
Mendengar perkataan yang diucapkan oleh albi, elin jadi mengingat kilasan balik tadi sebelum pria itu keluar dan pergi meninggalkan apartemen, mereka berdua memang sempat bertengkar hebat tadi, sehingga pria itu pergi meninggalkan nya sendirian.
"Hey, el, apakah kau mendengarku? " tanya albi yang melihat jika wanita itu tengah melamun , bahkan sudah dipanggil berulang kali pun tidak menyahut nya sama sekali, aku menjadi sedikit takut, jika wanita yang notabe nya adalah istri dari sahabatku itu mengalami kerasukan, entah mengapa pemikiran konyol itu masuk kedalam otaku disaat kondisinya seperti ini.
Karena merasa pemikiran ku yang tidak masuk akal itu tidak mungkin, aku pun menepui bahunya sehinga wanita itu langsung saja terkejut, "Ada apa? " ucapnya
"Seharusnya aku lah yang bertanya padamu, sebenarnya apa yang sudah terjadi? mengapa kamu melamun, apa kamu kemasukan penghuni apartemen ini? " tanya albi sedikit konyol menanyakan hal seperti itu.
Aku yang mendengar perkataan dari pria itu menganga tidak percaya, pria ini adalah seorang dokter tapimaaih percaya dengan hal yang bisa dibilang kuno seperti itu, bahkan hanya beberapa orang saja yang mempercayai hal itu.
"ngawur kamu , mana ada jaman sekarang ini hal seperti itu, aku tidak percaya kamu masih mempercayai hal semacam itu, " ucap elin sedikit merasa terhibur dengan pria ini, ada saja tingkahnya .
"Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? sehingga pria ini kembali lagi menyentuh minuman yang tidak ingin lagi untuk diminum nya, bahkan samping separah ini mabuknya, " ulang albi kembali menanyakannya kepada wanita itu.
"Sebenarnya setelah kepergian mu waktu itu kami memang sempat terlibat pertengkaran , mas raka sangat marah, karena aku tidak mengabarinya terlebih dahulu sebelum keluar apartemen, mungkin itu penyebabnya semua ini, " ucap elin. wanita itu mengatakan yang sebenarnya, entah mengapa aku menceritakan hal yang termasuk privasi dalam rumah tangga kepada sahabat suaminya ini.
"Huft, pantas saja , apakah dia juga marah akibat kau pergi bersama denganku? karena yang ku tau pria ini adalah seseorang yang posesif, " ujar albi
Elin tidak menjawab tapi wanita itu mengangukan kepalanya , membenarkan apa yang dikatakan oleh pria itu benar adanya, karena memng seperti itu lah kenyataan yang terjadi, entah mengapa pria itu terlihat sangat marah, jika difikir, aku hanya pergi bersama teman suaminya itu, bahkan dia sangat mengenalnya, lalu menatap dia bisa sangat marah, apalagi sampai melampiaskan nya sampai mabuk seperti ini.
__ADS_1
"Aku sangat menyayangkan, jika akibat aku kalian bertengkar, aku tidak tahu akan seperti ini kejadiannya, jika aku tau maka aku pasti akan menjelaskan segalanya yang terjadi, agar pria ini tidak salah paham seperti ini, " ucap albi lagi, aku merasa sangat tidak enak hati kepada wanita yang sudah kuangap adikku sendiri ini, mereka baru saja menikah, tapi sekarang mereka malah bertengkar seperti ini.
"Baiklah jika begitu, besok aku akan menjelaskan semuanya padanya, agar dia tidak salah paham, sekarang aku akan pulang, ini sudah mulai pagi, aku ada jadwal jam delapan jadi aku pulang dulu, " ucapnya
"Oiya, satu lagi, tolong kamu gantikan pakaian yang dikenakan oleh suamimu ini, dia tidak akan nyaman jika tidur mengunakan pakaian seperti ini, " ucap albi sebelum benar-benar pergi dari apartemen itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sebenarnya siapa pria itu tadi? mengapa wajahnya harus memakai topeng seperti itu? aku tidak bisa mengenalinya, " ucap sarah.
Mendengar perkataan yang diucapkan oleh wanita paruh baya didepan nya ini, rania hanya tersenyum smirk mendengarnya, dia saja bahkan tidak mengetahui siapa pria itu, karena orang itu tidak sengaja ditemuinya dan mengajaknya untuk berkrja sama, karena tujuan mereka sama, "kita tidak perlu tau siapa dia, yang pasti dia adalah orang yang mengetahui segalanya, aku saja tidak pernah melihat wajahnya, " ucap rania.
