
Happy reading
Ivana ketakutan, gadis itu langsung menunduk namun langkah kaki orang itu seakan terdengar semakin jelas dan semakin dekat. gadis itu tidak ingin apa yang baru saja ia capai gagal begitu saja, ia langsung berdiri dan kembali duduk di kursi dimana dirinya disekap dan kembali mengikat kaki nya dengan tali sedangkan tangannya tidak terikat namun ia sembunyikan di balik punggung nya.
Ivana mencoba berakting agar tidak ada kecurigaan jika ada salah seorang masuk kedalam gudang tersebut .
Cek lek.....
Pintu gudang pun terbuka dengan jantung berdebar-debar gadis itu mencoba tetap tenang dengan wajah pasrah dan lemah nya.
"Makan." Ternyata yang masuk kedalam gudang adalah anak buah dari bos yang menyeksp Ivana.
Orang bertubuh besar hitam dan kekar itu membawa kan makanan untuk gadis itu agar ia memakannya namun Ivana hanya menatap benci kepada orang-orang di sana dan tak memakan apapun yang mereka berikan selama beberapa hari ini , gadis itu hanya bertahan dengan air seadanya.
"Kau bisa mati di sini jika tidak makan, bahkan membusuk." ucap lelaki itu lagi dengan matanya begitu sangat menyeramkan
"Aku tidak peduli." ucap Ivana
"Aisss..... kau dibodohkan bahkan dimanfaatkan oleh semua ini, lalu untuk apa kau ikut andil menyiksa dirimu dengan tidak makan? setidaknya di sisa hidupmu ini habiskan makanan itu." ucap pria itu lagi sambil meletakan makanan yang ada di nampan tersebut kemeja yang ada disamping Ivana duduk.
__ADS_1
"Makanlah, lupakan jika kau pernah bahagia, karna itu hanya menyakitkan saja." ujar pria itu lagi sambil memegang bahu Ivana lalu keluar dari tempat itu.
"Bang sat kau." Maki Ivana setelah pria itu mengunci kembali gudang tersebut.
gadis itu kembali berdiri dan melepaskan ikatan kakinya, ia mencari apa saja yang ada disaku celana yang ia pakai namun nihil, ia tidak menemukan apapun disana.
"S h i t." umpat Ivana kesal
Gadis itu lalu mengambil air putih yang ada digelas lalu membasahi wajahnya dengan air tersebut.
"Aku harus pergi, aku tidak mau mati begitu saja disini." Ivana bermonolog sendirian disana
Takkkkk....
jendela itupun terbuka, "Syukur lah." gumam nya sambil mengelus dada lalu mencoba menaiki jendela tersebut agar bisa keluar dari tempat itu, namun saat ia memanjat baju nya tersangkut
Sreettt.....
Baju Ivana nyangkut di paku jendela hingga bila ia tarik bajunya makin lebar dan besar robekannya. "Sial." Kakinya sambil mengelap peluh di wajahnya.
__ADS_1
Ivana tak bisa berfikir lebih jauh lagi karna waktunya sudah sedikit, ia menarik paksa baju tersebut sehingga robek dan memperlihatkan punggungnya separuh dan ia pun berhasil melompat dari jendela
Bruukkk...
"Siapkan pasukan kalian, sebentar lagi bos kita datang." Tiba-tiba ada dua orang anak buah yang berjaga sedang memberikan informasi kedatangan bos mereka dan dengan cepat Ivana bersembunyi di balik drum besar tersebut.
Dada nya berdebar-debar takut akan ketahuan dan dirinya bakal di habisin.
"Baiklah,,, bos akan memfitnah terlebih dahulu ke negara A lalu ia akan merencanakan strategi baru untuk memecahkan kedua belah pihak bahkan keluarga mereka dan sudah diketahui bos sudah menang satu poin." kedua anak buah tersebut membicarakan rencana ketua mereka dan itu semua terdengar sangat jelas di telinga Ivana.
Setelah anak buah orang itu pergi Ivana langsung mencari jalan keluar dari gedung itu karna ia tau sekarang bahwa akan ada masalah besar bahkan mengancam bukan hanya dirinya namun semua orang.
Setelah bebas keluar dari gedung itu Ivana beristirahat sejenak di warung penjual kopi namun saat ia hendak meminta minum ia kaget dengan pemberitaan di TV.
"Pemilik perusahaan Azwan Group dinyatakan meninggal dunia sedangkan nasib perusahaan pun dikabarkan bangkrut karna ulah putrinya yang kabur." ucap berita di TV membuat Ivana memundurkan langkah nya.
"Pa.. pa.. papa.. "
Bersambung....
__ADS_1