi.


Karena sudah tidak bisa menahan lagi, Reyhan pun langsung saja memulai nya, ia harus segera menghilangkan pengaruh obat itu, atau ia bisa mati.


*****


Cahaya matahari masuk kedalam, celah-celah gorden, membuat jessi membuka matanya, tubuhnya sangat sakit semuanya, bahkan rasanya untuk bergerak saja sangat susah, Reyhan memang pri yang kurang waras pikirnya.


Jessi memasuki kamar mandi,dengan menutupi tubuhnya memakai selimut, dan berjalan tertatih-tatih kekamar mandi, ia merasakan sangat sakit diseluruh tubuhnya.


"Dasar pria kurang gila, bisa-bisanya ia melakukan nya seperti orang yang kesetanan. omel jessi sambil berjalan.


Sesampainya dikamar mandi ia berendam sembentar untuk merilekskan tubuhnya.


Setelah cukup untuk merendam ia memutuskan untuk segera mandi, karena ia merasa sangat lapar, jessi terlambat bangun, ia bangun kesiangan karena ulah Reyhan semalam.


" Tunggu, "ujar Reyhan mencengkal tangan jessi.


" Aku ingin berbicara sebentar, "ujar Reyhan kepada jessi


" Nanti saja, aku saat ini sangat lapar, biarkan aku makan terlebih dahulu, tapi jika kau ingin berbicara hal penting, silahkan bicara lah"ujar jessi kepada Reyhan


"Baiklah nanti saja, pergilah, "jawab Reyhan


Jessi melihat Reyhan dengan tatapan tajamnya" mengapa tadi kau mecengahku keluar, ih dasar pri gila, tidak waras kau mamang benar-benar suka sekali membutuhkan orang lain parah,buang-buang waktu saja"ujar jessi pergi dari kamar dengan membanting pintunya dengan keras.


*****

__ADS_1


Ditempat lain seorang gadis yang bernama elin, menatap nanar ruangan sahabat baiknya itu, ia begitu sedih melihat kondisi sahabatnya, semakin lama kondisinya semakin buruk saja, tadi pihak rumah sakit menelfon ya dan mengatakan kondisi sahabat nya itu, ia langsung pergi kerumah sakit, sekarang ia sedang menunggu didepan ruangan sahabatnya itu.


"Dok, bagaimana kondisi sahabat saya, dia baik-baik saja bukan," ucap elin melihat dokter keluar dari ruangan sahabatnya itu


Melihat raut muka wajah dari dokter, membuat elin merasa sangat cemas, Dokter menghela nafasnya dan mengelengkan kepalanya saja, membuat elin semakin berfikir buruk saja.


Elin menerobos masuk kedalam ruangan itu, dan melihat sahabat nya itu, tubuhnya sudah ditutup dengan kain semua, ia tidak percaya, elin membuka kain itu dan melihat sahabatnya, wajahnya sudah sangat pucat dan kaku, ia menangis histeris, elin memeluk sahabatnya dan masih tidak percaya, bahwa sahabat baiknya yang selama ini selalu menemaninya sudah tiada.


"Tidaaaak jessi kau tidak boleh meninggalkan ku, hiks hiks kau jahat sekali, bukannya kau berjanji tidak akan pernah meninggalkan ku, kenapa kau harus pergi secepat ini, " ucap elin sambil terisak


Suster memasuki ruangan itu, mereka melihat prihatin kepada elin.


"Nona sahabat anda harus segera dimakamkan, " ujar suster


"Apakah tidak ada keluarga dari nona jessi, keluarga nya harus tau dan mengurus surat-suratnya, "ujar dokter yang baru memasuki ruangan itu.


" Dia sudah tidak dianggap oleh keluarga nya, mereka tidak akan peduli, aku yang akan mengueus segalanya, sampai mengantar jessi ketempat terakhirnya, "ujar elin sambil terisak melihat tubuh sahabatnya itu


Sementara itu, di gedung kantor seorang pria paruh baya, yang bernama reno yang merupakan ayah dari jessi, pria itu melihat foto yang sedang dipengangnya, ia duduk berdiri di jendela sambil melihat keluar, reno merindukan putrinya itu, walaupun ia selama ini kelihatan tidak peduli, tapi sebenarnya ia sangat menyayangi putri satu-satunya itu.


Reno tidak tahu bagaimana kondisi putrinya itu, ia ingin mencarinya, tetapi sekarang ia masih belum bisa, reno tau bahwa selama ini istri yang dinikahinya ini, tidak menyanyangi putri dari almarhum jeslin itu, tapi ia tidak bisa berbuat banyak, karena ia tidak akan bisa seperti ini tanpa istri keduanya itu.


Kantor yang dijalankan nya ini, merupakan kantor milik ayah dari istrinya yang baru ini, dulu semua hartanya sudah habis untuk mengobati istri pertamanya, yang berakhir tidak terselamatkan, dari situ ia tidak menyukai anaknya itu, karena semenjak kehadiran putrinya jessi, istri pertama nya jeslin mulai sakit-sakitan , reno menganggap jessi pembawa sial, dari situ ia tidak begitu peduli tentang keadaan anak itu.


Sampai ia besar pun ia tidak pernah peduli, ia hanya menyayangi anak istri keduanya, dibandingkan putri kandungnya jessi, Sebenarnya ia ingin memperlakukan keduanya dengan adil, tetapi istrinya mengancam dirinya, sehingga ia tidak bisa berbuat apapun, reno memang merasa menjadi pria yang pengecut, dan tidak bertanggung jawab kepada putrinya itu, ia sekarang merindukan putrinya itu.


Reno hanya ingin memastikan kondisi putrinya, bagaimana ia diluar sana, ia sudah lama ingin mencari putrinya, tetapi istrinya selalu saja melarangnya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2