Sarah yang merupakan ibu tiri dari jessi memang melakukan kerja sama kepada rania, wanita itu tidak menyukai keyla atau jessi, karena wanita itu dia gagal menyelamatkan perusahaan nya, sarah tidak menyukainya dan mau mengambil resiko besar demi menghancurkan kehidupan dari wanita itu.Sedangkan rania wanita itu sejak awal memang tidak meninggal, waktu itu perempuan yang berada diatas raftoop bersama dengan Reyhan memang benar adalah rania, tapi yang terjatuh itu bukanlah mayatnya, karena itu sebenarnya adalah orang lain yang memang sengaja dipersiapkan untuk mengelabui Reyhan dan anak buahnya.
" Kau tidak perlu meragukannya, kita hanya perlu melakukan perintahnya saja, hal lain dari pada itu bukan lah urusan kita,kita harus mempercayainya saja, "ucap rania meninggalkan sarah sendiri di situ.
Sial
" Wanita itu semakin kesini sepertinya semakin semena-mena terhadap diriku, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi terus-menerus, jika saja aku tidak membutuhkan bantuan darinya maka bisa kupastiakan aku tidak akan mau bekerja sama dengan wanita seperti itu, "ucap sarah merasa kesal dengan sikap rania kepadanya.
__ADS_1
Sarah pun pergi dari situ, dia harus pergi kerumah sakit untuk melakukan sesuatu yang penting, karena sejak tadi pihak rumah sakit sudah menelfon ya, jika wanita itu melewati jalan pintas, maka dia akan bisa segera sampai ke kota.
...----------------...
Sementara dirumah sakit, tepatnya diruang inap seorang wanita sedang mengeluh kebosanan, jessi sedang sendirian dikamar indahnya ini, tadi dia bersama dengan suaminya, tapi pria itu mengatakan tiba-tiba saja harus melakukan pekerjaan penting, tadi dia hanya mengatakan akan pergi sebentar saja, tapi sampai sekarang pria itu sama sekali tidak ada tanda-tanda akan datang, sementara kedua mertua dan anaknya sudah pulang sejak pagi tadi, karena Reyhan yang menyuruhnya yang ku setujui, al masih kecil tidak bagus untuk anak itu berlama-lama dirumah sakit, itu yang menyebabkan Reyhan menyuruh mereka pulang, agar bisa istirahat dengan nyaman dirumah.
" Pria itu, aku akan memarahinya jika dia kembali, dia mengatakan nya akan pergi sebentar saja, tapi sampai sekarang dia bahkan belum juga kembali, "monolog jessi yang merasa kesla, aku sudah merasa lebih baik sekarang, bahkan sudah baik-baik saja, tapi pria itu tidak memperoleh aku pulang jika belum benar-benar sembuh, sekarang lihatlah aku kebosanan disini sendiri, aku bahkan tidak mempunyai teman untuk diajak mengobrol.
Saat wanita itu mengeluh kebosanan, seorang dokter dan juga perawat memasuki ruanganya," selamat pagi nyonya, "sapa dokter ketika masuk kedalam.
" Selamat pagi dokter, "jawab jessi dengan tersenyum hangat, dia tidak ingin memperlihatkan kebosanan nya dan juga kejenuhan nya diruangan nya ini sendiri.
" saya akan melakukan pemeriksaan terhadap nyonya, untuk memastikan kondisi nyonya, "ucap dokter
Jessi mengiyakan saja perkataan dokter tersebut, karena dia juga ingin mengetahui apakah kondisi nya sudah stabil, karena jessi ingin sekali pulang kembali kerumah, wanita itu merasa bosan jika dirumah sakit ini lebih lama lagi, " Bagaimana dokter? apakah kondisi saya sush baik-baik saja? "tanya jessi setelah dokter sudah selesai dengan pemeriksaan kepadanya.
" Baik nyonya, luar biasanya, sepertinya nyonya memiliki semangat sembuh sangat besar, sehingga nona dapat sembuh secepat ini, ini sangat baik nyonya, semuanya normal, bahkan luka jaitan ananda seperti nya sudah mulai mengering, "ucap dokter.
" Terima kasih dokter, aku sangat senang mendengarkan nya, aku sangat ingin segera kembali kerumah, aku merasa bosan berada disini terus menerus, "ucap jessi.
__ADS_1
Dokter hanya tersenyum menanggapi ucapan dari wanita didepanya ini, " Kalau begitu kami pergi dulu nyonya, ada pasien lain yang ingin saya periksa, "ucap dokter pergi keluar ruangan jessi, dan wanita itu kembali merasakan kesunyian dan kebosanan setelah kepergian dokter dan suster tersebut.
Bersambung.....