Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 62 Menghilang


__ADS_3

Setelah mendengar kabar dari seketarisnya, Reyhan pun langsung memutuskan untuk segera pergi kekediaman orangtua nya, "Apakah musuh kamu itu sangat banyak, mengapa sampai melakukan hal yang seperti ini? " tanya jessi ketika mereka sudah berada didalam mobil.


"Didalam dunia bisnis, banyak yang tidak menyukaiku, karena perusahaan yang kukelola sekarang sudah berkembang pesat, wajar jika banyak pesaing yang tidak menyukainya, " jawab Reyhan.


"Tapi bisa saja kan kamu memiliki musuh diluar perkerjaan, mungkin orang itu adalah masa lalumu, atau kamu mungkin pernah berbuat kesalahan yang secara tidak sengaja kamu lakukan, dan kamu tidak menyadarinya, " ujar jessi lagi, karena dimasa dia masih berada di tubuhnya dulu, banyak orang yang tidak menyukainya , bahkan dia sama sekali tidak pernah menggangu, ataupun mencari masalah dengan orang lain.


"Aku tidak tahu, tapi yang pasti kali ini orangnya begitu rapi, dia bahkan sudah merencanakan ini sejak lama, sampai-sampai aku tidak menyadarinya,"


"Tapi aku yakin kamu pasti akan bisa menemukan orangnya, karena mau seperti apapun seseorang menyembunyikan nya, suatu saat pasti akan terbongkar cepat atau lambat, sekarng kita hanya perlu berhati-hati, " ujar jessi


"Jadi ini alasan kamu mengirim al ketempat oma? lalu bagaimana tentang kejadian yang terjadi dirumah sakit,apa yang terjadi dengan dokter itu? " ucap jessi yang masih penasaran pasca kejadian dirumah sakit beberapa lalu.


"Sebenarnya saat dirumah sakit sudah ada yang mengintai al, mereka mengincar anak itu, bahkan dokter itu berniat jahat padanya, tapi untuk pengawal yang berjaga, yang menyamar mengetahui itu sebelum dia melakukan rencananya, " ujar Reyhan yang jessi dapat lihat bahwa saat mengatakan hal itu laki-laki itu mencekram erat stirnya, terlihat dia marah saat mengingatnya.


Ketika mendengar perkataan Reyhan, aku pun menjadi penasaran sebenarnya siapa dalang dibalik semua ini, mengapa dia tega sekali menargetkan anak sekecil al, apakah orang itu sudah tidak lagi memiliki hati, sampai dia tega melakukan hal ini, pikirnya.


"Kita sudah sampai, ayo turun, " ujar Reyhan keluar dari mobil.


Karena sedang berfikir, aku sampai tidak menyadari bahwa kami sudah sampai, tadi saat akan pergi terasa sangat lama dan jauh sekali, tapi ketika mereka pulang jaranlknya terlihat dekat, bahkan aku sampai tidak menyadarinya sama sekali, melihat pria itu sudah meninggalkannya dan mulai masuk kedalam rumah,aku pun bergegas turun untuk menyusul nya


Saat memasuki rumah kedua orang tuanya Reyhan, aku terkejut mendapati rumah itu berantakan, bahkan terlihat jauh dari kata baik, "apa yang sebenarnya terjadi? mengapa seperti ini? " monolog ku, saat sedang sibuk memperhatikan setiap sudut rumah, aku mendengar jika Reyhan sedang memarahi seseorang, dan asal suaranya dari taman, aku pun segera ke taman.


"Apa yang terjadi sebenarnya ha? mengapa kalian sama sekali tidak becus, bagaimana bisa sampai kecolongan seperti ini? "teriak Reyhan marah, kepada para pelayan dan pengawal yang memang ditugaskan untuk mengawasi rumah ini selama orangtua nya pergi.


" Maafkan kami tuan, kami tidak tahu, setelah makan siang kami semua merasa mengantuk, setelah itu entah apa yang terjadi, karena saat kami bangun, semuanya sudah seperti ini, bahkan kami sudah mengecek CCTV tapi entah kenapa tiba-tiba CCTV dimatikan, hingga tidak bisa mengetahui kejadian yang sebenarnya, "ujar salah satu pengawal menunduk.

__ADS_1


"arggg, bagaimana ini bisa terjadi, musuh menyerang dan kita sama sekali tidak bisa melakukan apapun, bahkan mereka sudah berani membuat kekacauan ditempat ini, " ujar nya marah.


Aku yang melihat nya pun menghampiri pria itu, "Siapa yang menyiapkan makanannya? " ujar jessi.


"Saya nyonya, " jawab kepala pelayan.


