Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 9 Kekesalan


__ADS_3

jessi keluar dari kamarnya, dan langsung turun kemeja makan, ia melihat pelayan menyiapkan makanannya, ia sedikit heran bukankah ini sudah terlalu siang untuk makan pagi, ini bisa dibilang makan siang, tetapi dirumah ini memiliki jam untuk makan siang, dan ini bukan waktunya makan siang.


"Bi, mengapa kalian menyiapkan makanan, bukannya belum waktunya makan siang?" tanya jessi heran.


"Iya nona, ini tuan Reyhan yang menyuruh menyiapkan, karena beliau pun belum sarapan sama sekali nona, " jawab kepala pelayan kepada jessi


Jessi heran melihat sikap dari pria itu, belakangan hari ini semakin lama pria itu semakin aneh, biasanya ia tidak akan perduli terhadap orang lain, sekarang berbeda.


"Bukankah dia terlihat berbeda bi, maksudku Reyhan terlihat berubah, " ucap jessi kepada nya.


belum sempat kepala pelayan menjawab, ia melihat tuan Reyhan sudah datang dibelakang nona jessi, ia pun tidak berani menjawab dan hanya menunduk.


"hmm" ucap Reyhan lngsung duduk di kursi.


Jessi mengacuhkan keberadaan pria itu, ia mengambil makanan, dan memakannya dengan lahap, tanpa peduli kalau pria itu memperhatikan ya, ia hanya fokus untuk memakan makanannya saja.


Setelah selesai makan, jessi memutuskan untuk melihat al, ia sangat merindukan anak yang mengemaskan itu.


Reyhan yang melihat jessi sudah selesai makan, memutuskan untuk memulai pembicaraan.


"Aku ingin berbicara, bisakah kau menunggu ku sebentar, aku menyelesaikan makan dulu," Ucap Reyhan.


"Aku tidak bisa menunggu, aku ingin melihat dan bermain dengan al, aku merindukan anak itu, pasti tadi dia mencariku, nanti saja bicaranya." jawab jessi hendak pergi meninggalkan ruang makan itu


Belum sempat ia pergi Reyhan kembali berbicara, yang membuat dia kesal kepada pria ini, jessi pun terpaksa duduk kembali menunggu pria itu.


"Kau tidak boleh pergi, tetap duduk disini, jangan membatah, atau aku akan membuatmu menyesal, " ujar Reyhan kepada jessi, yang membuat jessi kesal, jessi bukanya takut kepada pria ini, ia bisa saja pergi, tetapi jika ia sudah mengatakan kata-kata seperti itu, pasti ia akan berbuat yang tidak baik kepadanya.


"Ayo kita bicara , " ujar Reyhan berjalan mendahului jessi , ia berjalan ke ruang tengah, dan duduk di single sofa, jessi menyusul nya dan duduk berjaga jarak dengan pri itu.

__ADS_1


" Cepatlah katakan, aku ingin melihat al dan bermain denganya. "ucap jessi


Reyhan menghela nafasnya, " Aku ingin meminta maaf, untuk kejadian semalam, "ujar Reyhan kepada jessi.


jessi tidak percaya ini, pria yang selama ini tidak pernah mengucapkan kata maaf, mau meminta maaf, hanya karena hal sepele yang menurutnya bukan sepenuhnya salah Reyhan, ia tahu pria ini pasti dijebak, tapi ia tidak tau mengapa pria ini sampai harus meminta maaf kepadanya, ini terlihat aneh.


" Kau hanya ingin berbicara tentang, kejadian semalam saja padaku, tidak ada yang lain lagi? "tanya jessi memastikan.


Reyhan hanya mengangukan kepalanya, tanpa berniat menjawab pertanyaan dari jessi.


" Kau membuang waktu saja, kukira tadi ada pembicaraan yang penting dan serius, ternyata tidak,sudah lah untuk apa kau membahas itu, bukankah kau tidak pernah mau meminta maaf padaku, walaupun kau melakukan kesalahan, kenapa sekarang terlihat berbeda? "kata jessi


Reyhan marah mendengar perkataan jessi, ia pun tidak tau ada apa dengan dirinya, ia merasa bersalah membuat jessi seperti semalam, ia tau pasti wanita ini merasa sakit diseluruh tubuhnya, itu sebabnya ia tidak membangunkanya, dan membiarkannya beristirahat, dan ia juga sengaja tidak sarapan menunngu wanita itu untuk makan, tapi lihat lah wanita itu bahkan terus saja memancing amarahnya.


