
Reyhan merasa heran dengan wanita dihadapanya ini, karena saat ia berbicara tidak dijawab oleh wanita itu, apakah kesalahannya sebesar itu, sampai dia didiamkan seperti ini, tidak biasanya wanita ini melakukan hal ini padanya,"Apakah kamu memang tidak ingin melihatku, dan berbicara padaku? "tanya Reyhan lagi.
Melihat respon yang diberikan wanita itu sama saja seperti tadi, tidak menjawab ataupun membalikan badanya membuat Reyhan menghela nafasnya, kesabarannya benar-benar diuji sekarang, sebelum kesabaran nya habis, Reyhan memutuskan akan pergi menunggu didepan saja, mungkin istrinya itu membutuhkan waktu sendiri untuk sekarang ini fikirnya.
Saat mengetahui jika pria itu akan pergi, jessi langsung saja membalikan badanya dan memegang tangan pria itu, aku tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang sekarang tengah kurasakan, aku harus memberitahu kan hal ini padanya, walaupun aku sulit untuk berbicara, tapi setidaknya aku masih bisa mencegahnua untuk tidak keluar meninggalkanku.
Reyhan merasa heran dengan istrinya itu, tidak ingin menjawab pertanyaan darinya, sekarang malah mencegahnya untuk pergi , Reyhan tidak membalikan badanya, pria itu menunggu perkataan dari wanita itu untuk apa mencegahnya, sampai beberapa menit kemudian tidak ada sepatah katapun yang diucapkan oleh wanita itu membuat Reyhan binggung, untuk apa mencegahnya, Reyhan pun membalikan badanya karena tangan jessi yang menahanya tadi kian mengendur membuatnya binggung dengan wanita itu, saat membalikan badannya Reyhan terkejut bukan main, tubuh wanita itu sudah memucat dengan satu tanganya yang lain memegang perutnya.
Reyhan langsung saja khawatir, mendekati brankar wanita itu, "apa yang terjadi padamu? hey, katakan, jangan tutup matamu, " ucap reyhan semakin panik karena wanita itu tidak menjawabnya, bahkan hampir menutup kedua matanya.
Sementara aku masih bisa mendengar perkataan dari Reyhan,aku merasa badanku semakin lama semakin melemah, dan rasanya aku ingin menutup memata agar sakutku mungkin bisa hilang, karena ini lebih sakit dibandingkan aku pertama kali terkena tusukan, bahkan kali ini seluruh badanku mengalaminya.
"Aku akan memangil dokter, jangan tutup matamu, aku mohon bertahan lah, jangan seperti ini, aku yakin kamu kuat, " ucap Reyhan langsung saja keluar memanggil dokter, karena aku sudah mencoba menekan tombol samping brankar untuk memangil dokter, tapi tidak ada yang datang, membuatnya harus keluar untuk memangil dokter.
"Dokter, dokter, , " teriak Reyhan begitu keluar dari kamar inap tempat jessi, seperti orang kesetanan pria itu terus saja berteriak, bahkan dia mengabaikan tatapan orang padanya yang menaatapnya binggung, para pengawal yang didepan ruangan saja binggung melihat sikap dari pria itu yang tiba-tiba berteriak, "Cepat panggil kan dokter, " teriaknya kepada para pengawal yang hanya memperhatikan nya saja.
Raka yang kebetulan lewat dari situ merasa binggung dengan pria itu, yang berteriak dirumah sakit, pria itu pun mendekati Reyhan untuk menegurnya agar tidak berteriak, karena dapat menggangu pasien lainya. "Maaf Pak, tapi anda tidak boleh berteriak disini, suara anda dapat menggangu pasien lainnya, " ucap Raka ketika sudah berada didepan pria itu.
"Kau dari mana saja kau ha! kau tau istriku, keadaan nya memburuk, cepat kau periksa dia, " ucap Reyhan langsung saja menarik pria itu, Raka yang tidak mengerti apapun hanya pasrah saja ditarik oleh Reyhan, sesampainya didalam kamar inap jessi, Raka terkejut melihat tubuh seorang wanita yang sudah pucat seluruhnya"apa yang terjadi denganya? "tanya Raka.
" Aku juga tidak tahu, sekarang cepat kau tangani dia, "ucap Reyhan.
__ADS_1
Raka sendiri binggung, ini bukanlah pasiennya ataupun tugasnya, karena jadwalnya juga sudah habis, tapi karena sudah bersumpah akan menolong orang dan menyelamatkan nyawa orang lain , Raka akhrinya melakukan nya, pria itu mulai memeriksa kondisi jessi, setelah melakukan pemeriksaan keseluruhan, pria itu tampak memegang, Raka mengecek nafas dari jessi.
