
Beberapa hari kemudian jessi sudah dikatakan sembuh oleh dokter sekarang wanita itu sedang berada ditaman bunga, menghirup udara segar,bebarapa hari ini dia hanya berada dikamar saja, Reyhan tidak membiarkan nya keluar kamar, menyebalkan memang.
"Mama, kita akan pergi kepuncak? aku akan ikut kan? " ucap al datang bersama pengasuhnya.
Semalam Reyhan mengatakan akan mengajak mereka sekeluarga berlibur, tapi setelah dirinya mengatakan untuk pergi kevila puncak milik pria itu, dia sempat tidak menyetujuinya, alasannya sangat lah banyak, katanya aku baru sembuh, jadi tidak boleh pergi jauh-jauh, tapi setelah mendapat bujukan dari mama rena, dan juga dirinya akhirnya ia menyetujuinya.
Tapi aku jadi malas untuk ikut karena wanita yang bernama raina itu juga ikut, padahal ini adalah acara liburan keluarga tapi dia malah ikut juga, sebenarnya Reyhan sudah melarang, tapi mama rena memaksa agar wanita itu ikut, katanya agar lebih ramai, padahal mereka saja sudah ramai, karena mama rena sudah mengatakan seprti itu, wanita itu pun akhirnya ikut.
"Ia,al, bukankah sudah dikatakan oleh ayahmu, kita akan pergi besok, sini sama mama duduk disini, " ujar jessi , anak itu pun duduk di sampingnya.
"Ma, apakah mama sudah sembuh? " tanya al
"Sudah, mama sudah sangat sehat sekarang, berkat doa anak mama yang paling ganteng ini," jawab jessi sambil mencubit pipi anaknya itu gemas.
"Kalau begitu ayo kita pergi, al ingin membeli es krim, tapi pengasuh tidak mau membelikanya, " ujar anak itu dengan cemberut, dia juga mengatakan kalimat itu dengan berbisik kepada jessi agar pengasuhnya tidak mendengarnya, karena Reyhan melarang pengasuh untuk memberikan es krim kepada al, anak itu dilarang terus-terusan Mama kan es krim.
"Al, bukankah ayahmu melarangmu memakan es krim terus-terusan, lalu mengapa kamu menyuruh mama membelikannya, kalau ayahmu tau kita pasti akan kena marah olehnya, " jawab jessi dengan suara pelan kepada anak itu.
Mendengar perkataan ibunya muka al jadi cemberut, ia juga memayunkan bibirnya kedepan, yang membuat anak itu terlihat imut dan mengemaskan dengan memasang ekspresi seperti itu.
Aku juga sebenarnya ingin pergi keluar, tapi jika Aku membelikan anak ini es krim, ayahnya akan memarahinya, tapi melihat wajah anak itu dia jadi tidak tega untuk menolak permintaannya.
"Baiklah, kita akan pergi, tapi al harus berjanji, hanya boleh memakan satu saja, tidak lebih, " ucap jessi lagi.
"Baiklah ma, janji, " ucap anak itu mengulurkan jari kelingkingnya yang ditautksn oleh jessi.
__ADS_1
"Hm, mbak,kami akan pergi keluar sebentar, kami hanya kedepan saja, tapi mbak ngk boleh ikut hanya saya dan al saja, " ucap jessi.
"Tapi nona, tuan melarang anda menjaga al dengan sendirian, nanti saya akan dimarahi oleh tuan, biarkan saya ikut nona untuk menjaga al, karena itu merupakan kewajiban dari saya, " jawab pengasuh mira.
"Tidak, al mau pelgi berdua saja dengan mama, " ucap al, sambil melihat mamanya itu, dia tidak ingin pengasuh mira ikut, karena kalau wanita itu ikut bisa dipastikan dia tidak akan jadi memakan es krimnya.
"Iya, mbak kami akan pergi berdua saja, kamu tetap lah dirumah kami hanya pergi sebentar, aku yang akan menjelaskan kepada Reyhan nanti, dia tidak akan memarahimu, tenanglah, " ujar jessi
"Tapi-... " ucapan dari pengasuh mira terpotong akibat jessi langsung menyelanya, "Tidak ada tapi-tapian, kami akan pergi, ini adalah perintah" ujar jessi pergi sambil mengandeng al , berjalan keluar menuju gerbang, belum sempat mereka keluar satpam penjaga rumah itu beserta beberapa bodyguard menghampiri mereka berdua.
"nona, dan tuan muda akan kemana, kami akan mengantarkan dan menyiapkan mobil, " kata salah satu dari mereka yang hendak pergi dari situ menyiapkan mobilnya, tapi jessi menghentikannya.
Jessi menghembuskan nafasnya, dia binggung ada apa sebenarnya dengan orang yang berada dirumah ini, dia hanya ingin pergi keluar sebentar, tapi harus menghadapi banyak sekali pertanyaan.
