
"Apa maksud dari perkataanmu? apakah kau mencurigai seseorang? "tanya Reyhan kepadanya.
" Tidak, aku hanya bertanya kepadamu, aku selama ini tidak memiliki musuh, sedangkan kau kan memiliki banyak musuh, bahkan kau menyuruh musuhmu tinggal dirumah ini, "kalimat terakhir diucapkannya sangat pelan, tapi karena memang diruangan itu tidak ada suara, jadi Reyhan masih bisa mendengarnya.
" Sudahlah sebaiknya kau istirahat saja, aku akan mengerjakan pekerjaanku, kau tau karena tadi kau pingsan, aku buru-buru pulang dan meninggalkan pekerjaanku, "katanya, dia tidak mau membalas ucapan dari wanita itu, karena akan berujung perdebatan.
" Siapa yang menyuruh kau pulang, sebaiknya kau kembali saja kekantormu, aku akan sudah merasa lebih baik sekarang, "katanya.
" Tidak aku akan tetap disini, "jawab Reyhan mulai mengerjakan perkerjaan nya di sofa tidak jauh dari jessi, pria itu sudah menyuruh Seketarisnya mengirim pekerjaannya melalui email.
Jessi sudah berusaha untuk memejamkan matanya untuk tidur, tetapi tidak bisa, akibat sudah terlalu lama tidur, jadi dia tidak bisa untuk memejamkan matanya lagi, Reyhan dari tadi memperhatikan jessi, dia bisa melihat wanita itu dari tadi bergerak gelisah, ia pun menghembuskan nafasnya, " Aku menyuruh mu untuk tidur, mengapa kau malah seperti itu? "ucapnya
"Sendari tadi aku sudah tidur bukan,mana mungkin aku bisa tidur lagi, sekarang aku ingin keluar , aku bosan dikamar terus, atau kau suruh al kesini, aku akan bermain dengannya,dan aku tidak akan bosan" ujar jessi.
"Aku tidak mengijinkan mu keluar dari kamar ini, tapi aku akan menyuruh al untuk kesini, tapi kau harus ingat, kau masih sakit, jadi tidak usah banyak tingkah, " ucap Reyhan, jessi yang mendengarnya diam saja, dia takut kalau membalas perkataan dari pria itu yang ada nanti pria itu tidak mengijinkan al kesini.
"Ia sudah, aku akan mendengarkan semuanya, cepatlah panggilkan al kesini, " katanya.
Reyhan keluar dari kamar, tidak berselang lama, dia kembali lagi dengan membawa al didalam gendongannya, dari wajah anak itu aku bisa melihat bahwa pasti anak itu baru bangun, fikir jessi.
"Al, sini nak sama mama, " ucap jessi , mengulurkan tanganya, tapi tidak direspon oleh al, dia binggung, "Mengapa kamu tidak mau sama mama? " katanya lagi.
"Kata papa, mama sedang sakit, jadi al tidak boleh menyusahkan mama, al harus bisa menjaga mama juga, al akan duduk disini saja, " perkataan anak itu membuat jessi melihat kearah Reyhan, yang terlihat kembali kesofa, dan melanjutkan pekerjaannya, dia kesal dengan pria itu.
"Tidak, al mama sudah sembuh, papamu aja yang terlalu berlebihan, lihatlah mama tidak sakitan bukan? " ucapnya
"Mama masih sakit, ini apa, " ujarnya menunjuk selang infus yang ada ditangan nya.
__ADS_1
"in sebentar lagi juga akan dilepas, al apakah kamu sudah makan? " ujar jessi , "Sudah ma, tadi al mencari mama, tapi malam mbak mita yang datang, " kata al.
"Maaf ya, gara-gara mama, al tidak jadi makan cake kesukaan al, " ucap jessi merasa bersalah.
"Tidak ma, tadi papa sudah membelika aku cake kesukaanku, " jawabnya, jessi yang mendengar nga pun melihat kearah Reyhan, pria itu terlihat fokus pada laptop nya.
Saat asik bersama al, dan Reyhan yang fokus pada pekerjaannya, pintu kamar dibuka, dan masuklah ibu mertuanya dan juga perempuan yang malas untuk dilihatnya, yaitu raina.
"Key, apakah kau baik-baik saja nak? " ucap mama rena menghampiri menantunya itu, tadi dia mengetahuinya dari salah satu pelayan,saat mendengarnya, ia pun memutuskan untuk langsung menemuinya.
"Aku baik-baik saja, mengapa mama kawatir berlebihan seperti itu, " katanya,
"Bagaimana tidak nak, tadi pelayan mengatakan bahkan kamu sampai mengeluarkan busa dari mulutmu, " jawab mama rena.
"Ia, aku juga ikut cemas mendengar nya, tapi syukurlah bahwa kamu baik-baik saja, aku sudah mengangap kamu adalah kakak ku sendiri walaupun kita baru bertemu, " kata raina, yang dari tadi hanya melihat saja.
"Terima kasih sudah mencemaskan, aku sudah tidak papa, hanya butuh istirahat, " jawab jessi.
