Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 58 Keras kepala


__ADS_3

Mereka berdua sudah sampai dirumah kediaman mereka, sebenarnya Reyhan sudah membelikan rumah untuk keluarganya, tapi karena peristiwa kecelakaan yang dialami oleh jessi, mama rena menyuruh mereka untuk sementara tinggal dikediamannya.



Reyhan membuka pintu dengan kunci yang dibawanya, begitu pintu terbuka, semua masih tetap sama tidak ada yang berubah sama sekali, bahkan rumah itu tetap terjaga kebersihan ya, tidak terlihat sedikit pun debu yang menempel, membuat jessi binggung, "Rumah ini setiap hari dibersihkan, itu sebabnya rumah ini tetap terlihat rapi dan bersih, " ucap Reyhan seakan tau kebingungan dari wanita sebelah nya.



"Pantas saja, aku tadi heran melihat tidak ada. debu dirumah ini, padahal sudah cukup lama juga kita tidak menempatinya, " jawab jessi berjalan mengikuti Reyhan yang sudah meninggalkannya diluar.



"Apakah kita akan menetap disini? " tanya jessi.



"Tidak tahu, tapi untuk sementara waktu kita akan tinggal disini terlebih dahulu, " jawab pria itu kemudian duduk disofa, melihat itu jessi pun ikut mendudukan dirinya disamping suaminya.



"Lalu bagaimana dengan barang-barang yang ada dirumah mama? " tanya nya lagi.



"Aku sudah menyuruh pelayan mengemasinya semua, Arya sudah mengantarkanya kemari, barang-barang kita dan juga al sudah ada dikamar atas, " jawabnya



"Sebenarnya apa yang terjadi? dan bagaimana raina, wanita itu apakah akan tinggal bersama kita juga? " ucap jessi yang baru mengingat tentang wanita itu, sejak raina menabraknya, jessi sama sekali belum bertemu denganya.



"Tidak, dia tidak akan tinggal disini, bagaimana mungkin aku membiarkan bahaya berada disini, " ujarnya dengan kalimat terakhir yang diucapkan nya dengan pelan, tapi karena jessi duduk tepat disampingnya jadi wanita itu masih mendengarnya, walaupun itu berupa gumaman.



"Apa maksudmu? aku tidak mengerti, bisa kamu jelaskan? " tanya jessi.



"Sudah lah lupakan saja, sekarang sebaiknya kau bersihkan dirimu, dan istirahat lah, aku akan pergi keluar sebentar, " ucap Reyhan, yang membuat alibi karena dia tidak ingin menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh wanita itu.



Saat Reyhan hendak berdiri untuk pergi dari situ, jessi langsung menariknya untuk duduk kembali, "Aku tau kamu ingin lari, dan tidak ingin menjawab pertanyaan dariku, tapi untuk sekarang tidak bisa, kamu harus bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, " ucap nya



"Aku harus pergi sekarang, ini adalah urusan penting, nanti saja aku menjelaskan nya, "pria itu mengatakan yang sebenarnya, karena memang baru saja mendapatkan kabar dari seketarisnya arya.

__ADS_1



" Baiklah, tapi bolehkah aku ikut? "ucap jessi, aku penasaran dengan urusan penting yang dimaksud oleh pria itu.



" tidak sebaiknya kau di rumah saja, bahaya sekarang jika kau berpergian, "ucapnya tegas, dia tidak yakin jika musuh diam saja, setelah mengetahui bahwa rencananya tidak berhasil mencelakai anaknya.



"Dengan aku berada dirumah sendirian akan semakin berbahaya, aku juga sangat takut berada dirumah sebesar ini sendirian, aku ikut ya, ya, " ucap ku yang tidak ingin menyerah, perkataanku tidak benar sama sekali, karena aku memang sudah terbiasa dirumah sendirian, tapi sekarang aku memang ingin ikut dengan pria itu.



"Apa yang kau katakan, dirumah ini sudah dikelilingi oleh banyak pengawal, dan sebentar lagi juga akan datang pelayan untuk menemanimu, jadi kau berada dirumah saja, " ucapnya.



Jika Reyhan dengan sikap yang tidak bisa dibantah, begitu juga dengan jessi yang sangat keras kepala, dia tidak akan mau menyerah, walaupun pria itu akan memarahinya, tapi dia tetap tidak peduli sama sekali.



"Pokoknya aku harus ikut, jika tidak maka kamu juga tidak boleh pergi dari sini, " ujarnya merebut kunci mobil yang dipegang oleh pria itu, walaupun dia tau masih ada mobil lain yang berada dirumah itu, tapi pria itu pasti hanya ingin mengunakan mobilnya saja.



Melihat kelakuan wanita itu, Reyhan hanya bisa menghela nafasnya saja, sebenarnya dia ingin sekali marah sekarang, tapi entah kenapa pria itu mencoba menahannya sendari tadi, karena dia merasa bersalah jika membuat wanita itu menangis, sebenarnya wanita itu lah yang membuat dirinya menjadi kasar kepadanya.




