Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 64 Terjebak


__ADS_3

Sesampainya mereka dilokasi yang dikirimkan oleh seketarisnya Arya. "Apakah ini adalah tempatnya? " ujar jessi memperhatikan dengan seksama sekelilingnya, tempat yang terlihat dia kali lipat menyeramkan dari bangunan yang menjadi tempat Reyhan untuk menyembunyikan musuhnya.



"Menurut lokasi yang sudah dikirimkan olehnya, memang ini adalah tempatnya, titik nyw berada disini, " jawabnya.



Sebelum turun Reyhan membuka dashboard mobilnya untuk mengambil sesuatu, dan ketika jessi melihatnya, wanita itu terkejut melihatnya, karena teryata pria itu mengambil pistol dari dalam situ, dan menyimpanya didalam jas yang dikenakannya, "mengapa kamu memiliki benda seperti itu, dan untuk apa kamu membawa nya? " ucap jessi



"Aku membang memilikinya, tapi aku hanya menggunakan nya di waktu yang memang dibutuhkan,berjaga-jaga siapa tau kita akan membutuhkannya nanti, " jawab Reyhan.



Setelah mengatakan hal itu pria itu pun keluar dari mobilnya, dan mulai memperhatikan sekitar bangunan itu, melihat hal itu pun jessi ikut keluar dari mobil dan berada tepat disamping pri itu, "Aku heran, apa yang dilakukan oleh rania disini, apakah dia tersesat atau ini adalah sebuah rencana rey, bahkan pengawalmu saja sampai sekarang belum juga sampai, " ucap jessi, yang memiliki firasat buruk, entah kenapa dia tiba-tiba merasa akan ada kejadian buruk yang terjadi.



"Mungkin saja mereka sedang berada di perjalanan, jika kau merasa takut untuk masuk kedalam, sebaiknya kau menunnggu dimobil saja, biar aku saja yang memeriksa apakah rania berada didalam atau tidak, jika lara pengawal sudah datang kau bisa langsung saja menyusulku, " ujar Reyhan memberikan solusi kepada wanita itu.



"Tidak, aku akan ikut dengan mu saja, aku akan semakin takut jika berada didalam mobil sendirian, " ujarnya, dari pada menunggu para pengawal datang, menurut nya ada baiknya dia ikut saja, siapa tau firasatnya itu tidak benar.



Mereka berdua mulai memasuki bangunan itu, saat berjalan jessi mencekram erat lengan pria itu, sementara Reyhan terlihat memperhatikan sekitarnya ia harus waspada, karena sebenarnya dia juga memiliki kejangalan dari semua ini, jadi dia harus meningkatkan tingal waspada ya.



"Rey, aku tidak merasakan bahwa tempat ini pernah didatanhi oleh orang, lihatlah tempatnya begitu jorok dan berdebu, bahkan ada sarang Laba-laba dimana-mana, " ujarnya memperhatikan sekitar, sepertinya tidak pernah dimasukin oleh orang, pria itu hanya diam saja, dia tetap fokus untuk melihat sekeliling setiap sudut bangunan itu, karena merasa tidak ada siapapun, Reyhan pun mulai menaikan kakinya ketangga untuk ke lantai atas.



Ketika sampai diatas, ternyata tempat nya tidak jauh beda dengan dibawah tadi tapi bedanya disini terlihat banyak sekali sampah, dan bahkan ada beberapa botol minuman, seperti nya tempatnya pernah digunakan, ketika mereka memperhatikan kelilingnya, terdengar suara seperti benda terjatuh dari ruangan yang berada di ujung, tempatnya seperti sebuah kamar tertutup, aku dan Reyhan saling pandang, dan tanpa membuang waktu lagi kami pun mendekati tempat itu.



"Apakah kamu yakin suara itu berasal dari kamar ini tadi? " tanya jessi, sebenarnya dia juga mendengar dengan jelasa jika suara itu berasal dari ruangan yang berada dipojokan ini, tapi entah kenapa dia merasa takut seketika.



"Aku sangat yakin suara itu berasal dari tempatini, " jawabnya, yang memegang gagang pintu dan mulai membuka pintunya, bahkan jessi merasakan sangat takut,tapi saat pintu terbuka mereka tidak menemukan siapapun didalam, hanya ada satu kursi saja yang berada ditengah ruangan,dan terlihat juga pecahan jendela yang sudah berserakan dipinggir tempat itu.


__ADS_1


"bagaimana mungkin jendela itu bisa pecah? dan bahkan disini hanya terdapat satu kursi saja, dan juga ada tali dikursi ini, sebenarnya ada apa ini? " ujar jessi yang tidak merasakan jika Reyhan mulai berjalan meninggalkan nya , pria itu memperhatikan seksama semuanya, saat sudah hampir dekat dengan tempat kaca itu berserakan, pintu kamar itu seketika tertutup dengan sendiri nya.



