Plot In The Story Transmigrasi

Plot In The Story Transmigrasi
Bab 22


__ADS_3

Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pergi ke tempat bermain, al sudah tidak sabar untuk pergi kesitu, sendari tadi ia sudah meregek. Jessi menyuruh reyhan dan al beserta pengasuh pergi terlebih dahulu, wanita itu ingin pergi ke toilet terlebih dahulu,jessi pergi ke toilet, saat selesai membuang air kecil, wanita itu bertemu dengan ibu tirinya sarah.


Saat sarah akan memasuki toilet, jessi pun bersembunyi, wanita itu tidak mau kehilangan jejak dari ibu tirinya itu, jessi ingin mengetahui apa yang sedang direncanakan wanita licik itu, Setelah sarah keluar dari toilet, jessi mengikutinya, ternyata wanita itu sedang bersama seorang pria, yang usianya sama dengan ayahnya, jessi mencari tempat yang aman, untuk bersembunyi dan mendengarkan pembicaraan mereka.


"Bagaimana ini mas, pria tua itu sudah tidak bisa apa-apa sekarang, malah menyusahkan saja, " ucap sarah kepada pria yang jessi tidak tau siapa.


"Aku tidak tau, tapi yang pasti kau harus mencari solusi segera, atau usaha yang kau lakukan selama ini akan sia-sia, " Jawab pria itu.


"Itulah yang ingin aku tanyakan, apa yang harus kulakukan sekarang, aku tidak mau usaha yang selama ini aku lakukan akan hancur, akibat pria itu, " ucap sarah.


"Hanya satu yang bisa membantumu, yaitu perusahaan pradipta kau tau bukan, kalau kau bisa membuat mereka menyuntikan dana ke perusaan mu , maka semuanya akan kembali stabil, " jawab pria itu lagi.


"Tapi, mas Rendi tau bukan, perusahaan itu sangat besar dikota ini, bagaimana mungkin ia mau bersedia menyuntikan dana kepada perusahaan, " ucap sarah, wanita itu tau perusahaan pradipta tidak mungkin mau menyuntikan dana,jika mereka tidak mendapatkan keuntungan.


"Kau gunakan anakmu itu, bukankah ini akan mudah baginya, suruh dia mendekati tuan muda, aku dengar perusahaan sudah diambil alih oleh anaknya alfian, yang bernama reyhan, pria itu memang sudah berumah tangga, tapi tidak ada salahnya jika kita mencobanya, " ucap Rendi


Setelah mendengar kalimat yang diucapkan oleh Rendi, mereka pun pergi dari situ. Jessi mendengar semua pembicaraan mereka, wanita itu sedikit terkejut, mendengar nama perusahaan suaminya, dan nama ayah mertuanya itu disebutkan. ia tidak akan membiarkan perusahaan reyhan menyuntikan dana kepada perusahaan itu, dan ia pun memikirkan siapa orang yang bersama dengan ibu tirinya itu.


Jessi pun memutuskan pergi dari situ, wanita itu merasa sangat lama meninggalkan reyhan dan al, pasti mereka mencarinya. Saat sampai didekat tempat bermain, jessi dapat melihat bahwa mereka sama sekali belum memasuki tempat itu, sepertinya mereka menunggu dirinya.


"Maaf lama, aku tadi sedikit ada masalah, " bohong jessi

__ADS_1


Reyhan membalikan badanya, dan menatap wanita itu dengan tatapan tajamnya, jessi yang mengerti tatapan dari pria itu pun langsung mengambil alih mengedong al, wanita itu pergi memasuki tempat itu duluan, tanpa menunggu reyhan, ia hanya mengajak pengasuh mira.


Saat mulai memasuki tempat itu, al langsung menunjukan permainan apa yang ingin dimainkan oleh anak itu terlebih dahulu, sedangkan reyhan ikut menyusul dari belakang, mereka bermai, terkadang al akan menyuruh ayah dan ibunya untuk bermain bersamanya, sehingga terlihat seperti keluarga yang bahagia.