"Tidak, aku akan pergi saja sekarang, tidak perlu membersihkan diri, kurasa bajuku sekarang tidak masalah untuk pergi," ucap jessi merapikan sedikit bajunya , begitu juga rambutnya yang hanya sedikit saja berantakan.



"Baiklah ayo, tapi kau harus berjanji satu hal, kau tidak boleh jauh-jauh dari ku, jika berada disana,kau juga tidak boleh banyak bertanya, ingat, " ucapnya mengatakan sambil berjalan keluar dari rumah.



"Sebenarnya kita akan kemana? " tanya jessi, membuat pria itu menghentikan langkahnya dan menoleh kessmping menatap wanita itu, mengerti akan tatapan dari pria itu, aku langsung saja menyengir, "hehe, aku tidak akan bertanya apapun, " ucapnya mengunci mulutnya dengan tanganya, dan bersikap seolah memegang kunci, dan menaruhnya didalam kantung nya.



Reyhan hanya meyungingkan senyumnya tipis, melihat tingkah laku istrinya itu yang terlihat seperti bocah saja, "Begini lebih baik, " ucapnya kembali berjalan, diikuti oleh jessi dibelakang nya yang hanya diam saja.


...****************...


......................

__ADS_1


Setelah mereka sudah merasa lebih baik, dan juga sudah menenangkan dirinya, sepasang suami-istri yang baru saja melangsungkan pernikahan itu kembali kerumah orangtua dari Raka, sebenarnya Raka sangat malas untuk sekedar kembali kerumah itu lagi, tapi karena elin yang merasa tidak enak jika mereka tidak pamitan untuk kembali keapartemen, jadi wanita itu memaksa Raka.



"Sebaiknya kita tidak perlu berpamitan, aku akan menelfon mama saja nanti, mereka pasti akan mengerti, " ucap Raka saat mereka sudah sampai di depan pintu rumah.



"Tidak, jika kita tidak pamit, oma akan semakin membenarkan apa yang difikirkanya tentangku, bagaimana pun perlakuannya, kita harus tetap menghormatinya, dia adalah orang yang lebih tua dari kita, " ujar elin.



" Baiklah, tapi jika dia kembali bersikap diluar batas, maka aku tidak akan diam saja, kita akan langsung pulang saja, "jawab Raka.



Saat elin hendak mengetuk pintu, pintu sudah lebih dulu dibuka oleh orang didalam, dan yang membuka nya adalam oma naomi, bersama dengan tante adel, beserta anaknya, jika dilihat dari penampilan mereka bertiga, sepertinya mereka hendak pergi keluar, karena sudah berpakaian rapi.



" kamu kambali nak, oma tau kamu begitu sangat menyayangi oma mu ini, tidak mungkin marah terlalu lama kepada oma, "ucap nya, merekahkan senyumananya, sementara kedua orang yang berada dibelakangnya hanya memutar matanya malas, walaupun Raka sudah bersikap tidak sopan, tapi tetap saja pria itu adalah cucu kesayangan dari wanita tua itu.



Tetapi seperti nya senyuman yang hanya sebentar saja, karena melihat elin yang sudah berada disamping Raka, karena tadi memengaruhi saat hendak mengetuk pintu, elin sedikit berjarak dengan Raka, dan saat pintu dibuka pun, wanita itu terhalang pintu, saat elin bergeser disitu ketiga wanita itu menyadari keberadaannya.



" Mengapa kamu kembali membawa wanita ini? oma kira kamu akan menuruti perkataan oma, dan meminta maaf pada oma,"ucapnya menatap benci kepada elin.



"Kami kesini hanya ingin berpamitan oma, kami akan kembali keapartemen, " ucap elin,. mengeluarkan suara, walaupun melihat tatapan itu, dia tidak memperdulikanya.



"Mengapa kamu memangilku seperti itu, kau tidak pantas memangilku seperti itu, mengapa juga kamu masih berada disini, seharusnya kau pergi, " ujarnya.



Mendengar hal itu, elin hanya mencoba untuk bersabar saja, tidak ingin memasukan perkataan dari wanita itu kedalam hatinya,"Bukankah oma itu adalah oma dari suamiku, jadi aku juga akan memangil sama sepertinya, "jawab elin dengan tenang, dia mencoba untuk bersikap santai menghadapi perkataan wanita paruh baya itu.



" Raka kau harus mengingat, apa yang kukatakan tidak pernah main-main, jadi kau masih memiliki waktu,aku akan menunggu, dan oma ingin keputusan yang kau ambil adalah keputusan yang tepat, "ucapnya pegi dari situ, diikuti kesian wanita yang dibelakangnya.



" Apa yang sudah kukatakan, "ucap pria itu masuk kedalam rumah, karena ingin berpamitan kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1



Bersambung.......


__ADS_2