
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
Siang ini seperti biasa Al menyuapkan Nana makan buah-buahan segar juga susu wanita hamil, setiap hari Al selalu rutin dengan pekerjaan seperti itu . mengutamakan istrinya terbelah dahulu apalagi perut Nana yang semakin membengkak dengan usia kandungan sudah masuk tujuh bulan.
"Sayang, apa sudah saatnya kita USG perutmu?ehm.. aku sudah tidak sabar melihat wajah anak ku." ucap Al begitu bahagia nya sambil memgelus perut Nana yang sedang menyandar di ranjang mereka yang ada didalam kamar tersebut.
"Boleh." jawab Nana tersenyum bahagia karna selama ini mereka hanya rutin ke rumah sakit untuk mengambil vitamin saja dan tidak pernah USG dan hari ini tepat tujuh bulannya Nana,Al ingin sekali melihat wajah dan jenis kelamin anak nya.
"Baiklah, aku akan menyiapkan switer mu juga tas yang mau di bawa, tunggu sebentar." Al langsung berdiri dan menyiapkan keperluan istrinya, semenjak Nana hamil Al selalu menjadi garda terdepan untuk Nana , selalu menjadi suami siaga dan peka akan kehamilan.
"Sayang, sini rambutnya aku ikat dulu." Al langsung berada di belakang Nana dan mengikatkan rambut istrinya dan setelah selesai mereka berdua pun langsung turun dari kamar yang ada di lantai dua menggunakan lift di Mansion itu, dan tak lama mereka berdua pun sudah berada didalam mobil dimana sudah ada sopir di dalam nya.
Namun saat mereka hendak pergi tiba-tiba Ben sang asisten.
__ADS_1
"Tuan, gawat." Tiba-tiba Ben langsung masuk dari pintu mobil depan.
Al langsung melihat ke arah asistennya lalu melihat Nana sekilas "Ada apa Ben, aku mau pergi." ucap Al mendengus kesal.
"Tuan, pabrik yang di Negara sebelah milik papah anda di hancurkan oleh orang yang tidak di kenal dan siang ini aku baru mendapatkan kabarnya." ucap Ben dan seketika itu juga Al mengeram.
Jedar...
"Apa?" Al tidak percaya membuat Nana tersentak kaget.
"Iya Tuan, aku hanya mau melaporkan aku akan pergi kesana siang ini juga." ucap Ben namunAl langsung melihat wajah istrinya langsung
Nana hanya diam saat Al menatap wajahnya dengan diam "Heeeemmmmm." Al menarik nafas panjang nya.
"Sayang, kau tau? aku punya ayah, ayah ku pemilik pabrik terbesar di negara sebelah, dimana itu adalah pabrik pertama dimana dia merintis dulu nya. membangun pabrik itu sendirian, namun sekarang ayah ku sudah tiada dan aku hanya memiliki kenangan pabrik itu untuk ku urus walaupun Tuan nya sudah tidak ada, karna disitulah aku pertama kali hidup dengan uang jerih payah ayah ku." ucap Al menceritakan kepada istrinya.
__ADS_1
"Ayah ku banyak pesaing, banyak musuh sehingga harus seperti ini lah yang terjadi." ucap Al lagi
"Kau boleh pergi kok." jawab Nana singkat.
"No, bukan seprti itu. aku tidak akan meninggalkan mu sendirian di sini, aku akan menemani istriku USG untuk pertama kalinya, Ben bisa kok menyelesaikan nya tanpa aku." ucap Al tidak ingin mengecewakan istrinya.
"Ya aku tau, kau sangat mencintai ku dan aku segalanya bagi mu. tapi kau juga harus ingat ada tanggungjawab lain yang harus kau lakukan, pergilah aku bisa sama sopir kerumah sakit. setelah selesai USG aku akan menghubungi mu oke." ucap Nana meyakinkan suaminya.
"Tapi yank?"
"Pergilah dan sehat selalu suamiku disana , aku tidak berharap banyak selain pulangmu, semangat ya doa terbaik untuk mu." ucap Nana lagi.
Al menarik nafas panjang lalu menatap wajah Nana "Aku janji akan pulang lebih cepat, oke."Al langsung memeluk dan mencium pipi Nana bertubi-tubi, dan Al pun langsung keluar dari dalam mobil.
Nana melihat suaminya dari dalam mobil, ada kecemasan dalam hatinya namun ia mencoba menepis dan berharap baik-baik saja "Tuhan, kuat kan fisik ku demi menjaga titipan mu, dan kuatkan lah mental ku supaya menjadi ibu terbaik versi diriku sendiri." Sambil mengelus perut nya yang besar Nana menguatkan dirinya.
__ADS_1
Bersambung...
Maaf author kemarin ga update, lagu demam dan sekarang masih belum begitu pulih namun tetep author usahain ya🙏🙏😊