Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 43 pria mencurigakan


__ADS_3

Sesampainya mereka divilla, jessi langsung masuk, meninggalkan Reyhan dibelakangnya, saat masuk dia menemukan kedua mertuanya bersama dengan al, duduk diruang tengah, sambil menonton TV, dia sedikit heran biasanya raina Alan ikut jika mertuanya itu berkumpul, kemana wanita itu.


"Ma, pa, kalian sedang apa? " tanyanya menghampiri mereka. "kami sedang menemani al bermain, sambil menonton, " jawab rena.


"Al, apakah dia tidak menyusahkan ma, dia tidak nakal, " ucapnya mengoda anknya yang enggan melihatnya, sendiri dia datang tadi, pasti ank itu marah padanya, karena meninggalkannya.


"Al, tidak nakal, benar kan oma," ucapnya


"Iya cucu opa ini mana mungkin nakal, dia itu adalah anak yang baik, " ujar alfian


"Dengar al anak baik, " ucapnya.


"Iya mama tau anak baik, kenapa al tidak mau sama mama, al tadi cuek sama mama, al marah? "


"Tidak, al kesal mama tinggalkan al, " jawabnya.


"Maaf, tadi itu kamu tidur, jangan kesal sama mama ya, " ucapnya merentangkan tanganya, dan disambut oleh anak itu memeluk dirinya, bersamaan dengan Reyhan dan raina datang dan masuk bersamaan.


"raina dari mana ma? bukankah tadi dirumah, dia kan sedang sakit, " ucap jessi


"Dia katanya tadi ingin keluar sebentar, dia sudah merasa sehat, setelah istirahat dan meminum obat, jadi dia ijin sama mama keluar sebentar, " jawab rena.


"Kamu kenapa lama sekali diluar Rey, ngapain kamu? " tanya rena ,tanpa menjawab pertanyaan dari jessi pria itu pergi saja dari situ.



"Rey, kamu itu sedang ditanya oleh mama mu, mengapa kau tidak menjawabnya? " ujar alfian, tapi anak itu sama sekali tidak menghentingkan langkah nya, dia terus berlalu tanpa sepatah kata pun dikatakan olehnya, jessi yang melihat nya heran.



"Ma, biarkan aku yang berbicara padanya, al kamu disini dulu ya nak, mama ingin menemui papamu dulu, "



Aku pun pergi memasuki kamar tempat kami yang berada di lantai dua, sesampainya di kamar, aku tidak menemukan keberadaan Reyhan, memeriksa kamar mandi, siapa tau pria itu berada didalam, tapi saat ia mengetok, dan mendengar dari pintu, tidak ada sahutaj ataupun suara air, aku merasa angin masuk kedalam kamar ini, perasaan mu balkon ditutup, aku pun memeriksanya dan menemukan pria itu berdiri disitu.



"Apakah kamu marah padaku? apakah matamu masih sakit? " ucapnya, yang tidak mendapatkan respon sama sekali oleh pria itu, dia hanya diam menatap lurus kedepan.



Aku memberanikan diri menyentuh tanganya, "Rey ada apa denganmu?" tanya ku sekali lagi,pria itu hanya menatapku sebentar setelah itu melihat tanganku yang memegang tangannya, refleks aku menjauhkan tanganku.

__ADS_1



"pergilah, aku sedang tidak ingin diganggu, " ujarnya setelah lama diam, dan dia hanya mengatakan kalimat seperti itu, yang membuat jessi kesal, "Aku bertanya dari tadi padamu, bahkan mama saja bertanya kepadamu kau tidak menjawab, apa ini ada hubungannya dengan kejadian tadi?atau ini ada hubungannya dengan raina, " ucapnya, aku memang tadi sudah curiga saat Reyhan lama sekali diluar, terlebih pria itu masuk bersamaan dengan raina, pasti tadi perempuan itu berbicara sesuatu padanya.



"ini tidak ada hubungan nya dengan siapapun, sebaiknya kau tidak usah ikut campur, " jawabnya, berbalik ingin pergi dari situ, sebelum suara jessi menghentikannya, "Apa maksud dari perkataanmu, aku ini adalah istrimu sudah seharusnya aku tau tentangmu, " ucapnya.



"Mengapa kau sangat keras kepala, aku tidak ingin berbuat kasar kepadamu, jadi berhenti lah ingin tau tentang apapun itu, " jawabnya



"Aku tau ini ada hubungannya dengan raina, sepertinya yang dikatakan bara tadi benar, " ucapnya, yang kembali berhasil menghentikan langkah pria itu lagi,"Apa yang kau katakan , mengapa kau membawa nama pria itu disini, apa yang telah dikatakan oleh pria itu padamu, "ujar Reyhan kembali mendekati jessi dan menyudutkan tubuh wanita itu, jika dia tidak memegang pinggangnya, maka bisa dipastikan wanita itu akan terjatuh.



" Aku tidak akan mengatakan apapun, sampai kau mengatakan apa yang telah dikatakan oleh raina padamu, sampai kau berubah dengan cepat seperti ini, "jawabnya, yang sebenarnya merasa takut, jika pria itu melakukan hal nekat.



" Kau ingin bermain -main denganku? kau yakin tidak ingin mengatakannya? "ucapnya mendekatkan wajahnya, jessi semakin dibuat takut dan gugup olehnya," Apa kau sedang mengacamku? aku tidak takut padamu, "ucapnya.




