
Matahari sudah keluar, dan cahaya teriknya memasuki celah-celah gorden kamar, yang mengusik tidur ku, aku terbangun, dan merasakan badanku tidak bisa bergerak seperti ada yang menimpanya, dan ternyata itu adalah tangan dan kaki Reyhan, karena aku sudah tidak tahan ingin kekamar mandi, aku memindahkannya pelan-pelan agar pria itu tidak sampai terbagun.
Keluar dari kamar mandi, aku tidak menemukan lagi keberadaan pria itu, aku memang sedikit lama berada dikamar mandi, karena sekalian membersihkan diri, seperti cuci muka dan gosok gigi, aku bersemangat hari ini, karena kami akan pergi keluar, seperti perkataan mama rena.
Saat sampai dibawah aku menemukan mama rena yang sedang berada di dapur, bersama pelayan,"Pagi ma, "sapa ku saat sampai di dapur.
" Pagi juga key, "jawab rena, " Ma, apakah al belum bangun, dan dimana yang lain? "tanyanya.
" Kalo al sudah bangun, anak itu dibawa Reyhan pergi keluar tadi, papa sedang duduk di teras meminum teh, kalau raina, mama belum ada melihatnya mungkin belum bangun, coba kamu cek key dikamarnya, sekalian suruh turun, sebentar lagi sarapan, "ucapnya.
" Baiklah ma, aku tidak papa kan, tidak membantu menyiapkan sarapan? "tanyanya
" Ini juga sudah hampir siap key, kan sudah ada pelayanan yang membantu mana, kamu tenang saja nak, "jawabnya, yang dibalas senyuman oleh jessi sebelum pergi meninggalkan dapur.
Saat berada didepan pintu kamar raina, aku mendengar seperti ada suara laki-laki berada didalam, aku mengurungkan untuk mengetuk pintunya, aku pun memutuskan untuk mendengarkan dari lobang pintu, pembicaraan mereka, walaupun terdengar samar, " Apa yang kau lakukan ini, akan menjadi masalah besar untukmu sendiri, "ucap pria yang berada didalam, karena posisi pia itu yang membelakangi pintu, jadi jessi tidak bisa melihat wajahnya, tapi sosok itu adalah seorang pria.
Saat jessi ingin mendengar pembicaraan mereka lagi, dia tidak sengaja menjatuhkan vas bunga, walaupun tidak sampai pecah, tapi terdengar suara nyaring, " Suara apa itu, Kau cepatlah pergi dari sini, seperti nya ada orang didepan, "ucap raina
" Tapi kau belum menjelaskan, apa maksud mu melakukan semua itu, kau ingin menghianati ku? "tanya nya, " Kita akan membicarakannya nanti, sebaiknya cepat pergi dari sini, "ucapnya mengusir pria itu pegi dari jendela setelah melihat kepergiaan pria itu, wanita itu membuka pintu untuk melihat siapa tadi itu.
Mengetahui raina ingin keluar kamar, aku segera bersembunyi, saat dia membuka pintu dan melihat sekeliling nya, aku keluar dari tempat persembuyianku, berpura-pura baru datang ketempat itu, " ada apa, apakah kau sedang mencari seseorang, kulihat kau melihat sekeliling mu, "ucapku
" Tidak, apakah kau baru datang, maksudku, kau bukan orang yang berada didepan pintuku tadi? "tanyanya melihatku," Apa maksudmu, aku bahkan baru saja dari dapur, dan ingin memangilmu, bagaimana mungkin aku berada disini, "ucapku berpura-pura memasang wajah binggung.
. " Tidak lupakan saja, mungkin hanya kucing, untuk apa kau memangilku? "tanyanya
" Oiya, aku sampai lupa dengan tujuanku datang kesini, mama rena memangilmu untuk sarapan, "ucapnya.
__ADS_1
Saat raina ingin kembali memasuki kamarnya, aku menghentikannya, " Raina, aku ingin bertanya padamu, apakah kau mengenal bara, sejauh apa kau mengenalnya? "ucapku yang membuat tubuhnya tersentak, tapi ia langsung menormalkannya untuk terlihat biasa saja, " Apa maksudmu, bagaimana mungkin aku tidak mengenalnya, dia itu merupakan musuh dari Reyhan,aku mengenalnya karena raisa mengenalnya, "ucapnya.
" Apakah kau memang mengenalnya sebatas karena raisa mengenalnya? "tanya perempuan itu lagi.
" Sebenarnya apa maksudmu menanyakan semua ini padaku, apakah kau mencurigai ku? "ucapnya.
" Mengapa kau mengatakan seperti itu, aku hanya ingin bertanya, kau malah berfikir seperti itu, apa yang harus kucurigai darimu? "kalimatnya membuat raina terdiam, jessi berhasil memancing wanita itu.
" Apa yang kau katakan,aku tidak bermaksud mengatakan itu, sudahlah, aku ingin bersiap, "ucapnya pergi memasuki kamarnya.
Jessi tersenyum, seperti nya dia harus mencari tahu, siapa sebenarnya pria itu, sepertinya pria itu sama dengan yang kemarin , dia pun pergi kembali kedapur, nanti dia akan mencari tahu.
