Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 17 keributan


__ADS_3

jessi yang mendengar perkataan dari Reyhan memutuskan untuk menunggu, sebentar lagi jam pulang , tidak ada salahnya ia menunggu, ia pun memutuskan duduk disofa dan memainkan handphonenya.


Sementara itu , tepat didepan pintu rumah cantika mulai berbuat sandiwara, cantika pun memberatakan rambutnya, ia juga menghancurkan sedikit make up nya, ia pun berpura-pura menangis, setelah merasa puas dengan penampilannya, ia pun berkaca terlebih dahulu untuk memastikan penampilanya.


Cantika memasuki rumah, ia melihat omanya sedang meminum teh diruang tamu, sambil menonton televisi, ia pun mendatangi oma nita, sambil berpura-pura .


"Oma, hiks hiks, ucap cantika yang langsung jatuh didepan oma nita, ia menangis.


oma nita yang melihat penampilan dari cantika pun terkejut, mengapa bisa wanita ini seperti ini fikirnya.


" Ada apa denganmu, mengapa keadaanmu kacau seperti ini, apakah terjadi sesuat?"pertanyaan beruntun oma nita ucapkan.


"Hiks, saat aku mengantarkan makanan, tidak lama keyla datang, dia memarahiku, saat tau kalau aku ingin mengantarkan makan siang, dia bahkan menjabak dan mendorong ku hinga terjatuh, lihat ini oma, memar dan rasanya sakit sekali, " bohong cantika yang menunjukan luka memarnya yang memang menurut, ia menambahi ceritanya, agar oma nita memarahi keyla fikirnya.


Oma nita yang mendengarnya langsung marah, bagaimana mungkin wanita rendahan seperti keyla menyakiti tamu yang kubawa, fikirnya.


"Beraninya wanita tidak tahu diri itu melakukan ini kepadamu, apakah ia sudah mulai berani sekarang, " ucap oma nita yang sangat geram melihat kelakuan keyla.


"Aku tidak tau oma, ini terjadi secara tiba-tiba, aku tidak bisa melawannya, " jawab cantika.


"Pergilah bersihkan dirimu terlebih dahulu, baru obati lukanya, aku akan menunggu wanita itu pulang, lihat saja apa yang akan kelakukan kepada wanita yang tidak tau diri itu, dia fikir siapa dia, " ucap oma nita


Cantika yang mendengar itu tersenyum, ia telah berhasil memprovokasi wanita tua ini fikirnya, sebentar lagi pasti akan ada pertunjukan, ia pun pamit kepada oma nita untuk membersihkan dirinya, ia tidak boleh melewatkan drama yang akan dilakukan oleh wanita tua itu.


Sebenarnya cantika malas untuk diatur oleh wanita tua itu, ia muak dengan nya , tapi hanya wanita tua itu yang bisa membuatnya menjadi nyonya, dan ia bisa menguasai semua harta nya, ia tidak peduli dengan apapun kecuali hartanya saja.


*****


Raka mengantarkan elin sampai ditempat kosnya, ia ikut turun membantu membereskan semua barangnya, yang sebenarnya barang nya hanya lah sedikit, tidak banyak, jadi mereka tidak lama menyelesaikan kannya.


Saat elin mengunci pintu, ibu kos datang dengan tatapan garangnya.

__ADS_1


"Mau kemana kau, apakah kau berniat kabur, setelah kau tidak membayak kos selama tiga bulan, dan kau berniat melarikan diri, " ucap Ibu kost tersebut.


Raka yang mendengarnya pun, tidak suka saat ibu kost itu menunduhnya seperti itu.


"Berapa yang harus dibayar, " ujar Raka tanpa basa basi.


"Siapa kau, ah tidak penting siapa kau, kau mau membayarkanya, baiklah uang nya tidak banyak hanka tiga juta saja, " ucap Ibu kost, yang membuat elin melotot kan matanya, ibu kost itu berbohong, ia hanya tidak membayar kost selama tiga bulan, mengapa wanita itu malah meminta lebih.


"Tidak, aku hanya menungga membayar selama tiga bulan, mengapa kau malah menambahi uangnya, bukanya seharusnya satu juta setengah, " ucap elin


"Kau sudah jatuh tempo membayarnya, jadi kau harus membayar bunganya juga, " jawab ibu kost santai.


"Sudahlah, biarkan saja lagian uangku tidak akan habis jika hanya membayar segitu saja, " ucap Raka memotong pembicaraan mereka.


Elin yang mendengar kalimat yang dikatakan oleh pria disebelah nya itu hanya bisa menghela nafas, ibu kost nya ini pasti mencari kesempatan, saat tau pria yang di sampingnya ini adalah orang yang mempunyai uang.


