Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 32 membuat drama


__ADS_3

Arya masih tidak mengerti dengan pemikiran dari atasan nya tersebut, wanita itu sangat berbahaya, bagaimana jika ia nekad mencelakai keluarga nya, dia pasti sudah membuat rencana yang matang.


"Baiklah kalau begitu saya permisi pak," kata Arya pamit undur diri, untuk mengerjakan pekerjaannya.


Sepeninggal Arya, Reyhan pun memikirkan perkataan dari Arya, tapi keyakinannya bahwa raina tidak akan pernah bisa mencelakai keluarganya, karena wanita itu berada dalam pengawasannya, pria itu tidak tau sebagaimana liciknya wanita itu.


*****


Setelah pembicaraan, dan raina pergi ke kamarnya, jessi pun duduk disamping mertuanya, "Ma, apakah mama juga setuju dengan alasan gadis itu untuk tinggal disini? " tanya jessi, memastikan jawaban dari ibu mertuanya itu.


"alasan dari raina itu masuk akal key, lagian dia itu wanita baik nak, mengapa kamu menanyakan hal seperti ini kepada mama? apakah kau keberatan dia tinggal disini? " tanya mama rena.


"Entahlah ma, aku merasakan dia tidak seperti yang terlihat, firasat ku mengatakan dia memiliki maksud lain datang ke rumah ini, " jawab jessi, mengatakan yang sejujurnya, karena ia merasa wanita itu penuh dengan kepalsuan.


"Apa maksudmu kay? sudahlah itu mungkin hanya perasaanmu saja, mama yakin dia adalah orang baik, mama itu sebenarnya cukup prihatin dengannya key, " ucap mama rena, jessi binggung dengan perkataan dari mama rena, ia pun bertanya mengapa mama nya prihatin kepada wanita itu"mengapa mama mengatakan seperti itu? "kata jessi.


" Dia hanya sebatang kara key, sama seperti dirimu, "jawab mama rena, jessi yang mendengarnya pun tidak percaya, setahunyaeanita itu memiliki orang tua, saat kematian kekasih dari Reyhan itu, orang tua dari wanita itu sangat marah pada Reyhan, mereka tidak mengetahui penyebab sebenarnya waktu itu.


" Bukankah dia memiliki orang tua ma?"kata jessi , "orang tuanya sudah meninggal, tidak lama setelah kembarannya meninggal, " jawab mama rena.


"Sudah lah key, tidak perlu dibahas nak, mama akan pergi dulu keluar, mama ingin bertemu sahabat mama, kamu tidak papa kan mama tinggal? " mama rena bertanya seperti itu hanya ingin memastikan saja, menantunya itu terlihat tidak menyukai raina, itu sebabnya ia bertanya.


"Tidak papa ma," jawab jessi, "key mama akan membawa al dan pengasuh mira ikut serta, karena teman mama juga akan membawa cucunya, jadi kamu tidak masalah bukan? " kata mama rena lagi.


"Tidak ma, mama hati-hati dijalan, " jawab jessi. wanita itu binggung akan ngapain dirumah sebesar ini, apalagi ia hanya bersama wanita yang bernama raina, dan bebarapa pelayan saja, saat ia binggung , seseorang datang dan duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Hai, namaku raina, apakah kamu itu keyla, istri dari rayhan, kamu sudah banyak berubah ternyata, " ucap raina mengulurkan tanganya, tapi sama sekali tidak direspon oleh jessi, malah ia melihat saja tidak.


"Apakah kau tidak menyukai kehadiranku disini, aku berbicara padamu, tapi kau sama sekali tidak menjawab, " kata raina lagi, jessi masih tidak merespon sama sekali.


"Apakah kau beranggapan, aku memiliki maksud jahat datang kerumah ini, seperti yang kau katakan tadi kepada tante rena? " kata raina


Saat raina mengatakan itu, jessi langsung melihat kearah wanita itu"Apa maksud dari perkataanmu itu, apakah kau tadi mendengarkan pembicaraan dengan mama rena? "ucap jessi


" Iya aku tidak sengaja mendengarnya, saat ingin keluar dari kamar tadi, "ucap raina dengan muka yang dibuat-buat olehnya. jessi tau pasti wanita itu dengan sengaja menjemput


" Aku tau kau pasti sengaja bukan, mendengarkan pembicaraan dari kami, aku tau kau pasti pura-pura, sebenarnya kau memiliki maksud lain saat kau datang ke sini bukan, kau berniat jahat bukan, mungkin kau bisa menipu mama mertuaku, tapi tidak denganku, "ucap jessi


" Mengapa kau memiliki pemikiran seperti itu padaku? aku tidak pernah mempunyai niat jahat, apakah aku seburuk itu dimatamu"ucap raina sambil menundukan kepalanya.