*****


Sementara elin sudah dua hari menginap di apartemen raka, wanita itu sebenarnya merasa tidak nyaman, karena apartemen yang ditinggalin oleh nya begitu mewah, semua fasilitas nya pasti mahal, elin merasa tidak pantas berada disini, dirinya adalah wanita biasa, sedangkan raka merupakan seorang dokter, dia jadi merasa tidak pantas, jadi elin memutuskan saat pria itu datang, untuk pergi dari sini.


Pintu dibuka, elin tau itu pasti raka, karena laki-laki itu jika ingin kesini, maka ia hanya tinggal menekan kodenya saja, dan akan masuk sendiri, itu merupakan hal yang biasa, setelah dua hari ia berada di apartemen pria itu.


"Aku membawakan makanan untukmu, makanlah, ini adalah kesukaanmu, " ucap raka sambil meletakan makanan yang dibawanya dimeja, dan mendudukan dirinya disofa, tempat jessi duduk.


"Aku ingin pergi dari sini, " ucap elin yang membuat raka terkejut.


"Tidak disini sangat nyaman, tapi aku merasa tidak pantas, kau memberikan semua ini padaku, aku hanyalah wanita biasa, aku tidak pantas mendapatkan semua ini, masih banyak wanita diluar sana, yang pasti mau menikah denganmu, " ucap elin menjelaskan kepada raka.


"Mengapa kau mengatakan ini, aku sudah menjelaskan bukan, aku mencintai mu tulus, mengapa kau belum mengerti juga, apakah semua yang kulakukan padamu kau anggap itu main-main? " ucap raka, laki-laki itu terpancing emosi, dia sudah melakukan apapun untuk wanita ini, tetapi tetap tidak ada hasilnya.


"Aku tau kamu tulus, aku hanya merasa tidak pantas, " ucap elin menunduk kan kepalanya, ia tau pria ini sadang marah, tetapi ia menahan marahnya.


"Baiklah, kali ini aku tidak akan memaksakan kehendak ku lagi, kalau kau mau pergi, pergilah,kupastikan aku tidak akan menggangu hidupmu lagi, aku bukannya menyerah, tetapi aku merasa kalupun aku terus memaksa, kau tetap tidak akan pernah mau , " ucap raka langsung beranjak dari situ, dan pergi meninggalkan apartemen.

__ADS_1


elin yang melihat itu hanya bisa menghela nafasnya, tetesan air matanya menetes, ia tidak menyangka kalau pria itu akan berkata seperti itu, ia sebenarnya sudah merasa nyaman dengan pria itu, tapi wanita itu takut keluarga dari pria itu tidak akan menerimanya, dia hanya wanita yatim piatu.


****


Setelah puas bermain, reyhan memutuskan untuk pulang ke rumah, rasanya hari ini sudah cukup, hampir semua permainan mereka mainkan, al pun merasakan sangat senang, anak itu terlihat ceria, Saat mereka ingin keluar dari mall, mereka tidak sengaja bertemu dengan oma nita dan juga cantika, kedua orang itu menghampiri reyhan dan jessi.


"Hay, kalian disini juga,aku tidak menyangka kita kan bertemu disini, " ucap cantika basa basi.


Jessi dan reyhan tidak menanggapi perkataan dari wanita itu, begitupun dengan al, ia tetap cuek.


"Rey, apakah kalian ingin pulang? " tanya oma nita


"Iya oma, kami akan pulang, " jawab reyhan


"Bisakah kami ikut pulang bersama dengan kalian, mobil kami mogok, dan oma merasa sudah sangat kelelahan, " ucap oma nita


"Baiklah oma, ayo kita pergi, " ajak reyhan berjalan , diikuti jessi yang memandang tidak suka kepada cantika dan oma nita, dia tahu pasti akan drama saat diperjalanan pulang.


Saat reyhan jessi ingin memasuki mobil, cantika mencegahnya"Aku yang akan duduk disini,sebaiknya kau duduk disana, "ucap cantika


Jessi hanya mengalah toh tidak ada gunanya melawan wanita itu, dia sudah merasa lelah juga, jadi ia sedang malas jl untuk berdebat, jessi pun membuka pintu sebelahnya lagi, jadi posisi nya reyhan di pinggir dan cantika ditengah-tengah antara reyhan dan jessi, reyhan memangku al, sedangkan oma didepan bersama supir, pengasuh mira berada dibelakang.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2