Pria Dingin Dan Nona Batu

Pria Dingin Dan Nona Batu
32. Ulang Tahun Soraya


__ADS_3

Emilia sengaja mengerjakan banyak pekerjaan dalam persiapan agar di hari ulang tahun Soraya ia bisa punya alasan lelah. Tapi ketika Emilia sudah bersiap tidur memimpikan ketenangan desa, Samuel malah mengetuk pintunya.


"Ayo pergi, Ema."


"Aku lelah."


"Aku tahu." Samuel tersenyum bersalah. "Tapi aku tidak bisa membiarkan kamu sendirian di sini. Ada banyak orang luar sekarang. Mengingat kejadian kemarin ... kamu tahu?"


Hah. Alasan mati.


Emilia terpaksa harus turun juga, mengikuti langkah Samuel ke dekat kolam renang yang sudah ramai akan kehadiran teman-teman Soraya. Tidak ada kematian lagi yang dikenang jadi mereka pun bersenang-senang tanpa beban.


Mata Emilia menyapu beberapa wajah Ahkam yang ia ketahui. Hanya untuk menandai mana lagi yang harus ia lenyapkan agar ketenangan ini berakhir.


...*...


Emilia tak pernah menyukai pesta baik di desa atau di kota. Meski katanya pesta ulang tahun Soraya digelar sederhana, intinya tetap pesta yang berisik dan dipenuhi banyak orang.


Rasanya lelah harus bolak-balik membawakan minuman, tapi Ema lagi-lagi harus bersabar demi Mahesa.


Sewaktu ia dipanggil untuk mengisi minuman di meja tamu Soraya, seseorang secara sengaja mengandung kaki Emilia.


Ia melihat itu, dengan jelas dari kacamata, tapi pura-pura tidak hingga spontam Emilia terjatuh, memecahkan gelas-gelas berisi minuman.


Langsung saja Emilia jadi pusat perhatian.

__ADS_1


"Dasar tidak becus!" Nia bergegas datang membantunya memunguti pecahan-pecahan gelas.


Jelas mereka tidak bisa mengejek Emilia terang-terangan, karena itu hanya akan mempermalukan reputasi keluarga Ahkam.


"Jika kacamatamu membuat rabun, lepas itu dan kerjakan tugasmu!" bisik dia penuh penekanan.


Emilia hanya diam. Tahu bahwa yang menyandungnya adalah teman Nina.


"Hei, Ema." Soraya memanggilnya ketika Emilia berencana pergi. "Minta maaf atas perbuatanmu."


Hoh, jadi karena dia tidak bisa menghina Emilia secara langsung, dia berniat menghinanya secara tidak langsung?


Di sini dia pasti berpikir Emilia tidak akan minta maaf karena Emilia sangat sombong, dan itu membuatnya dikecam sebagai pembantu tidak tahu diri.


Mulut Emilia baru akan terbuka ketika sebuah tangan mendarat di bahunya. Emilia bisa merasakan beberapa orang terkesiap.


Senior memang orang yang licik.


Emilia menggertak giginya sebelum menoleh. Ia disapa oleh wajah cantik yang Emilia yakin tidak ada kecantikan secantik dia di tempat ini sekarang.


Istrinya Mahesa, Rashi Anuja.


"Akulah yang meminta maaf." Samuel langsung turun tangan disusul beberapa Ahkam termasuk istrinya Argantana. "Rashi, terima kasih. Akan kuminta pelayanku mengoreksi diri."


Rashi tersenyum membelai wajah Emilia. "Aku hanya berharap gadis ini tidak merasa tertekan."

__ADS_1


Soraya cuma bisa mengatupkan bibir mendengar istri konglomerat muda terkenal itu membela Emilia. Pada akhirnya semua redam sebelum benar-benar meledak, dan Emilia diminta untuk pergi ke belakang mengurusi piring-piring saja.


Ketika ia larut sendirian dalam keheningan, Rashi sekali lagi muncul diam-diam.


"Apa Senior meminta Kakak datang?"


Ini pertama kali Emilia bertemu Rashi, tapi Senior Mahesa banyak bercerita tentang dia.


"Kakak hanya memintaku memastikan kamu baik-baik saja di sini." Rashi berjongkok di sampingnya, meraih tangan Emilia. Dia membersihkan sisa-sisa sabun di sana dengan lembut. "Kamu seharusnya memikirkan hal lain saat ingin menyamar. Bagaimana mungkin kamu memaksakan diri melakukan ini?"


Emilia juga berpikir sama.


"Juga, kamu membeli agensi Samuel?"


"Senior marah?"


"Hmmm, tidak juga." Rashi menggantikan Emilia membersihkan piring-piring itu. Meski tampak seperti bidadari yang tersesat di bumi, sedikitpun dia tak sungkan menyentuh semuanya. "Tapi ada hal yang Kakak sembunyikan darimu."


"Ada banyak hal yang Senior sembunyikan dariku."


Rashi terkekeh. "Salah satunya ... agensi itu sebenarnya dikendalikan oleh Samuel. Jadi membelinya untuk mengatur Samuel bukanlah keputusan tetap. Tapi, itu membawamu lebih dekat dengan tujuanmu."


Memancing Samuel dan mendapatkan Oto.


"Juga, pesan dariku, Emilia. Berhati-hati dalam bertindak. Kakak tidak ingin kamu terluka."

__ADS_1


Emilia hanya berusaha menahan cemberut. Pada akhirnya menyebalkan mendengar hal itu dari mulut istri Mahesa.


...*...


__ADS_2