
Elin sampai dirumah sakit tempat Raka bekerja, sesampainya ditempat itu dia merasakan takut, dan juga gugup, padahal ini bukan kali pertama dia bertemu dengan pria itu, tapi rasanya masih belum terbiasa, 3lin pun mulai measuk kedalam lorong rumah sakit, ia mulai mencari ruangan pria itu, karena dia belum pernah ketempat raka, elin pun menanyakannya kepada suster yang dilihat olehnya.
"Suster, saya ingin bertanya, dimana ruangan dokter Raka berada? " tanya elin yang mendapatkan tatapan berbeda dari nya,
"Kamu siapa, mengapa bertanya tentang dokter Raka, " jawabnya, sambil melihat penampilan nya dari bawah sampai atas, yang membuatnya risih.
"Saya ada keperluan, apakah kalian bisa memberitahukan saya dimana ruangan nya? " ucap jessi sekali lagi kepada suster itu.
"Nanti lurus saja, baru belok kanan, ruanganya disitu, didepan pintunya akan ada nama, dokter Raka, " ucap teman satunya.
"Kalau begitu Terima kasih, permisi, " kata elin pergi dari situ, dia tidak nyaman diperhatikan oleh suster itu, tatapannya berubah sinis, setelah dia mencari Raka. Sesampainya diruangan yang dibilang suster tadi, elin mengetuk pintunya terlebih dahulu, perempuan itu tidak mau dibilang lancang, walaupun Raka adalah kekasihnya, setelah diberi ijin untuk masuk,dia pun memasuki ruangan itu.
"Kenapa kau sangat lama, akau dari tadi sudah menunggu kedatanganmu," Kata Raka mengomel, saat melihat elin yang memasuki ruanganya, dia sendiri tadi memang sudah menunggu kedatangan dari kekasihnya itu.
"Diam lah, kau juga tidak mengatakan diamana letak ruanganmu, ini kue titipan dari mama amel, " jawab elin yang kesal dengan pria itu, Raka yang mendengar jawaban dari perempuan itu melongo tidak percaya, seharusnya dia lah yang marah, tapi mengapa malah jadi sebaliknya.
"Mengapa jadi kau yang terlihat kesal padaku, bukannya yang seharusnya marah aku, apakah kau sedang kedatangan tamu bulanan mu, " tanya Raka, karena melihat perempuan itu lebih sensitif.
. "Kenapa kalau aku kesal, kau tidak Terima iya? aku memang mendapat tamu bulananku, mengapa kau harus marah padaku, disini sudah jelas kau lah yang salah, memaksaku mengantarkan ini, aku sebenarnya ingin bersama mama amel aja tadi, " jawab elin.
"Kau serius? apakah kau tidak hamil, kupikir setelah kejadian itu akan ada yang tumbuh dirahimmu, " kata Raka kecewa, ia sudah berharap perempuan itu mengandung anaknya, tapi mendengar perkataan wanita itu, harus pupus harapannya.
"Kita belum menikah, jadi kan masih ada waktu, kenapa kau sangat ingin sekali aku hamil , dasar pria aenh, menikah saja belum, " kata elin kesal.
Raka yang mendengar perkataan dari elin kembali tersenyum sumringah, "Kau benar, berarti kita disuruh untuk lebih usaha lagi, apakah kita akan melakukan nya sekarang? " goda Raka yang membuat pipi elin merona, wanita itu kesal dengan pemikiran dari pria didepannya ini.
"Kau , dasar pria mesum,apakah seorang dokter bisa memiliki pemikiran seperti itu, aku tidak mau, kita belum sah, waktu itu karena aku pengaruh obat, bukan keinginan dariku, " jawab elin.
__ADS_1
"Aku hanya seperti ini sama kamu, apakah kita harus menikah hari ini juga,aku akan menelfon orang ku untuk menyiapkan segalanya, " ucap Raka masih terus mengoda elin.
"Diam lah, sebaiknya kau makan kue yang kubawa kan tadi, " ucap elin, Raka yang melihat itu hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah imut dari elin.
******
Sementara di sebuah ruangan, jessi mengerjabkan matanya, satu hal yang pertama dilihat olehnya, yaitu langit-langit kamar, dia memperhatikan kelilingnya, ternyata dia berada dikamarnya, dan ada selang infus ditanganya, saat ingin duduk, ia merasakan pusing dikepalanya, bersamaan dengan seseorang membuka pintu kamar.
"Kau mau melakukan apa?berbaringlah, kau masih sakit, istirahat lah, " kata Reyhan, pria itulah yang masuk kedalam kamar.
"Aku ingin duduk, bisa kamu bantu aku untuk melakukannya, " ucap jessi, pria itu pun dengan sigap membantu wanita itu.