"Rey, bagaimana ini bisa terjadi? " tanya mama rena, setelah menyadari bahwa ternyata ada anaknya, dan juga cucunya diitu.
Mama rena lun melihat kearah menantunya itu meminta penjelasan, "aku tidak tau ma, tadi aku akan membuat bolu cokelat, kesukaan al, tapi ada yang sengaja menuangkan racun kedalamnya, ada yang ingin mencelakai aku dan al, " ucapnya sambil melihat reaksi dari raina setelah dia mengucapkan itu, tapi dia melihat ekspresi wanita itu biasa saja, dia tidak merasa wanita itu terlihat biasa saja, mengajak al bermain, jessi melihat kearah Reyhan, yang kebetulan juga sedang melihat kearahnya, pria itu hanya mengangkat bahunya acuh.
"Apa yang kau katakan key, bagaimana mungkin ada racun, dan bagaimana bisa ada orang dirumah ini yang ingin mencelakai kau juga cucu ku al, bukankah semua orang dirumah ini adalah orang terpercaya, " ujar mana rena.
"Dokter mengatakan ada racun pada kue buatannya, dan itu sangat berbahaya, tapi karena dia hanya memakannya sedikit jadi tidak ada yang perlu dicemaskam, " ujar Reyhan menjawab pertanyaan dari mamanya.
"Lalu, apakah kau sudah menyelidiki, siapa yang melakukannya?" tanya nya, "Sudah tapi ini sedikit sulit, karena CCTV bagian dapur mati," ucapnya lagi.
"Tapi syukur lah, kau baik-baik saja nak, apakah kau memang tidak merasa tidak sengaja menumpahan sesuatu? " tanya mama rena, "Ma, apakah mama tidak mempercayai ku, aku tidak mungkin ceroboh ma, apalagi aku membuat bolu itu khusus untuk al, aku membuatnya penuh kasih sayang, saat aku mencicipi adonannya, sama sekali tidak ada rasa yang aneh, aku saja tidak tau mengapa bisa ada racun didalamnya, " ucap jessi panjang lebar.
******
"Bekalnya sudah habis, sebaiknya aku pulang, " ucap elin mulai bersiap dan membereakan bekal bawaannya, dan ingin pergi dari ruangan itu.
__ADS_1
"Tidak, kau tidak bisa pulang, temani aku dulu, sampai aku selesai bekerja, kita akan pulang sama-sama , aku mempunyai satu lagi jadwal operasi, tu gausah diruangan ini, " ucap Raka mencekal tangan elin.
Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan itu, elin bisa melihat wajah wanita itu sedikit aneh melihatnya, "maaf, aku tidak tahu bahwa kau memeliki tamu, " ucap perempuan itu ingin pergi dari situ, tapi elin buru-buru menghentikannya.
"Tidak, saya ingin pulang, " ucap elin,"Kau tidak boleh pulang tetap disini, "ucap Raka penuh penekanan, yang mau tidak mau, elin kembali duduk disofa, sedangkan Raka duduk di kursinya yang diikuti perempuan itu.
" Apa yang ingin kau katakan pada ku, dokter Siska? "ucap Raka the te point.
" Apakah wanita itu harus mendengar apa yang ingin ku katakan padamu? "ucap perempuan yang bernama Siska itu, Raka melihat elin sebentar kemudian mengatakan" Dia akan tetap disini, kalau kau tidak ingin mengatakannya, kau bisa pergi dari sini, "ucap Raka lagi.
" Baiklah, aku hanya ingin mengatakan bahwa orangtuaku menyuruhku untuk segera menikah, dan mereka memintaku untuk membawa kekasihku kerumah malam ini, untuk mengenalkan nya pada mereka, "ucap siska sambil melirik kearah elin.
" Lalu, apa urusannya denganku? "tanya Raka, " Aku hanya ingin meminta bantuan mu, kali ini saja, aku mohon bantu aku, bukankah kau tau aku hanya dekat denganmu,dirumah sakit ini, jadi aku minta padamu, kau mau bukan menemui orangtuaku malam ini saja, "perkataan dari Siska membuat elin terkejut, begitu juga dengan Raka.
" Tidak, aku tidak ingin terlihat dengan urusan pribadimu,kau bisa mencari orang lain, aku tidak mau, "ucap raka.
" Apakah penolakan dari mu ini, ada hubungannya dengan wanita itu? "tanya sisika sambil melihat kearah elin, " Ia dia adalah calon istriku, kami sebentar lagi akan menikah, jadi aku tidak ingin menyakitinya, walaupun itu hanya pura-pura, "ucap Raka.
" Raka, aku mohon kali ini saja, setelah itu aku yang akan mengurusnya sendiri, "ucap Siska lagi yang terus memaksa.
__ADS_1
" Tidak, kalau kau tidak ingin mengatakan hal yang penting lagi, sebaiknya pergi dari sini, aku masih banyak pekerjaan, "ujar Raka, yang membuat Siska mengepalkan tangannya marah, ia pun mendorong kursinya dengan kasar, dan pergi dari ruangan itu, dengan membanting pintunya.