
Setelah sampai didepan tolong kue, jessi keluar dan membeli beberapa kue, kesukaan al juga kesukaannya, karna ini juga toko kue langganan nya dulu semasa raganya masih bersama dengan tubuhnya, selatan selesai memilih dan menbayar, ia kembali ke mobil, dan mobil kembali melakukan dengan kecepatan sedang.
Sesampainya dirumah ia langsung menyerahkan cake kesukaan albian untuk di siapakan di piring oleh pelayan, ia meminta pelayan untuk membawa kekamar albian, jessi pun pergi kekamar anaknya itu, jessi melihat albian ternyata sedang tidur, ini memang sudah waktunya anak itu tidur siang.
Jessi pun menutup pintu, dan pergi memasuki kamarnya, ia membersihkan diri kudian menganti pakaian nya dengan pakaian biasa, ia turun kebawah dan duduk disofa ruang tengah, pelayan datang menyerah kan kue kesukaan nya menaruh dimeja didepanya.
sebelum memakan kuenya jessi terlebih dahulu menelfon mama rena, ia sampai lupa setelah beberapa saat menunggu, mama rena pun menjawab teleponnya.
"Halo key, ada apa nak? " tanya mama rena
"Apakah mama sedang sibuk, apakah aku menggangu mama, " jawab jessi
"Tidak, ada apa nak, apakah ada masalah, " ujar mama rena.
"tidak ma, aku hanya ingin meminta maaf, karna tadi tidak menjawab saat mama menelfon ku, aku jadi merasa bersalah ma, " ujar jessi
"oh tentang itu, tidak masalah kok key, mama maklum, mama kira tadi rey berulah lagi sama kamu, " ujar mama rena.
"sekali lagi, minta maaf ya ma, aku tidak tau kalo mama nelfon, " ucap jessi menyesal
"ia mama tau, oiya kamu suka kan gaun pilihan mama key? " tanya mama rena
"Ia ma gaununya bagus, aku suka makasih ya ma, padahal baju di lemari juga masih banyak yang belum terlakek kok ma, " jawab jessi
"Ini kan acara penting sayang, banyak petingggi perusahaan akan datang, kalian harus tampil berbeda, "ucap mama rena
" Ia ma , tapi apakah aku harus ikut, biasanya kan Reyhan tidak akan mau ma, "ujar jessi
" Kamu tenang saja sayang, mama sudah memaksanya , dia tidak akan berani macam-macam sama kamu, kalo berani kamu lapor kemama,"mama rena menjelaskan.
"Baiklah ma, kalau begitu" jawab jessi
"key, mama ingin bilang kamu nanti waktu sampai dipesta, harus menggandeng tangan suami kamu itu, biar kelihatan romantis di depan orang lain, jangan tunjukkan pada orang lalu rumah tangga kalian tidak baik-baik saja, " ucap mama rena
"Tapi ma, bagaimana kalau misalnya Reyhan marah ma, mama kan tau kalo dia tidak suka key ma, " ujar jessi.
"Kamu tenang saja sayang, mama juga sudah menjelaskan kepada Reyhan, dia tidak akan marah , " jawab mama rena.
"Sudah dulu ya key, nanti kita sambung lagi bicaranya," ucap mama rena
"Baiklah ma, key akan mendengarkan semua kata mama, kalau begitu sampai jumpa ma, " ucap jessi
Malam pun tiba, sekarang sudah pukul enam sore, jessi pun bersiap-siap, ia bersiap dengan banyak pelayan yang membantu, atas perintah dari mama mertuanya itu, sebenarnya ia tidak menyukai nya, tapi mama rena memaksanya.
__ADS_1
Jessi sudah siap dengan taunya dan make up nya yang dipoles tipis saja, karna ia yang memintanya, tetapi sangat cantik menurutnya, ia dan al sedang menunggu Reyhan, karena pria itu bersiap dari kantor dan akan menjemput mereka untuk pergi bersama.
Setelah Reyhan datang, mereka pun berangkat segera kekantor, karena ini sudah hampir telat.
Sesampainya didepan gedung pesta, Reyhan keluar mobil, dan membukakan pintu jessi, ia sedikit heran, tapi ia mengerti kalau ini pasti perintah dari mama rena.
Reyhan membawa al kedalam gendonganya, karena pengasuh memang tidak ikut dengan mereka, mereka hanya pergi bertiga saja, jessi menggandeng lengan Reyhan, tanpa melihat wajah pria itu, ia hanya memberikan senyum terbaiknya, sambil melihat para tamu yang hadir.
Mereka disambut oleh semua orang, banyak orang yang berbisik-bisik menceritakan mereka, karena mereka seperti keluarga yang harmonis dan bahagia.
