Pria Dingin Dan Nona Batu

Pria Dingin Dan Nona Batu
19. Dua Orang Palsu [REVISED]


__ADS_3

Sementara mereka terus berdebat dan Emilia penasaran mengapa Samuel Ahkam berpura-pura mementingkan omongan gadis itu, Emilia putuskan ia turun duluan saja.


Suasana rumah jelas masih berduka akibat kematian Seline. Ada banyak orang berdatangan hari ini, hingga Emilia turun lewat tangga lain.


Niat Emilia langsung saja menunggu di mobil, tapi ternyata malah bertemu Ahkam lagi.


"Oh? Kamu pembantunya Paman Sam."


Dia tidak dikenal, jadi sepetinya tidak penting.


"Kalau begitu kebetulan."


Pemuda yang nampak beberapa tahun lebih muda dari Rowan itu datang. Menyerahkan sebuah kotak beserta surat begitu saja ke tangan Emilia.


"Berikan ini pada Paman Sam. Ini dari kekasihnya. Satu lagi. Jika dia bertanya mengapa ini terbuka, katakan bahwa kami memeriksanya untuk memastikan bukan surat teror atau bom. Yah, kurasa Paman akan kesal tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Intinya, jangan sebut namaku, mengerti?"


Emilia tidak tahu nama dia siapa.


Dibiarkan saja pemuda cerewet itu pergi, menatap amplop yang telah terbuka itu.


Emilia menepi ke tempat sepi untuk membukanya. Menemukan sebuah karangan bunga berwarna biru, lengkap dengan secarik kertas bertuliskan 'aku merindukanmu, Sayang'.


Hm?


Ah, jadi begitu, yah.


Emilia menatap teliti bunga itu untuk mengingat-ingat namanya. Kalau tidak salah, namanya bunga ajisai.


Bunga hydrangea yang tampak cantik.

__ADS_1


Mengartikan maksud bunga itu tidak mudah. Makna dan arti di setiap daerah berbeda-beda. Namun Emilia bisa dengan mudah memahaminya saat memikirkan Samuel.


Oto itu bahasa Jepang. Artinya suara. Organisasi Oto adalah organisasi tanpa suara yang bergerak netral dan tidak memihak. Mereka bisa disuruh membunuh kelompok A hari ini, lalu esoknya mereka membunuh kelompok B untuk kelompok A.


Dalam masyarakat Jepang, bunga ajisai memiliki arti umum 'keluarga'. Hadiah yang populer di hari ibu. Bunga ini juga mudah berubah warna, hingga punya arti lain 'ketidaktetapan'.


Warna merah muda mengartikan keceriaan. Warna biru mengartikan sikap yang dingin. Putih adalah kedewasaan. Bunga ini ... dikirim oleh ibunya Samuel.


Jadi dia menyembunyikan ibunya di Jepang, kah?


Kalau Emilia memosisikan diri sebagai ibunya Samuel dan mengirimkan bunga ini, maka ia bermaksud untuk bilang, "Berhati-hatilah. Kematian Seline dan Idrus adalah bukti ketidaktetapan posisi siapa pun di rumah itu. Tetap hidup dalam sikap acuh tidak acuh, jangan pedulikan siapa pun kecuali dirimu. Ibu merindukanmu."


Emilia menutup kotak itu. Berganti mengecek suratnya yang ditulis dalam bahasa Jepang, huruf kanji kuno. Cerdas sekali wanita itu.


Emilia segera memasukkan kembali surat itu, lalu beranjak seolah tidak terjadi apa-apa.


Semesta sedang memihaknya karena Emilia bahkan harus menunggu sepuluh menit sampai Samuel turun, jelas bersama temannya yang masih terlihat kesal.


Emilia menyerahkannya. "Seseorang memberikannya dan berkata ini dari kekasihmu. Dia juga bilang mereka membukanya untuk memastikan ini bukan teror."


Ekspresi Samuel tidak terlalu berubah. Dia menerimanya, samar-samar terlihat tersenyum.


"Sam, dari penggemarmu lagi?"


"Kurasa begitu."


"Kali ini apa? Coba kulihat."


Samuel menghentikan Nina menyentuhnya. "Akan kuperlihatkan nanti. Ayo pergi."

__ADS_1


*


Emilia pikir mereka akan pergi dengan pesawat terbang, namun ternyata Samuel membagi dua timnya antara mereka yang berangkat naik pesawat dan berangkat naik helikopter.


Samar-samar memang terdengar pembicaraan bahwa Samuel tidak ingin menempuh perjalanan terlalu lama. Itu memudahkan Emilia karena berarti mereka bisa langsung mendarat di Lombok, tidak perlu naik mobil terlalu jauh.


Dalam perjalanan itu, Samuel memperlihatkan kotak hadiah tadi pada Nina. Berkata dia boleh menyimpannya atau membuangnya karena Samuel sudah lihat.


Jadi untuk mengurangi kecurigaan Argantana, dia pun tidak menyimpan pemberian ibunya? Emilia entah kenapa bisa membayangkan sosok seperti apa ibunya Samuel.


Kalau tidak salah, ibunya dia itu orang Korea? Katanya wanita itu menghilang. Emilia sempat berpikir alasan Samuel tinggal di keluarga Ahkam adalah karena terpaksa sebab dia tidak punya keluarga.


"Ema, kamu baik-baik saja?"


Emilia menatapnya tanpa suara. Kenapa dia harus bertanya apakah Emilia baik-baik saja atau tidak?


Ah, dia pikir Emilia mabuk lagi?


Sepertinya tidak. Jalan juga tidak berlubang jadi perut Emilia tidak digoncang. Meski kepalanya pusing dan ia lemas.


"Aku hanya berharap dia tidak menyusahkanmu." Nina mendengkus kesal. "Yang jelas perhatikan tingkahmu."


Emilia hanya menatap tenang pemandangan di luar sana. Warna biru langit adalah hal yang Emilia ajak bicara sampai helikopter mendarat.


Mereka turun disambut oleh sekian banyak orang. Karena sudah diberitahu garis besar urusan di sini, Emilia hanya menepi.


Memerhatikan dari kejauhan ketika Samuel mulai berpura-pura tersenyum pada banyak orang, tertawa cerah lalu murung ketika ditanyai mengenai Seline.


Palsu.

__ADS_1


Baik dia, atau Emilia.


*


__ADS_2