
Selama perjalanan pulang, hanya ada suara al yang memenuhi mobil, sesekali cantika menanggapi kalimat yang dikatakan anak itu, tetapi al tidak merespon.
"rey,apakah kau hari ini tidak bekerja, ini bukan hari libur, apakah wanita itu memaksamu?untuk menemaninya, kau itu tidak harus menuruti perkataan nya, " ucap oma nita.
"Bener yang dikatakan oleh oma, bagaimana nanti respon dari karyawan, jika bos nya melalaikan pekerjaannya?" ucap cantka.
"Tenang lah oma, bukankah wajar jika seorang suami dan juga ayah, menghabiskan waktunya dengan keluarganya, semua orang pasti mengerti, lagian kami tidak setiap hari melakukannya, biasanya hari libur saja, "jawab jessi.
" Perasaan oma nita itu bertanya pada reyhan, bukan padamu, mengapa kau yang menjawab? "ucap cantika.
" Jawaban ku dengan reyhan pasti juga sama, jadi apa salahnya aku yang menjawab, aku kan istrinya, "jawab jessi lagi.
" Kau sekarang menjadi kurang ajar ya, menjawab tanpa ada yang bertanya kepadamu, "ucap oma nita.
" Oma jangan berbicara begitu didepan al, nanti dia akan terpengaruh, dan menirunya, "ucap reyhan, yang sendari tadi memperhatikan saja.
" Apa yang dikatakan keyla benar oma, lagian aku sudah siap mengerjakan pekerjaan ku, jadi aku memutuskan menyusul mereka ke mall, "ucap reyhan lagi.
oma nita dan cantika yang mendengarnya pun diam, tanpa ada yang menjawab, keadaan kembali hening, sedangkan al, anak itu sedang meminum susu yang disiapkan oleh pengasuh mira kepadanya. Sesampainya dirumah mereka semua turun dari mobil, reyhan mengendong al yang ketiduran setelah menghabiskan susunya, saat jessi ingin memasuki rumah, cantika mencengkal pergelangan tangannya, sehingga wanita itu menghentikan langkahnya ia berdiri didepan pintu rumah, dengan cantika.
" Kau fikir, dengan kau memberikan ku obat untuk mengerjai ku seperti kemarin itu ,apa kau fikir, dengan apa yang kau lakukan padaku, aku akan diam saja, dan takut kepadamu? "ucap cantika
" kau salah besar, aku akan membuat seluruh keluarga membencimu, kau sudah berani mengerjai ku, akan kubuat kau mengalami hal sama denganku, tapi kau akan lebih dari itu, "ucap cantika yang ingin meninggalkan jessi disitu, tetapi setelah mendengar kalimat yang dikatakan oleh wanita itu , ia membalikan badanya.
" Kau kira aku akan takut dengan semua ancamanmu, kau salah besar , aku tidak pernah takut menghadapi seekor semut yang kecil,"ucap jessi
"Kita lihat saja nanti, apakah kau akan tetap bisa bersikap seperti ini, saat semua yang kukatakan terjadi padamu, tunggu tanggal mainnya, " ucap cantika yang benar-benar berlalu pergi dari situ.
__ADS_1
Jessi yang mendengar perkataan dari cantika, wanita itu hanya bisa menghela nafas, banyak kejadian yang terjadi hari ini, ditambah lagi dengan perkataan dari cantika, bohong jika ia tidak cemas, wanita itu tidak mengetahui rencana yang disusun oleh oma nita dan cantika, jessi pun memutuskan masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya, ia sangat lelah hari ini perempuan itu ingin istirahat, Setidaknya satu jam pun tidak masalah, sampai menunggu makan malam.
*****
Elin pun membereskan Barang-barangnya, yang kebetulan memang hanya sedikit, yang wanita itu bawa ke apartemen itu, elin sudah memutuskan bahwa ia akan pergi dari apartemen ini sekarang juga, setelah semua siap ia memutuskan pergi keluar dari apartemen itu, ia memandang sejenak semuanya, baru pergi dari situ.
Elin sebenarnya binggung, ia tidak tau harus kemana, uang yang wnita itu miliki pun cukup sedikit, wanita itu memikirkan bagaimana kedepanya dirinya, saat sedang berjalan elin tidak sengaja menabrak seorang wanita, dan menjatuhkan tas dari wanita tersebut.
"kamu kalau jalan lihat-lihat dong, berantakan jadinya tas saya, " ucap wanita itu sambil membereskan Barang-barang yang terjatuh.
Elin membantu wanita itu membereskan barang-barangnya."Maaf mbak, saya memang tidak terlalu memperhatikan jalan, " jawab jessi sambil menyerahkan barang yang dikumpulkannya kepada wanita itu.
"Kalau kamu sedang ada masalah, sebaiknya jangan keluar rumah, dan berjalan seperti tadi, kan jadi membuat orang lain susah, " ucap wanita itu
"Saya sedang mencari pekerjaan, yang menyediakan tempat tinggal untuk saya, apakah mbak mengetahui tempat mencari pekerjaan seperti itu disekitar sini? " ucap elin, wanita itu tidak tahu mengapa ia mengatakan itu kepada wanita yang baru ditabrak nya itu, setelah melihat penampilan dari wanita yang didepannya ini, elin yakin wanita ini pasti baru pulang kerja, melihat pakaian yang dikenakan oleh wanita ini.