" Lepaskan aku, mama memangilku, "ucap jessi yang ingin pergi dari situ, lari dari pria itu, dia ingin pergi saja untuk lepas dari nya, " Apakah kau mencoba untuk lari dariku? ucapnya



"Tid-ak aku bicara yang sebenarnya, tadi mama menyuruhku memangilmu, sebentar lagi waktunya makan malam, " jawabnya terbata ia ingin secepatnya pergi dari sini, berdekatan sedekat ini membuatnya merasa gugup .



"Baiklah, kali ini aku akan melepaskanmu, setelah makan malam, jangan harap kau bisa lari dariku, mengerti, kau harus menjelaskannya padaku, " ucapnya lagi.



jessi bernafas lega setelah pria itu pergi ke luar kamar, dia tidak sanggup jika berlama -lama dengan pria itu, tapi bagaimana nanti setelah makan malam, apa yang akan dikatakan olehnya.Sendari tadi wanita itu mencoba mengulur waktu agar tidak kembali kekamar, dia bahkan berniat masuk setelah pria itu tertidur, tapi agan-angannya harus gagal, karena pria itu sendiri tadi masih belum tidur juga, dia memainkan HP nya bersandar dikasur.


__ADS_1


Aku memutuskan untuk kedapur mengambil minum, mungkin dengan minum air dingin akan lebih baik, saat aku hendak pergi kedapur, aku melihat raina keluar dari kamarnya, wanita itu terlihat hendak pergi, aku pun mengikutinya, kemana wanita itu malam-malam begini, apalagi dia tidak mengenal siapapun, bagaimana jika ia bertemu orang jahat, saat wanita itu melihat kebelakang aku akan bersembunyi, sepertinya dia merasakan ada yang mengikutinya.



Sesampainya ditempat sepi, tidak jauh dari villa tempat mereka, wanita itu berhenti, dan melihat kebanyakan sebentar, melihat sekelilingnya, kemudian datanglah seorang pria dengan memakai hoodie dan kacamata beserta masker, membuat wanita itu sulit mengenali pria itu, tapi sepertinya dia mengenal sosok pria itu, tapi dia ingin memastikannya terlebih dahulu, raina dan pria itu terlihat membicarakan sesuatu, tapi jessi tidak dapat mendengarnya, karena tempatnya sedikit jauh dari mereka, saat dia ingin mendekatkan diri, tidak sengaja wanita itu menginjak sesuatu sehingga menimbulkan suara, jessi terpaksa kembali bersembunyi.



"Siapa itu, " ucap raina, "sebaiknya kamu pergi dari sini, nanti kita akan berbicara lagi, ini sudah malam, aku tidak ingin orang-orang itu mencurigaiku," ucapnya menyuruh orang itu pergi, setelah kepergian pria itu, raina mendekati tempat persembunyian jessi, membuat perempuan itu takut, dia berdoa dalam hati agar wanita itu tidak berhasil melihatnya. raina semakin mendekati tempat jessi berada, saat dia hampir ingin melihat jessi, tiba-tiba ada suara kucing"hanya ada kucing, mungkin suara tadi berasal dari kucing itu, "ucapnya pergi dari situ.



Aku bernafas lega, hampir saja aku ketahuan, aku tidak tau dari mana kucing itu berasal, tapi aku bersyukur dia menyelamatkanku, tapi siapa pria itu, bukankah dia mengatakan tidak mengenal siapapun dikota ini, lalu siapa laki-laki itu, sebenarnya apa tujuan dari wanita itu, aku pun memutuskan untuk kembali kevilla, aku yakin pria itu pasti sudah tidur.



sesampainya divilla jessi langsung memutuskan untuk masuk ke kamar, saat masuk dia menemukan kamar itu gelap, dia berfikir Reyhan sudah tidur, jadi diapun mengendap-endap memasuki kamar itu, dan menutup pintu dengan pelan, belum sempat ia berbalik, ada suara dari belakang punggungnya" dari mana saja kau? "ucap Reyhan yang ternyata belum juga tidur, dia masih terjaga menunggu wanita itu.



" Gawat, bagaimana mungkin pria itu belum tidur, aku sudah lama meninggalkannya, dan mengulur waktu untuk kembali kekamar, tapi pria itu masih terjaga, apa yang harus kulakukan sekarang, "batin jessi membalikan badanya melihat Reyhan.



" Hehe, kau belum tidur, "perkataan yang tidak masuk akal ditanyakan olehku, sudah jelas pria itu masih berdiri dihadapanya, bagaimana mungkin ia bertanya seperti itu, aduh berfikir jessi, apa yang harus kau lakukan untuk menghindari pria itu.



" Ada apa sebenarnya denganmu, mengapa kau aneh, "ucap Reyhan heran melihat sikap wanita didepanya ini.



" Hoam, aku sangat mengantuk, aku ingin tidur, kalau kau ingin berbicara besok saja, aku tidur dulu, selamat malam, "ucap jessi berlari ketempat tidur, dan menutup badannya dengan selimut, sampai kepalanya tidak terlihat.



Karena al tidur dengan oma dan opanya jadi jessi tidak bisa memperalat anak itu untuk mengindari pria itu, " Aku tahu kau hanya berpura-pura, kau tidak bisa menghindar, atau mencari alasan lagi, sekarang cepat buka selimutan itu, "ucap Reyhan menarik selimut tetapi dipegang kuat oleh wanita itu.



" Keluar dari situ, atau kau akan tau akibatnya, apakah kau ingin mendapatkan hukuman? "ucap nya, yang membuat jessi cemas, dia tahu hukuman apa yang akan diberikan oleh pria itu, tapi dia juga tidak mungkin mengatakan kepadanya apa yang telah dikatakan oleh bara tadi, akan terjadi masalah baru.


__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2