Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 79 Satu pemikiran


__ADS_3

"Aku fikir aku tidak perlu memgabari kamu, karena Aku merasa hanya akan keluar sebentar saja itu sebabnya Aku tidak mengabarimu terlebih dahulu, " ucap elin kepada Raka.


"Apa kau tidak melihat jika sekarang itu jam berapa? mengapa kamu bersikap seolah-olah mengabariku itu tidak penting sama sekali!!, " tekannya sekali lagi, tadi Raka memng pulang lebih cepat dari biasanya, karena memang pria itu sengaja agar dapat menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan istrinya itu, tapi sampainya di apartemen Raka malah tidak menemukan istrinya itu, bahkan seakan sengaja handphone wanita itu juga mati, sehingga ia merasa cemas, itu sebabnya saat melihat jika istrinya itu pergi berdua bersama temanya albi membuatnya tidak bisa menyembunyikan kemarahanya.


"Aku tadi memang ingin pulang cepat, tapi karena aku banyak sekali bercerita dimakam jessi, Aku menjadi lupa waktu, Aku juga tidak tahu bahwa kamu itu pulang lebih awal hari ini, "ucap elin, wanita itu tidak sebenarnya ingin meminta maaf, tapi karena perlakuan kasar pria itu yang menarik tanganya membuatnya malas untuk meminta maaf, karena merasa disini bukan sepenuhnya kesalahnya.


" Aku memng sengaja pulang lebih awal agar bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi denganmu, tapi Aku justru tidak menemukanmu di apartemen, bahkan saat Aku menelfon HP kamu tidak bisa untuk dihubungi," ucap Raka menatap tajam pada istrinya itu, sebenarnya dia tidak akan semarah ini jika saja istrinya itu meminta maaf padanya, tapi melihat kelakuan dari istrinya itu, seperti nya wanita itu tidak berniat meminta maaf padanya.


"Tadi sebenarnya saat perjalanan pulang Aku memang ingin mengabari kamu, tapi HP ku memang saat itu tiba-tiba saja mati, jadi aku tidak bisa untuk mengabarimu, dan karena aku mengira kamu belum pulang, jadi aku tidak terlalu mencemaskan hal itu, " ucap elin yang mengatakan Raka dengan tak kalah tajamnya, dia sama sekali tidak takut dengan pria itu, jika dia bisa marah maka elin bisa lebih marah lagi darinya.


"Kau disini yang bersalah, kalau mengapa kau malah terlihat seperti seseorang yang tidak merasa bersalah sama sekali? " ucap Raka yang bahkan sudah mengubah panggilanya menjadi kau.


"Aku memang bersalah, tapi aku tidak sepenuhnya bersalah disini, mengapa sikap mu menjadi berlebihan seperti ini hanya karena masalah sepele seperti ini? " ucap elin lagi.


"Masalah sepele kau bilang,terserah apa yang ingin kau katakan, Aku tidak mengerti dengan sikap mu yang kekanakan seperti ini, kau itu sudah memiliki suami, seharusnya kau harus menjaga sikap mu terhadap laki-laki lain, " ucap Raka langsung pergi dari apartemen itu dengan kembanting pintunya, rasanya dia ingin sekali melampiaskan kemarahan nya, tapi karena dia tidak ingin melakukan sesuatu diluar batas yang akan disesalinya dikemudian hari, Raka lebih memilih untuk pergi saja.


Elin yang melihat kepergian dari pria itu , tanpa disadari olehnya air matanya keluar sendirinya, dia tidak menyangka perlakuan pria yang notabe nya sebagai suaminya itu akan seperti itu kepadanya.wanita itu merasa kesalahan yang diperbuat olehnya tidak selatan itu sampai pria itu harus kasar seperti ini padanya.elin menghapus air matanya dengan kasar,dan masuk kedalam kamar lalu menguncinya, setelah itu menaiki ranjang dan mulai menagis terisak .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Seperti yang kamu katakan, Aku juga merasa ada hal yang janggal akan kematian dari wanita itu, " ucap Reyhan duduk disamping brankar dan memandang dalam wanita itu.


"Lalu bagaimana, apakah kamu memengaruhi melihat sendiri wajah dari wanita itu setelah terjatuh, Aku yakin disini telah terjadi konspirasi untuk mengelabui kita, " ucap jessi.



Entah mengapa aku sangat yakin jika tidak mungkin wanita itu mengorbankan dirinya sendiri, "Alu sangat yakin wanita itu bersama dengan rekan yang sedang merencanakan sesuatu, yang pasti ini adalah ancaman bagi kita, " ucap jessi lagi.




"Mendengar cerita dari kamu, berarti ada yang tidak beres disini,aku sangat yakin itu, " ucap jessi


__ADS_1


"Aku sendiri yang akan menyelidiki hal ini, karena sebelum wanita itu terjun tadi, dia mengatakan bahwa Aku harus berhati-hati pada orang yang kupercaya, karena diantara orang yang sudah kupercaya adalah orang yang membantu nya, " ucap Reyhan kembali mengingat perkataan dari wanita itu tadi.



"Apakah kau mencurigai seseorang? tapi menurut pendapat ku kamu jangan terlalu percaya dengan perkataan nya, karena bisa saja itu adalah salah satu trik untuk menjebakmu, tidak mempercayai orang mu sendiri agar kau menjadi lengah, karena terlalu sibuk mengurusi segalanya seorang diri, " ujar jessi yang tidak ingin Reyhan terlalu termakan dengan perkataan yang dikatakan oleh wanita ular seperti rania itu.



"Kamu tenang saja, Aku sudah memikirkan semuanya, Aku tidak akan percaya kepada perkataan dari wanita itu sebelum Aku menyelidiki nya dengan lanjut, karena bisa saja perkataan dari wanita itu adalah kebenarannya, " ucap Reyhan.



"sekarang kamu hanya perlu memikirkan tentang kesehatan dan kesembuhan mu, agar kau kembali cepat pulih, seperti nya akan lebih aman lagi jika kalian berada dirumah, tidak disini, "ucap Reyhan lagi.



Bersambung.....

__ADS_1



.


__ADS_2