Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Mengetahui pernikahan Nana.


__ADS_3

Happy reading


♥♥♥♥♥


"Mana teman ku?" Wanita muda lumayan cantik lebih ke imut bahkan dalam nada bicara tinggi wanita itu terkesan bukan nya garang melainkan lucu orang melihat nya


"Siapa." Ben yang sedang minum di sebuah Baru malam itu dikasih pertanyaan oleh seorang gadis membuat laki-laki itu menganggap nya masa bodoh dan tidak tau.


"Meriana alias Nana, mana teman ku yang dibawa bos mu malam itu." Teriak Keke meninggikan suaranya kembali


"Kau mau bernyanyi kah?tapi aku rasa suara nada tinggimu ketinggian, bisa turunkan sedikit?" tanya Ben mengejek membuat anak buahnya disana ikut tertawa


"Hah... haha... "


"Diam kalian," teriak keke lagi dengan wajah kesal karna dirinya merasa dipermainkan oleh Ben dan anak buah nya.


"Aku memang tidak tau, kenapa kau marah?" ujar Ben lagi kembali meminum alkoholnya.


"Bos mu yang membawa teman ku malam itu, dimana dia sekarang hahk?atau bakal aku laporkan dengan polisi." ancam Keke kembali membuat Ben tertawa, laki-laki tampan namun tertutup dengan wajah sangar nya itu langsung berdiri mendekati Keke


"Hey Cantik." Ben menyentuh sedikit dagu Keke dengan telunjuknya namun secepatnya kilat tangan Ben di tepis oleh gadis itu.


"Polisi pun takut dengan bos ku, bahkan hormat,, lalu apa yang mau kau lakukan silahkan, karna itu hanya membuang waktu dan uang mu saja, dan hasilnya sia-sia." ujar Ben sambil tersenyum jahat

__ADS_1


mendengar penuturan Ben membuat nyali Keke seketika menciut, otaknya seakan berhenti untuk berfikir, bernafas pun terasa sulit bagi dirinya.


"Sebegitu berpengaruh nya laki-laki itu , hingga polisi pun tak akan berani? what? lalu bagaimana dengan aku yang hanya butiran debu ini... hihkss... no.. no.. aku ga boleh lemah dimata laki-laki bodoh ini. " Keke bermonolog dalam batinnya sambil menatap tajam Ben


"Kau cantik, kenapa kau suka sekali mengurusi orang lain. lebih baik kau bekerja atau menikah... itu jauh lebih baik, Nona Keke" ucap Ben seakan sedang menjadi penasehat gadis itu


"Dia teman ku bukan orang lain, paham kau." ketus Keke dengan wajah


"Tapi dia istri bos ku.. eh.. eghmmmm.. aku mau pergi." Ben keceplosan membuat Keke mematung dan mulutnya mengangah. Namun Ben seketika hendak pergi dari sana namun secepat kilat Keke menahan tangan laki-laki itu.


"Tunggu.. " Keke menahan tangan Ben begitu kuat nya


"Apa maksud mu tadi? merried ?teman ku sudah merried?" Keke bertanya dengan nada kaget nya wanita itu.


"Jangan bohong kau." ketus Keke lagi namun saat mereka berdua berdebat, Ben mendapati ada orang yang mengintai mereka dari kejauhan.


"Agghhhh... hey sakit." Ben langsung menarik tangan Keke agar menjauh dari tempat itu sambil memeberikan kode kepada teman nya agar tetap diam disana supaya mengecoh lawan.


Dan mereka pun sampai disebuah lorong sepi menuju toilet wanita di bar itu dan Ben langsung melepaskan tangan Keke .


"Kau menjual teman ku hahk? bos mu menjual teman ku? dinikahi dengan kakek kakek tua begitu? kau... " Keke sudah emosi dengan pemikirannya sendiri


"Kau memang bajingan." Keke memukul-mukul dada Ben namun seketika laki-laki itu langsung menggenggam kedua tangan gadis itu dan mata mereka tanpa sadar saling tatap dengan amarah versi mereka masing-masing

__ADS_1


"Kau tau Cinta?" tanya Ben


"Tau, kenapa emang?" ketus Keke dengan wajah masam nya


"Teman mu itu lagi jatuh cinta dan mereka merried. " Ben menjelaskan dengan cara bicaranya


"Mana ada temanku jatuh cinta dengan pak tua yang banyak uang, kau berbohong." ketus Keke lagi


"Aku tidak bilang kakek-kakek, kenapa kau ini suka sekali membetulkan fikiran mu yang masih berada di jaman kuno itu." Ejek Ben kepada Keke.


"Suka-suka aku lah." jawab Keke


"Pantesan sampai sekarang belum nikah, ga ada yang ngejer-ngejer wanita seperti kamu, kalau orangnya beginian.. ha.. ha... " Ben menertawakan Keke tanpa sadar dirinya pun sama


"Hey... " Keke membesarkan bola matanya ke arah Ben


"Apa?" jawab Ben ikut membesarkan bola matanya


"Andai aku maling pasti semua orang ngejar aku, termasuk kamu,paham." ucap nya dengan songong.


Bersambung....


Bantu support terus ya karya baru othor ini dan bantu like dan vote nya 🙏🙏☺

__ADS_1


__ADS_2