Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 69 anak perempuan


__ADS_3

Malam telah berganti sinar matahari sudah masuk kedalam celah jendela ruangan wanita yang sedang dirawat, cahaya matahari mengenai pria yang sejak semalam tidur disamping brankar istrinya , membuat tidurnya terganggu akibat terkena cahaya surya tersebut.


Saat pria itu membuka matanya ternyata didalam ruangan istrinya itu sudah ada dokter dan suster yang akan memeriksa istrinya, "maaf Pak, karena saya menyuruh suster membuka jendela agar udara dapat masuk, karena udara pagi baik untuk istri bapak, dan hal itu mengakibatkan tidur bapak terganggu" ucapnya.


"Tidak masalah , sekarang bagaimana kondisi istri saya? " tanya Reyhan yang sudah kembali mengumpulkan kesadarannya.


"Kondisi istri bapak sejauh ini sudah semakin membaik, tapi tetap saja saya tidak bisa memastikan kapan istri bapak akan sadar, karena itu tergantung dari istri bapak, " jawabnya


"Hmm, " hanya gumaman jawaban yang diberikan oleh Reyhan kepada dokter tersebut.


"Saya sudah selesai melakukan pemeriksaan seluruhnya, kalau begitu saya permisi, " ucap dokter pergi diikuti suster


Setelah kepergian dokter dan juga perawat, Reyhan memutuskan untuk kekamar mandi untuk mencuci muka, agar kelihatan lebih baik dan segar semalaman dia tetap berada dirumah sakit, tidak pulang sama sekali, bahkan untuk urusan kantor seketarisnya yang mengurusnya sementara, karena aku tidak bisa tenang jika meninggalkan istriku ini,perempuan itu belum ditemukan keberadaan nya,wanita itu bisa saja melakukan hal apapun.


Saat keluar dari kamar mandi Reyhan sudah melihat orang suruhan nya yang membawa sesuatu yang disuruh olehnya. "Apakah kau sudah membawakannya? " tanya Reyhan.


"Sudah tuan, ini semua yang Anda inginkan, " ucapnya menyerahkan dia buah paper bag yang isinya satunya makanan, dia memang sempat meminta dibelikan makanan, karena sejak semalam dia sama sekali belum menyentuh makanan, jika ia sakit maka bagaimana mungkin bisa merawat istrinya.


"Biklah, pergilah suruh dia orang pengawal berjaga di depan ruangan ini, tidak ada yang boleh masuk tanpa sepengetahuan ku, ingat mau itu dokter dan suster sekalian, mereka harus diperiksa terlebih dahulu, " ujarnya yang diangkat oleh nya dan pergi meninggalkan Reyhan dan jessi berdua saja.


Sepeninggal orangnya Reyhan langsung saja membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum memulai sarapanya, setelah semuanya siap pria itu kembali duduk disamping brankar istrinya mengegam tangan perempuan itu, saat aku sedang berfikir aku merasakan seperti ada pergerakan dari tangan wanita yang kugenggam tangannya ini,karena belum mempercayai jika tangan itu bergerak aku langsung saja menekan tombol yang biasa digunakan untuk memangil dokter.


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi dokter datang dan langsung saja memeriksa istrinya itu.


Sedangkan dibawah alam sadarnya jessi sedang berada di tempat yang sangat cantik, tapi hanya ada dirinya saja disana, tempat ini hanya ada dirinya yang membuatnya merasa binggung, jessi mengelilingi tempat itu dan tidak menemukan apapun, seketika muncul cahaya dari depanya yang membuat matanya silau, bahkan dia harus menutup matanya dengan tanganya, saat cahaya perlahan sudah mulai redup, wanita itu melihat seorang anak perempuan yang wajahnya sangat cantik, dan jika diperhatikan dengan seksama wajahnya cantik mirip dengan Reyhan dan juga al versi perempuan jika diperhatikan dengan seksama.


"Mama, " panggil nya membuat ku binggung, aku melihat kebelakang dan samping ku tidak ada orang lain selain diriku lalu siapa yang dipanggil anak ini mama , aku binggung dibuat oleh nya.


"Apakah mama tidak ingin memelukku? " ujarnya lagi yang kembali membuatku diam saja tidak meresponnya karena aku merasa binggung sekarang.

__ADS_1


"Kamu siapa? mengapa memangil ku dengan sebutan mama? " tanyaku setelah cukup lama diam saja tanpa menjawabnya.


"Aku anak mama, tapi maka belum mengetahui keberadaan ku, " ujarnya mulai mendekati diriku refleks aku pun mundur.


"Mengapa mama menghindari ku? " ucapnya lagi.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan, " ucapnya.


"Peluk aku ma, " ucap nya, karena melihat tatapan binatang dari mata anak itu membuatku mendekati nya dan memeluknya saat aku memeluknya aku merasakan kenyamanan, dan merasa sangat dekat dengannya.


"Kita mungkin tidak akan bisa bersama ma, tapi aku akan tetap menyayangi mama, papa,dan juga abang al, mama harus kembali mereka menunggu kehadiran mama, " ucapnya yang membuat ku melepaskan pelukanku dan melihat kearah anak itu.