" Bagaimana nak, apakah raina berada dikamar nya? "tanya rena kepada menantunya itu yang sudah datang, " eh, iya ma, dia berada dikamarnya tadi, aku sudah menyuruhnya untuk sarapan, sebentar lagi dia pasti akan datang, "ucapnya
" Ma, apakah al sudah kembali? "ucapnya lagi
" Sudah nak, coba kamu lihat dikamar,tadi mama suruh Reyhan membersihkan tubuh al, siapa tau dia membutuhkan bantuan, "kata rena
Sesampainya aku dikamar, aku melihat rey sedang memakaikan baju al, anak itu baru siap dimandikan, "apakah kau butuh bantuan? " ucapnya
Reyhan meliriknya, "tolong ambilkan bedak, aku tadi tidak menemukannya, " ucapnya
"Baikalah " Ucapmu, mengambil nya dan menyerahkannya pada Reyhan, setelah siap memakaikan bajunya , Reyhan menyerahkan al padaku,"tunggulah sebentar, kita akan turun bersama untuk sarapan, jangan turun sendiri,"ucapnya.
"Al, tadi kalian kemana, mengapa tidak mengajak mama, "
"Tadi mama tertidur pulas sekali, jadi aku tidak diperbolehkan papa membangunkan, "
__ADS_1
"Ayo kita turun, " ucap Reyhan sudah siap, pria itu sudah menganti pakainya.
Sesampainya di bawah semua orang sudah siap dimeja makan,Mereka pun bergabung duduk di kursi masing-masing, al duduk bersama papanya, dan jessi duduk di sampingnya, mereka memulai sarapan tanpa ada yang berbicara, setelah siap sarapan, mereka berkumpul diruang tengah, untuk membicarakan kemana mereka hati ini, "Jadi kita akan pergi kemana terlebih dahulu? "tanya alfian
"Aku sudah memikirkannya, hari ini kita akan mengelilingi semua tempat yang ada disini, dan malamnya kita akan berbequan bagaimana? " jawab rena
"Baiklah sekarang kita akan pergi, kita satu mobil saja, biar tidak lebih mudah, " ucap alfian lagi
********
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Little venice (taman bunga) , tempat yang memiliki danau buatan, dan juga terdapat wahana permainan anak-anak, sesampainya ditempat itu mereka langsung disunguhkan pemandangan yang indah, danau buatan yang sangat sejuk, "Wah mama tidak menyangka akan seindah ini tempatnya, "
"Ayo kita naik perahu, aku sudah tidak sabar, ayo pa, " ucapnya, "Sabarlah ma kita baru nyampe, " jawab alfian.
"Ini sangat indah ma, aku jadi ingin terus berada disini, udaranys juga sejuk,aku tidak sabar menaiki perahu untuk mengelilingi danau buatan ini" ucap keyla terlihat antusias, sama dengan al, anak itu pun terlihat tidak sabar untuk mencoba wahana permainan.
Setelah Reyhan membeli tiket untuk menyewa perahu itu, mereka menaiki perahu, Reyhan hanya menyewa satu, tapi cukup untuk mereka, setelah menduduki tempat, Reyhan dan alfian yang mendayung perahu, sedangkan jessi melihat pemandangan sambil memangku al, anak itu sangat antusias, menanyakan banyak hal, sampai membuat jessi sedikit kewalahan.
Saat sudah berada di tengah-tengah danau, Reyhan dan alfian berhenti mendayung, mereka istirahat sebentar, dan dari tengah-tengah danau sangat bagus melihat keindahannya "key, sini al sama mama, ambilkan foto kami, aku ingin membagikannya keteman arisan mama, ambil gambar mama dengan al, setelah itu dengan papa juga, " ucap nya.
"Baiklah ma," jessi mulai mengambil gambar sebagus mungkin, setelah bersama al, sekarang mereka foto bertiga,setelah siap,mamnya asik melihat hasilnya, sedangkan raina sendari tadi diam saja melihat mereka membuat jessi sedikit heran dengan wanita itu, karena memang posisi duduknya wanita itu berada dibelakang sendirian, jessi pun mendatanginya, duduk di sampingnya, "Ada apa? mengapa kau sendari tadi diam saja, apakah kau sakit? " ucap jessi melihat raina, saat tidak mendapat jawaban, dia pun hendak memegang lengan wanita itu, karena dia berfikir wanita itu mungkin sedang melamun, tapi belum ia memegang nya, wanita itu hampir terjatuh jika tidak dipegang oleh Reyhan.
Jessi terkejut melihatnya, "apa yang kau lakukan key" ucap rena membuat jessi terkejut,karena wanita itu sedikit berteriak mengatakannya, "Aku tidak melakukan apapaun, " ucap jessi membela diri
Raina sudah pingsan, alfian pun mendayung perahu sendiri,dia menepikan perahu karena Reyhan memegang raina, apa yang terjadi sebenarnya, "Mengapa kau berpindah tempat duduk?, bukankah tadi kau disampingku, " ucap Reyhan
"Aku tadi melihat raina diam saja, sendari kita menaiki perahu, aku hanya ingin menanyakan, mengapa dia diam saja, aku belum menyentunya dia sudah hampir terjatuh, aku tidak tahu bagaimana jadinya jika kau tidak menangkapnys, " ucapnya
__ADS_1
"Untuk tadi Reyhan melihat dan segera menolongnya, kalau tidak wanita itu pasti akan tenggelam, bagaimana dia bisa terjatuh jika kau tidak menyentuh nya, " ucap rena
Bersambung......