"Tidak bisa nona, kami ditugaskan oleh tuan Reyhan untuk menjaga, dan mengawal anda kemanapun anda pergi, ini demi keselamatan nona dan juga tuan muda, kalau tuan Reyhan tau kami bisa dimarahi nona, " katanya lagi, jessi hanya bisa menghela nafas saja, sepertinya lelaki itu terlalu berlebihan, dia kan membicarakan ini tidak perlu, saat pria itu pulang nanti.
"Baiklah, tapi kalian yang akan menjaga kami dua orang saja tidak lebih, dan kalian harus mengawasinya dari jauh saja, tidak boleh dekat-dekat, kalian mengerti, ini adalah perintah,"ujar jessi
Perempuan itu pun pergi dari situ, bodyguard hanya bisa pasrah mengikuti keinginan dari nona mudannya itu, " Ma, apakah para lelaki berbadan besal itu tidak akan mengadukan ke ayah kalau al makan es krim? "ucap anak itu saat mereka berjalan.
" Tidak akan al, mama sudah menyuruh mereka untuk mengawasi kita dari jauh, mereka tidak akan masuk kedalam, "ucap jessi
*****
Saat ini Raka menyuruh kedua orang tuanya duduk diruang tamu, karena pria itu ingin mengatakan sesuatu kepada orang tuannya itu, dia juga tidak lupa mengikuti sertakan elin berada disitu.dia sudah memikirkan ini, dia juga sudah Terima dengan konsekuensi yang akan didapatkannya, setelah mengatakan alasan mengapa ia ingin menikah.
__ADS_1
" Apa yang ingin kamu katakan nak, mama jadi penasaran, tumben kau menyuruh begini, apakah ini masalah yang sangat penting? "ucap amel memulai pembicaraan, dari tadi wanita itu sudah sangat penasaran dengan anaknya itu, apalagi anaknya itu mengajak kekasihnya ikut serta, pasti ada sangkut pautnya dengan hubungan mereka.
" Begini ma, aku ingin segera menikah dengan elin, jadi ada baiknya pernikahan kami dipercepat saja,lebih cepat lebih baik"ucap Raka langsung mengatakan apa yang ingin disampaikan kepada kedua orangtuanya itu.
Ekspresi yang ditunjukkan oleh kedua orang tuannya itu berbeda-beda, jika ibunya dengan ekspresi bahagianya berbeda dengan ayahnya, raut mukannya tidak bisa dibaca, " Apakah sudah terjadi sesuatu diantara kalian berdua? "ucap ayahnya itu, Raka sudah yakin akan ada pertanyaan seperti ini dari ayahnya itu, karena ayahnya itu sangat mengenal dirinya.
Sebelum menjawab pertanyaan dari ayahnya, Raka melihat kearah elin, wanita itu hanya menganggukan kepalanya sambil menatapnya.
" Sebenarnya beberapa hari yang lalu kami sudah menghabiskan malam bersama, tapi itu karena pengaruh alkohol, waktu itu aku mabuk , dan memaksa elin melakukannya, sebenarnya elin tidak ingin melakukan itu, tapi aku saat itu sudah tidak sadar, "ucap Raka berbohong tentang fakta yang sebenarnya, dia tidak ingin mengatakan kebenarannya, elin pasti akan merasa tidak nyaman.
Amel yang mendengar perkataan dari anaknya itu terkejut, dia sudah bahagia tadi satu anaknya itu ingin mempercepat pernikahannya, tapi dia tidak menyangka kalau alasannya itu adalah seperti itu.
" Apa yang kau katakan nak, mama tidak pernah mengajari mu seperti itu, kamu seharusnya menjaga wanita bukan malah melakukan hal seperti itu, "ucap amel, menampar anaknya itu, dia kecewa sebagai orangtua sudah gagal mendidik anaknya itu, dia tidak menyangka anak nya itu akan melakukan hal seperti itu.
Elin yang melihat itu syok, dia terkejut melihat reaksi dari mamanya Raka itu, dia melihat kearah Raka, dia ingin mengatakan yang sebenarnya saja, tapi pria itu mengelengkan kepalanya seperti mengerti apa yang ingin dilakukan oleh nya.
" Maaf ma, maaf pa, aku bersalah, sekarang aku ingin menanggung apapun hukuman yang akan kalian berikan, "ucap Raka.
Amel sudah menangis terisak, ardian yang melihat itu memeluknya, " Aku akan memikirkan nya, dan soal pernikahan itu akan terjadi secepatnya, "ucap ardian pergi membawa istrinya itu, dia harus menenangkan nya terlebih dahulu.
Setelah kepergian orang tuanya pria itu, elin langsung memeluk Raka dan terisak, " mengapa kamu berbohong, pasti mama amel akan sangat kecewa padamu, "ucap elin di sela-sela tangisnya.
" Kau tenang saja, mereka tidak akan lama marahnya, apalagi mama, besok aku akan berusaha untuk meminta maaf, aku melakukan sesuatu, jadi aku harus menanggung resikonya, setidaknya, kita akan menikah secepatnya, "ucapnya sambil mengecup rambut elin.
Bersambung.....
__ADS_1