Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 52


__ADS_3

"Ahkirnya kita kembali kerumah ini, mama sangat merindukan nya, " ucap rena setelah mereka sampai didepan pintu .



"Ia ma, sepertinya dimana pun kita berada tetap rumah lah tempat kita yang paling nyaman, " jawab jessi,



Sesuai dengan perkataan mereka, setelah Reyhan merasa lebih baik, akhirnya hari ini mereka kembali kerumah,sesampainya dirumah mereka disambut oleh beberapa pelayan"Selamat datang kembali nyonya dan tuan" ucap kepala pelayan



"Makasih bi, apakah keadaan rumah baik-baik saja setelah kami tingalkan? " tanya rena



"Semua baik-baik saja nyonya, " jawabnya



"Baiklah bi, tolong bantu angkatan barang-barang kami masuk kedalam, saya ingin istirahat, rasanya sangat lelah, " ucap rena masuk kedalam kamarnya bersama dengan alfian, sedangkan Reyhan pria itu sudah sejak tadi dipapah oleh seketarisnya memasuki kamar, pria itu menelfon seketarisnya untuk membawa pekerjaan kerumah, mama rena sempat memarahinya, karena walaupun sedang sakit dia tetap saja memikirkan perkerjaan, tapi pria itu sangat keras kepala, akhrinya dia tetap mengerjakan pekerjaannya walapun hanya dari rumah.



Sedangkan raina, wanita itu tadi begitu sampai dirumah, ia pergi lagi entah kemana, aku sendiri tidak tahu kemana dia pergi karena tadi dia tidak mengatakan apapun, aku bersama al masih berada di ruang tamu, anak itu sendari tadi, dari mereka meninggalkan vila sampai mereka sampai dirumah baru anak itu bangun dari tidurnya, anak itu bahkan hanya memakan sarapanya sedikit saja



"Ma, al lapar, " ucap anak itu



"Baiklah nak, kita akan makan, al ingin apa? " tanyanya



"Al ingin makan pizza, boleh? " ucapnya dengan menatap jessi dengan tatapan yang sangan mengemaskan, yang akan sulit jika untuk ditolak oleh wanita itu.



"Baiklah al, tapi jangan banyak-banyak ya kita akan berbagi, bagaimana? " tanyanya melakukan penawaran, karena tidak baik jika anak seusia al, mengkonsumsi makanan itu, tapi untuk sesekali tidak masalah.



"Hore, baiklah ma, al akan memakannya bersama-sama dengan mama, " ucap anak itu antusias setelah mendengar perkataan jessi.



"Kita tunggu dulu ya, mama akan memesannya terlebih dahulu, kita menunggunya di dapur saja bagaimana? " ucap nya

__ADS_1



" iya ma, ayo kita kedapur,"jawabnya.



Sesampainya di dapur jessi mendudukan al dimeja makan, "Al mama ingin membuatkanmu susu terlebih dahulu, jadi al disini dulu ya, " ucapku



Anak itu hanya mengangukan kepalanya saja, mengiyakan apa yang dikatakan oleh ku, setelah memastikan anak itu tidak masalah untuk ditinggal, aku pun pergi kedapur mulai membuatkan susu yang biasa diminum oleh al. "Nyonya ada yang bisa saya bantu? " ucap salah satu pelayanan yang berada disitu.



"Tidak bi, saya hanya ingin membuat susu al, "



"Baiklah nyonya, kalau anda butuh bantuan, panggil saja saya," ucapnya menunduk hormat.



" Oiya bi, nanti jika pesanan saya datang, tolong langsung disiapkan dan antar kemeja makan, "ucapku




Aku memegang segelas susu ditanganku, dan keluar dari dapur hendak berjalan kemeja makan, tapi belum sampai ketempat itu, tubuhku tidak sengaja didorong oleh seseorang yang mengakibatkan susu yang berada dipeganganku terjatuh dan berserakan dilantai, "Apa yang kamu lakukan, kenapa berlarian, susunya jadi tumpah , " ucapku melihat siapa yang bertubrukan dengan ku.



"Maaf, aku tidak sengaja, tadi aku buru-buru ingin masuk kedalam rumah, dan tidak melihat keberadaan mu, sekali lagi aku benar-benar minta maaf, " ucapnya melihat kebelakang dan seperti orang yang terlihat panik dan cemas, dia juga berkeringat, padahal hari terlihat tidak panas diluar.



"Sebenarnya ada apa, mengapa kau seperti orang yang panik begitu? " ucap jessi



"Tidak, aku tidak panik, sekali lagi aku minta maaf , aku akan masuk kekamarku, maaf kan aku kak key, " ucapnya berlalu pergi dari situ dengan setengah berlari memasuki kamarnya.



