
Setelah beberapa hari Raka dan elin berhasil membujuk orangtua dari pria itu, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh mereka berdua tiba, sebenarnya yang paling ditunggu oleh Raka, mereka akan melangsungkan pernikahan nya hari ini, tapi karena permintaan dari elin, hari ini kedua orang itu hanya akan melakukan janji suci ke gereja saja, resepsinya disaat elin sudah merasa siap, resepsi nya akan ditunda untuk sementara, permintaan dari wanita itu.
"Ma, apakah ini tidak terlalu berlebihan, resepsinya tidak sekarang, "
"Ini tidak berlebihan sayang, ini adalah pernikahan putra tunggal mama, sebenarnya mama mempunyai impian yang sangat besar untuk hal ini, tapi mama mengerti kamu mungkin masih belum siap melakukannya, jadi tidak papa, sekarng setidaknya kalian mengucapkan janji suci, resepsi nya nanti saja, " jawabnya mengelus rambut wanita itu yang sudah dirias sedemikian rupa.
"Maaf ma, aku telah menghancurkan mimpi, seharusnya aku tidak egois, " jawabnya.
"Tidak mama paham kondisi kamu, mama yang seharusnya minta maaf atas perbuatan anak mama kepada kamu, kamu tidak perlu merasa egois, mama mengerti kok, sudah jangan sedih, nanti Raka kira mama menyakiti istrinya, sampe mukanya sedih begini, " ucapnya
Tok tok tok
Pintu yang diketuk mengalihkan pembicaraan mereka , "Masuk, " jawab amel, "Maaf Bu saya menggangu, sekarang sudah waktunya kita berangkat, mobil sudah siap, tuan menyuruh saya memangil, " jawab seorang pelayan.
"Baiklah, kami akan turun, " jawab amel . "kamu dengar yang dikatakan olehnya, sekarang kita akan turun nak, kamu tidak boleh sedih, nanti riasanmu rusak, kamu harus senyum supaya kelihatan lebih cantik, " ucap amel sedikit memperbaiki riasan elin.
*****
"Hay, lama tidak bertemu, apa kabar? " ucap pria itu sambil melambaikan tanganya, jessi langsung tersadar dari lamunannya, dan melihat kebelakang tempat Reyhan tadi duduk, tapi ternyata pria itu tidak berada ditempatnya, kursi itu sudah kosong, dia binggung kemana pria itu pergi.
"Mengapa kau melihat kebelakang, apakah kau sedang mencari suamimu itu, mungkin dia sudah pulang,meninggalkanmu seperti biasa, " ucap pria itu lagi yang bernama bara,pria yang dulunya berteman baik dengan Raka, tapi terjadi kesalahan pahaman yang membuat Permusuhan pada mereka, dan itu terjadi sampai sekarang, saat bertemu dengan pria ini, maka Reyhan tidak akan bisa menahan amarahnya.
Aku tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan pria itu, aku lebih memilih mengabai kan ya, dan akan pergi dari tempat itu, aku tidak ingin kesalah pahaman terjadi, tapi pria itu malah mencekal pergelagan tanganku.
"Apa yang kau lakukan? , lepaskan, " ucap jessi mencoba melepaskan cengkalan dari pria itu, tapi tidak berhasil, karena tenaga dari pria itu sangat kuat berbanding terbalik dengan dirinya, apalagi tangannya memang lagi sakit.
__ADS_1
"Kau mau kemana, kau bahkan tidak menjawab pertanyaan yang ku berikan, mengapa kau mengabaikanmu, apakah kau takut suamimu memarahi mu, tenang saja aku tidak berniat jahat, aku hanya ingin bertanya satu hal padamu, " ucapnya.
Jessi menghembuskan nafasnya sebelum membalas perkataan dari pria itu, "Ada apa, cepat katakan apa yang ingin kau tanyakan, aku tidak memiliki banyak waktu, " jawab jessi menunggu pertanyaan apa yang ingin disampaikan oleh pria itu.
" Apakah ada wanita yang bernama raina, yang datang dan menginap dirumahmu? "tanya nya
Aku yang mendengar nya sedikit tersentak, memperhatikan pria itu, bagaimana mungkin dia bisa mengetahuinya, dan mengapa juga dia bertanya soal wanita itu, " Apa maksud dari perkataanmu itu, aku tidak mengerti, "jawabnya.
" Begini, aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu, berhati-hati lah dengan wanita yang bernama raina itu, dia tukang orang baik, dia ingin melakukan sesuatu padamu, jadi sebaiknya kau harus waspada kepadanya, "ucapnya lagi.
" Mengapa kau mengatakan seperti it-, "belum sempat ia menyelesaikan kalimat itu dia bisa melihat Reyhan berjalan kearahnya, dengan wajah yang menahan amarah, sepertinya akan terjadi kesalah pahaman kembali .