"Dimana raina, apakah dia juga sama seperti kalian? " tanya Reyhan


"Saat nyonya dan tuan pergi kerumah sakit membawa tuan kecil, sampai sekarang kami belum melihat nona raina tuan, bahkan barang-barang nya masih tersusun rapi, nona belum pernah pulang tuan, "


"Bagaimana mungkin? bukankah wanita itu tidak mengenal siapapun disini, lalu kemana dia? " binggung Reyhan


Jessi pun kembali mengingat kilasan tentang terakhir kali ia bertemu dengan wanita itu, aku ingat wanita itu menabrak ku dan menyebabkan susu tumpah, bahkan dari raut wajahnya terlihat sekali seperti orang yang sedang ketakutan.


"Apa kalian yakin barang-barang nya masih ada semua dikamar yang ditempati nya selama ini? " tanya jessi.


"Rey, tidak ada gunanya kamu memarahi mereka, sebaiknya sekarang kita harus mencari raina, kemana wanita itu pergi, " ujar jessi, pria itu pun mengiyakan saja perkataan yang diucapkan istrinya itu.


"Kalian kembali lah, kerjakan tugas kalian masing-masing, dan bi tolong bereskan kekacauan yang terjadi, " ujar jessi sebelum menarik pria itu untuk pergi dari situ, karena bisa saja pria itu kembali memarahi pelayan dan pengawal itu.


...----------------...


Sesampainya di apartemen elin langsung saja memulai bertempur dengan alat masaknya, karena dia mengetahui bahwa laki-laki yang berstatus suaminya itu sudah sangat kelaparan sekarang, tadi memengaruhi aku menawarkan untuk makan diluar saja, karena kalau masak akan memakan waktu, tapi pria itu tidak mau mendengar nya.


Saat sibuk memasak tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang, dan tanpa dilihat pun wanita itu sudah mengetahui siapa yang melakukan hal ini, dari otomatis tubuhnya saja elin bisa mengenalinya.

__ADS_1


"Sebaiknya kamu duduk saja , kalau begini kamu akan semakin membuat pekerjaanku semakin lama saja, " ujar elin yang merasakan sedikit sulit untuk bergerak akibat pelukan pria itu.


"Kamu bisa tetap memasak walaupun aku memelukmu, kan tanganmu yang memasakan, " jawabnya yang malah semakin mengeratkan pelukanya.


"Kamu memang tidak menggangu, tapi aku menjadi sulit untuk bergerak karena kamu memeluk ku seperti ini, sebaiknya kembali ketempat semula, ini sebentar lagi juga akan selesai, " ujar elin


Karena merasa pri situ tidak merespon perkataanya, elin pun mematikan kompornya yang memang sudah masak, dan membalikan badanya, dia pun menyodorkan spatulanya, "Kamu ingin duduk dan tunggu dimeja makan, atau kamu tidak akan mendapatkan jatah selama satu bulan, " ujar eli mengeluarkan ancamanya yang pasti akan membuat pria itu melepaskan pelukannya.


"Sayang, mengapa kamu mengatakan hal itu, tidak kita baru saja menikah,kamu tega sekali padaku, kita seharusnya segera membuatkan cucu yang lucu untuk mana dan papa, " ujarnya tanpa filter membuat jessi ingin sekali menengelamkan pria itu, apakah dia tidak merasakan malu mengatakan hal seperti itu.


"Cepat kembali kemeja makan, atau, " belum sempat aku menyelesaikan kamliamtku, pria itu sudah ngancir berlari membuat jessi geleng-geleng kepala, melihat tingkah pria itu ketika mendapatkan ancaman seperti itu langsung saja dia seperti itu, "Dasar pria, " monolognya yang kembali menyiapkan makanan, dan mengantarkanya kedepan pria itu yang sudah menunggu nya.


"Wah, ini adalah masakan pertama yang dimasak oleh istriku untuk ku, aku pasti akan mengahabiskannya, sepertinya ini terlihat sangat enak, " ujarnya, yang langsung mengambil makanannya.


Melihat istrinya itu yang diam saja tanpa menyiapkan makanan untuk dia makan nya membuat Raka binggung, "apakah kamu tidak akan makan sayang? " ujar nya.


"Tidak, aku belum lapar, " ujarnya yang memang belum merasa lapar berbeda dengan pria itu.


"Aku tidak akan makan jika kamu tidak ikut makan, " ujarnya mendorong piringnya


"Apakah kamu tidak ingin mencicipi masakan istrimu ini, padahal aku sudah memasaknya penuh dengan kasih sayang, " ujarnya sedih.


"Aku akan makan, tapi jika kamu juga makan, atau bagaimana jika aku menyuapi kamu saja, kita berbagi saja, " ujarnya.


"Tidak aku tahu kamu lapar, kau akan membuat peringkat sendiri, sebaiknya kamu makanlah, " ucap elin menyiapkan makanannya, pri ini memang sangat keras kepala.

__ADS_1


Raka yang melihat wanita itu makan dengan ogah-ogahan pun tersenyum tipis, "Makanan yang sangat enak, aku akan sering makan masakanmu, kamu harus mengantarkan makan siang kepadaku setiap hari, " ucapnya dengan kembali menambah lauk pauknya.


Bersambung.......


__ADS_2