"Mengapa kau begitu membenciku, apakah aku pernah berbuat salah padamu, kita bahkan tidak pernah bertemu sebelumnya, " kata raina , jessi datang melihat gelagat aneh yang ditunjukkan oleh wanita itu, wanita itu tiba-tiba menangis, perasaan jessi tadi dia tidak ada sama sekali menyentuh wanita itu, tapi mengapa dia menangis.


"Aku sama sekali tidak pernah berniat jahat,mengapa kau malah menuduhku seperti itu, " ucap raina, jessi pun melihat kebelakang, karena wanita itu seperti sengaja melakukan seperti itu, dan jessi pun mengerti, ternyata dibelakangnya berdiri mama rena, dan melihat raina menangis mama rena mendekati mereka berdua.


"Ada apa ini? mengapa kamu menangis raina? " ucap mama rena


"Aku tidak tau tante, sepertinya keyla tidak menyukai keberadaanku disini, aku akan pergi saja dari sini, sepertinya keyla dan om alfian tidak menyukai keberadaan ku disini, " ucap raina


"Apa yang kau katakan padanya key, mengapa kau melakukan seperti itu, bukankah mama sudah membicarakan ini kepadamu, " kata mama rena


jessi menghela nafasnya,mama rena sudah terlanjur menyukai wanita ini, apapun yang akan dikatakan oleh jessi padanya, pasti ibu mertua, nya itu tidak akan mempercayainya.

__ADS_1


"Mengapa mama kembali lagi ma, bukankah mama tadi udah berangkat? " tanya jessi, bukan nya menjawab perkataan dari mama rena, jessi malah menanyakan hal yang lain.


"mengapa kamu berkata seperti itu, seakan-akan kedatangan ku tidak kau sukai, aku kembali lagi karena ada barang yang ketinggalan, tidak kusangka akan melihat hal yang seperti ini, " kata mama rena


******


Setelah pertemuan elin dengan keluarga dari Raka, ia jadi merasa lebih baik lagi, dia sudah berfikiran bahwa orangtua Raka tidak akan menerimanya, tapi ternyata dugaannya salah, orangtua Raka menerimanya dengan baik, bahkan mama amel begitu baik padanya, ternyata mereka menerimanya walaupun ia hanya wanita biasa.


"Apakah kau sekarang merasa lebih baik, setelah bertemu dengan orangtuaku? " tanya Raka setelah mereka masuk kedalam mobil untuk mengantarkan elin kembali keapartemen, sebenarnya tadi mama nya menyuruh mereka untuk menginao, tapi Raka tau pasti wanita yang ada di sampingnya ini masih sedikit canggung, dan belum nyaman sepenuhnya, jadi setelah menjelaskan pada mama nya, mereka pun diperbolehkan pulang, dengan syarat besok harus menemani mamanya itu dirumah.


"Iya, aku kira orangtuamu tidak akanmau menerimaku, tapi ternyata mereka menyambutku dengan baik, maaf jika aku tadi tidak bersikap baik padamu," ucap elin yang merasa bersalah kepada kepada Raka, pria itu sudah terlalu baik kepadanya, tapi dia malah bersiap buruk.


" Kau berfikir buruk tentang kedua orangtuaku, mereka tidak seperti itu, kau tidak boleh mempunyai pemikiran yang seperti itu, kau bahkan belum bertemu dengan mereka, tapi sudah memiliki pemikiran seperti itu, "ucap Raka.


" Apakah aku akan tinggal di apartemen mu lagi? "tanya elin


" Iya bukankah, kita akan menikah, jadi untuk sementara kau akan tinggal di apartemen ku, sampai kita menikah, dan setelah itu baru kita akan menempati rumah yang sudah kubeli untuk tempat tinggal ku setelah menikah , "jawab Raka.


" Tapi bukankah terlalu cepat jika kita membicarakan tentang pernikahan, maksudku, bukankah kita perlu saling mengenal terlebih dahulu, "kata elin


" Tidak perlu, aku akan membicarakan ini kepada kedua orang tuaku, mereka sudah lama memaksaku untuk menikah, mereka ingin segera mengendong cucu, "ucap Raka yang membuat elin merona, wajahnya langsung memerah mendengar kalimat yang diucapkan oleh raka.


" mengapa wajahmu memerah, apakah kau sakit? "tanya Raka khawatir melihat wajah elin sudah seperti kepiting rebus, " tidak papa sebaiknya kamu antarkan saja aku keapartemen, aku ingin membersihkan diri dan istirahat, "kata elin mengalihkan pembicaraan , tidak mungkin ia mengatakan bahwa ia salting tadi.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2