" Mengapa wajahmu menjadi pucat seperti itu?"pria itu berniat mengulurkan tangannya mengecek kondisi perempuan itu, tapi belum sempat ia menyetuhnya, dia sudah mendapatkan bogeman dari arah belakangnya , yang membuat sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.
"Apa yang kau lakukan ha, apakah kau tidak pernah jera denganku, mengapa kau selalu menganggu dan mengusik ku? " ucap Reyhan menyembunyikan tubuh elin dibelakang tubuhnya.
"Kau tidak perlu mendekatinya, pergilah dari sini sebelum aku menghajarmu, " ujar Reyhan, dia tidak mau membuat keributan disini.
"hahah, kau tidak berubah sama sekali, tetap saja menjadi seseorang yang pemarah, sesekali jangan lansung emosi mengahadapi sesuatu, berfikirlah tenang terlebih dahulu, " ucapnya
"Kau tidak perlu mengajariku, pergilah sebelum kesabaranku habis, " ucapnya , bara yang tidak ingin memperpanjang masalah pergi dari tempat itu meninggalkan kedua pasutri itu.
Jessi masih terlihat terkejut melihat Reyhan yang tiba-tiba memukul pria itu, setelah Reyhan menariknya , baru ia kembali tersadar, pria itu berjalan sangat cepat, jessi tidak bisa mengikuti langkahnya, dia merasakan sakit dipergelangan tangannya, dia pun menghentikan langkahnya, dan mencoba melepaskan tanganya.
"Apa yang kamu lakukan, mengapa kamu menarikku, kamu terlalu kuat menarik, dan langkahmu terlalu cepat aku tidak bisa mengimbanginya, " ucapnya setelah berhasil menarik tanganya, pergelangan tanganya sudah terlihat memerah akibat ulah pria itu.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan tadi dengan pria itu ha?, kau baru kutinggal sebentar dan kau sudah seperti itu, " jawabnya.
"Aku tidak melakukan apapun denganya, perkataannya benar, dia hanya bertanya padaku, dan kau malah memukulnya, kau seharusnya tidak seperti itu tadi, " ucapnya yang membuat pria itu semakin marah , karena dia telah membela pria yang menjadi musuh dari suaminya sendiri.
"apa kau sekarang membelanya, kau tau bukan dia siapa, seharusnya kau pergi tadi , bukannya mendengar perkataannya, atau mengobrol dengannya, "
"Aku tidak membelanya, memangnya kau tadi pegi kemana, kau bahkan tidak memberitahukan ku, aku tadi mencarimu, dan aku tadi berniat pergi dari situ, tapi dia mencekal pergelangan tanganmu, "
"" Tidak usah banyak alasan, kau pasti sengaja memaksa untuk pergi kesini, bukankah kau sudah janjian denganya untuk bertemu disini, "
"Terserah apa yang kau katakan, aku tidak peduli, mau aku menjelaskan pun kau tidak akan percaya, sebaiknya kita pergi saja dari sini, aku ingin pulang, aku sudah tidak ingin melihat sunset, " ucap jessi pegi meninggalkan pria itu.
Bodoh amat dengan pria itu, aku sudah badmood gara-gara dia, aku jadi tidak semangat lagi untuk melihat sunset, tapi aku masih memikirkan perkataan dari pria itu, bagaimana mungkin dia bisa mengenal raina, dan apakah maksud dari perkataannya, apakah sebenarnya dugaanku benar, kalau wanita itu bukanlah orang baik, aku tadi belum sempat menanyakan lebih jelas, pria itu datang-datang main pukul saja,perempuan itu menendang pasir-pasir yang injaknya melampiaskan kekesalannya akibat tuduhan-tuduhan pria itu.
karena angin bertiup agak kenyang, pasir itu tidak sengaja mengenai Reyhan, yang sendiri tadi mengkikuti wanita itu dari belakang, "Apa yang kau lakukan, mataku masuk pasir akibat ulahmu, " ucapnya yang membuat jessi menghentikan ulahnya, dan melihat kebelakang pria itu sedang mengucek matanya, sebenarnya dia enggan untuk membantunya, tapi karena dia tidak tega, jadi dia pun membantu meniupkan mata dari Pria itu.
"Lain kali jalan pakai mata, sudah tau ada pasir, bukanya menghindari nya," ucapnya
"apa yang kau katakan, ini semua adalah ulahmu, ngapain kau menendang nya, kau yang membuatnya, bagaimana aku mau menghindar, pasir yang kau tendang itu terbang, dan mengenai mataku, " jawabnya.
"Tetap kau yang salah, sudahlah aku tidak ingin bicara padamu, " ucapnya sambil berjalan kembali, meninggalkan pria itu yang masih sedikit kesusahan membuka matanya.
"Hey, tunggu aku, kau nanti bisa tersesat, " teriaknya melihat jessi sudah mulai menjauh.
"Kau sangat lambat, " jawabnya
__ADS_1
Bersambung......