Sebenarnya apa yang terjadi dengan wanita itu, mengapa dia tiba-tiba seperti itu, bukankah tadi baik-baik saja, ada siapa diluar sana, benak jessi hendak membersihkan pecahan beling yang berserakan dilantai, "tidak perlu nyonya, biar kami saja yang membersihkanny, nanti akan melukai nyonya, ini susu baru untuk tuan kecil, " ucap nya sambil memberikan nampan tempat susu yang baru dibuatnya.



"Baiklah bersihkan sampai bersih, nanti takut nya akan terkena orang lain yang menginjaknya, jika masi ada tertinggal, " ucap jessi berjalan hati hati meninggalkn tempat itu.

__ADS_1



"Al, ini nak, maaf mama lama, " ucap jessi setelah duduk disamping tempat anaknya itu, al tidak rewel karena jessi tadi memberikannya mainannya, sehingga anak itu sibuk dengan mainannya itu.



"Kenapa rasanya berbeda ma? " tanya al setelah meminum sedikit susu, dia meletakannya kembali



"Apakah berbeda al, tadi kepala pelayan yang membuat nya, bukankah jika mbak mira tidak ada kepala pelayan yang akan membuatkan, lalu mengapa bisa berbeda, " ucap jessi mengambil gelas susu itu dan mulai meminum susunya, setelah meminumnya sedikit, dia juga bisa merasakan bahwa ini susunya rasanya berbeda, tidak seperti biasanya.



"Ia al, mengapa ini bisa berbeda rasanya?, apa kepala pelayan salah membuatkan susu, " ucapnya lagi, yang hanya dibalas gelengan kepala oleh anak itu.



"Sudah lah al, tidak usah diminum, mama akan mengambilkan pizza pesanan mama, seperti nya itu sudah datang, " ucapku setelah mendengar pintu diketuk.



Mendengar perkataan mamanya al langsung antusias kembali, jessi pun pegi kedepan untuk mengambil pesanannya, saat ia sudah membuka pintu, wanita itu terkejut karena ternyata bukan pengantar pizza yang datang, melainkan orang yang sangat tidak diharapkan kedatanganya, "Apakah aku bisa masuk, " ucap bara, ya yang datang adalah bara, musuh sekaligus mantan sahabat Reyhan, aku binggung, ngapain pria itu datang, sudah tau kalau kedatanganya tidak akan disukai Oleh semua orang.



"Kamu ngapain kesini, Reyhan akan marah melihatmu, sebaiknya pergi saja dari sini, jangan membuat keributan disini, kami baru saja pulang, dan semua orang masi lelah, " ucap jessi, tidak mau istirahat kedua mertuanya akan terganggu jika terjadi keributan.



"Aku kesini hanya ingin bertemu dengan Reyhan, ayolah mengapa kau berfikir aku akan membuat keributan, tidak sama sekali, jadi biarkan aku masuk terlebih dahulu, aku tidak akan mencari masalah denganya, ini sangat penting, " ucapnya, aku bisa melihat keseriusan dari nada bicaranya, sekarang aku binggung, jika aku memperbolehkan nya masuk, aku takut akan ada masalah, tapi seperti nya pri itu juga sangat ingin mengatakan sesuatu kepada Reyhan, setelah bergulang dengan pemikiran ku akhirnya aku memperoleh kan ya masuk kedalam.



"Kau boleh masuk, asalkan kau harus berjanji, tidak akan membuat keributan, Reyhan masih sakit, jadi jangan memancing emosinya" ucapku



"Duduk lah disini, aku akan memangilmya, " ucapku menyuruhnya menungu diruang tamu, sebelum memasuki kamar aku terlebih dahulu menemui al, "sepertinya pesanan mama mengalami keterlambatan datang al, jadi kita menunggu dulu ya, " ucap jessi mengendong anak nya itu.



"Ma, sekarang al mengantuk, al tidur saja, " ucap anak itu sambil menguap, aku memang tadi tidak memperhatikan wajahnya, setelah kulihat aku baru menyadari jika mukanya sudah sayur, kelihatan sangat mengantuk, padahal tadi tidak, dan juga anak itu sendari tadi juga sudah tertidur, tapi aku hanya berfikir kemungkinan anak itu lelah,"



"Baiklah ayo, " ucap jessi mengendong anaknya itu, dan mulai berjalan memasuki kamarnya, membuka pintu kamar dia tidak menemukan siapapun didalamnya, karena al sudah tertidur aku pun meletakannya ditempat tidur, dan meletakan bantal disisi tempat tidur kanan dan kiri, setelah merasa anak itu aman, aku keluar dari kamar, sekarang tujuanku ruang kerja, untuk memangil Reyhan, tapi akau terkejut setelah membuka pintu ruang kerja pria itu tidak ada didalam, "dimana dia, " ucapku bermonolog sendiri.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2