
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Hari itu menjadi hari kebahagiaan antara ibu dan anak, kakak dan adik, juga bagi Al dan Nana. Berkumpul dan kembali membaik keluarga itu menjadi kehidupan baru atau lembaran baru bagi mereka semua.
Akhrinya mereka semua melepas kerinduan selama ini namun saat kakak dan mamah nya sangat bahagia dan menikmati kebersamaan mereka yang selama ini tidak di rasakan, El pun memilih untuk menjauh sebentar. El keluar Mansion dan duduk di bangku taman samping yang terdapat kolam berenang di sana.
El menatap air kolam yang begitu jernih dan tenang itu, pemuda itu tampak diam namun mengukir senyum indah di wajahnya "Aku begitu bahagia akan samua ini, Tuhan,"
"Jangan pernah pisahkan kami lagi," ucap El mengeluarkan segala perasaan nya di dalam dada nya yang terpendam.
"Hhhhhmmmmmm." El menarik nafas panjang lalu membuang nya.
Namun disaat pemuda itu sedang dalam kondisi melamun menatap kolam berenang yang tenang itu ia tidak sengaja melihat seseorang yang sedang berdiri sendirian tak jauh dari dirinya berdiri.
"Dia?"
El pun langsung berjalan mendekati orang itu "Ivana, kamu ngapain sendirian disini?" tanya El mendekati dan bertanya karna wanita yang sedang berfirman sendirian itu adalah Ivana
"Disini panas, kenapa kamu sendirian?" tanya El lagi.
__ADS_1
Ivana melihat ke arah orang yang baru saja menyapa nya itu"El,"panggil Ivana.
"Ehm... aku cuma mau cari angin aja, kamu sendiri ngapain kesini?" Ivana beralasan dan balik bertanya kepada pemuda yang ada dihadapan nya itu.
"ehmm... selamat ya akhirnya keluarga kalian bisa rukun kembali, aku ikut bahagia." ucap Ivana karna sebelum ia ke taman itu ia sempat melihat dan menyaksikan Al dan nyonya Meeryana berbaikan.
"Terimakasih," ucap El kepada Ivana
"Sama-sama," jawab Ivana kepada El, Ivana diam.
"Kamu kenapa disini? apa ada yang ingin kamu ucapkan? apa ada masalah?" tanya El seakan tau betul apa yang sedang di fikirkan oleh Ivana.
"Terlalu banyak yang aku pendam tapi sulit untuk aku ceritakan kepada orang lain. dan terlalu berat untuk aku rasakan sendiri, dan aku lebih memilih berpura-pura tersenyum seolah tidak terjadi apa. berusaha menahan air mata dan berusaha baik-baik saja, tapi kenyataannya aku tak sekuat itu. ternyata melelahkan juga ya?'' ucap Ivana kepada El seakan sedang curhat kepada temannya sendiri.
"ehm... El, Bukannya kau menjanjikan sebuah hubungan kepadaku?" tanya Ivana serius kepada El yang sedang mencerna pertanyaan gadis itu.
"Ya benar," jawab El
"Tapi waktu itu aku hanya--" belum sempat El berbicara Ivana lebih dulu memotongnya dengan begitu tegas ucapannya.
" jadilah laki-laki yang teguh pada pendirian yang mampu bertanggung jawab pada ucapannya dan berani berkomitmen dengan satu wanita saja tidak pergi saat ada masalah, tidak goyah saat diuji Tuhan dengan kehadiran wanita lain. karena Wibawa seorang laki-laki, tidak dilihat dari seberapa banyak harta atau tinggi jabatan yang dia punya. tapi bagaimana dia memperlakukan pasangannya dan menjaga komitmen yang sudah dia buat,''
__ADS_1
" By the way aku menunggu janjimu itu,El."ucap Ivana pada akhirnya.
El kaget benar-benar tidak menyangka jika seorang wanita bernama Ivana benar-benar serius dan menagih statement yang pernah ia buat dan pernah ia ucapkan kepada Ivana sebagai Tantangan untuk gadis itu.
Ivana mendekati El lalu menatap tajam bola mata El yang begitu bulat didepan nya itu.
" saat wanita bercerita tentang kelelahannya itu bukan berarti dia mengeluh tidak bersyukur ataupun menyerah kemudian pasrah, BUKAN. dia hanya sedang menguatkan diri serta memastikan bahwa tetap ada bahu untuk bersandar yang selalu membuat dirinya kemudian bangkit dan menjadi Tegar,''
"Aku menerima lamaran mu, El" ucap Ivana lagi
" aku tunggu kabar baiknya,permisi."ucap Ivana pada akhirnya lalu Ivana pun meninggalkan El sendirian yang mematung disana .
Bersambung....
Vote
Vote
dong
ini udah semangat up 🤧🥰🙏
__ADS_1