
Pagi ini suasana hati seorang wanita yang berdiri didepan jendela kamar sedang tidak baik-baik saja, bahkan cuaca diluar mendukung suasana hatinya, wanita itu melihat air yang menetes, tiba-tiba seseorang memelukmya dari belakang, elin tidak terlalu terkejut, karena dia tahu bahwa yang memeluknya pasti suaminya Raka, karena cuma mereka berdua yang berada didalam apartemen ini, "Ada apa, mengapa pagi-pagi kamu sudah terlihat melamun? " tanya Raka semakin mengeratkan pelukanya.
"Tidak, aku hanya sedang merindukan sahabatku, " ucapnya, melepaskan tangan Raka yang melingkar di perutnya, tetapi pria itu malah semakin mengeratkannya, "apakah kau ingin aku sesak, lepaskan, kau terlalu kuat memelukku, " ucap elin.
Raka tetap memeluk wanita itu, tapi dia sedikit melonggarkan pelukanya"Apakah sahabatmu itu adalah pasien yang kemarin sempat kutangani? "tanya nya
" Ia, aku tiba-tiba merindukannya, jessi begitu menyukai hujan, dulu dia sering bermain hujan-hujanan, padahal aku sudah melarang tapi dia tidak mendengarkanku, dan kau tahu setelah dia main hujan-hujanan, jessi pasti akan langsung demam dan flu, disitu aku akan mengomel, tetapi dia tetap tidak mendengar, "ucap elin, tidak terasa saat bercerita tentang sahabat nya itu, air matanya menetes , jika saja tidak terjatuh ditanganya Raka yang sedang melingkar di perutnya, pria itu pasti tidak tahu bahwa istrinya itu tengah menangis.
" Tidak perlu sedih, nanti setelah hujan berhenti kita akan pergi ke makam sahabat kamu itu, kamu bisa mendoakannya,dia pasti sudah tenang dialam sana, jadi jangan menangis, dia pasti tidak akan Menyukainya, "ucapnya membalikan tubuh elin, dan menghapus air matanya yang menetes.
" Kamu tahu, jawaban yang kamu katakan tadi sama dengan kalimat yang pernah diucapkan nya padaku, jessi tidak menyukai, dan membenci saat aku menangis, dia sangat marah jika melihatku menangis, "ucapnya sambil tersenyum, walaupun begitu, Raka mengetahui bahwa senyuman dari wanita yang berada didepanya ini adalah senyum palsu, karena dimatanya masih tersirat kesedihan yang mendalam.
" sudah tidak perlu menceritakan apapun, jika itu akan membuatmu kembali mengingatnya, dan akan semakin membuatmu bersedih saja, "ucap Raka membawa tubuh wanita itu kedalam pelukanya, dia tahu bahwa selama ini wanita itu berpura-pura tegar, padahal aslinya dia sangatlah rapuh.
" Bukankah kamu bekerja hari ini, mengapa kamu mengatakan kita akan pergi ke makam jessi, biar aku saja, kamu tetap pergilah bekerja, aku bisa sendiri, "ucap elin setelah mengingat perkataan pria itu tadi.
" Tidak hari ini aku tidak memiliki jadwal apapaun, jadi aku bisa menemani kamu, kita akan menghabiskan waktu satu harian ini, "ucapnya mengesipkan matanya, elin seketika langsung memutar bola matanya malas, wanita itu mengerti dengan kode yang diberikan olh pria itu, karena setelah beberapa hari menikah dia sudah memahami perilaku dan sifatnya.
" Mengapa kamu memutar bola mataku sayang?apakah aku salah, aku hanya mengedipkan mataku saja, "ucap Raka berpura-pura tidak mengerti, padahal saat mengatakan semua itu dia tersenyum.
__ADS_1
******
Seperti yang dikatakan oleh elin tadi, saat ini seorang wanita berada di taman rumahnya, yang begitu luas, perempuan itu tidak memperdulikan bajunya yang sudah basah terkena air hujan, dia masih asyik bermain dengan air hujan, beberapa orang sudah menghentikanya untuk masuk kedalam, tapi dia sama sekali tidak mendengarkannya, " Mengapa mereka melarangku untuk bermain air hujan, padahal ini begitu menyenangkan,"ucapnya sorang diri, untungnya semua orang belum bangun, hanya pelayan dan pengawal saja yang sudah bangun, sedangkan kedua mertuanya, dan Reyhan bahkan belum bangun begitu juga dengan al, jadi hanya pelayan dan pengawal saja yang mengetahuinya.
"Nyonya sebaiknya anda segera membersihkan diri, nanti jika tuan muda,nyonya besar tahu mereka pasti akan marah, anda bisa sakit, " ucap salah satu pelayan datang kembali dengan membawa payung.
