
"Ma, tadi aku bertemu dengan om baik, " Ucap al langsung membungkam mulutnya dengan tangan, dan melihat kearah belakang, al memang berada digendongan jessi, sedangkan raina mengekori dari belakang, wanita itu terkejut mendengar penuturan dari al, sebelum kembali kevila dia sudah mengatakan jangan memberitahukannya pada orang rumah, tapi anak itu malah menyatakannya.
"Om baik? siapa itu al? " tanya nya, tapi anak itu hanya menggelengkan kepalanya saja, dia tidak mau mengatakan apapun, "Bukan siapa-siapa tadi itu hanya kebetulan ada orang yang membantu kami, jadi al menyebut nya om baik, " ucap raina menjelaskannya.
"Apakah kalian tadi mendapatkan masalah, sehingga membutuhkan bantuan? " ucapnya lagi
"Tidak, hanya tadi dompet ku terjatuh, dan pria itu menolong, " ucapnya, wanita itu terlihat sangat gugup menjawabnya, aku tidak tahu siapa pria yang sebenarnya dikatakan oleh al, apakah itu orang yang sama yang pernah dia lihat waktu itu, atau memang seperti yang dikatakan oleh wanita itu.
"Yasudahlah, ayo al kita kamar, tapi al tidak boleh berisik ok, papa sedang sakit jadi al sama mama harus merawatnya, " ucap jessi naik tangga, sementara raina tetap berada dibawah, tidak ikut naik keatas, dia memasuki kamarnya, dan meruntuki anak itu.
"Anak itu seperti nya memiliki kecerdasan diatas rata-rata, aku tadi sudah mengancamnya, tapi dia sama sekali tidak mendengarku, " ucapnya menghancurkan barang-barang yang ada dimeja rias, hp nya seketika berdering, saat dia melihat siapa yang menelfon, amarahnya kembali kian membesar, tanpa babibu dia menjawab telepon nya"Mengapa kau menelfonku ha, apakah kau belum puas! "ucapnya dengan amarah yang mengebu-gebu.
" Apa yang kau katakan, mengapa kau langsung marah-marah seperti itu, "jawabnya.
" Kau tidak usah berpura-pura, aku sudah tau kau ada dibalik semua ini, kau adalah seorang penghianat, ternyata perkataan mu yang kau katakan padaku hanya omong kosong belaka, "ucap raina
" Apa yang sudah kukatakan padamu, hentikan semua niat jahatmu,kau tidak akan pernah berhasil, dan tidak ada gunanya kau melakuan semua ini, aku tidak pernah menghianatimu, kau saja yang sangat mengebu-gebu dengan obsesi mu yang akan membuatmu menyesal,aku sangat yakin kau akan menyesalinya dikemudian hari, jadi ada baliknya kau menghentikanya sekarang juga,"
"Hahah, apa kau katakan menyesal, itu tidak ada dalam kamus ku, dan aku tidak peduli dengan semua perkataanmu itu, terserah apapun yang akan kau lakukan, aku bisa melakukannya tanpa bentuanmu, " jawabnya tersenyum smirk, hanya dia dan Tuhan saja yang mengetahui apa yang ada diotak wanita itu, dan rencana apa yang akan dilakukannya, sedangkan sipenelfon yang tidak lain adalah bara sendiri hanya menghela nafas saja, melihat kelakuan dari raina, yang sangat keras kepala.
"Jangan melakukan hal yang akan kau sesali seumur hidupmu, mana raina yang dulu mengapa kau begitu jahat sekarang, apa kau tidak memikirkan kedua orang tuamu, mereka akan sedih melihat anaknya seperti ini, kau tidak ingat pesan dari ibumu, " ucap bara, dia sudah lelah menasehati wanita itu, tapi tidak pernah sekali pun didengarkan olehnya.
__ADS_1
"Aku tidak peduli apapun, sebaiknya kau tidak usah ikut campur tentang apapun, dan jangan pernah mengurusiku lagi, aku sudah tidak membutuhkan mu lagi, " ucapnya mematikan sambungan telepon nya sepihak, Dia fikir aku tidak bisa melakukan nya sendiri, kau sangat salah, aku akan melakukannya tanpa bisa kau cegah seperti sebelumnya.