" kau dasar wanita tidak tau diri, sudah baik aku tidak berbuat kasar padamu, aku melakukan semuanya hanya karena merasa kasihan kepadamu, dan kau malah merespon dengan seperti ini, dasar wanita tidak tau Terima kasih, "ucap Reyhan mencekram dagu jessi.


" Diam kau, semakin lama kau semakin tidak terkendali, akan ku tunjukan bagaimana sebenarnya aku, "ujar Reyhan menarik tangan jessi hendak membawanya kekamar untuk menghukum wanita itu.


Belum sempat ia membawanya kekamar, al bersama dengan pengasuh mira datang, al langusung meminta untuk digendong oleh jessi.


" Pa, mama mau dibawa kemana, kenapa ditalik-talik, "ujar al dengan suara candelnya yang belum bisa mengucapkan r dengan benar.


" Papa tidak menarik mama sayang, papa hanya ingin menyuruh mama istirahat itu saja, "jawab jessi berbohong kepada al, ia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada anak kecil itu.


" al tadi pagi tidak melihat mama, jadi sekalang al ingin main, al tidak mau sama pengasuh, ia ma, kita main yaaa, "ucap al sambil merengek dan menatap jessi dengan tatapan yang tidak bisa membuat orang untuk menolak permintaan bocah satu ini.


" baiklah sayang kita bisa bermain sekarang, ayo kita bermain di taman, "jawab jessi tanpa melihat raut muka yang ditujukan Reyhan, ia pergi begitu saja dengan mengedong al, diikuti oleh pengasuh mira.


Reyhan mengacak rambutnya, ia sangat kesal melihat wanita itu, semakin hari semakin tidak terkendali, ia juga binggung dengan dirinya kenapa ia bisa bersikap seperti itu, biasanya ia tidak akan mau repot-repot mengurusi wanita itu, apalagi sampai meminta maaf, itu seperti bukan dirinya saja.

__ADS_1


Reyhan pun memutuskan untuk keruang kerjanya saja, ia pusing memikirkan wanita itu, lebih baik menurutnya ia mengerjakan pekerjaan nya saja.


*****


Sementara di pemakaman umum, seorang gadis sedang terisak sambil melihat tempat peristirahatan sahabat nya itu, elin masih belum percaya kalau sahabat nya itu pergi meninggalkanya sendirian.


" Jes, kenapa kau begitu tega kepadaku, kau meninggalkanku sendirian, apakah kau tidak sayang padaku, "ujar elin sambil terisak menaburkan bunga.


" Aku pasti akan sering melihatmu, aku akan sering datang kesini jika aku memiliki waktu luang, kau baik-baik ya disini, aku harus pergi, sampai jumpa, "ujar elin meningggalkan tempat pemakaman umum itu.


Ia berjalan dengan pandangan kosong, elin merasa sangat sedih akan kepergian sahabat nya itu, elin hampir saja jatuh jika tidak ada yang menolongnya, ia tidak memperhatikan jalanya sehingga ia tidak melihat ada orang didepanya.


" Kalau jalan itu perhatikan jalan nona, bagaimana jika tadi anda terjatuh, anda bisa ditabrak, apalagi ini jalan raya, "ujar lelaki yang menyelamatkanya.


" Maaf, aku tadi memang lagi melamun sehingga tidak memperhatikan jalanku, sekali lagi aku meminta maaf. "ujar elin melihat pria didepanya ini, ia terkejut ternyata pria ini adalah dokter yang menangani sahabatnya itu, elin merasa malu dan bersalah.


" Lain kali kalau anda sedang bersedih, sebaiknya jangan berjalan dijalan raya, itu bisa membahayakan keadaanmu nona, "ucap dokter yang bernama raka itu.


" Ia dokter, maaf kan saya, dan Terima kasih sudah menolong saya, kalau begitu saya permisi, "ucap elin kepadanya.


" Tunggu, aku tau tempat yang bagus untuk anda nona, kebetulan saya tidak ada jadwal dirumah sakit, mari saya antarkan ketempat yang pasti bisa membuat Anda melupakan kesedihan, "ucap raka dengan mencekal tangan elin.


" Tidak perlu dokter, saya baik-baik saja, saya hanya perlu istirahat, lagian saya tidak mau merepotkan anda dokter, "jawab elin


" Saya tidak merasa direpotkan, ayo ikut saya, "ujar dokter memegang tangan elin dan menyuruhnya masuk kedalam mobilnya, yang tidak jauh dari tempat mereka tadi berada.


Elin hanya menurut saja, karena menurutnya ia juga butuh untuk setidaknya kehilangan sedikit kesedihanya,ia hanya pasrah dibawa oleh dokter raka.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2