"ih mereka pasangan yang sangat serasi, apalagi anak nya sangat tampan, " orang -orang membicarakan mereka, tetapi masih bisa didengar oleh mereka.
"Selamat malam tuan Reyhan, Terima kasih sudah mau datang ke acara kami ini, " ucap pak Wijaya selalu pemilik pesta tersebut
Reyhan hanya memberikan senyum tipisnya, dan mengangukan kepalanya, ia kalau bersama orang lain berbeda sangat irit bicara, dan terkesan datar.
"wah, apakah ini nona keyla, ia terlihat semakin seksi saja, " ujar pak Wijaya lagi,
Reyhan yang mendengar itu memegang pinggang jessi dengan posesif, jessi sendiri binggung ada apa dengan pria ini.
Mereka pun pergi dan mencari tempat yang kosong, mereka duduk al pun duduk dipangukan Reyhan.
"Al, apakah kamu ingin cake itu nak? " tanya jessi
"Ia ma, al mau yang cokelat, " jawab al
"Baiklah tunggu ya biar mama ambilkan, " jawab jessi
Tetapi belum sempat ia berdiri Reyhan mencekal pergelangan tanganya, dan menyuruhnya untuk kembali duduk.
"Biar aku yang mengambilnya, pegang lah al, " ujar rey
Jessi terlihat binggung dengan perubahan yang ada pada pri itu, biasanya ia tidak mau repot-repot untuk hal seperti ini, tetapi sekarang, aneh.
Belum lama kepergian al, seseorang menghampiri meja tempat al, dan jessi berada, walaupun raganya yang berada di tubuh keyla, tetapi ia bisa mengingat bahwa lelaki yang menghampirinya, adalah musuh dari Reyhan.
__ADS_1
"Halo key, lama kita tidak berjumpa kau semakin cantik saja, bagaimana kabarmu" ujar pria yang notabenya bernama Rendy itu.
"Baik, jawabku seadanya saja, karena aku memang tidak menyukai pria playboy seperti dia, sudah banyak wanita yang menjadi incarannya.
Rendy duduk di kursi tempat Reyhan tadi duduk, sebenarnya jessi tidak suka terus ditatap olehnya, tapi ia mencoba mengabaikan pria itu.
" Apakah ini albian, putramu itu, wah dia sudah semakin besar ternyata, "ucap Rendy mencoba mengajak ku berbicara.
Aku tidak menjawabnya, al pun hanya melirik saja, setelah itu fokus pada mainan nya lagi.
karena merasa terus diabaikan Rendy pun mendorong kursi dengan kasar, dan pergi dari meja kami.
jessi bisa bernafas lega, setelah kepergiaan pria itu, karena jujur ia paling tidak suka jika diperhatikan terus seperti itu, ia risih.
Reyhan datang dengan tatapan tajamnya memberikan cake didepanku, aku pun menyuapi al.
Saat aku menyuapi al, aku sadar bahwa Reyhan menatapku dengan tatapan tajamnya itu, tetapi aku mencoba mengabaikan nya.
" Apa yang dilakukan pria itu tadi, "tanya Reyhan memulai pembicaraannya
Jessi melihat pria didepanya ini, terlintas di otaknya untuk mengerjai nya, apa respon yang akan dilakukan pria dihadapan nya ini, jika ia mengatakan sedikit kebohongan.
" pria yang mana, oh Rendy dia mengatakan aku semakin mempesona, dan seksi "ucap jessi sedikit berbisik di kalimat terakhirnya.
Mata lelaki itu semakin tajam melihatku, tetapi aku tidak takut sama sekali, ia mulai mendekatiku, aku terkejut apa yang akan dilakukan oleh pria gila ini, aduh kalau gini, aku tidak akan mengatakan seprti itu kepadanya.
" Kau akan mendaptkan hukuman dirumah nanti, "bisik Reyhan tepat ditelinga jessi, yang membuat bulu kuduk jessi naik, setelah mengucapkan itu Reyhan kembali duduk ditempatnya.
" Aku akan menjumpai pak Wijaya, kita akan pulang, al seperti nya sudah mengantuk, "ucap Reyhan pergi berlalu.
Jessi melihat albian sudah mulai mengantuk, ia pun keluar dari tempat pesta, memutuskan menunggu diluar saja.
Jessi menunggu didepan,dengan duduk di bangku taman ia merasa Reyhan sangat lama, jika hanya berpamitan saja, biasanya ia juga akan pergi saja tanpa pamitan, aneh sekali.
Ia memutuskan untuk masuk mencari Reyhan, tetapi belum sempat ia masuk, Reyhan sudah keluar.
__ADS_1
Bersambung.......