"Sebentar lagi pak, aku tidak akan sakit, dan tidak akan ada orang marah, mereka bahkan belum bangun, jadi jangan kwatirkan apapun, " ucap jessi kembali mewadahkan wajahnya keatas membiarkan air hujan membasahi wajahnya, pagi ini cuaca begitu bagus menurut jessi karena saat tadi dia bangun tidur hujan datang, awalnya hanya rintik-rintik Lama-lama menjadi deras, karena wanita itu merasa sudah lama tidak menikmati hujan, jadi dia memutuskan bermain hujan, mumpung semua orang belum bangun, tidak biasanya memang anggota keluarga terlambat bangun, apalagi mertuanya, tapi mungkin hujan menyebabkan mereka terlambat bangun.
"Apakah kau sudah puas bermain hujan? " ucap seseorang dari belakang tubuh jessi, wanita itu pun membalikan badanya dan melihat Reyhan berdiri dengan memegang payung, pria itu memng sudah membaik, dia sudah bisa berjalan kembali.
"Tidak, aku belum puas, aku masih ingin bermain hujan" ucap jessi yang tidak merasa takut sama sekali dengan tatapan tajam dari pria itu, jessi tidak mengetahui bahwa jawaban yang diberikannya memancing kemarahan dari pria itu.
"Mengapa kau sama sekali tidak mendengarkan perkataanku, al sudah bangun sekarang dia sendang bersama pengasuhnya, bagaimna jika nanti dia melihatmu seperti ini, " ucap Reyhan
"Mendengar perkataan pria itu jessi jadi ingat, jika anaknya melihatnya seperti ini, anak itu pasti akan ikut-ikutan untuk bermain hujan bersama nya, dia tidak akan membiarkan hal itu, karena anak itu bisa saja langsung terkena demam, jessi pun memutuskan meyudahi bermain air hujannya, wanita itu juga sudah merasa cukup.
" Baiklah aku akan membersihkan diri, tapi lepaskan tanganku, aku akan berjalan sendiri, "ucap jessi , Reyhan melepaskan tanganya dan membiarkan wanita itu berjalan didepanya.
" Bi, buatkan teh hangat dan antar kekamar, "ucap Reyhan kepada salah satu pelayan, dan langsung pergi dari tempat itu tanpa mendengar jawaban yang diberikan pelayan.
__ADS_1
Setelah itu pria itu mengikuti wanita itu yang sudah lebih dulu masuk kekamar , tapi Reyhan sedikit heran karena setelah membuka pintu wanita itu hanya berdiri di depan saja dan tidak masuk kedalam, " Kamu berbohong, tadi katanya al sudah bangun, dan ternyata itu, bahkan al masih tidur "ucap jessi tanpa membalikan badanya, karena dia tahu bahwa Reyhan berada dibelakangnya, yang sendari tadi mengikuti nya.
" Sudah lah cepat masuk kedalam, aku tadi sudah menyiapkan air hangat, nanti sudah dingin jika terlalu lama, "ucap Reyhan
Jessi pun melihat kebawah, ternyata air dari bajunya sudah banyak menetes ke lantai, sehingga membuat genangan, dia pun buru-buru masuk kedalam kamar dan langsung memasuki kamar mandi, membersihkan dirinya.
Sementara itu raina terbangun dari tidurnya, ketika melihat jam ternyata sudah jam sembilan, dia terlambat bangun, wanita itu sudah merencanakan sesuatu, dan dia berniat menemui Reyhan pagi ini, tapi jika melihat sudah jam segini aku tidak yakin pria itu masih berada dirumah, biasanya pagi-pagi sekali dia sudah berangkat, apalagi akhir-akhir ini dia terlihat sibuk.
Memutuskan turun dari tempat tidur dan memasuki kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu, " Aku harus memastikan apakah Reyhan sudah berangkat bekerja atau tidak,"ucapnya setelah melihat bahwa sekarang telah hujan.
Begitu sampai dekat kamar Reyhan, dia melihat pintu kamar mereka tidak tertutup rapat, tanpa memperhatikan apapaun dia melangkah cepat mendekati kamar itu, tapi naas karena terlalu terburu-buru dan tidak memperhatikan jalan, wanita itu terjatuh tepat didepan pintu, akibat air dari baju basah jessi tadi, "Aaa.., " teriaknya, merasakan sakit dibokongnya.
"Sial, mengapa bisa ada air disini, tidak mungkin rumah ini mengalami kebocoran, " ucapnya bermonolog mengadakan wajahnya keatas untuk melihat apakah ada air yang menetes dari atas.
"Apa yang terjadi? " tanya rena yang datang, wanita itu terlihat panik, terbukti dari nafasnya yang tidak beraturan, menandakan wanita itu terburu-buru datang ketempat itu.
"Apa yang terjadi dengan anda nona? " tanya kepala pelayan, dia datang dengan membawa kain pel dan ember, wanita itu memang tadi sedang membersihkan tetesan dari baju jessi yang basah tadi, saat masuk kedalam rumah, tinggal yang berada didepan pintu saja belum, tadi dia pergi sebentar kebawah untuk mengambil ember dan air, karena tyang tadi airnya sudah kotor, jadi wanita itu belum membersihkan air yang berada didepan pintu kamar Tuan Muda nya itu.
Bersambung.....
__ADS_1