"Dimana al? apakah dia baik-baik saja, dia pasti mencariku, " ucap jessi setelah mengingat anaknya itu.
"Tenang lah, dia sudah tidur dikamarnya, aku baru saja dari situ, " jawab Reyhan
Reyhan mengangkat telepon yang, dengan pergi kebaikan kamar, karena yang menelfon ya adalah seketarisnya Arya, "Halo, bagaimana, " kata Reyhan setelah menutup pintu, agar jessi tidak mendengar perkataan datinya.
"Bos setelah diselidiki, ternyata bukan nona raina pelakunya, wanita itu saat itu sedang bersama dengan nyonya rena, mereka berada di taman, dan setelah saya cek CCTV, ternyata yang berada dodapur mati, " jawab Arya dari sebrang sambungan telepon.
"Aku lupa memperbaikinya, kau suruhlah seseorang untuk memperbaiki nya, dan menambah dibeberapa tempat, tapi jangan sampai orang rumah tau, kau mengerti maksudku bukan?" ucap Reyhan.
"Tuan, apakah tidak sebaiknya mengusir wanita itu dari rumah tuan, saya takut dia yang melakukannya, " ucap Arya, yang terlihat ragu-ragu mengatakannya.
"Bukankah kau yang mengatakan bahwa mata-mata yang kau suruh mengawasi dia, memberitahukan bahwa ia menemani ibuku, lalu bagaimana dia bisa mencampurkan racun itu? " ucap Reyhan, sebenarnya dia juga masih binggung, siapa yang ingin mencelakai anak dan istrinya dirumah ini.
"Memang aku mengatakan seperti itu tuan, tapi bukan berarti dia tidak bisa menyuruh orang lain untuk melakukannya tuan, bisa saja dia memakai perantara," kata seketarisnya itu.
__ADS_1
"Aku tidak tau itu, tapi kau harus terus menyelidikinya lagi, " kata Reyhan lagi mematikan sambungan teleponnya sepihak.
Reyhan pun masuk kembali kedalam kamar, "Rey, ada apa apakah kau memiliki masalah kantor," ucap jessi yang melihat pria itu sangat lama berbicara ditelfon tadi.
"Tidak, " jawab Rey singkat, dan kembali duduk disamping ranjang.
"Rey, apakah ada sesuatu didalam cake buatan ku, mengapa rasanya berbeda, aku sudah memasukan sesuai resepnya, tidak mencampurkan apapun hal yang aneh, lalu mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda? " tanya jessi
"Kau yakin tidak memasukan hal yang aneh? lalu bagaimana bisa kau seperti ini sekarang? aku menemukan mu pingsan tadi,"ucap Reyhan.
"Apakah kau fikir aku ingin mencelakai al, dan juga diriku sendiri,juga orang lain, apakah aku sebodoh itu, kau gila memiliki pemikiran yang seperti itu, mana mungkin aku menuangkan hal yang aneh kedalam cake buatan ku sendiri, " ucap jessi kesal dengan pertanyaan dari pria itu.
"Aku hanya bertanya mengapa kau jadi kesal seperti itu kepadaku? " ucap Reyhan
"Tapi aku sangat bersyukur, aku mencicipinya terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada al, kalau al yang memakanya, aku tidak tau apa yang akan terjadi, " ucap jessi.
"Kau bersyurkur telah memakan racun?, dasar aneh, " jawabnya, "apa? racun kau tidak salah bukan? bagaimana mungkin ada racun didalamnya,apakah kau serius, " ucap jessi tidak percaya, bagaimana mungkin ada racun di cake buatannya itu.
"Kau tadi mengeluarkan busa dari mulutmu, setelah kau tadi diperiksa oleh dokter pribadi, dia mengatakan bahwa didalam cake itu ada racun nya, makanya aku tadi bertanya padamu, " ucap Reyhan.
"Aku tidak pernah menuangkan racun kedalamnya, bagaimana bisa ada racun, apakah aku memang tidak sengaja menumpahkannya,tapi tidak mungkin, di dapur tidak ada racun apapun itu, tapi tadi saat aku mencoba adonan, rasanya pas, tidak ada rasa yang aneh, "ucap jessi.
" Apakah kau melihat seseorang masuk kedalam dapur, pelayanan atau orang lain? "ucap Reyhan, dia pun sedikit binggung , tidak mungkin jessi yang menuangkan nya sendiri, pasti ada yang sengaja, dia harus mencari buktinya didapur, karena ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, bagaimana kalau mereka semua memakannya, karena kata dokter tadi, racun yang memasuki tubuh jessi hanya sedikit, kalau tadi banyak, maka nyawanya tidak tertolong.
" Apakah kau mencurigai seseorang? "ucap jessi melihat kearah Reyhan.
Bersambung......
__ADS_1