"Hey, kau sudah menabrakku, dan sekarang malah berkata seperti itu padaku, tapi baiklah, kebetulan di tempat ku bekerja, kami membutuhkan seorang pelayan, pengantar minuman, apakah kau mau bekerja menjadi pelayan, kau akan diberikan kamar, tempat tinggal,bagaimana? " ucap wanita itu.
Elin terlihat ragu sebenarnaya, tapi ia tetap menerima ukuran tangan dari wanita itu, "Elin namaku elin, " jawab elin
"Baiklah elin, apakah kau mau, kau akan menjadi pelayan disalah satu bar kota ini, kulihat kau sepertinya wanita baik-baik, apakah kau mau bekerja ditempatku, kau akan menemui banyak lelaki hidung belang disana, " ucap Rika,
"Aku mau, aku membutuhkan pekerjaan, tidak apa menjadi pelayan, asalkan pekerjaan itu halal, kapan aku akan mulai bekerja? " tanya elin
"Baiklah, tapi kau harus tau konsekuensi bekerja disitu, mulai malam ini kau akan bekerja, datang lah malam ini, kesini," ucap Rika sambil memberikan kartu , yang berisikan alamat dan akses masuk kedalam.
"Aku akan mengabari orang disana, sampai disitu kau akan dikasih baju pelayan, juga diberikan kabar untuk beristirahat, dan kau akan langsung bekerja malam ini, " ucap Rika lagi.
"Terima kasih, bagaimana caraku membalasmu? " tanya elin
__ADS_1
"Tidak perlu, kau saja belum mulai bekerja, aku tidak yakin kau akan nyaman, " ucap Rika, yang pergi dari situ meninggalkan elin
Elin sebenarnya agak ragu, wanita itu tidak pernah masuk ke tempat itu, sekarang ia harus bekerja disitu, tetapi ia meyakinkan dirinya, Aku pasti bisa melakukannya fikirnya.
******
Sementara itu jessi terbangun, wanita itu terbangun akibat telefonnya terus berdering, ia melihat HP nya dan heran, siapa yang menelfonnya, nomor tidak dikenal fikirnya, ia mengabaikan nya, sampai sebuah SMS masuk ke HP nya.
"Datangkah ke bar xxx sekarang, dan antarkan berkas yang ada diatas meja ruang kerjaku, yang mapnya bewarna biru"
Reyhan
Setelah melihat isi pesan itu, ia menghubungi nomor tersebut, tetapi tidak diangkat, wanita itu binggung mengapa pria itu mengunakan nomor asing, tapi jessi pun menyibak selimutnya, dan pergi kekamar mandi membersihkan dirinya, dia ingin bertanya kepada pelayan, apakah benar reyhan keluar, atau tidak, ia hanya ingin memastikan saja.
Saat sudah berganti baju, jessi pun keluar dari kamar, ia bertemu dengan pengasuh mira, tapi wanita itu tidak menemukan al, bersama dengan pengasuh nya.
"mbak, dimana al? " tanya jessi.
"tuan muda sedang dibawa keluar oleh nyonya dan tuan besar, mereka katanya akan makan malam diluar, tadi nyonya ingin mengajak anda, tapi nona sedang tidur pulas, jadi nyonya tidak mau menggangu tidur nona, " ucap pengasuh mira.
"Baiklah mbk, kalau reyhan, apakah mbak melihatnya? " tanya jessi lagi.
"Saat pulang dari mall, tuan reyhan pergi lagi, sampai sekarang belum pulang, katanya mengurus pekerjaan, " ucap pengasuh mira
"Terima kasih, atas informasinya mbak, saya pergi dulu, " ucap jessi.
Jessi pun pergi ke ruang kerja reyhan, ia sedikit binggung mengapa harus mengerjakan pekerjaan dibar, dan mengapa wanita itu yang harus mengantarkannya, kenapa tidak suruh seketarisnya saja yang menjemput, tetapi walaupun pemikirannya begitu, wanita itu tetap mengambil berkas yang dimaksud tadi, dan memang dia cuma menemukan satu berkas saja diatas meja, yang berwarna biru.
jessi pun memutuskan pergi menyetir sendiri, dengan menggunakan salah satu mobil koleksi reyhan, sesampainya dialamat yang dikirim reyhan dipesan, jessi terlihat kurang yakin, bahwa tempatnya merupakan bar ternama di kota ini, ia hanya boleh masuk jika memiliki kartu, saat sedang memikirkan bagaimana carannya untuk masuk, wanita itu kembali mendapatkan pesan dari nomor yang mengirimkan alamat nya tadi, disitu tertulis bahwa, ia masuk saja, tanpa kartu pun ia bisa masuk, karena pria itu sudah menelfon penjaga didepan katanya.
Jessi pun keluar dari mobil, dan melangkah masuk kedalam bar tersebut, dari luar saja sudah terdengar suara musik yang sangat keras, ia semakin tidak yakin, apakah benar reyhan melakukan pekerjaan ditempat seperti ini.
Bersambung........
__ADS_1