"ini aku membayarnya, jadi semua lunas, biarkan kami pergi, " ucap Raka


elin meninggalkan pria itu sendiri, ia kesal mau sekali pria itu dibohongi oleh wanita tua itu fikirnya, mana mungkin kost telat dibayar memiliki bunga.


wanita itu memasuki mobil dengan menutup pintu kuat, yang membuat Raka terkejut, ada apa dengan wanita ini pikirnya.


"Kamu kenapa, apakah ada yang salah, perasaan dari tadi baik-baik saja, " ujar Raka


"Mengapa kamu memberikan uangnya segitu kepada wanita tadi, dia hanya ingin memeras dengan membohongimu, aku tau kau memiliki banyak uang, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya membung uang itu, " ujar elin yang meluapkan kekesalanya.


"jadi kamu hanya marah, gara-gara masalah tadi, maaf, tapi menurutku biar saja lah, " ucap Raka lagi


elin yang mendengar itu hanya diam tanpa menjawabnya, ia mengalihkan perhatiannya dengan menatap keluar jendela, ia lebih baik memandang keluar, dari pada melihat wajah pria itu yang akan membuatnya semakin kesal saja.


*****

__ADS_1


Setelah beberapa saat, akhirnya Reyhan telah menyelesaikan pekerjaaan nya, ia pun merapikan meja kerjanya.


jessi yang melihat Reyhan telah beres-beres pun menghentikan bermain handphone nya, ia memutuskan kekamar mandi untuk sekedar memperbaiki penampilanya, setelah merasa lebih baik, ia keluar jessi bisa melihat Reyhan telah menunggunya.


Sebelum mereka kuar dari ruangan, jessi mengucapkan sesuatu, yang membuat Reyhan heran dengan wanita itu.


"Saat sampai dirumah, bersikaplah acuh dan tidak peduli,bersikaplah seakan kau tidak mengetahui apapun, apa saja yang akan dilakukan oleh oma, kau harus diam saja, firasat ku mengatakan akan terjadi hal buruk setelah ini, "ujar jessi mencoba menguatkan dirinya, agar bisa melawan wNita yang usianya sudh rentan itu.


Reyhan tidak menangapinya, mereka pun keluar dari kantor, dan memasuki mobil yang sudah disiapkan oleh supir, saat di perjalanan jessi sebenarnya merasakan gelisah, ia tidak tau kali ini apa yang akan dilakukan oma nita kepadanya, apapun yang dilakukan oleh wanita tua itu, pasti akan selalu menyulitkan nya saja.


Saat sampai dirumah jessi langsung turun, disusul oleh Reyhan dibelakangnya, saat memasuki pintu rumah jessi bisa melihat oma nita sedang duduk disofa, dengan membaca majalah, jessi tau pasti oma nita sedang menunggu kepulangan nya ia yakin akan hal itu.


Saat mendengar langkah kaki, oma nita pun melihat kearah jessi dengan tatapan tajamnya, jessi bisa melihat kemarahan nya.


Reyhan yang melihat omanya itu tidak menyapa sama sekali, ia hanya melewati saja, dan berlalu masuk kedalam kamar nya, ia merasa tidak perlu mencampuri nya, jika wanita itu raganya bukan keyla, pasti ia bisa mengatasinya fikirnya.


" oma ,apakah oma sedang sibuk, "ucap cantika yang datang , wanita itu sudah membersihkan dirinya, ia sudah terlihat lebik baik dari sebelumnya, tapi jessi bisa melihat wanita itu membawa salep, yang pasti akan menyuruh oma nita untuk membantunya mengobati.


" Kebetulan kau sudah kembali, apa yang kau lakukan kepada tamu yang kubawa ini ha, beraninya kau mencelakai nya, "ucap oma nita menatap tajam jessi.


" Aku tidak mencelakai nya, aku hanya melakukan hal sepantasnya yang akan dilakukan semua istri, "jawab jessi dengan tenang.


" Pantas kau bilang, apakah pantas kau mendorongnya, kau sampai membuat dia terluka, kau bahkan menjambak rambutnya, "ucap oma nita.


Cantika yang mendengarnya pun tersenyum mengejek, jessi bisa melihat bahwa wanita itu sekarang telah merasa menang.


" Aku memang mendorongnya, tapi aku tidak melakukan apa yang oma katakan itu, apa tadi, melukainya dia hanya memar sedikit saja, tidak parah juga, "ucap jessi santai.


Oma nita yang mendengarnya semakin geram dengan kelakuan wanita itu, ia hendak melayangkan tamparan nya kepada wanita itu, tetapi tangannya langsung ditahan oleh seseorang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2