Ranjang Panas Sang Mafia

Ranjang Panas Sang Mafia
Liburan day 2


__ADS_3

Happy reading


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Semenjak Nana tau jika Al memborong semua ice cream karna ia ingin makan ice cream namun mereka tidak membawa uang tunai Belanda, Nana langsung menjaga sikapnya agar tidak terlalu banyak yang ia inginkan karna ia takut merugikan suaminya,padahal jika di bandingkan itu semua harta kekayaan Al tidak ada bandingannya jika pesawat saja bisa ia belikan untuk Nana apalagi hanya memborong kedai ice cream.


"Kenapa kau banyak diam?" tanya Al aneh kepada istrinya karna sedari tadi mereka berkeliling Mall tersebut Nana tidak sama sekali berbicara pengen ini dan itis sperti bagaimana biasanya cerewet gadis itu.


"Apa kau sakit?" Al langsung menarik tangan Nana dan menghadap kepadanya, lalu Al menempelkan telapak tangan nya di kening Nana


"Aku tidak apa-apa kok." ucap Nana


"Apa ice cream tadi membuat mu sakit? apa ice cream itu mengandung penyakit?" Al mulai menduga-duga dan tidak terima, dari nada bicaranya pun Nana tau jika Al begitu kesal.


"Ngga gitu suami, aku baik-baik aja kok." ucap Nana lagi meyakinkan suaminya


"Tapi setelah menghabiskan ice cream itu kau tidak bicara sama sekali, kenapa?apa kurang?mau lagi?" Al langsung menatap mata Nana


"Mau lagi?" tanya Al


"No... aku sudah cukup, mau makan aja.. laper." ucap Nana sambil meraba-raba perut nya yang memang kosong belum di isi nasi sama sekali.

__ADS_1


"Kau diam karna lapar? baiklah ayo kita makan." Al langsung menarik tangan Nana dan mencari cafe atau resto yang bisa mereka pesan makan dengan nyaman disana, namun tanpa mereka berdua sadari sedari tadi ada dua orang pria yang mengiringi mereka dan mengambil gambar kedua nya.


"Apakah kita sedang kencan suami? kau romantis sekali tapi versi kaku nya." batin Nana sambil mengejek Al


"Duduk lah, mau makan apa?" Al mentitah Nana duduk lalu menanyakan apa yang ingin dimakan istrinya itu.


Nana melihat nama-nama makanan di daftar menu tersebut dan seketika itu pula otak nya ikut berputar bahkan lidahnya seakan berbelit-belit menyebutkan nama-nama menu di restoran tersebut.


"pièce de résistance, ini makanan apa ya suami? kok ribet banget namanya?" tanya Nana sambil mengerutkan keningnya


"Itu kalau di bahasa kan kita adalah saus sate kacang pedas, kau mau?" ucap Al menjelaskan


"hering soused , bitterballen, liquorice versi Belanda, makanan nya kenapa rumit-rumit sekali sih tulisannya, jadi bingung." Nana berfikir keras sambil menatap menu tersebut.


"Tidak." jawab Nana


"Lalu kau mau makan apa, Nana?" Al mencoba bersikap biasa dan santai agar tak mengundang orang lain memperhatikan mereka.


"Sebenarnya pengen makan nasi padang, tapi ya sudahlah aku makan pièce de résistance itu aja lah." ucap Nana


"Jangan bikin kegaduhan yang mana kau yang menciptakan dan aku yang melakukannya Nana," Al menatap istrinya itu dengan memicingkan satu matanya.

__ADS_1


"Iya... iya.." ucap Nana sedikit terkekeh


Al pun langsung memesan makanan untuk mereka berdua dan ternyata Al memesan makanan yang sama dengan Nana untuk nya juga.


"Apa keinginan mu?" Al tiba-tiba bertanya dan menatap mata Nana


"Aku?" tanya Nana


"Aku tidak akan mengulangi pertanyaan ku." ucap nya


"keinginan ku pengen kaya." jawab gadis itu suka-sukanya


"Kau mendapatkan nya sekarang dengan ku." ucap Al


"Pengen cantik." ucap Nana lagi


"Kau bisa pergi perawatan, uang ku banyak." ujar Al


"Katakan yang lainnya?" ucap Al


"Pengen di cintai juga." jawab Nana ceplos begitu saja membuat Al terdiam

__ADS_1


Bersambung......


Motif Al tu apasih? menikahi Nana tapi belum pernah nyatakan cinta, kawal terus ya 😁😜


__ADS_2