
Sepanjang perjalanan, keheningan terjadi dalam mobil yang berisi pasangan suami istri itu, seperti perkataannya tadi wanita itu hanya diam saja, walaupun sudah banyak sekali pertanyaan yang sudah berada dibenaknya, tapi hanya diaimpannya saja, tidak berani untuk mengutarakannya.
Sementara Reyhan sendari tadi mencuri pandang melihat wanita yang berada disebelahnya itu, dia tahu bahwa sendari tadi wanita itu ingin bertanya, tapi tidak berani mengatakannya, terbukti saat Reyhan melihat kearah wanita itu, berbagai ekspresi dibuatnya, membuatnya terlihat lucu saja, "Ada apa denganmu?" tanya Reyhan yang melihatnya mengelengkan kepalanya dengan sendirinya.
Aku hanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan pria itu dengan gelengan, sendari tadi aku sedang berfikir keras, bahkan saat aku mengelengkan kepala ku, aku berfikir Reyhan akan membuangku ditempat yang sangat jauh, karena kami berdua sudah menempih perjalanan yang cukup jauh juga, tapi sampai sekarang masih belum sampai, karena itulah aku memikirkan pikiran yang buruk.
"Apa yang sebenarnya sedang kau fikirkan, apa kau ingin menanyakan sesuatu, " ucap Reyhan, yang jessi tau pasti hanya ingin menguji nya saja, jika dia bertanya, pasti laki-laki itu akan mengatakan bahwa ia seorang yang ingkar janji.
Kembali aku menjawabnya dengan gelengan kepala saja, aku pun melihat kearah samping, dan bru menyadari bahwa mereka sekarang tengah memasuki wilayah hutan, sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh pria ini.
Aku pun kembali menyadarkan kepalaku dikursi mobil, dan menutup mataku, aku rasanya pusing memikirkan semuanya, istirahat mungkin yang harus kulakukan, saat aku hampir tertidur pulas, tiba-tiba mobilnya berhenti, dan saat membuka mata, aku tidak melihat pria itu berada disampingku lagi, aku menjadi panik, apakah dia meninggalkan ku ditempat ini?.
Tok tok tok
Aku melihat ada yang mengetuk pintu jendela disebelah ku, dan ternyata orang itu adalah Reyhan, laki-laki itu kemudian membuka pintu, "apakah kau hanya ingin berada didalam saja? " tanyanya melihat ku hanya diam saja, tanpa berniat untuk keluar dari mobil itu
Setelah keluar dari dalam mobil, aku mengendarkan pandanganku, melihat keseluruhan tempat ini, ternyata didepan kami terdapat bangunan tua, yang dilihat seperti tempat yang sudah lama sekali tidak digunakan, dan dirawat, bangunan tua, yang terlihat sangat menyeramkan, apalagi berada di tengah hutan seperti ini.
"Ayo kita masuk, mau sampai kapan kau melihat nya saja, kita harus masuk, " ucap Reyhan hendak melangkah, tapi segera dicegah oleh jessi, wanita itu mengelengkan kepalanya, bahkan sudah berkeringat dingin.
"Apakah kau yakin ini memang tempatnya, mengapa seperti ini? " tanya jessi, dia sudah tidak bisa lagi untuk tidak bertanya, karena sangat merasa takut.
"Aku sangat yakin, memang ini tempatnya, kau jangan takut,diluadisampingnnya tapi didalam berbeda, didalam tidak sama," ucapnya menarik wanita itu untuk berada disampingnnya, jessi pun hanya bisa pasrah memegang erat lengan reyhan, mereka berdua pun kembali berjalan, didepan pintu ternyata sudah terdapat beberapa pengawal, yang berjaga-jaga.
"Bagaimana, apakah Arya masih berada didalam? " tanya Reyhan
"Ada bisa, dia sudah menunggu sendari tadi kedatangan bos, " ujar pengawal melihat kearah jessi, karena mereka tidak menyangka tuanya itu akan membawa istrinya itu, karena ini merupakan tempat rahasia, bahkan kedua orang tua tuanya saja tidak pernah waktu tempat ini.
__ADS_1
Ketika menyadari bahwa sendari tadi ternyata pengawalnya itu melihat kearah jessi, mereka pasti bertanya -tanya mengapa aku membawa wanita ini, aku sendiri sebenarnya binggung dengan diri ku sendiri, karena tadi saat melihat nya yang terus memaksa untuk ikut, membuatku tidak bisa untuk menolak nya.
"Ayo kita masuk, " ucap Reyhan melihat bahwa istrinya itu terlihat tidak nyaman ditatap seperti itu oleh para pengawalnya.
Tanpa mengucapkan sepatah jatapuj, jessi mengikuti saja apa yang dikatakan oleh pria itu, Reyhan menaruh tanganya didekat pintu, setelah itu pintu terbuka dengan sendiri nya, begitu terbuka, jessi terkejut melihat kedalam bangunan itu, ternyata didalam begitu rapi, dan mewah, seperti rumah biasanya, bahkan penuh dengan barang-barang antik, ternyata yang dikatakan oleh Reyhan benar, diluar terlihat seperti bangunan tua yang sangat menyeramkan, tapi siapa yang menyangkal bahwa didalam sangat berbeda.