"Aaaaa, apa itu,mengapa pintunya seketika tertutup dengan sendiri nya? " ujar jessi yang berteriak, karena tepat dibelakangnya pintu tertutup dengan lumayan keras.



"Tenang lah, aku akan membukannya, " ujar Reyhan berjalan mendekati pintu, tapi dia terkejut karena pintunya seketika tidak bisa lagi dibuka, karena kemungkinan dikunci dari luar.



"Ada apa?" tanya jessi yang melihat seperti nya pria itu tidak dapat membuka pintu nya.



"Pintunya sepertinya terkunci dari luar, " jawabnya, mencoba membuka knop pintu tapi tetap saja masih tidak bisa untuk terbuka.



"Apa yang sudah kukatakan tadi, seperti nya ini semua memang hanyalah sebuah jebakan untuk menjebak kita, ini sudah tidak benar , pasti akan terjadi sesuatu, setelah ini, " ujar jessi



Setelah mengatakan kalimat itu, tiba-tiba terdengar suara tertawa, ketika mereka berdua memperhatikan sekelilingnya tidak ada siapapun, tapi suara tertawanya masih ada, "Apakah kalian mencari ku? " ujar seseorang yang keluar dari tembok samping jendela yang pecah tadi, ternyata tembok itu bukan tembok sembarangan, karena ternyata memiliki pintu, yang tidak akan disadari oleh siapapun karena jika dilihat itu hanya tembok saja yang ternyata adalah pintu rahasia.




"Mengapa kalian memasang wajah yang seperti itu, apakah kalian terkejut melihatku? " ujarnya.



"Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa kau? " ucap jessi, karena memang wanita yang keluar dari tembok itu adalah seorang wanita, dari suaranya seperti nya memang seorang wanita, mengapa aku menanayakan siapa dia, itu karena wanita itu memakai topeng, yang membuat akau tidak dapat mengenalinya.



"Hahahah, apakah dalam keadaan seperti ini, kau masih bertanya omong kosongnya seperti itu, lakukan," ujarnya.



Setelah mendengar perkataan dari wanita itu, anak buahnya dengan sigap langsung saja memegang mereka berdua, bukan hanya itu,mereka juga mendudukan jessi dikursi itu, yang ternyata kursi itu digunakan untuk mengikat jessi, tapi hanya wanita itu saja yang diikat, sementara Reyhan, kedua tanganya dipegang oleh anak buahnya.



"Apa yang kau inginkan? " ujar Reyhan yang melihat jessi kesakitan karena mereka terlalu mengikat kencang tubuhnya.

__ADS_1



"Tidak banyak, bahkan mungkin kamu sudah mengetahuinya, kak Reyhan, " ujarnya tersenyum smirk, sebelum mendekati pria itu.



Mendengar perkataan wanita itu membuat Reyhan langsung marah , bahkan dia sudah mengepalkan kedua tanganya, "ops, mengapa kamu mengepalkan tanganmu seperti ini kakak, " ujarnya menyentuhnya, tapi langsung saja ditepis pria itu.



Sementara jessi terlihat binggung, mengapa wanita itu memangil pria itu dengan sebutan kakak, sebenarnya siapa sia, dari suaranya sepertinya aku familiar tapi siapa fikirku.


...****************...


Didalam apartemen yang dihuni oleh sepasang suami istri , sang suami baru saja merebahkan tubuhnya disamping istrinya itu, tapi ketika hendak memejamkan matanya, pintu apartemen mereka diketuk, bahkan ketuakan pintunya terlihat lumayan kecang yang dapat mengusik tidur wanita yang sedang kupeluk, karena tidak ingin istrinya bangun, dengan perlahan Raka pun keluar kamar untuk membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang.



"Ia sebentar, " jawabku ketika mendengar pintu semakin kencang diketuk.



Ketika membuka pintu Raka langsung saja ingin menutup pintu ketika melihat siapa yang datang, "eh, mengapa kau ingin kembali menutup pintu? " ujar seseorang yang mencegah pria itu yang hendak menutup pintu kembali.



"Mengapa kau datang kemari? " tanya Raka the te point.



"Apakah kau tidak memperoleh kan aku masuk terlebih dahulu? " ujar nya.



"Cepatlah katakan apa untuk apa kau kemari, jika tidak ada yang penting pulanglah, kau sedang tidak ingin diganggu, " jawabnya



Bukanya mendengar perkataan dari Raka, orang itu malah menyelonong masuk saja kedalam apartemen itu, tanpa merasa bersalah langsung saja memasuki dapur dan mengambil minuman dingin.



"Apakah kamu hanya ingin menumpang minum disini? " tanya Raka yang mencoba sabar menghadapi tingkah dari sahabat nya, dan juga rekannya sesama bekerja dirumah sakit,pria yang bernama albi itu hanya tersenyum saja menangapinya.



Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2