
Happy reading
❤️❤️❤️❤️❤️
El masih mematung di tempat itu, dia masih tidak bisa berpikir dengan serius. di mana seorang Ivana benar-benar menawarkan bahkan keseriusan yang mana pernah ya tawarkan kepada gadis itu'' Dia menerima semuanya? apa Dia terpaksa? atau sudah memikirkannya dengan matang?why? aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia sampaikan?ini kok ada yang aneh," yang bertanya-tanya seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan saja.
"Haha... haha... ini bagai lelucon yang aku ciptakan Ivana, jangan memaksa jika kau tidak mencintai ku," ucap El lagi sambil tertawa sendirian di sana.
"Kau menerima tawaran ku karna kasihan? atau kau ingin memaksa melupakan Al dengan cara mu itu?Haha.... haha.... basi." El pun tertawa jahat lalu pergi dari tempat itu untuk masuk kedalam mansion. tidak untuk memikirkan itu semua terlebih dahulu karna ia masih tidak percaya akan semua ini.
Namun saat ia hendak masuk kedalam mansion kembali ia di pertemukan dengan Ivana yang mana gadis itu hendak keluar dan mereka berdua pun hampir bertabrakan.
Eh
"Mau kemana?" tanya El kepada Ivana
"Mau keluar," jawab gadis itu singkat
__ADS_1
"Keluar kemana?" tanya El lagi
"Kamu tidak perlu tau, itu urusan ku lah," tempat Ivana lagi dan menurutnya El tidak perlu tau kemana ia pergi dan ngapain saja di luar.
"Aku ikut," El memutar tubuhnya untuk menyeimbangkan dirinya pada Ivana dan hendak mengikuti gadis itu namun Ivana tidak jalan namun ia diam sambil menatap aneh pemuda bernama El Agata tersebut.
"Ayo," ajak El lagi kepada Ivana
"Kemana?"
"Aku memang mau keluar tapi bukan berarti aku mau keluar berdua ya," ucap gadis itu lagi.
"Kan lebih bagus tadinya kamu harus keluar sendirian eh tiba-tiba dapet rejeki nomplok ditemani pangeran tampan seperti aku," ucap El begitu pede nya dan begitu sok akrab kepada Ivana.
"Aku ingin makan bakso," ucap Ivana santai
"Ide bagus, aku sudah lama tidak makan bakso," ucap El simple seakan apa yang diucapkan dan dilakukan wanita bernama Ivana itu ia juga akan melakukan nya.
__ADS_1
"Tapi aku makan bakso mau nya di emperan," ucap Ivana lagi berharap El menolak pergi dengan nya.
"Egg emmm... kau lupa aku juga anak jalanan, jadi makanan emperan sudah biasa di tenggorokan dan lidah ku, Ivana." Ucap El memperjelas dirinya dan memberitahu Ivana untuk percuma beralasan yang tidak masuk akal seperti itu.
"Ya sudah kalau begitu, ayo pergi." Ajak Ivana pada akhirnya.
Mereka berdua akhirnya memutuskan siang menuju sore itu untuk makan bakso di pinggir jalan, Entah kenapa Ivana ingin saja keluar dari mansion megah itu untuk menghirup udara segar dan bebas diluaran sana.
Tak lama mereka pun tiba sebuah tempat tukang bakso ber gerobak. Tampak jelas di mata El bahwa gadis bersama nya itu tampak begitu bersemangat akan apa yang mereka makan.
"Bakso nya dua ya pak," ucap Ivana
tak lama bakso pesanan mereka berdua pun sampai, dan ivana dengan sangat antusias nya langsung menambahkan kelengkapan bakso di mangkuknya, namun saat Ivana sibuk sendiri dengan semangkuk bakso nya matanya tak sengaja melirik ke arah El yang sedang menatap bakso nya sendiri.
"Wajah nya garang tangan banyak tatonya makan bakso ga pake sambel." Sindir Ivana kepada El
Bersambung....
__ADS_1