"Tapi, mengapa kamu tidak bisa bersama dengan kami? " tanyaku


"Karena aku akan disini bersama dengan ibu, suatu saat kita pasti akan kembali berkumpul , tapi bukan sekarang, " jawabnya.


"Ibu? siapa bukankah aku adalah mama kamu, " tanya ku binggung


Seketika aku terbangun, dan merasakan sakit pada bagian perutku, nafasku tidak teratur akibat aku bangun secara tiba-tiba, "Auuu, " ucapku memegang perutku. karena terlalu fokus kepada sakit yang kualami aku sampai tidak menyadari jika ada pria yang melihat kearahku dengan tatapan tidak percaya.


"Apakah kamu baik-baik saja? " tanya Reyhan yang sudah sadar akan melamunya, tadinya aku berfikir jika aku mungkin sedang berhalusinasi, karena tadi saat dokter datang dan memeriksa wanita itu , dokter itu mengatakan jika perempuan itu belum tahu kapan sadarnya, dan sekarang wanita itu tiba-tiba sudah sadar membuatnya merasa aneh, dan juga lega.


"Minum, " jawabnya , yang langsung dengan sigap diberikan oleh Reyhan, bahkan pria itu memegang gelasnya agar diminum oleh wanita itu, tidak lupa menaruh bantal agar wanita itu bisa nyaman.


"Apakah aku harus memangil dokter untuk memeriksa mu, siapa tau luka mu kembali terbuka, " ucapnya yang dibalas gelengan oleh wanita itu.


Aku masih memikirkan tentang mimpi yang baru saja kualami, apakah aku harus memberitahukan kepada pria ini tentang hal itu, atau aku akan menyimpanya sendiri saja, "apakah kau masih merasakan sakit? " tanya Reyhan lagi.


"Tidak, aku sudah merasa lebih baik sekarang, " jawabku.

__ADS_1


Setelah itu keheningan terjadi "Rey, apakah aku boleh menanyakan sesuatu , " ucapku


Reyhan yang mendengar hal itu menaikkan alisnya, pria itu sedikit binggung, pertanyaan apa yang ingin ditanyakan oleh wanita ini, apakah ini ada hubungannya dengan calon anak mereka atau ada hal lain yang sedang menggangu fikirannya.


"Aku ingin menanyakan apakah kita memiliki anak perempuan? " tanya nya, yang sebenarnya tidak masuk akal menurut nya bagaimana mungkin dia menanyakan hal seperti itu, aku pun binggung sendiri dengan pertanyaan ku sendiri.


"Mengapa kamu menanyakan hal itu? " tanya Reyhan , sebenarnya aku sedikit terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh pria itu, tapi aku langsung bisa mengubah ekspresi ku untuk kembali seperti semula.


"Tadi sebelum aku terbangun aku sempat bermimpi, dan didalam mimpiku itu, aku bertemu dengan seorang anak perempuan yang sangat cantik, anak itu mirip dengan al, dan anak itu memangilku dengan sebutan mama, " ujar nya.


"Yang membuat ku lebih binggung anak itu berkata bahwa dia tidak bisa bersama dengan kita, dia juga bilang sangat menyayangi mama papa dan abang al, bahkan anak itu yang menyuruhku untuk kembali kesini, dia juga mengatakan bahwa kalian berdua masih membutuhkan ku, " ucapnya lagi.


Melihat reyhan yang hanya diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari ku membuatku menduga-duga hal yang kemungkinan terjadi, pemikiranku langsung dipenuhi hal yang buruk, apakah sesuatu telah terjadi saat aku terkena tusukan pisau saat itu fikirku.


"Sebenarnya apa yang terjadi Rey, mengapa kau hanya diam saja, apakah ada sesuatu yang tidak kuketahui saat aku tidak sadar kan diri, " ucapku lagi


"Apakah sebelum semua yang terjadi kamu menyembunyikan sesuatu dariku? " tanya Reyhan, bukannya menjawab pertanyaan dari istrinya itu, pria itu malah menanyakan pertanyaan lagi padanya membuat jessi semakin berfikir buruk.


"Tidak, aku tidak merasa menyembunyikan hal apapun dari mu, memang nya apa yang sudah terjadi? " tanya Reyhan binggung.


Melihat raut wajah dari wanita itu membuat Reyhan yakin jika wanita itu tidak ada menyembunyikan apapun, karena terlihat dia juga binggung saat diberikan pertanyaan olehnya.


"Sebenarnya sesuatu yang buruk telah terjadi, tapi maukah kau berjanji padaku? " tanya Reyhan, pria itu harus memastikan jika istrinya tidak akan merasa drop. dan terpuruk mendengar kabar yang akan sampaikan olehnya.


.


Bersambung......


Guys seperti nya aku akan membuat cerita ini tamat, author mau nanya ni, apa cerinya dipersingkat aja ya, kasih saran dong.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan kasih hadiah ya, selamat membaca.....


__ADS_2