Karena melihat semua yang ada didalam rumah itu, jessi bahkan tidak menyadari bahwa dia sudah melepaskan pegangan tanganya, bahkan sekarang pria itu sudah pergi entah kemana, jessi tidak tahu sama sekali, "Dimana Reyhan?" ucapnya begitu menyadari bahwa laki-laki itu sudah tidak ada.
"Rey, " teriaknya
"Maaf nona, saya diperintahkan tuan untuk mengantarkan anda kekamar untuk beristirahat, " ucap pelayan yang datang menghampiri nya.
"Dimana Reyhan, maksudku tuanmu? " ucapnya mengoreksi pertanyaan nya.
"Tuan saat ini sedang menemui seketarisnya nyonya, " jawabnya menunduk hormat.
"Aku ingin menemuinya saja, aku merasa sangat asing dengan tempat ini, aku bahkan belum pernah kesini, jadi antar saja aku ketempat nya, " ucap ku
"Aku tidak mau tahu, kalau memang kamu tidak ingin mengantarkanku, aku yang akan mencarinya sendiri, " ucap jessi, sudah dikatakannya tadi, bahwa perempuan itu sangat keras kepala, walaupun tempat ini begitu besar, dan dia sendiri tidak yakin akan menemukan Reyhan, tapi dia tidak akan menyerah, aku pasti bisa mencarinya.
"Nyonya tunggu, " ucap pelayan melihat nyonya nya itu sudah pergi.
"Ada apa? " kata seorang pengawal datang menghampiri nya.
"Nyonya, tidak ingin kuatir kekamar, sekarang dia sedang mencari tuan, " ucap nya kwatir, jika tuannya mengetahui bahwa ia sudah lalai dengan tugasnya.
"Kita harus bisa segera mencari nya, atau tuan akan marah besar, " jawabnya.
__ADS_1
...****************...
Sementara didalam mobil yang masih terparkir dihalam rumah kedua orangtuanya, sepasang pengantin baru itu tanpa diam saja, bahwa sipria pun tidak berniat menjalankan mobilnya, mereka berdua sibuk dengan fikirannya masing-masing.
"Mau sampai kapan kita akan disini terus? " tanya elin
"Aku tidak tahu, mengapa semua ini terjadi pada kita, bahkan kita baru saja menikah, seharusnya kita merasakan kebahagiaan, " ucap Raka dengan pandangan fokus ke depan, dia masih memikirkan perkataan yang diucapkan sangat papa kepadanya.
FLASHBACK
Saat mereka berdua berpamitan, Raka di suruh ayahnya untuk keruangan kerja papanya itu, "Jadi bagaimana keputusan yang akan kamu ambil nak? " tanya sangat ayah begitu mereka masuk, dan Raka sudah selesai mengunci pintu.
"Apa maksud papa? bukankah papa sudah tahu apa keputusan yang akan kubuat? " ucap Reyhan yang tidak habis fikir dengan ayahnya itu, apakah pria ini juga berniat memisahkannya dengan istrinya itu.
"Ayah tau nak, rumah sakit itu adalah impian mu sejak kecil, dan tanpa babtuanmu ayah tidak akan bisa mengembangkan rumah sakit itu sampai seperti ini, jadi ayah aya ingin mengatakan, kau harus bisa mengambil keputusan yang benar, bukan berarti ayah membenarkan apa yang dilakukan oleh oma mu itu, "ucapnya
" Kamu harus bisa melakukan sesuatu agar oma tidak mengambil kembali kekuasaan rumah sakit itu, tapi tidak boleh sampai rumah tanggamu yang menjadi taruhanya, kau harus bisa menyelamatkan keduanya, agap saja ini adlah ujian pertama pernikahan mu, jadi kamu pasti mengerti perkataan papa bukan? "ucapnya lagi.
" Aku mengerti pa, sekarang aku akan mencari cara agar semuanya bisa kembali baik-baik saja, dan agar oma menerima istriku, "jawab Raka mendekati papanya itu kemudian memeluk nya, Raka begitu sangat menyayangi papanya itu.
" Bijaklah dalam mengambil keputusan nak, jangan sampai kau mengambil keputusan sambil marah, karena kamu akan menyesalinya dikemudian hari, kamu harus mendinginkan dulu amarahmu, baru berbuat sesuatu, "ucapnya lagi.
" Baiklah pada, kalau begitu Raka pamit pulang dulu, "ucapnya.
" Ingat perkataan papa, "ucap andrian sebelum anaknya itu menutup pintu.
" papa berdoa agar kamu bisa bahagia terus nak, dan masalahmu segera selesai, "monolognya.
__ADS_1
Flashback of
Bersambung......