" Apa yang kau lakukan ha! istriku masih bernafas, mengapa kau malah melakukan itu, seolah-olah istriku sudah tidak bernafas lagi, "ucap Reyhan
" Anda tenang dulu pak,
sepertinya istri anda keracunan, ada yang menyuntikan cairan berbahaya kedalam infusnya, sekarang cairan itu sudah mulai menyebar keseluruhan tubuhnya, kita harus segera menghentikan nya, atau nyawanya tidak dapat ditolong, "ucap Raka
" Cepat lakukan, aku akan menuntut kalain semua begitu juga dengan rumah sakit ini, jika samapai istri ku kenapa-kenapa, kalian tidak becus merawatnya, "ucap Reyhan marah, bagaimana bisa dia teledor seperti ini.
" Saya akan segera melakukan pengobatan terhadap istri bapak, saya juga akan melakukan segala cara semampu saya, sekarang istri bapak ini harus dipindahkan terlebih dahulu keruang UGD , "ucap Raka.
" Dimana aku harus mendapatkan nya, cepat katakan padaku, aku akan mencari nya, "ucap Reyhan cepat, aku akan mencari kemanapun penawar itu, aku tidak ingin sampai wanita itu kenapa-kenapa, al masih membutuhkan figur seorang ibu, aku tidak akan membiarkan nya kekurangan apapaun.
" Sulit ditemukan, tapi jika tuan berusaha, saya yakin tuan pasti menemukan penawar yang sangat langka itu, "ucap Raka, setelah menuliskan nama penawar nya, Raka langsung saja pergi memasuki ruang UGD, dia harus segera menangani jessi sebelum terlambat, sementara Reyhan meninggalkan kamar itu, Reyhan akan meminta para pengawalnya untuk membantunya agar mudah untuk ditemukan.
" Kalian cepat cari penawar racun ini, jika ada yang menemukannya kabari saya secepetanya, "ucap Reyhan pergi dari situ, setelah memberitahukan nama penawar yang harus mereka cari.
Aku bergegas mencari penawar tersebut, aku tidak bisa menyerahkan hal ini hanya kepada para anak buahku saja, saat akan memasuki mobil seseorang menelfon ku, dan ternyata nomor asing yang tidak dikenal membuatku malas untuk mengangkatnya, seakan tidak mau menyerah nomor itu terus saja menelfon , membuatku mengangkat nya.
📞" jika tidak penting, jangan ganggu saya, "ucap Reyhan the te point saja, karena masih ada urusan penting dibandingkan merespon orang tidak dikenal seperti ini.
__ADS_1
📞" santai rey,mengapa kamu marah-marah seperti itu, apakah kau khawatir terhadap istrimu itu? "ucap seseorang ditelfon membuat Reyhan menegang mendengar suara itu, dia tidak mungkin tidak mengenali suaranya, Reyhan tidak menyangka ternyata dugaannya benar adanya.
📞" Katakan apa yang kau inginkan sebenarnya, jangan main-main dengan ku , atau kau akan tau akibatnya, "ucap ku tidak dapat mengendalikan marahku, karena wanita itu terdengar tertawa setelah aku mengancamnya, apa-apaan wanita itu, seperti nya dia terlihat meremahkan ucapkan ku.
📞" haha, bukankah sudah kubilang, aku tidak menginginkan hal ini, tapi ada seseorang yang menginginkan hal ini terjadi pada keluarga mu, jadi aku hanya membantunya saja, kukira ini menyenangkan, "balasnya
Mendengar perkataan dari wanita itu, Reyhan mengertakan kedua giginya, bahkan mengepalkan kedua tanganya sama liverpool jari-jarinya memutih.
📞" kau, aku akan membalas semua perbuatanmu ini, aku tidak akan melepaskanmu, camkan itu, "ucapku ingin mematikan sambungan telepon nya, tapi wanita itu mencegahnya.
📞" apakah kau ingin penawar racun untuk istrimu itu? jika kau tidak berminat maka matikan saja sambungan telepon nya, "ucalnya mengatakan tujuan awal nya menelfon.
Reyhan terdiam ditempatnya mencerna perkataan dari wanita itu, jadi semua yang terjadi pada istrinya ada hubungannya dengan wanita itu dan rekannya, dan apa katanya tadi penawar, akan ada sesuatu dibalik semua ini, aku yang sibuk dengan pemikiranku, langsung saja kembali sadar setelah wanita itu mengeluarkan kembali suaranya.
📞" Kau benar rey,aku menginginkan imbalan saat aku memberikan penawar nya padamu, dan aku tidak yakin kau menerima syarat yang ku berikan, tapi seperti nya kau akan menerimanya demi istri tercinta mu itu bukan? "ucapnya lagi, seakan mengerti dengan isi fikiran Reyhan.
📞" kau jangan bertele-tele, cepat katakan apa niatmu sebenarnya, aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi, "jawab Reyhan.
Bersambung.....
.
__ADS_1