******
"Bagaimana kondisi nya ma? " tanya jessi setelah masuk kedalam kamar, melihat mama mertuanya berada di samping Reyhan, sedangkan papa alfian duduk disofa dengan memainkan hpnya, "Masih belum sadar key, al kamu sudah kembali ," ucap rena melihat al berada digendongan menantunya itu, jessi pun menurunkan al ditempat tidur, anak itu langsung saja duduk didampingi ayahnya, "Ma, papa sakit apa? " tanyanya
"Papa hanya kecapean al, jadi al tidak boleh nakal, mbak dewi tidak ada disini, jadi untuk malam ini al tidur bersama oma saja ya nak, " jawab rena.
"Baiklah oma, al tidak akan nakal, al berdoa semoga papa cepat sembuh, agar bisa main bersama al, " ucapnya
Setelah beberapa lama berada dikamar itu, kedua mertuanya beserta al pun meninggalkan kamar itu, sekarang tinggal jessi bersama Reyhan yang belum sadarkan diri berada dikamar itu, "huf, entah kapan pria ini akan bangun, " ucapnya memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu.
" Apakah kau tidak mendengar perkataanku, mengapa kau hanya diam saja, apa racun itu membuat kau tidak bisa berbicara lagi? "ucap jessi kesal melihat pria itu yang hanya bungkam saja, tanpa berniat menjawab perkataan nya.
Karena aku yang masih tidak mendapat jawaban, aku pun hendak keluar dari kamar itu saja, meninggalkan pria itu, tapi tanganku langsung diangkat olehnya, sebelum aku turun dari tempat tidur" Kau ingin pergi kemana, temani aku, "ucap nya,
" Ternyata kamu tidak bisu, aku kira tadi kamu sudah tidak dapat berbicara, tadinya aku berniat untuk mencari ayah baru untuk al, "ucap ku membuat pria itu melotot kan matanya.
" Apa yang kau katakan, enak saja kau ingin mencarikan ayah al, aku, hanya aku ayah al tidak ada yang lain, jangan pernah kau berfikir seperti itu, "ucap Reyhan, aku tau pria itu pasti kesal saat aku mengatakan itu, salah sendiri membuat aku kesal tadi.
" Sudahlah, lepaskan, aku ingin pergi kebawah, aku ingin bermain sama al saja, dari pada disini bersama mu, membuatku kesal saja, "ucap jessi
__ADS_1
" Kau tidak bisa pergi dari sini, temani aku, sini berbaringlah, "ucapnya menepuk kasur yang berada disebelahnya.
" Tidak, aku tidak ingin tidur, sebaiknya kau istirahat saja, "tolak jessi, tapi pria itu tidak mau mendengarkan bantahan, ia pun menarik wanita itu sehingga berbaring tidur disampingnya, " Apa yang kamu lakukan, dasar pria pemaksa, "ucap jessi yang akhirnya pasrah saja, setelah dipeluk oleh pria itu,Reyhan memang akan berubah jika sedang sakit,pria itu akan menjadi manja, sekarang pria itu juga sudah memejamkan matanya kembali, sebenarnya perempuan itu tahu bahwa pria itu hanya
berpura-pura, tapi karena dia memang malas untuk berdebat, ia pun memejamkan matanya juga, istirahat dia begitu lelah juga, dan tidak lama dia pun memasuki alam mimpi nya.
*****
Sementara elin terbangun sudah berada didalam mobil, wanita itu binggung, melihat kesamping tidak ada orang, tapi tidak lama Raka masuk kedalam mobil" eh, kamu sudah bangun sayang? "ucapnya melihat elin sudah membuka matanya.
" Mengapa aku berada disini, bukankah tadi masih berada diruangannya? "ucapnya binggung
" Kamu tadi tidur begitu lelap sayang, aku tidak tega membangunkanmu, jadi aku mengendong mu kedalam mobil, "ucapnya dengan santai sementara elin terkejut, "Apa!! " ucapnya berteriak.
"Mengapa kau berteriak sayang, kupingku sakit tau, tidak perlu berteriak, " ucapnya mengelus kupingnya yang sudah memerah.
"Apa yang kamu lakukan, astaga, " ucapnya menutup mukanya dengan kedua tanganya, Raka pun menurunkan tanganya "Ada apa sebenarnya? " ucapnya binggung, mereka memang masih berada diparkir rumah sakit, Pria itu baru saja akan mengendarai mobilnya kembali keapartemen.
"Kamu masih bertanya, kamu tahu semua orang pasti melihat bagaimana tadi kamu mengendongku, dan aku sangat yakin, mereka pasti akan membicarakannya, mereka belum ada yang tahu bahwa kita sudah menikah, dan kamu malah mengendongku, " ucapnya menghela nafas, dia mencoba menahan emosinya.
Bersambung.....
__ADS_1